backup og meta
Kategori

1

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

5 Manfaat Makan Pare untuk Ibu Hamil dan Risikonya

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 25/09/2023

5 Manfaat Makan Pare untuk Ibu Hamil dan Risikonya

Pare sering menjadi menu pendamping siomai atau dijadikan tumisan pendamping nasi. Meski rasanya agak pahit, makanan ini sering menjadi favorit beberapa orang, termasuk ibu hamil. Namun, adakah manfaat sayur pare untuk ibu hamil?

Bolehkah ibu hamil makan pare?

Pare (Momordica charantia) merupakan jenis sayuran yang umum Anda temukan di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia.

Sayur hijau bergerigi ini sering dijadikan obat diabetes alami serta dapat meredakan berbagai masalah pencernaan.

Bukan tanpa alasan, manfaat tersebut bisa Anda peroleh karena kandungan gizi yang ada pada pare.

Kandungan gizi dalam pare dapat membantu mencukupi kebutuhan gizi selama hamil. Bahkan, kandungan gizi ini juga bisa memberi manfaat untuk kesehatan ibu saat masa kehamilan.

Jadi, Anda boleh saja makan pare saat hamil. Meski demikian, sebaiknya ibu hamil berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi sayuran ini.

Pasalnya, makan pare terlalu banyak selama kehamilan bisa berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin dalam kandungan.

Manfaat makan sayur pare untuk ibu hamil

vitamin k untuk ibu hamil

Berkat kandungan gizinya, pare mungkin bisa memberi manfaat dalam menjaga kesehatan ibu hamil. Di bawah ini adalah beberapa manfaat pare untuk ibu hamil yang mungkin bisa Anda dapatkan.

1. Mengontrol kadar gula darah

Manfaat pare yang paling terkenal yakni bantu mengontrol kadar gula darah dan mengatasi diabetes.

Manfaat ini bisa Anda peroleh berkat charantin dan polipeptida-P pada pare yang dapat bekerja seperti insulin dalam mengontrol gula darah.

Adapun beberapa ibu hamil berisiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes selama kehamilan (diabetes gestasional).

Kondisi ini bisa terjadi jika tubuh ibu hamil tidak dapat memproduksi cukup insulin yang dibutuhkan guna mengontrol kadar gula darah.

2. Mengatasi masalah pencernaan

Ibu hamil sering kali mengalami masalah pencernaan. Salah satu masalah pencernaan yang paling umum yaitu sembelit selama kehamilan.

Untuk mengatasi masalah pencernaan ini, ibu hamil bisa makan pare. Manfaat ini bisa Anda peroleh dari kandungan serat yang ada dalam jenis sayuran tersebut.

3. Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Bukan cuma serat, pare juga mengandung vitamin C dan senyawa antioksidan lainnya.

Memenuhi kebutuhan vitamin C selama hamil serta mengonsumsi makanan mengandung antioksidan bisa membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. 

Ini amatlah penting, mengingat sistem kekebalan ibu hamil cenderung melemah sehingga mereka lebih rentan terhadap serangan penyakit.

4. Mengontrol kenaikan berat badan

Serat tak larut dalam pare membuat Anda kenyang lebih lama sehingga bisa mencegah keinginan ngemil makanan yang tidak sehat.

Dengan begitu, makan pare bisa membantu Anda mengontrol berat badan saat hamil. Anda juga akan terdorong untuk mengonsumsi makanan sehat yang mendukung tumbuh-kembang janin.

5. Mendukung perkembangan janin

Pare juga mengandung folat yang merupakan vitamin penting selama kehamilan.

Asupan folat selama kehamilan akan mendukung perkembangan saraf janin selama dalam kandungan sehingga mengurangi risiko bayi cacat lahir.

Bahaya atau risiko makan pare saat hamil

abortus inkomplit

Meski bisa memberi manfaat, sebaiknya ibu hamil tidak makan pare terlalu banyak. Pasalnya, makan pare terlalu banyak selama kehamilan bisa membahayakan kesehatan ibu dan janin.

Bahkan, beberapa ahli justru berpendapat bahwa pare tidak dianjurkan dan menjadi salah satu makanan yang dilarang selama kehamilan.

Bukan tanpa alasan, beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi pare secara berlebihan dapat menyebabkan kontraksi rahim hingga bisa menyebabkan keguguran.

Bahkan, mengonsumsi jus pare diketahui bisa menyebabkan perdarahan saat hamil hingga memicu aborsi. Tak hanya itu, pare juga bisa meningkatkan risiko persalinan prematur.

Selain itu, makan pare beserta bijinya pun bisa menyebabkan favisme (defisiensi G6PD) saat hamil karena kandungan vicine di dalamnya.

Favisme bisa menimbulkan anemia hemolitik, yaitu kondisi ketika sel darah merah rusak lebih cepat.

Itulah sebabnya Anda harus berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum makan pare. Jika dokter memberi lampu hijau, barulah ibu hamil dapat mengonsumsi pare untuk mendapatkan manfaatnya.

Kesimpulan

  • Ibu hamil boleh saja makan pare, asalkan tidak terlalu banyak karena bisa berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin.
  • Pare kaya akan berbagai zat gizi yang dapat membantu mencukupi kebutuhan gizi selama hamil.
  • Untuk menghindari dampak buruknya, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi pare saat hamil.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 25/09/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan