home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Berat Badan Saya Tidak Kunjung Turun Padahal Sudah Diet Ketat?

Kenapa Berat Badan Saya Tidak Kunjung Turun Padahal Sudah Diet Ketat?

Apakah Anda salah satu orang yang merasa jika sudah mengatur pola makan dengan melakukan diet ketat dan rutin berolahraga, tapi berat badan tidak turun juga? Nyatanya, ada beberapa kesalahan umum yang mungkin saja Anda lakukan tanpa sadar sehingga angka di timbangan tidak kunjung merosot meski telah mati-matian diet ketat.

Cheat day, hari bolos diet yang justru rentan bikin berat badan bertambah

Sebenarnya saat Anda sedang “diet,” Anda mungkin akan cenderung makan lebih banyak kalori daripada yang Anda pikirkan. Seringkali apa yang harus dilakukan untuk menurunkan berat badan dan apa yang sebenarnya kita lakukan saat mencoba diet tidak berjalan harmonis sebagaimana mestinya.

Lisa Young, Ph. D., R.D., penulis buku “The Portion Teller Plan” menjelaskan bahwa pada umumnya orang yang sudah diet dan olahraga tapi belum berhasil menurunkan berat badannya itu disebabkan oleh satu hal. Yaitu terlena oleh rayuan cheat day. Pada dasarnya, sesekali cheat day (hari spesial untuk membolos diet demi memenuhi ngidam makanan “sampah”) boleh-boleh saja tapi tetap tidak boleh berlebihan. Faktanya, banyak penggiat diet ketat yang seringkali sudah duluan merasa jumawa karena berhasil menurunkan berat badan secara drastis, sehingga malah kebablasan memberikan imbalan yang berlebihan pada diri sendiri atas kesuksesannya.

Terlebih lagi, biasanya Anda akan merasa sudah membakar kalori yang cukup banyak setelah diet dan olahraga. Penurunan kalori dalam jumlah besar di waktu singkat ini kemudian membuat Anda kelaparan sehingga justru lalai mengontrol asupan makanan dan membalasnya dengan porsi makan yang lebih banyak dari biasanya. Inilah yang tanpa sadar membuat berat badan Anda malah naik dan bukannya turun.

Penyebab lain berat badan tidak turun meski sudah diet ketat dan olahraga

Jika Anda bukan salah satu orang dari kelompok di atas namun berat badan masih juga stagnan da beberapa alasan lain kenapa tubuh tetap gemuk dan tak kunjung langsing meski Anda telah melakukan diet ketat dan olahraga, yaitu:

1. Resisten terhadap insulin

Jika Anda sudah memperhatikan asupan makan dengan baik namun tetap saja berat badan tidak turun, Anda mungkin memiliki kecenderungan resistensi insulin atau bahkan sindrom metabolik. Bila Anda resisten terhadap insulin, tubuh Anda lebih cenderung menyimpan kalori yang Anda makan sebagai lemak daripada membakar mereka sebagai bahan bakar. Ini berarti Anda bisa menambah berat badan dari jenis makanan dan jumlah makanan yang biasanya dikonsumsi seseorang dengan metabolisme yang sehat tanpa konsekuensi.

2. Cara makan yang salah

Meskipun Anda sudah melakukan diet ketat dan olahraga, ada satu hal yang mungkin tidak pernah Anda perhatikan sebelumnya, yaitu cara makan. Sebuah cara makan yang disebut mindful eating mungkin merupakan salah satu alat penurunan berat badan yang paling berpengaruh di dunia. Mindful eating bukanlah jenis diet, melainkan ini merupakan cara makan yang dipenuhi dengan niat dan kesadaran. Teknik ini mengharuskan Anda makan secara perlahan, tanpa gangguan, dan menikmati setiap gigitan – mengenali warna, aroma, rasa dan tekstu makanan, sambil mendengarkan sinyal alami yang memberitahu otak kapan Anda merasa kenyang.

Mengetahui kapan Anda merasa lapar dan kenyang merupakan kunci untuk menurunkan berat badan secara berkelanjutan dan mencegahnya untuk naik kembali. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa teknik mindful eating dapat menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan dan mengurangi frekuensi makan berlebihan.

3. Anda memiliki kondisi medis tertentu

Ada beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan berat badan tidak turun dan malah naik meski sudah diet dan berolahraga. Misalnya, hipotiroidisme, sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan sleep apnea. Obat tertentu juga bisa membuat usaha penurunan berat badan jadi terasa lebih berat, atau malah menyebabkan kenaikan berat badan.

4. Harapan Anda tidak realistis

Masalah lainnya adalah banyak orang memiliki harapan yang tidak realistis tentang apa yang dapat dicapai dengan diet dan olahraga yang sehat. Beberapa orang mungkin menargetkan penurunan berat badan 10 kilogram hanya dalam satu minggu. Hal ini mungkin bisa saja tercapai, asalkan tergantung berapa berat badan Anda saat memulai perjalanan menurunkan berat.

Jadi satu yang pasti, Anda harus sadar jika menurunkan berat badan itu butuh waktu. Bahkan, Centers of Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan turun berat yang sehat itu hanya sekitar 1 kilogram per minggu. Penurunan berat yang terlalu cepat itu tidak sehat dan dapat meningkatkan kemungkinan terkena batu empedu.

5. Faktor stres

Berolahraga dan makan makanan yang sehat saja kadang masih belum cukup. Misalnya, jika Anda tidak tidur dalam waktu yang cukup, badan Anda tak akan menerima dampak positif dari olahraga dan diet yang sudah Anda lakukan. Selain itu stres juga bisa mengganggu produksi hormon di dalam tubuh Anda, malah gangguan hormon ini bisa membuat tubuh Anda menumpuk lebih banyak lemak lagi. Jadi waktu tidur dan tingkat stres Anda juga memengaruhi keberhasilan diet dan olahraga Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Diet Mistakes: 6 Reasons Yoi’re Not Losing Weight –  http://www.webmd.com/diet/obesity/features/diet-mistakes-6-reasons-youre-not-losing-weight#1 diakses pada 5 Juni 2017

20 Reasons You Are Not Losing Weight – https://authoritynutrition.com/20-reasons-you-are-not-losing-weight/ diakses pada 5 Juni 2017

10 Reasons You Aren’t Losing Weight When You Think You’re Doing Everything Right – http://www.summertomato.com/10-reasons-you-arent-losing-weight-when-you-think-youre-doing-everything-right diakses pada 5 Juni 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 05/07/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x