Isoniazid obat apa?

Oleh

Nama Generik: Isoniazid Merek: INH Ciba dan Isoniazid Indo Farma.

Penggunaan

Untuk apa Isoniazid?

Isoniazid adalah obat antibiotik dengan fungsi untuk melawan bakteri.

Isoniazid digunakan untuk mengobati dan mencegah tuberkulosis (TB). Anda mungkin perlu menggunakan obat TB lain dikombinasikan dengan Isoniazid.

Ketika mengobati TB aktif, Isoniazid harus digunakan dengan obat-obatan TB lainnya. TBC dapat menjadi resisten terhadap pengobatan jika Isoniazid digunakan sendiri. Gunakan semua obat-obatan yang diresepkan oleh dokter Anda.

Isoniazid juga dapat digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan.

Dosis isoniazid dan efek samping isoniazid akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan Isoniazid?

Ikuti semua petunjuk pada label resep Anda. Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang direkomendasikan.

Gunakan Isoniazid pada saat perut kosong, setidaknya 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.

Gunakan obat ini sesuai waktu yang disarankan. Gejala Anda mungkin dapat meningkat sebelum infeksi benar-benar dibersihkan. Dosis yang terlewat juga dapat meningkatkan risiko infeksi lebih lanjut sehingga resisten terhadap antibiotik. Isoniazid tidak akan mengobati infeksi virus seperti flu atau pilek.

Fungsi hati Anda mungkin perlu diperiksa setiap bulan saat penggunaan obat ini.

Dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk menggunakan ekstra vitamin B6 saat Anda meggunakan Isoniazid. Gunakan jumlah vitamin B6 sesuai dengan resep.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Isoniazid?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Isoniazid untuk orang dewasa?

Dosis Dewasa Biasa untuk Tuberkulosis – Aktif

Infeksi aktif: 5 mg/kg (sampai 300 mg) IM atau oral sekali sehari, atau 15 mg/kg (sampai 900 mg) 2 sampai 3 kali seminggu. Terapi biasanya dilanjutkan selama 6 bulan, atau 3 bulan setelah konversi kultur (ketika diberikan dengan rifampisin dan pirazinamid).

Infeksi tidak terlihat: 10-20 mg/kg/hari secara oral sekali sehari, tidak melebihi 300 mg/hari

Dosis Dewasa Biasa untuk Tuberkulosis – Profilaksis

300 mg oral sekali sehari atau 900 mg oral 2 sampai 3 kali seminggu. Isoniazid harus dilanjutkan selama 6 bulan untuk mencegah perkembangan TB aktif pada pasien tanpa komplikasi.

Dosis Dewasa Biasa untuk Mycobacterium Kansasii

600-900 mg IM atau oral sekali sehari.

Bagaimana dosis Isoniazid untuk anak-anak?

Dosis Anak-anak Biasa untuk Tuberkulosis – Aktif

Oral, IM:

Bayi, Anak-anak 40 kg atau kurang, dan Remaja 14 tahun atau kurang dan kurang dari 40 kg:.

Dosis Anak-anak Biasa untuk Tuberkulosis – tidak terlihat

Oral, IM:

Bayi, Anak-anak 40 kg atau kurang, dan Remaja 14 tahun atau kurang dan kurang dari 40 kg.

Dalam dosis apakah Isoniazid tersedia?

Sirup, Oral: 50 mg/5 mL.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Isoniazid?

Jika Anda mengalami salah satu dari efek samping yang serius berikut, berhentilah minum Isoniazid dan carilah bantuan medis darurat atau segera hubungi dokter Anda:

  • Reaksi alergi (kesulitan bernapas; penutupan tenggorokan, pembengkakan bibir, lidah, atau wajah, atau gatal-gatal);
  • Kelemahan yang tidak biasa atau kelelahan
  • Mual, muntah, atau kehilangan nafsu makan
  • Sakit perut
  • Kulit atau mata kuning
  • Urin gelap
  • Mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki
  • Kejang
  • Penglihatan kabur
  • Kebingungan atau perilaku abnormal

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Isoniazid?

Sebelum menggunakan Isoniazid,

    • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap Isoniazid atau obat lain.
    • Beri tahu dokter dan apoteker obat apa yang Anda gunakan, terutama asetaminofen (Tylenol), antasida, carbamazepine (Tegretol), disulfiram (Antabuse), ketoconazole (Nizoral), phenytoin (Dilantin), teofilin (Theobid, Theo-Dur ), asam valproik (Depakene, Depakote), dan vitamin.
    • Selain kondisi yang tercantum dalam bagian PERINGATAN PENTING, beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki atau pernah memiliki penyakit ginjal; diabetes; kesemutan, rasa terbakar, dan nyeri pada jari tangan atau kaki (neuropati perifer); atau human immunodeficiency virus (HIV).
    • Beri tahu dokter Anda jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil. Jika Anda hamil saat menggunakan Isoniazid, hubungi dokter Anda.
    • sadari bahwa Anda tidak harus minum minuman beralkohol saat mengambil obat ini.

Apakah Isoniazid aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Konsentrasi kecil Isoniazid dalam ASI tidak menghasilkan toksisitas pada bayi yang baru lahir; Oleh karena itu, bagi ibu menyusui tidak harus berkecil hati. Namun, karena kadar Isoniazid sangat rendah dalam ASI, mereka tidak dapat digunakan untuk profilaksis atau terapi bayi menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Isoniazid?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

  • Acetaminophen
  • Acrivastine
  • Amiodarone
  • Bupropion
  • Carbamazepine
  • Domperidone
  • Eliglustat
  • Fentanyl
  • Glimepiride
  • Itraconazole
  • Ketoconazole
  • Levodopa
  • Piperaquine
  • Rifampin
  • Tegafur
  • Aminosalicylic Acid
  • Diazepam
  • Disulfiram
  • Enflurane
  • Ethionamide
  • Fosphenytoin
  • Meperidine
  • Phenytoin
  • Warfarin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Isoniazid?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

  • Ethanol
  • Makanan
  • Makanan yang mengandung tiramin

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Isoniazid?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain.:

  • Penyalahgunaan alkohol (atau riwayat)
  • Penyakit hati– Mungkin terjadi peningkatan hepatitis dengan minum alkohol secara harian atau pada pasien dengan penyakit hati
  • Penyakit ginjal (berat)– Mungkin terjadi peningkatan efek samping pada pasien dengan penyakit ginjal berat
  • Gangguan kejang seperti epilepsi– Mungkin ada risiko peningkatan kejang (kejang) pada beberapa pasien

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Yang juga perlu Anda baca