5 Hal yang Akan Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Lemak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Menurut Anda, apakah tubuh membutuhkan lemak? Atau malah menurut Anda lemak hanya membuat badan menjadi gemuk dan bisa menyebabkan penyakit saja? Mungkin Anda adalah satu dari sekian dari banyak orang yang memiliki lipatan di perut atau ukuran paha dan lengan yang besar, akibat penumpukan lemak. Memang saat ini lebih banyak orang yang gemuk dan mempunyai lemak berlebihan di dalam tubuhnya. Tetapi pernahkah terpikirkan apa yang akan terjadi pada tubuh yang kekurangan lemak?

Bagaimana mungkin tubuh kekurangan lemak?

Lemak adalah salah satu zat gizi makro yang memiliki banyak fungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Seperti halnya berbagai zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, lemak adalah zat gizi yang harus ada di setiap makanan yang kita makan. Terdapat berbagai jenis lemak yang masing-masing menimbulkan dampak sendiri-sendiri bagi kesehatan.

Untuk lemak yang bersifat jahat dan buruk, seperti lemak jenuh, jika terlalu banyak dikonsumsi memang menyebabkan penyakit jantung, stroke, gagal jantung, dan diabetes mellitus. Tetapi, juga ada lemak yang bersifat baik dan bermanfaat untuk kesehatan, yaitu lemak tidak jenuh tunggal dan ganda.

Jika Anda menerapkan diet rendah lemak, apakah akan menurunkan kadar lemak di dalam tubuh Anda? Ya, bisa jadi, tetapi hal tersebut tidak membuat tubuh Anda terbebas dari lemak karena sebenarnya lemak ada di hampir semua sumber makanan, kecuali pada sayur dan buah-buahan. Sehingga, ketika Anda tidak mengonsumsi sumber lemak seperti margarin, tetapi mengonsumsi sumber karbohidrat dan protein, maka lemak tetap akan ada di dalam tubuh Anda. Jadi, tidak mungkin untuk menghindari lemak sepenuhnya.

Apa akibatnya jika tubuh kekurangan lemak?

Bahkan, jika di dalam tubuh terdapat protein serta karbohidrat yang berlebihan, tubuh akan secara alami menyimpan dan mengubahnya menjadi lemak. Tetapi kekurangan lemak bisa saja terjadi, terlebih kekurangan lemak baik di dalam tubuh. Berikut adalah hal yang mungkin terjadi jika tubuh Anda kekurangan lemak:

1. Depresi

Asupan lemak yang kurang bisa menyebabkan seseorang mengalami depresi. Hal ini berkaitan dengan fungsi lemak yang berperan dalam sintesis hormon dan neurotransmitter, salah satunya adalah serotonin. Serotonin adalah sebuah zat di dalam sistem saraf yang disebut neurotransmitter yang berperan untuk memunculkan perasaan tenang dan damai. Sehingga, jika Anda kekurangan lemak di dalam makanan yang dikonsumsi, Anda berisiko untuk mengalami depresi dan berbagai gangguan kesehatan mental lainnya.

BACA JUGA: Mana Lebih Baik untuk Mengatasi Depresi: Obat atau Hidup Sehat?

2. Berisiko mengalami kekurangan berbagai vitamin

Lemak berperan penting dalam metabolisme serta penyerapan vitamin larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, K. Vitamin-vitamin tersebut memerlukan lemak di dalam tubuh untuk bisa diserap. Menurut sebuah riset yang dilakukan oleh para peneliti dari Colorado State University memang kondisi kekurangan vitamin larut lemak jarang ditemukan, tetapi bukan tidak mungkin. Jika hal ini terjadi maka fungsi tubuh akan terganggu dan muncul berbagai masalah pada kesehatan. Contohnya saja masalah pada kulit, kulit menjadi kering, terlihat pucat, dan kusam, karena vitamin E yang baik untuk kulit jumlahnya kurang di dalam tubuh.

Tidak hanya itu, mungkin akan muncul gangguan pada tulang sebab berkaitan dengan kekurangan vitamin D dan vitamin K, masalah pada penglihatan yang berhubungan dengan kurangnya vitamin A.

BACA JUGA: Pentingnya Vitamin A Bagi Tumbuh Kembang Anak

3. Sering merasa kedinginan

Salah satu fungsi lemak adalah menjaga suhu tubuh agar selalu normal. Setiap orang memiliki lemak subkutan yaitu lemak yang berada di bawah lapisan kulit. Lemak jenis ini yang menjaga tubuh dari dinginnya udara luar. Tidak hanya itu, lemak-lemak tersebut akan menghasilkan panas agar tubuh tidak kedinginan. Oleh karena itu, orang yang bertubuh kurus lebih sering merasa kedinginan atau sensitif akan suhu lingkungan yang rendah.

BACA JUGA: Perubahan Suhu Ruangan Secara Mendadak Berisiko Bagi Kesehatan

4. Mengganggu kesehatan jantung dan pembuluh darah

Lemak terbagi menjadi dua jenis berdasarkan sifat dan dampaknya bagi tubuh, yaitu lemak baik dan lemak jahat. Lemak baik adalah high density lipoprotein (HDL) yang berfungsi untuk memungut sisa-sisa lemak yang menumpuk di pembuluh darah dan kemudian di bawa ke hati, yaitu tempat metabolisme lemak dalam tubuh. Ketika Anda menerapkan diet rendah lemak, maka jumlah HDL – lemak baik – di dalam tubuh berkurang. Padahal, HDL baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kekurangan jenis lemak ini akan menimbulkan beberapa masalah pada jantung.

5. Merasa cepat lapar dan sering lapar

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi makanan sumber lemak yang sesuai dengan kebutuhan dapat menahan rasa lapar lebih lama dan membantu mengatur nafsu makan. Lemak tidak jenuh ganda dan tunggal dianggap sebagai sumber lemak yang baik dan efektif untuk menahan rasa lapar. American Heart Association menganjurkan untuk mengonsumsi lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda, seperti alpukat, minyak zaitun, berbagai jenis ikan.

Jadi, seberapa banyak lemak yang seharusnya dikonsumsi dalam sehari?

Pada orang yang normal dan dalam kondisi yang sehat, proporsi lemak dalam satu hari yaitu antara 20 hingga 25 persen dari total kalori. Hal ini tentu saja juga tergantung dengan usia, kondisi tubuh, serta jumlah lemak total yang ada di dalam tubuh – perlu dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadarnya.

Selain itu, komposisi dari jenis lemak yang harus diperhatikan, lebih baik mengonsumsi makanan yang mengandung lebih banyak lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda, karena akan meningkatkan kadar HDL di dalam tubuh. Sedangkan konsumsi lemak jenuh tidak boleh lebih dari 10% dari total asupan lemak dalam satu hari.

BACA JUGA: Lemak Nabati Tak Selalu Lebih Sehat Dari Lemak Hewani

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

    Anda mungkin cukup familier dengan manfaat kunyit untuk meredakan mual. Nah, ternyata masih ada khasiat lain dari kunyit yang mungkin belum Anda tahu!

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

    Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

    Rasa kesepian banyak dialami oleh masyarakat modern. Bahkan, kondisi psikologis ini bisa dianggap sebagai salah satu ancaman kesehatan yang serius.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

    Tahukah Anda bahwa mentega dan margarin tidaklah sama? Salah satunya ternyata berisiko bagi jantung, kolesterol, dan berat badan Anda. Yang mana?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Fakta Gizi, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

    Penyakit kuku, mulai dari penampakannya yang aneh atau sekadar mudah patah, bisa berarti ada masalah juga pada kesehatan Anda.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Tiara Putri
    Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara mengusir semut

    9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    lidah terasa pahit saat sakit

    Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
    Seks setelah haid

    Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit
    menguji keperawanan wanita

    Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit