Isoniazid obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Nama Generik: Isoniazid Merek: Isoniazid Indo Farma.

Penggunaan

Untuk apakah Isoniazid digunakan?

Isoniazid adalah obat yang tersedia dalam berbagai sediaan. Obat ini termasuk ke dalam kelas obat agen antituberkulosis, yaitu obat-obatan yang bekerja dengan cara membunuh bakteri yang menyebabkan tuberkulosis (TBC).

Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi tuberkulosis (TBC). Infeksi ini tergolong serius dan menyerang paru-paru dan beberapa organ tubuh lainnya. Selain mengobati TBC, obat ini juga bisa digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain untuk mengatasi infeksi TBC.

Obat ini juga bisa digunakan oleh pasien yang melakukan kontak langsung dengan penderita TBC, pasien yang mengalami HIV, dan pasien yang mengalami fibrosis paru.

Isoniazid termasuk ke dalam obat resep. Maka dari itu, jika Anda ingin membelinya di apotek, pastikan Anda telah menyertakan resep obat dari dokter.

Bagaimana cara penggunaan Isoniazid?

Sebelum Anda menggunakan obat ini, Anda harus mengetahui tata cara penggunaan obat, seperti berikut.

  • Ikuti semua petunjuk pada label resep Anda. Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang direkomendasikan.
  • Dosis penggunaan obat ini biasanya telah ditenutukan oleh dokter berdasarkan kondisi kesehatan ataupun respon Anda terhadap penggunaan obat-obatan.
  • Gunakan Isoniazid pada saat perut kosong, setidaknya satu jam sebelum atau dua jam setelah makan.
  • Gunakan obat ini sesuai waktu yang disarankan oleh dokter Anda. Jangan berhenti tanpa sepengetahuan dokter. Sebab, gejala Anda mungkin telah membaik, namun infeksinya belum benar-benar sembuh.
  • Dosis yang terlewat juga dapat meningkatkan risiko infeksi lebih lanjut sehingga resisten terhadap antibiotik. Isoniazid tidak akan mengobati infeksi virus seperti flu atau pilek.
  • Fungsi liver Anda mungkin perlu diperiksa setiap bulan saat penggunaan obat ini.
  • Dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk menggunakan ekstra vitamin B6 saat Anda meggunakan Isoniazid. Gunakan jumlah vitamin B6 sesuai dengan yang telah ditentukan oleh dokter pada catatan resep.
  • Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan isoniazid?

Berikut adalah tata cara penyimpanan obat yang harus Anda perhatikan:

  • Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan. Jangan menyimpan obat ini di tempat yang terlalu dingin atau terlalu panas.
  • Jauhkan obat ini dari paparan sinar matahari atau  cahaya langsung.
  • Jangan simpan obat ini di tempat yang lembap, seperti di dalam kamar mandi.
  • Obat ini sebaiknya tidak disimpan di dalam freezer, apalagi hingga membeku.
  • Obat ini tersedia dalam berbagai merek obat. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.
  • Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.
  • Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jika Anda sudah tidak menggunakan obat, obat telah rusak, atau obat telah kedaluwarsa, Anda harus segera membuang obat. Sebaiknya saat membuang obat ini, sampah obat tidak dicampurkan dengan sampah rumah tangga biasa. Selain itu, jangan pula menyiramkan obat ini ke dalam saluran pembuangan air seperti toilet.

Akan lebih baik jika Anda bertanya kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai tata cara yang tepat dan aman dalam membuang obat, khususnya bagi kesehatan lingkungan.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Isoniazid  untuk orang dewasa?

Dosis dewasa untuk tuberkulosis – aktif

  • Dosis biasa: 5 mligram (mg)/kilogram (kg) berat badan (BB) baik diminum atau disuntikkan melalui otot. Dosis maksimum hariannya adalah 300 mg.
  • Lama waktu penggunaan obat: 6 bulan atau 3 bulan jika diberikan bersamaan dengan obat-obatan lain seperti rifampisin dan pirazinamid.
  • Infeksi yang tidak bergejala: 10-20 mg/kg/hari diminum sekali sehari. Dosis maksimum hariannya: 300 mg/hari.
  • Untuk mengobati infeksi TBC obat ini perlu dikombinasikan dengan obat lain seperti rifampisin, pirazinamide, ethambutol/steptomisin.

Dosis dewasa biasa untuk tuberkulosis – profilaksis

  • Dosis biasa: 300 mg oral sekali sehari
  • Isoniazid harus dilanjutkan selama 6 bulan untuk mencegah perkembangan TB aktif pada pasien tanpa komplikasi.

Dosis dewasa untuk mycobacterium kansasii

  • 600-900 mg IM atau oral sekali sehari.

Bagaimana dosis Isoniazid untuk anak-anak?

Dosis anak-anak untuk tuberkulosis – aktif

  • Dosis awal: 10-15 mg/kg IM atau diminum sekali sehari.
  • Dosis maksimum harian: 300 mg/hari
  • Lama waktu penggunaan: 8 minggu.
  • Dosis lanjutan: 10-15 mg/kg IM atau diminum sekali sehari atau 20-40 mg/kg IM atau diminum 2-3 kali seminggu.
  • Dosis maksimum harian: 900 mg
  • Lama waktu penggunaan: 16 minggu

Dosis Anak-anak untuk tuberkulosis – tidak bergejala

  • Dosis awal: 10-15 mg/kg IM atau diminum sekali sehari.
  • Dosis maksimum harian: 300 mg/hari
  • Lama waktu penggunaan: 8 minggu.
  • Dosis lanjutan: 10-15 mg/kg IM atau diminum sekali sehari atau 20-40 mg/kg IM atau diminum 2-3 kali seminggu.
  • Dosis maksimum harian: 900 mg
  • Lama waktu penggunaan: 16 minggu

Dalam dosis apakah Isoniazid tersedia?

Isoniazid tersedia dalam sediaan obat tablet dan obat injeksi.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena isoniazid?

Sama halnya dengan penggunaan obat pada umumnya, penggunaan isoniazid juga berpotensi menimbulkan gejala efek samping. Gejala ini biasanya berupa kondisi kesehatan tertentu.

Jika Anda mengalami salah satu dari efek samping yang serius berikut, berhentilah minum Isoniazid dan carilah bantuan medis darurat atau segera hubungi dokter Anda:

  • reaksi alergi (kesulitan bernapas; penutupan tenggorokan, pembengkakan bibir, lidah, atau wajah, atau gatal-gatal);
  • rasa lemas yang tidak biasa atau tidak diketahui apa penyebabnya
  • mual, muntah, atau kehilangan nafsu makan
  • sakit perut
  • sakit kuning yang ditandai dengan kulit atau mata kuning
  • Urine berwarna gelap
  • mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki
  • kejang
  • penglihatan kabur
  • kebingungan atau perilaku abnormal

Tidak semua efek samping yang mungkin terjadi tercantum pada daftar di atas. Selain itu, tidak semua orang mengalami efek samping yang telah disebutkan. Mungkin saja Anda mengalami beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Isoniazid?

Sebelum menggunakan isoniazid, ada beberapa hal yang harus Anda pahami dan lakukan, seperti berikut ini:

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap isoniazid atau bahan lain yang terdapat di dalam obat. Baca informasinya pada kemasan obat atau tanyakan kepada apoteker mengenai bahan-bahan di dalam obat ini.
  • Beri tahu dokter dan apoteker obat apa yang Anda gunakan, terutama asetaminofen (Tylenol), antasida, carbamazepine (Tegretol), disulfiram (Antabuse), ketoconazole (Nizoral), phenytoin (Dilantin), teofilin (Theobid, Theo-Dur ), asam valproik (Depakene, Depakote), dan vitamin.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki atau pernah memiliki penyakit ginjal, diabetes, kesemutan, rasa terbakar, dan nyeri pada jari tangan atau kaki (neuropati perifer), atau human immunodeficiency virus (HIV).
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil. Jika Anda hamil saat menggunakan isoniazid, hubungi dokter Anda.
  • Sadari bahwa Anda tidak harus minum minuman beralkohol saat mengambil obat ini.
  • Jika Anda berusia 35 tahun ke atas, dokter harus rutin melakukan pemeriksaan terhadap enzim di dalam liver Anda sebelum memulai pengobatan untuk memastikan apakah obat ini aman digunakan atau tidak.
  • Biasanya, masalah liver mungkin muncul saat pengobatan. Bahkan, kondisi ini bisa berlanjut meski Anda sudah berhenti menggunakan obat ini selama berbulan-bulan.

Apakah Isoniazid aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA). atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko,
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C=Mungkin berisiko,
  • D=Ada bukti positif dari risiko,
  • X=Kontraindikasi,
  • N=Tidak diketahui

Konsentrasi kecil isoniazid dalam ASI tidak menghasilkan toksisitas pada bayi yang baru lahir. Oleh karena itu, bagi ibu menyusui tidak harus berkecil hati. Namun, karena kadar Isoniazid sangat rendah dalam ASI, mereka tidak dapat digunakan untuk profilaksis atau terapi bayi menyusui.

Tanyakan terlebih dahulu kepada dokter apakah penggunaan obat ini pada ibu menyusui berbahaya. Pastikan Anda mengetahui risiko dan manfaat penggunaan obat. Hanya gunakan obat ini jika Anda benar-benar membutuhkannya dan jika dokter mengizinkan penggunaannya.

Interaksi

Obat lain apa yang mungkin berinteraksi dengan Isoniazid?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Namun, interaksi antara dua obat yang tepat bisa menjadi alternatif terbaik untuk kondisi Anda.

Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Hal ini akan memudahkan dokter mengatur dosis obat dan membantu Anda menghindari interaksi yang tidak diinginkan.

Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter. Berikut adalah beberapa jenis obat yang mungkin berinteraksi dengan isoniazid. Di antaranya adalah:

  • Acetaminophen
  • Acrivastine
  • Amiodarone
  • Bupropion
  • Carbamazepine
  • Domperidone
  • Eliglustat
  • Fentanyl
  • Glimepiride
  • Itraconazole
  • Ketoconazole
  • Levodopa
  • Piperaquine
  • Rifampin
  • Tegafur
  • Aminosalicylic Acid
  • Diazepam
  • Disulfiram
  • Enflurane
  • Ethionamide
  • Fosphenytoin
  • Meperidine
  • Phenytoin
  • Warfarin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Isoniazid?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda. Berikut adalah jenis makanan dan alkohol yang memiliki potensi melakukan interaksi jika dikonsumsi bersama dengan isoniazid:

  • ethanol
  • makanan yang mengandung tiramin

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Isoniazid?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Interaksi yang terjadi mungkin meningkatkan risiko efek samping, mengubah cara kerja obat, atau justru memperburuk kondisi kesehatan yang Anda miliki.

Beritahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain agar dokter bisa menentukan apakah penggunaan obat ini aman untuk kondisi Anda. Berikut adalah beberapa kondisi kesehatan yang mungkin berinteraksi dengan isoniazid:

  • Penyalahgunaan alkohol (atau riwayat)
  • Penyakit hati. Penggunaan obat ini mungkin meningkatkan risiko hepatitis, apalagi dengan minum alkohol setiap hari atau pada pasien dengan penyakit liver.
  • Penyakit ginjal (berat). Penggunaan obat ini mungkin meningkatkan risiko efek samping pada pasien dengan penyakit ginjal kronis.
  • Gangguan kejang seperti epilepsi. Penggunaan obat mungkin meningkatkan adanya risiko kejang-kejang pada beberapa pasien.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

  • Muntah-muntah
  • Pusing kepala akut
  • Rasa kantuk yang amat sangat
  • Tidak bisa berbicara dengan lancar
  • Pandangan mata buram
  • Berhalusinasi
  • Tidak bisa bernapas
  • Rasa haus meningkat
  • Rasa ingin buang air kecil meningkat
  • Kehilangan kesadaran diri

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin dosis yang terlupa. Namun bila saat Anda ingat ternyata sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa untuk menggunakan dosis berikutnya.

Jangan menggandakan dosis. Pasalnya, dosis ganda tidak menjamin Anda akan sembuh lebih cepat dan justru meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Selain itu, dosis ganda juga berpotensi meningkatkan overdosis pada Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber foto: eNCA

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Oktober 17, 2019

Sumber