home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

6 Masalah Kesehatan yang Mengintai Akibat Makan Tidak Teratur

6 Masalah Kesehatan yang Mengintai Akibat Makan Tidak Teratur

Apakah Anda pernah melewatkan sarapan karena bangun kesiangan atau menunda makan siang karena pekerjaan menumpuk? Jika Anda terbiasa makan tidak teratur, ada baiknya untuk mengurangi kebiasaan ini karena dampaknya cukup buruk bagi kesehatan.

Waktu dan jadwal makan bisa memengaruhi kesehatan

makan malam saat puasa

Selain pemilihan makanan, waktu dan jadwal makan rupanya juga berpengaruh besar bagi kesehatan. Para ahli bahkan menemukan bahwa kebiasaan makan yang tidak teratur bisa meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian, yakni jam internal tubuh yang berulang setiap 24 jam. Ritme sirkadian mengatur tidur, pola makan, metabolisme tubuh, nafsu makan, suhu tubuh, pembentukan hormon, pembelahan sel, dan aktivitas biologis lainnya.

Kebiasaan makan pada waktu yang tidak konsisten dapat mengganggu ritme sirkadian tersebut. Secara tidak langsung, kebiasaan ini juga akan mengganggu aktivitas sistem pencernaan dan metabolisme yang diatur oleh ritme sirkadian pada tubuh Anda.

Apa akibatnya bila saya sering makan tidak teratur?

kekurangan vitamin K

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kebiasaan makan yang tidak konsisten dapat menyebabkan berbagai gangguan di bawah ini.

1. Gangguan pencernaan

Makan tidak teratur dapat menurunkan efek termal dari makanan yang Anda konsumsi. Efek termal merupakan energi yang Anda pakai untuk mencerna dan menyerap zat gizi. Jika Anda makan tak teratur, gangguan pencernaan dapat terjadi.

Hal tersebut terjadi karena sistem pencernaan Anda merupakan “mesin” pengolahan makanan yang digunakan selama 8 – 10 jam. Kebiasaan makan tidak teratur akan mengganggu suplai energi tubuh sehingga proses pencernaan juga bermasalah.

2. Perubahan hormon

Kebiasaan makan yang tidak konsisten dapat membuat keseimbangan hormon dalam tubuh menjadi terganggu. Ini karena ketika Anda melewatkan waktu makan, tubuh akan menganggapnya sebagai suatu bahaya.

Tubuh Anda kemudian melepaskan hormon kortisol sebagai respons terhadap sinyal “bahaya” tersebut. Peningkatan hormon kortisol dapat mengganggu berbagai aktivitas biologis tubuh, seperti metabolisme, peradangan, dan pengaturan gula darah.

3. Kenaikan berat badan

Sebuah penelitian dalam jurnal Nutrients menemukan bahwa kebiasaan makan tidak teratur dapat memengaruhi berat badan. Orang yang terbiasa dengan ini ini bahkan lebih rentan mengalami kenaikan berat badan dibandingkan orang yang makan secara rutin.

Hal ini masih berkaitan dengan peran ritme sirkadian dalam mengatur nafsu makan. Gangguan pada ritme sirkadian dapat mengacaukan sinyal lapar dan kenyang. Anda mungkin akan lebih sering merasa lapar sehingga cenderung makan secara berlebihan.

4. Peningkatan kadar gula darah

Setiap kali Anda selesai makan, pankreas akan melepaskan insulin untuk menstabilkan gula darah. Kebiasaan makan yang tidak konsisten dapat mengganggu keseimbangan produksi insulin sehingga pengaturan gula darah Anda juga terkena imbasnya.

Gula darah bisa turun secara drastis karena pankreas melepaskan lebih banyak insulin. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko diabetes pada orang sehat. Sementara pada penderita diabetes, penurunan gula darah secara mendadak dapat berakibat fatal.

5. Kram perut

Seseorang yang sering makan secara tidak teratur lebih rentan mengalami kram perut. Biasanya, keluhan ini muncul akibat gangguan pada lambung seperti penyakit refluks asam lambung (GERD), tukak lambung, infeksi lambung, dan sebagainya.

Beberapa orang mengatasi hal ini dengan makan sesegera mungkin begitu perutnya terasa nyeri. Sayangnya, tindakan ini justru dapat menimbulkan masalah baru, seperti kembung dan produksi gas berlebih yang pada akhirnya membuat perut terasa nyeri.

6. Meningkatkan risiko berbagai penyakit

Makan tidak teratur dapat menjadi sebuah kebiasaan buruk jika dilakukan berulang kali. Seiring waktu, perilaku yang tampaknya sepele ini dapat menimbulkan gangguan pada pencernaan, peredaran darah, hormon, dan berbagai sistem tubuh lainnya.

Sebaliknya, waktu makan yang konsisten akan menjaga keseimbangan ritme sirkadian. Keseimbangan ini memungkinkan semua aktivitas biologis dalam tubuh untuk berjalan secara teratur. Dengan begitu, tubuh pun senantiasa sehat dan berfungsi dengan baik.

Pola makan yang sehat tidak hanya ditentukan dari jenis makanan yang Anda pilih, tapi juga waktu makan yang teratur. Mulailah dengan membiasakan diri untuk sarapan, lalu makan siang dan malam pada jam yang sama.

Jangan lupa melengkapi kebiasaan sehat ini dengan memilih makanan kaya karbohidrat kompleks, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Makanlah dalam porsi yang cukup agar asupan gizi Anda menjadi seimbang.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What happens to the body when you skip meals?. (n.d.). Retrieved 21 May 2021, from https://www.piedmont.org/living-better/what-happens-to-the-body-when-you-skip-meals

Perils of Skipping Meals. (2005). Retrieved 21 May 2021, from https://louisville.edu/medicine/departments/familymedicine/files/L081611.pdf

Why people become overweight. (2019). Retrieved 21 May 2021, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/why-people-become-overweight

Missing Meals? Avoid Dangerous Blood Sugar if You Have Diabetes. (2021). Retrieved 21 May 2021, from https://health.clevelandclinic.org/how-to-monitor-your-diabetes-when-youre-not-eating-well/

Wehrens, S., Christou, S., Isherwood, C., Middleton, B., Gibbs, M. A., Archer, S. N., Skene, D. J., & Johnston, J. D. (2017). Meal Timing Regulates the Human Circadian System. Current biology : CB, 27(12), 1768–1775.e3. https://doi.org/10.1016/j.cub.2017.04.059

Pot, G., Almoosawi, S., & Stephen, A. (2016). Meal irregularity and cardiometabolic consequences: Results from observational and intervention studies. Proceedings of the Nutrition Society, 75(4), 475-486. doi:https://doi.org/10.1017/S0029665116000239

Lopez-Minguez, J., Gómez-Abellán, P., & Garaulet, M. (2019). Timing of Breakfast, Lunch, and Dinner. Effects on Obesity and Metabolic Risk. Nutrients, 11(11), 2624. https://doi.org/10.3390/nu11112624

Watanabe, Y., Saito, I., Henmi, I., Yoshimura, K., Maruyama, K., Yamauchi, K., Matsuo, T., Kato, T., Tanigawa, T., Kishida, T., & Asada, Y. (2014). Skipping Breakfast is Correlated with Obesity. Journal of rural medicine : JRM, 9(2), 51–58. https://doi.org/10.2185/jrm.2887

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novi Sulistia Wati Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro