Manfaat Labu Siam: Dari Menurunkan Darah Tinggi Sampai Cegah Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sechium edule atau yang lebih dikenal dengan labu siam, adalah salah satu jenis sayur yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Sayuran ini dapat langsung dinikmati dengan cara direbus bersama kulitnya. Rasanya yang enak dan manis membuat sayuran ini mudah untuk diolah. Selain direbus, masyarakat umumnya menjadikan sayuran ini sebagai bahan untuk membuat sayur lodeh, lontong sayur, tumis labu, lalapan, dan lain sebagainya. Nah, kira-kira apa saja, ya, manfaat labu siam bagi kesehatan? 

Kandungan nutrisi labu siam

Sekilas, labu siam memang tidak sepopuler jenis sayuran lainnya. Meski begitu, sayuran ini sebenarnya memiliki manfaat kesehatan yang tidak kalah banyak, loh. Karena tidak mengandung kolesterol dan lemak jenuh, labu siam adalah salah satu jenis sayuran yang rendah kalori. Tidak heran, jika sayuran ini sering direkomendasikan bagi orang yang ingin menurunkan kolesterol dan mengurangi berat badan.

Tidak hanya itu, labu siam kaya akan serat, antioksidan, zat besi, mangan, fosdor, seng, potassium, tembaga, vitamin B1, B2, B6, dan vitamin C. Labu siam juga kaya akan kandungan folat yang membantu pembentukan sel dan sintesis DNA. Selain itu, sayuran ini juga nyatanya mengandung sejumlah kecil antioksidan poliponon, aglikon, flavonoid yang sangat penting dalam membantu memerangi radikal bebas dan spesies oksigen reaktif (SOR) di tubuh yang keduanya berperan dalam penuaan dan perkembangan kanker.

Manfaat labu siam bagi kesehatan

Setelah mengetahui beberapa kandungan nutrisi dalam labu siam, berikut ini beberapa manfaat labu siam bagi kesehatan yang harus Anda ketahui.

1. Baik untuk wanita hamil

Kandungan folat (vitamin B9) dalam labu siam sangat bagus untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sang ibu selama kehamilan. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan folat saat kehamilan akan menyebabkan masalah kesehatan bagi bayi. Misalnya, cacat tabung saraf, masalah jantung, malformasi ekstremitas, bahkan keguguran.

2. Menjaga kolesterol

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, labu siam mengandung sedikit kalori dan tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol. Nah, hal ini menjadikan labu siam sebagai salah satu makanan yang baik untuk menjaga kadar kolesterol Anda berada dalam batas normal.

3. Mengontrol tekanan darah tinggi

Mafaat labu siam lainnya adalah sayuran ini dapat membantu Anda mengontrol tekanan darah karena memiliki sifat diuretik yang ringan.

4. Mengatasi anemia

Kekurangan zat besi dapat membuat seseorang rentan menderita anemia. Nah, ternyata labu siam adalah sumber senyawa tersebut. Kandungan vitamin zat besi dalam labu siam dapat membantu hemogloblin mengikat oksigen.

4. Menangkal radikal bebas

Labu siam adalah sumber vitamin C yang bertindak sebagai antioksidan yang kuat. Nah, antioksidan sendiri adalah zat yang dapat membantu mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Selain menangkal radikal bebas, kandungan vitamin C dalam labu siam juga membantu mencegah kerusakan kulit akibat radikal bebas penyebab penuaan dini.

5. Anti kanker

Kandungan antioksidan flavonoid poli fenolik pada labu siam bisa mengikat radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. radikal bebas ini jika tidak diperhatikan maka bisa memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Itu sebabnya jika Anda mengonsumsi labu secara rutin bisa membantu mencegah tumbuh kembang sel kanker dalam tubuh.

Tidak hanya itu, sebuah penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh para mahasiswa UGM diketahui jika labu siam bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan salep untuk pengobatan alternatif melanoma maligna. Hal ini dikarenakan labu siam mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang merupakan senyawa metabolit sekunder dan mempunyai sifat sebagai anti kanker.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Panduan Memotong Kuku dengan Benar

Salah cara memotong kuku sering memicu cantengan dan infeksi jamur kuku. Bagaimana cara gunting kuku yang aman? Ikuti panduan ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Hidung tersumbat alias mampet bisa sangat mengganggu bahkan membuat sakit kepala. Jangan dulu putus asa, simak cara mengatasi hidung tersumbat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Flu, Kesehatan Pernapasan 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Mata 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidak bisa kentut susah kentut

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara mengusir semut

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
makanan yang baik untuk usus

Ragam Makanan dengan Kandungan Bakteri yang Baik untuk Usus

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
perbedaan mentega dan margarin

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit