Okra mungkin bukanlah sayuran yang umum dimasak oleh masyarakat, tetapi okra ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Apa saja kandungan gizi dan manfaatnya? Berikut ulasannya.
Kandungan zat gizi okra
Okra adalah buah polong-polongan berbentuk kapsul yang dihasilkan dari tanaman berbunga bernama Abelmoschus esculentus.
Okra dilapisi bulu karena sebetulnya masih termasuk ke dalam keluarga perdu atau kapas-kapasan (Malvaceae).
Di negara-negara berbahasa Inggris, okra punya nama lain lady’s finger karena bentuknya yang lentik mirip jari-jari tangan wanita.
Di Indonesia, kadang sayuran hijau ini disebut bendi. Sayur bendi sebenarnya ada yang berwarna merah dan hijau. Akan tetapi, bendi berwarna hijaulah yang paling sering diolah dan mudah ditemui di pasaran.
Manfaat kesehatan sayur okra muncul dari kandungan zat gizi yang ada di dalamnya. Berikut ini kandungan yang ada di dalam okra (100 gram).
- Air: 89,6 gram (g).
- Protein: 1,93 g.
- Lemak: 0,19 g.
- Karbohidrat: 7,45 g.
- Serat: 3,2 g.
- Kalsium: 82 miligram (mg).
- Zat besi: 0,62 mg.
- Magnesium 57 mg.
- Fosfor: 61 mg.
- Kalium: 29 mg.
- Natrium: 7 mg.
- Mangan: 0,788 mg.
- Vitamin C: 23 mg.
- Vitamin B-6: 0.215 mg.
Menariknya lagi, okra termasuk sumber makanan nabati yang kaya antioksidan, termasuk katekin oligomer, turunan flavonoid, dan fenolik. Ketiganya memiliki sifat antimikroba dan antiradang yang baik.
Bagaimana cara mengkonsumsi okra?
Daftar manfaat okra untuk kesehatan
Sama halnya seperti makan sayur dan buah, makan okra juga menawarkan beragam manfaat. Berikut beragam manfaat okra untuk menunjang kesehatan tubuh.
1. Mencegah kekambuhan asma
Sayur okra dipercaya dapat membantu mengendalikan asma karena antioksidan dan vitamin C-nya cukup tinggi.
Pasalnya, kekurangan vitamin C menyebabkan sel dan jaringan tubuh, termasuk paru-paru, rentan mengalami peradangan kronis.
Hal ini tertulis dalam salah satu penelitian dalam jurnal International Journal of Molecular Sciences.
Penelitian ini menemukan bahwa penderita asma yang kekurangan vitamin C lebih sering mengalami gejala kambuhan.
Ini menandakan bahwa memenuhi kebutuhan vitamin C harian dari okra dapat membantu mengendalikan gejala asma.
2. Melancarkan pencernaan
Okra kaya akan serat yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan pencernaan.
Serat membantu meningkatkan pergerakan usus dengan menambah massa feses dan merangsang kontraksi usus, sehingga proses buang air besar menjadi lebih lancar.
Okra juga memiliki lendir di bagian bawah kulitnya yang dikenal sebagai mucilage yang dapat melumasi feses. Dengan mengonsumsi okra, Anda dapat mencegah sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.
3. Menurunkan kolesterol
Jika punya kolesterol tinggi, Anda tentu harus hati-hati memilih makanan yang Anda konsumsi sehari-hari.
Nah, okra termasuk salah satu sumber makanan yang berpotensi menurunkan kolesterol.
Menurut sebuah studi terbitan Global Journal of Medical Research, polisakarida dalam lendir okra menurunkan kadar kolesterol karena kemampuannya mengikat asam empedu yang membawa racun dari hati.
Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa minyak dari biji okra sama berpotensinya untuk menurunkan kolesterol dalam darah.
Biji okra kaya akan sumber asam lemak linoleat (omega-3) yang membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) yang bermanfaat mencegah penumpukan plak di pembuluh darah.
4. Menyehatkan jantung
Sayur bendi juga cukup tinggi kandungan serat larutnya, terutama dalam bentuk gum dan pektin.
Kedua jenis serat ini membantu menurunkan serum kolesterol dalam darah, yang mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
Pektin dapat membantu menurunkan kolesterol hanya dengan mengubah cara pembuatan empedu di dalam usus.
Empedu akan bekerja lebih efisien untuk menyerap lebih banyak lemak dari sisa makanan di usus. Kolesterol dan lemak yang berlebih pada akhirnya akan dikeluarkan bersama hasil sisa makanan lainnya dalam bentuk feses.
5. Menjaga kadar gula darah
Lendir dalam okra juga berkontribusi dalam memperlambat penyerapan gula dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Teori tersebut turut didukung oleh temuan dari studi terbitan Joint International Conferences.
Studi itu menunjukkan semakin banyak serat okra yang dikonsumsi maka kadar gula darah cenderung lebih stabil.
Meski begitu, tetap lakukan gaya hidup sehat dan olahraga teratur agar pengendalian gula darah semakin baik.
6. Meningkatkan daya tahan tubuh
Manfaat okra lainnya adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini terkait dengan jumlah vitamin C serta zat antioksidan yang tinggi dalam okra.
Vitamin C dalam okra berperan penting dalam merangsang produksi sel darah putih, yang merupakan komponen penting dalam sistem kekebalan tubuh.
Sel darah putih bertugas melawan infeksi dan patogen yang masuk ke dalam tubuh, sehingga menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Selain vitamin C, okra kaya akan antioksidan seperti flavonoid, polifenol, dan beta-karoten.
Antioksidan ini berperan penting dalam menghancurkan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.
7. Mencegah gangguan ginjal
Okra kaya akan antioksidan seperti flavonoid, polifenol, dan vitamin C.
Antioksidan ini membantu mengurangi peradangan dan kerusakan oksidatif pada ginjal, sehingga menjaga fungsi ginjal yang sehat.
Okra juga mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti magnesium, kalium, dan vitamin C, yang penting untuk kesehatan ginjal.
Magnesium dan kalium membantu dalam mengatur tekanan darah yang penting untuk mencegah penyakit ginjal.
Sayuran ini juga memiliki kandungan air yang tinggi, yang membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Hidrasi yang cukup penting untuk fungsi ginjal karena ginjal membutuhkan cukup cairan untuk membuang limbah dari darah melalui urine.