home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Jangan Sampai Pengobatan Gagal, Ini Cara Agar Taat Minum Obat TBC

Jangan Sampai Pengobatan Gagal, Ini Cara Agar Taat Minum Obat TBC

Lamanya periode pengobatan TBC yang bisa berlangsung 6-9 bulan membuat penderita kesulitan untuk bisa minum obat secara teratur. Padahal, jika tidak mematuhi cara minum obat TBC dengan benar, terdapat konsekuensi yang lebih merugikan. Penderita berpotensi mengalami efek kebal obat sehingga antibiotik yang diberikan sebelumnya tidak lagi ampuh untuk menyembuhkan infeksi bakteri tuberkulosis.

Oleh karena itu, Anda dituntut untuk memiliki disiplin tinggi saat menjalani pengobatan TBC. Bahkan, Anda mungkin perlu pengawas minum obat agar tidak lupa atau terlewat mengonsumsi obat. Ini dia beberapa tips taat aturan minum obat TBC yang penting Anda ketahui.

Cara minum obat TBC yang benar dan tepat waktu

Penyakit tuberkulosis(TBC) bisa disembuhkan asalkan mengikuti tahapan pengobatan dengan baik. Pasalnya, waktu yang lama dan jenis obat yang banyak membuat pasien berpotensi tidak disiplin saat menjalani pengobatan. Alhasil, bakteri penyebab tuberkulosis bisa kebal terhadap obat anti-TBC. Pengobatan pun tidak lagi efektif.

Kondisi ini juga dikenal sebagai penyakit TBC resistan obat (TB MDR). Kondisi ini lebih berisiko menularkan TBC kepada orang lain. Efek resistansi atau kekebalan ini membuat proses kesembuhan jadi lebih lama. Risiko efek samping obat yang mungkin muncul juga jadi lebih berat.

Tips mengikuti cara minum obat TBC yang benar berikut ini dapat mencegah Anda mengalami kondisi tersebut sehingga penyakit TBC bisa sembuh sesuai akhir tahapan pengobatan TBC yang normal.

1. Minum obat pada waktu yang sama setiap harinya

menerapkan cara minum obat tbc dengan benar

Sebelum mulai mengonsumsi obat, pastikan Anda telah memahami aturan minum obat TBC dengan baik.

Dokter biasanya tidak akan spesifik menentukan jam berapa sebaiknya Anda meminum obat, tapi cobalah untuk menetapkan waktu yang sama setiap harinya. Anda bisa menjadwalkannya setelah makan siang atau menjelang tidur misalnya. Terus lakukan ini sampai Anda menjadi terbiasa.

Selain memperhatikan waktu konsumsi obat yang dianjurkan dokter, ketahui juga berapa banyak dosis yang diperlukan dan efek samping obat TBC

2. Tempatkan di area yang mudah terlihat

kotak obat tbc

Cara lain agar tidak lupa untuk terus taat minum obat TBC adalah menggunakan kotak obat. Penggunaannya sangat berguna bagi orang yang mengonsumsi obat secara rutin setiap harinya.

Selain disimpan dalam suhu normal, pastikan Anda menyimpan kotak obat di tempat yang mudah dijangkau. Kotak obat bisa diperoleh dengan mudah di apotek atau supermarket, pilihlah yang berukuran kecil sehingga lebih praktis saat dibawa bepergian.

3. Pasang pengingat di mana pun yang bisa Anda lihat

pengingat untuk obat tbc

Fitur pengingat pada gawai yang hampir setiap waktu Anda gunakan juga bisa dimanfaatkan untuk mengikuti cara minum obat TBC yang benar. Aktifkan alarm pada telepon genggam, laptop, bahkan jam tangan dan sesuaikan dengan waktu minum obat.

Beberapa aplikasi kesehatan kini juga dapat membantu mengingat bahkan mencatat jumlah dosis obat yang Anda konsumsi sehingga lebih memudahkan.

Cara konvensional pun bisa membantu Anda untuk lebih ingat dan disiplin agar minum obat TBC dengan benar. Tempelkanlah catatan-catatan pengingat di sekeliling ruangan tempat Anda beristirahat dan beraktivitas. Anda juga dapat memasangnya pada area-area tertentu yang mudah dilihat, seperti cermin dan kulkas.

Jangan ragu meminta orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman, atau rekan kerja, untuk mengingatkan Anda. Dukungan moral dari orang-orang di sekitar juga baik bagi proses penyembuhan Anda.

4. Gunakan kalendar untuk mencatat durasi pengobatan

jadwal minum obat tbc

Setiap harinya, setelah berhasil mengikuti aturan minum obat TBC dengan benar, berilah tanda di kalender. Hal ini berguna untuk merekam telah berapa lama Anda menjalani pengobatan TBC. Enam atau sembilan bulan bukanlah waktu yang singkat. Bisa jadi Anda lupa telah minum berapa lama sehingga berisiko minum obat lebih lama atau bahkan terlalu cepat berhenti.

Cara minum obat TBC yang benar ini juga bisa membantu Anda untuk membuat jadwal pengobatan jangka panjang, seperti menentukan kapan obat-obatan akan habis dan kapan Anda perlu berkonsultasi lagi dengan dokter.

Pengawas minum obat, cara lain agar disiplin minum obat TBC

pengawas minum obat

Selain menggunakan upaya sendiri agar minum obat tetap teratur, Anda juga bisa memanfaatkan “Pengawas Minum Obat”. Pemerintah pun menyarankan hal ini agar keberhasilan pengobatan TBC bisa meningkat.

Pengawas Minum Obat atau PMO adalah orang yang ditunjuk untuk memastikan bahwa Anda telah minum obat TBC dengan benar. Petugas kesehatan, seperti perawat memang lebih baik ditunjuk sebagai PMO.

Namun, pada dasarnya siapa pun bisa menjadi pengawas minum obat, asalkan memenuhi syarat berikut:

  • Seorang pengawas minum obat TBC haruslah orang yang dikenal, dipercaya, dan tinggal dekat dengan pasien.
  • Jika memungkinkan Anda bisa memilih seseorang yang sangat Anda hormati seperti orangtua, suami, atau istri sebagai pengawas minum obat agar lebih patuh menjalankan cara minum obat TBC dengan benar.
  • Orang yang Anda percaya menjadi PMO harus bersedia membantu dengan sukarela.
  • Menurut peraturan Kementrian Kesehatan, PMO haruslah mendapatkan pelatihan teknis dan manajemen minum obat terlebih dulu, serta pengendalian risiko tertular TBC dari petugas kesehatan bersama dengan pasien.

Jika pengawas minum obat tidak tinggal satu rumah, Anda dan PMO sebaiknya menyepakati tempat pemberian pengobatan. Pasien bisa memilih datang ke fasilitas kesehatan (puskesmas, RSUD, RS swasta) terdekat dengan kediaman pasien atau yang paling mudah adalah PMO datang berkunjung ke rumah pasien.

Apa saja tugas seorang pengawas minum obat TBC?

Tugas seorang PMO bukan untuk menggantikan pasien mengambil obat, melainkan memastikan pasien telah melaksanakan cara minum obat TBC yang benar atau sesuai jadwalnya. Ya, PMO bertugas memastikan kedisiplinan pasien TBC untuk minum obat tidak mengendur.

Tugas pengawas minum obat yang berperan penting meningkatkan angka kesembuhan pasien TBC antara lain adalah:

  • Mengawasi pasien agar minum obat secara teratur hingga akhir tahapan pengobatan TBC.
  • Memberi dorongan kepada pasien agar mau berobat secara teratur.
  • Mengingatkan pasien untuk melakukan pemeriksaan TBC ulang dahak pada waktu yang telah ditentukan dokter.
  • Memberi penyuluhan pada anggota keluarga pasien TBC yang mengalami gejala yang dicurigakan sebagai TBC untuk segera memeriksakan diri ke Unit Pelayanan Kesehatan.

Dalam menjalankan tugasnya, seorang PMO pun harus aktif memberikan informasi penting yang perlu dipahami oleh pasien TBC dan anggota keluarga lain. Hal-hal itu antara lain:

  • Informasi mengenai penyakit TBC yang disebabkan infeksi bakteri, bukan penyakit keturunan atau kutukan.
  • Bagaimana cara penularan, gejala dan cara pencegahan TBC.
  • TBC dapat disembuhkan dengan berobat teratur, bila tidak patuh pengobatan menjadi lebih panjang karena kuman terlanjur kebal obat.
  • Bagaimana cara pemberian pengobatan pasien di tahap intensif dan lanjutan.
  • Cara pengawasan supaya pasien berobat secara teratur.
  • Kemungkinan terjadinya efek samping obat TBC dan perlunya segera meminta pertolongan ke fasilitas kesehatan terdekat jika pasien mengalami gangguan serius akibat efek samping obat.

Bagaimana jika tetap lupa mengonsumsi obat TBC?

mengecek obat tbc

Anda tak perlu khawatir jika pernah suatu waktu lupa meminum obat. Anda bisa tetap melanjutkan pengobatan dengan minum obat pada waktu yang telah dijadwalkan berikutnya. Namun apabila Anda telah terlampau lalai mengikuti cara minum obat TBC yang benar, seperti berkali-kali tidak minum obat sesuai jadwal, sebaiknya segera hubungi dokter Anda sebelum meminum obat selanjutnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 67 tahun 2016 Tentang Penanggulangan Tuberkulosis.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Tuberkulosis (TB).Retrieved 2 June 2020, from https://www.kemkes.go.id/development/site/depkes/index.php?view=print&cid=1-17042500005&id=tuberkulosis-tb-

Thorn, P.(N.d.). TB Tips: Advice for People with Tuberculosis. Stop TB Partnership

CDC. (2020). TB Disease: Questions and Answers. Retrieved 2 June 2020, from https://www.cdc.gov/tb/publications/faqs/qa_tbdisease.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 12/06/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto