Benarkah Diet Rendah Lemak Bisa Sebabkan Kematian Dini?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Lemak telah banyak disebut sebagai penyebab dari berbagai penyakit berbahaya. Tidak mengherankan jika diet rendah lemak dianggap diet yang paling tepat untuk mengurangi berat badan atau menurunkan risiko penyakit berbahaya. Namun, diet rendah lemak ternyata bisa meningkatkan risiko kematian lebih dini menurut sebuah penelitian.

Kenapa diet rendah lemak meningkatkan risiko kematian dini?

Jika Anda sedang berusaha menghindari makanan tinggi lemak untuk melindungi kesehatan, hasil penelitian ini mungkin bisa jadi bahan pertimbangan. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Population Health Research Institute (PHRI) McMaster University dan Hamilton Health Sciences di Hamilton, Kanada, diet rendah lemak dapat meningkatkan risiko kematian lebih dini.

Penelitian ini melibatkan 135.000 orang di 18 negara dan lima benua. Mereka yang mengonsumsi cukup lemak, makan buah dan sayuran yang seimbang, dan menghindari makanan yang memiliki karbohidrat tinggi memiliki hasil yang berbeda dan dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah.

Penelitian ini berlangsung selama 7,5 tahun dengan memantau kebiasaan makan sehari-hari para peserta penelitian. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa para peserta penelitian yang mendapatkan 60% kalorinya dari karbohidrat bisa meningkatkan risiko kematian hingga sebesar 28%.

Diet rendah lemak menyebabkan seseorang mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat

Mahshid Dehghan, kepala peneliti dalam riset tersebut, mengatakan bahwa menurunnya asupan rendah lemak bisa menyebabkan peningkatan konsumsi karbohidrat. Seseorang yang tidak banyak mengonsumsi lemak tapi banyak mengonsumsi karbohidrat memiliki tingkat kematian yang  lebih tinggi.

Penelitian ini sebenarnya berfokus pada perubahan pola makan yang dilakukan orang-orang yang melakukan diet rendah lemak. Menurut Mahshid Dehghan, pedoman diet rendah lemak yang cukup populer ini mengurangi total asupan lemak menjadi di bawah 30% asupan kalori harian dan asupan lemak jenuh sampai di bawah 10% dari asupan kalori. Namun, mereka yang melakukan diet rendah lemak tidak memperhitungkan bagaimana mengganti asupan lemak dalam makanan.

Mengapa diet rendah lemak banyak diminati? Pasalnya, diet jenis ini dipercaya menurunkan risiko penyakit jantung dan penyakit berbahaya lainnya. Akan tetapi, satu hal yang perlu Anda ingat bahwa tubuh Anda juga membutuhkan lemak agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

asupan lemak untuk penyakit jantung

Berapa banyak sebenarnya lemak yang Anda butuhkan per hari?

Para ahli merekomendasikan bahwa kebanyakan orang dewasa harus mendapatkan 20% -35% kalori harian mereka dari lemak. Ini berarti sama dengan 44  gram sampai 77 gram konsumsi lemak per hari jika Anda membutuhkan 2.000 kalori per hari.

Jangan lupa baca informasi nutrisi pada kemasan makanan. Label nutrisi menunjukkan jumlah gram lemak per porsi dan kalori per porsi. Jika Anda ingin melakukan diet rendah lemak untuk membantu mengendalikan lemak, kolesterol, karbohidrat, dan kalori. Pastikan Anda mendapatkan semua nutrisi yang Anda butuhkan.

Buah dan sayur merupakan makanan yang memiliki rendah kalori dan wajib ada dalam daftar diet Anda. Pastikan Anda setiap hari tetap mendapat asupan vitamin yang berasal dari buah dan sayur. Upaya diet rendah lemak akan berhasil dengan optimal apabila Anda imbangi dengan berolahraga yang teratur.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Angiosarkoma, Kanker yang Sering Menyerang Kulit Kepala dan Leher

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang kanker payudara, kanker serviks, dan jenis kanker lainnya. Bagaimana dengan angiosarkoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kanker Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
mudah dihipnotis

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit