home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Itu Food Combining dan Aturannya?

Apa Itu Food Combining dan Aturannya?

Istilah food combining semakin ramai dibicarakan. Pola makan ini digadang-gadang cara diet yang efektif dan menyehatkan. Lantas, seperti apa sebenarnya pola makan dalam food combining? Apakah cara ini benar-benar baik untuk kesehatan tubuh?

Apa itu food combining?

Food combining adalah pola makan yang bertujuan untuk membantu melancarkan pencernaan dengan mengkombinasikan dua atau lebih nutrisi makanan yang tepat.

Hal ini didasari dengan teori bahwa sistem pencernaan akan mencerna jenis makanan yang berbeda dengan tingkatan dan waktu yang berbeda pula.

Maka dari itu, Anda membutuhkan menu makan dengan kombinasi dari dua jenis nutrisi yang sesuai agar tidak menyebabkan efek yang negatif terhadap pencernaan.

Meski baru terdengar belakangan ini, ternyata food combining sudah ditemukan sejak zaman kuno. Awalnya, pola makan ini dilakukan sebagai pengobatan Ayuverda di India untuk mengatasi gangguan pencernaan.

Kemudian, pola makan ini kembali dikembangkan oleh dokter William Howard Hay pada tahun 1920-an dan dikenal dengan nama Hay Diet.

Aturan pola makan food combining

makanan untuk kolesterol, serat menurunkan kolesterol

Setiap penggiat pola makan ini memiliki aturan yang berbeda-beda mengenai jenis makanan apa saja yang dikombinasikan. Namun secara umum, prinsip utama dari food combining adalah:

  • tidak mengkombinasikan karbohidrat dan protein,
  • tidak menggabungkan karbohidrat dengan makanan yang asam,
  • sayur dan buah tidak dikonsumsi pada saat bersamaan,
  • protein tidak boleh digabungkan dengan protein lainnya, serta
  • mengonsumsi produk susu dan buah hanya saat perut kosong.

Sebagai contoh, food combining tidak menyarankan kombinasi daging dan kentang untuk dimakan secara bersamaan. Sebab, seperti yang sudah disebutkan, keduanya membutuhkan enzim dan waktu yang berbeda agar bisa dicerna tubuh.

Kentang yang mengandung karbohidrat lebih cepat dicerna daripada daging berprotein yang membutuhkan waktu dan energi lebih banyak. Ini bisa menghambat saluran pencernaan sehingga akan menyebabkan gangguan pencernaan.

Selain itu, protein membutuhkan kondisi asam agar bisa dicerna, sedangkan karbohidrat membutuhkan kondisi basa. Idealnya, kedua makanan tersebut membutuhkan tingkat keasaman (pH) perut yang berbeda agar bisa dicerna dengan baik.

Perpaduan makanan yang dianjurkan yakni protein dan sayuran hijau atau karbohidrat dan sayur-sayuran yang rendah akan kandungan patinya.

Kombinasi yang biasanya dipilih yakni daging-dagingan dan sayuran seperti jamur, brokoli, atau bayam. Pilihan lainnya, Anda juga bisa memadukan karbohidrat seperti kentang atau nasi dan sayuran hijau.

Apakah pola makan ini benar-benar menyehatkan?

Sekilas, mengombinasikan makanan yang tepat bisa menjadi cara yang baik untuk menjaga pola makan sehat. Meski demikian, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan keunggulan pola makan ini bila dibandingkan dengan cara diet lainnya.

Terutama bila Anda melakukannya dengan tujuan untuk menurunkan berat badan, food combining mungkin bukanlah cara yang efektif.

Sejauh ini, baru satu penelitian yang menguji dampak prinsip food combining untuk berat badan turun. Penelitian tersebut membagi dua kelompok peserta, yakni kelompok program diet seimbang dan kelompok yang menjalani food combining.

Memang, rata-rata peserta berhasil menurunkan berat badannya hingga 6 – 8 kilogram. Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan di antara kedua cara diet. Bahkan, hasilnya bisa dibilang hampir serupa.

Ditambah lagi, kerja sistem pencernaan manusia sangatlah kompleks. Terlepas dari kombinasi yang Anda konsumsi, saluran pencernaan akan tetap bekerja untuk menyerap semua makronutrien yang terkandung dalam makanan.

Selain itu, Anda tak perlu khawatir dengan kadar pH makanan yang berbeda. Sebab, ketika makanan telah sampai di usus kecil, usus akan mengeluarkan enzim yang menetralkan keasaman makanan.

Oleh karena itu, bila Anda ingin menerapkan pola makan yang sehat, sebaiknya lakukan program diet yang seimbang dengan menambahkan zat gizi seperti protein, karbohidrat, dan serat dalam satu piring.

Bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan atau memiliki kondisi tertentu, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan solusi yang tepat.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What the Health: Is it Bad to Combine Carbs, Fat, and Protein in each meal? (2019). Faculty of Health and Behavioural Sciences. Retrieved 1 March 2021, from https://habs.uq.edu.au/article/2019/01/what-health-it-bad-combine-carbs-fat-and-protein-each-meal

What is Food Combining? (2019). Food Insight. Retrieved 1 March 2021, from https://foodinsight.org/what-is-food-combining/

Extra Protein is a Decent Dietary Choice, But Don’t Overdo It. (2013). Harvard Health Publishing. Retrieved 1 March 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/extra-protein-is-a-decent-dietary-choice-but-dont-overdo-it-201305016145

Food Combining Simplified. (n.d.). Lust for Life. Retrieved 1 March 2021, from http://lust-for-life.org/Lust-For-Life/_Textual/FoodCombiningSimplified_1pp/FoodCombiningSimplified_1pp.pdf

Golay, A., Allaz, A., Ybarra, J., Bianchi, P., Saraiva, S., Mensi, N., Gomis, R. and de Tonnac, N., 2000. Similar weight loss with low-energy food combining or balanced diets. International Journal of Obesity, 24(4), pp.492-496.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 16/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x