home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Manfaat Pare yang Sayang Jika Anda Lewatkan

8 Manfaat Pare yang Sayang Jika Anda Lewatkan

Pare adalah salah satu jenis buah labu-labuan yang sering menjadi pelengkap saat menghidangkan siomai. Rasa pare yang pahit membuat banyak orang mungkin tidak menyukainya. Namun, tahukah Anda bahwa pare memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh? Simak artikel ini untuk mengetahui berbagai kandungan nutrisi dan khasiat pare.

Kandungan nutrisi dalam pare

kandungan nutrisi pare

Pare, yang memiliki nama Latin Momordica charantia, merupakan jenis tanaman merambat yang buahnya sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan atau pengobatan. Pare tergolong dalam suku labu-labuan atau Cucurbitaceae dengan ciri khas kulit buahnya yang bergerigi.

Selain pare, buah ini juga dikenal dengan berbagai nama di Indonesia, seperti paria, peria, atau pepareh. Dalam bahasa Inggris, pare memiliki nama balsam pear, bitter melon, atau bitter gourd karena cita rasanya yang cenderung pahit.

Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia (DKPI), per 100 gram pare segar dan dalam kondisi mentah Anda bisa mendapatkan kandungan nutrisi seperti di bawah ini.

  • Air: 94,4 gram
  • Kalori: 19 kkal
  • Protein: 1,0 gram
  • Lemak: 0,4 gram
  • Karbohidrat: 3,6 gram
  • Serat: 1,3 gram
  • Kalsium: 31 miligram
  • Fosfor: 65 milligram
  • Zat besi: 0,9 miligram
  • Natrium: 5,0 miligram
  • Kalium: 277,7 miligram
  • Tembaga: 0,03 miligram
  • Zinc: 0,8 miligram
  • Retinol (Vit. A): 0,0 mikrogram
  • Beta karoten: 197 mikrogram
  • Karoten Total: 80 mikrogram
  • Thiamin (Vit. B1): 0,18 miligram
  • Riboflavin (Vit B2): 0,04 miligram
  • Niacin (Vit. B3): 0,4 miligram
  • Vitamin C: 58 miligram

Manfaat pare untuk kesehatan tubuh

Pare mengandung berbagai vitamin, seperti vitamin A, C, E, B1, B2, B3, dan B9. Selain itu pare juga mengandung mineral, seperti kalium, kalsium, zinc, magnesium, fosfor, dan zat besi, serta kandungan senyawa antioksidan, seperti fenol, dan flavonoid.

Nutrisi yang terkandung di dalamnya membuat pare memiliki banyak khasiat seperti di bawah ini.

1. Mengendalikan gula darah

cek gula darah

Pare memiliki kandungan magnesium yang berfungsi untuk memaksimalkan kerja hormon insulin. Dikutip dari World Journal of Diabetes, kondisi diabetes tipe 2 sering dikaitkan dengan kekurangan magnesium dalam tubuh.

Magnesium yang Anda peroleh melalui pare dapat memaksimalkan insulin yang bertugas mengatur kadar gula darah. Sehingga pare bisa Anda jadikan sebagai pilihan makanan untuk membantu menurunkan gula darah. Selain itu, pare juga mampu mencegah penumpukkan glukosa dalam darah dan memindahkannya ke hati, otot, dan jaringan lemak.

Meskipun begitu, kandungan pare tidak serta-merta dapat Anda gunakan untuk pra-diabetes atau diabetes. Konsultasikan pada dokter Anda untuk mendapatkan solusi terbaik.

2. Meningkatkan kekebalan tubuh

Pare mengandung senyawa antioksidan yang berlimpah, salah satunya vitamin C. Antioksidan membentuk pertahanan terhadap benda asing yang akan merusak tubuh, seperti radikal bebas yang bisa menyebabkan sejumlah penyakit.

Nah, Anda bisa memperoleh sekitar 58 miligram vitamin C dalam 100 gram buah pare. Hal ini berarti, pare bisa memenuhi lebih dari setengah kebutuhan vitamin C harian orang dewasa, yakni 90 miligram untuk pria dan 75 gram untuk wanita.

Penelitian juga menunjukkan, pare mengandung beberapa agen antibakteri dan antivirus. Pare juga mengandung agen anthelmintik, yakni senyawa antiparasit yang bisa membantu mengeluarkan cacing parasit dari dalam tubuh.

3. Menjaga kesehatan mata

Pare mengandung senyawa flavonoid, seperti α-karoten, β-karoten, lutein, dan zeaxanthin yang bisa membantu meningkatkan kesehatan mata Anda. Kandungan lain pada pare juga dapat mencegah katarak dan glaukoma yang disebabkan oleh komplikasi diabetes.

Berkat kandungan nutrisi ini, pare dapat meningkatkan fungsi penglihatan terutama masalah penglihatan di malam hari akibat rabun senja serta memperlambat degenerasi makula.

4. Meredakan asma dan gangguan pernapasan lainnya

Kandungan pare mampu mencegah penyakit pernapasan umum, seperti batuk, flu, atau pilek. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, jus dari buah pare juga digunakan untuk mengobati kondisi pernapasan tertentu, seperti batuk kering, bronkitis, dan asma selama ratusan tahun.

Pare memiliki sifat antihistamin, anti-inflamasi, dan antivirus yang membuat pare menjadi makanan tambahan yang ideal dalam menjaga kesehatan pernapasan.

5. Mengobati masalah kulit

cara mengatasi psoriasis

Manfaat pare lainnya adalah sebagai pengobatan alternatif untuk berbagai masalah kulit, baik yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri.

Senyawa antijamur dan antibakteri yang terdapat dalam daun pare bisa membantu melawan infeksi kulit, termasuk kurap (ringworm) dan kudis (scabies). Caranya, Anda cukup mengekstrak daun pare dan oleskan pada area kulit yang mengalami gangguan.

Senyawa anti-inflamasi dalam buah pare dapat mengobati kondisi kulit, seperti eksim dan psoriasis. Pare juga dapat membantu menghentikan aktivitas guanylate cyclase, yakni enzim yang dapat memperburuk kondisi psoriasis.

6. Membantu mengobati HIV dan herpes

Sebuah penelitian yang diterbitkan Biomedical and Pharmacology Journal menunjukkan bahwa komposisi fitokimia pare, yakni MAP30 yang berupa senyawa antivirus dapat menghambat aktivitas HIV atau human immunodeficiency virus. HIV secara spesifik menyerang sel CD4 yang berperan dalam perlawanan infeksi.

Protein MAP30 pada pare dapat menghambat infeksi HIV baru, caranya dengan merangsang sistem kekebalan dan menghasilkan lebih banyak sel CD4.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa protein MAP30 pada pare juga dapat membantu mengobati pasien herpes simpleks virus-1 (HSV-1) dengan menghambat reproduksi virus dan mengurangi kemampuannya untuk membentuk plak.

7. Meningkatkan kesehatan tulang dan penyembuhan luka

Pare juga mengandung vitamin K, yakni salah satu jenis vitamin yang larut dalam lemak. Manfaat vitamin K salah satunya adalah mengatur pembekuan darah normal dengan membantu pembentukan protrombin. Kekurangan protrombin dapat membuat tubuh Anda mudah memar meski hanya mengalami cedera ringan.

Studi yang diterbitkan Journal of Osteoporosis menyebutkan, asupan makanan sumber vitamin K dapat meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko mengalami patah tulang.

Hal ini dikarenakan vitamin K pada pare bermanfaat membantu menyebarkan kalsium ke seluruh tubuh. Vitamin K juga membantu pembentukan protein osteokalsin untuk proses pengerasan tulang.

8. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Selain rendah kalori, buah pare juga kaya kandungan serat. Serat makanan membantu melancarkan pencernaan dan gerakan peristaltik makanan melalui sistem pencernaan.

Pare dipercaya memiliki efek pencahar alami yang dapat membantu meredakan sembelit atau konstipasi. Senyawa antibakteri pada pare juga dapat membantu melawan bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) yang menyebabkan tukak lambung.

Tingginya kandungan charantin mampu membantu meningkatkan serapan glukosa dan sintesis glikogen. Hal ini dapat membantu Anda menurunkan berat badan berlebih dengan mengurangi penyimpanan sel-sel lemak.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hal-hal yang perlu Anda perhatikan saat mengonsumsi pare

Pare biasanya Anda konsumsi sebagai tambahan pada beberapa menu makanan, seperti siomai atau gado-gado. Sebagai obat herbal untuk penderita diabetes, Anda dapat minum jus pare dengan takaran sekitar 50 sampai 100 ml tiap hari.

Mengonsumsi pare secara berlebihan bisa menimbulkan beberapa reaksi efek samping, seperti infeksi saluran pencernaan, seperti kram, diare, dan perdarahan, serta hepatotoksisitas alias komplikasi organ hati karena efek samping obat.

Anda tidak disarankan untuk makan pare saat hamil, karena mungkin dapat memicu kontraksi dan menyebabkan perdarahan. Ibu menyusui juga sebaiknya tidak mengonsumsi pare. Hindari mengonsumsi bagian biji pare, terutama biji yang berwarna merah. Biji buah pare juga memiliki sifat racun bagi anak-anak.

Apabila Anda merasakan efek samping tersebut, segera hentikan konsumsi pare. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bitter Melon: Overview, Uses, Side Effects, Precautions, Interactions, Dosing and Reviews. Webmd.com. (2018). Retrieved 28 August 2018, from https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-795/bitter-melon.

Levy, J. (2016). Bitter Melon: the Medicinal Fruit for Diabetes, Cancer and More. Dr. Axe. Retrieved 28 August 2018, from https://draxe.com/nutrition/bitter-melon/

Link, R. (2018). 6 Benefits of Bitter Melon (Bitter Gourd) and Its Extract. Healthline. Retrieved 28 August 2018, from https://www.healthline.com/nutrition/bitter-melon.

Hodgson, L., & Silver, N. (2018). Bitter Melon and Diabetes. Healthline. Retrieved 28 August 2018, from https://www.healthline.com/health/diabetes/bitter-melon-and-diabetes

Kim, Katherine. (2020).  “Bitter Melon”. Gale Encyclopedia of Alternative Medicine. Retrieved February 24, 2021 from Encyclopedia.com: https://www.encyclopedia.com/medicine/encyclopedias-almanacs-transcripts-and-maps/bitter-melon 

Rodríguez-Olleros Rodríguez, C., & Díaz Curiel, M. (2019). Vitamin K and Bone Health: A Review on the Effects of Vitamin K Deficiency and Supplementation and the Effect of Non-Vitamin K Antagonist Oral Anticoagulants on Different Bone Parameters. Journal Of Osteoporosis, 2019, 1-8. https://doi.org/10.1155/2019/2069176 

Barbagallo, M., & Dominguez, L. J. (2015). Magnesium and type 2 diabetes. World journal of diabetes, 6(10), 1152–1157. https://doi.org/10.4239/wjd.v6.i10.1152  

Muthumani V, John S. A. Role of Exercise and Herbal Therapy for HIV Infection. Biomed. Pharmacol. J.2009;2(1). Available from: http://biomedpharmajournal.org/?p=598 

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Hukor.kemkes.go.id. (2019). Retrieved 25 February 2021, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf

Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda. Panganku.org. (2021). Retrieved 25 February 2021, from http://www.panganku.org/.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 5 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x