5 Manfaat Buah Pinang, dari Menambah Stamina Hingga Cegah Kanker

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Risky Candra Swari · Tanggal diperbarui 29/03/2021

    5 Manfaat Buah Pinang, dari Menambah Stamina Hingga Cegah Kanker

    Mengunyah biji pinang termasuk aktivitas populer pada zaman dahulu bahkan masih sering dilakukan oleh masyarakat sampai saat ini. Kabarnya, kebiasaan ini dilakukan karena buah pinang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Apa saja manfaat tersebut?

    Kandungan gizi buah pinang

    kandungan dan manfaat buah pinang

    Buah pinang adalah biji dari tanaman kelapa yang bernama Areca catechu. Meskipun tergolong sebagai biji, buah pinang sebenarnya cukup lunak ketika matang sehingga dapat diiris dengan mudah.

    Biji buah pinang biasanya digunakan untuk berbagai pengobatan dengan cara dimakan mentah, dikeringkan, direbus, dipanggang, ataupun dibakar. Biasanya, biji buah ini akan dihaluskan atau diiris, lalu dibungkus dengan daun sirih untuk dikunyah.

    Tidak banyak penelitian yang menyebutkan kandungan gizi dari buah pinang. Akan tetapi, di bawah ini merupakan nilai gizi dari 100 gram buah pinang yang sejauh ini telah diketahui.

    • Kalori: 339 kkal
    • Protein: 5,2 gram
    • Lemak: 10,2 gram
    • Karbohidrat: 56,7 gram
    • Thiamin (vitamin B1): 19 miligram
    • Riboflavin (vitamin B2): 10 – 12 miligram
    • Niasin (vitamin B3): 31 miligram
    • Natrium: 76 miligram
    • Kalium: 450 miligram
    • Kalsium: 400 miligram
    • Fosfor: 89 miligram
    • Zat besi: 4,9 miligram

    Buah pinang juga kaya akan alkaloid alami. Alkaloid merupakan golongan senyawa organik yang banyak ditemukan di alam dan biasanya ditemukan dalam tumbuhan. Senyawa ini memiliki sejumlah efek pada tubuh manusia dan hewan.

    Manfaat buah pinang untuk kesehatan

    olahraga minum air kelapa manfaat

    Penggunaan buah pinang telah berlangsung sejak 2.000 tahun yang lalu. Saat ini pun, badan kesehatan dunia WHO memperkirakan sekitar 600 juta orang menggunakan buah ini sebagai zat psikoaktif.

    Zat psikoaktif merupakan zat yang memengaruhi fungsi otak dan menyebabkan perubahan pada pikiran, perilaku, atau perasaan. Contoh zat psikoaktif yaitu kafein, alkohol, nikotin, dan obat pereda nyeri tertentu.

    Penelitian mengenai manfaat buah pinang masih cukup terbatas. Sebagian besar hasil studi yang ada pun membahas khasiat buah ini ketika dikunyah bersama daun sirih. Berikut beberapa potensi khasiat yang telah diketahui.

    1. Menambah energi

    Banyak orang mengunyah biji pinang untuk meningkatkan stamina. Manfaat ini mungkin berasal dari senyawa alkaloid yang terdapat pada biji pinang. Alkaloid bisa melepaskan adrenalin, yaitu hormon yang muncul ketika seseorang mengalami emosi ekstrem.

    Adrenalin dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen menuju otot. Hormon ini juga meningkatkan kekuatan sehingga membuat tubuh menjadi lebih berenergi. Selain itu, adrenalin yang dihasilkan biji pinang juga bisa menimbulkan rasa senang yang meluap-luap.

    2. Menjaga kesehatan jantung

    Menurut sebuah penelitian di India, buah pinang berpotensi memperkuat otot jantung, menurunkan tekanan darah, dan mengatur detak jantung yang tidak beraturan. Efek ini bahkan dapat terlihat dalam beberapa menit setelah Anda mengunyah biji pinang.

    Kombinasi buah pinang dan daun sirih juga bersifat antioksidan. Keduanya membantu melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Radikal bebas adalah salah satu penyebab pengerasan pembuluh dan penyakit jantung.

    3. Melindungi hati dari kerusakan

    Pada penelitian terhadap hewan, ekstrak buah pinang dan daun sirih terbukti memiliki manfaat untuk kesehatan hati. Ekstrak tersebut dapat melindungi hati dari carbon tetra-chloride (CCl4), salah satu zat yang dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

    Buah pinang dan daun sirih juga meningkatkan jumlah enzim antioksidan yang disebut superoxide dismutase dan katalase. Kedua enzim ini amat diperlukan untuk melindungi sel hati dari jaringan luka akibat zat-zat merugikan sejenis CCl4.

    4. Berpotensi menurunkan risiko kanker

    Salah satu penelitian dalam jurnal Cancer Prevention Research menunjukkan bahwa biji pinang mengandung zat yang mampu melawan kanker. Beberapa zat tersebut yakni allylpyrocatechol, methyl eugenol, karoten, dan senyawa fenolik.

    Senyawa fenolik terutama, telah terbukti bisa mencegah penyebaran sel kanker prostat. Zat ini juga berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker dan reaksi peradangan pada penderita kanker perut.

    5. Berpotensi mengurangi gejala skizofrenia

    Beberapa penelitian pernah menyebutkan bahwa buah pinang berpotensi mengurangi gejala skizofrenia. Penyakit skizofrenia merupakan gangguan kronis pada otak yang ditandai dengan halusinasi, delusi, serta gangguan cara berpikir atau berbicara.

    Para peneliti menduga bahwa manfaat ini berasal dari senyawa alkaloid pada buah pinang. Alkaloid bekerja langsung pada saraf otak untuk mengurangi keparahan gejala. Meski menjanjikan, temuan ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

    Dampak negatif buah pinang bagi kesehatan

    Walaupun memiliki sejumlah potensi bagi kesehatan, penggunaan buah pinang dalam jangka panjang sangat tidak disarankan. Salah satu alasannya adalah karena buah ini dapat menimbulkan kecanduan seperti zat psikoaktif lainnya.

    Buah pinang juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan atau suplemen. Interaksi tersebut kemungkinan bisa menyebabkan keracunan atau menurunkan keampuhan obat yang Anda gunakan.

    Kebiasaan mengunyah buah pinang, terutama dengan tembakau seperti yang masih dipraktikkan hingga kini, juga dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Hal ini dapat meningkatkan risiko kanker mulut, gigi berlubang, serta masalah kandungan.

    Manfaat buah pinang dikenal sejak ribuan tahun lalu. Meski begitu, mengingat penelitian modern menunjukkan lebih banyak dampak negatif, ada baiknya Anda menghindari pemakaian buah ini hingga ditemukan studi yang menyatakan sebaliknya.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Tania Savitri

    General Practitioner · Integrated Therapeutic


    Ditulis oleh Risky Candra Swari · Tanggal diperbarui 29/03/2021

    Iklan

    Apakah artikel ini membantu?

    Iklan
    Iklan