home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mana yang Lebih Sehat, Makan Saat Lapar atau Sebelum Lapar?

Mana yang Lebih Sehat, Makan Saat Lapar atau Sebelum Lapar?

Rasa lapar pada dasarnya merupakan suatu mekanisme tubuh untuk memberikan sinyal bahwa energi tubuh sudah mulai berkurang, sehingga perlu diisi kembali dengan mengonsumsi bahan makanan. Meskipun demikian, masih terdapat berdebatan kapankah sebaiknya kita makan, apakah saat lapar atau sudah harus makan sebelum lapar?

Bagaimana lapar dapat terjadi?

Rasa lapar dipicu oleh hormon yang berasal dari saluran pencernaan yaitu leptin dan ghrelin. Perubahan kadar keduanya disesuaikan dengan ketersediaan cadangan makanan dalam tubuh.

Hormon ghrelin adalah pemicu rasa lapar dan keinginan makan. Kadarnya meningkat sebelum makan dan akan turun beberapa jam setelah makan.

Sedangkan hormon leptin merupakan pemicu rasa kenyang. Kadarnya meningkat saat energi tubuh sudah terpenuhi dari makanan, sehingga dapat memberikan rasa kenyang.

Baik makan saat lapar ataupun sebelum lapar merupakan metode mengatur pola makan, sehingga tidak terlalu memengaruhi penyerapan makanan.

Hal yang membedakan antara keduanya adalah efek tubuh terhadap rasa lapar dan bagaimana respons kita terhadap rasa lapar tersebut.

Manfaat makan hanya saat merasa lapar

Nah, terdapat beberapa kelebihan bila Anda hanya makan di saat merasa lapar. Bagi yang sedang berdiet, pola makan seperti ini akan membantu Anda dalam membatasi konsumsi kalori harian.

Bagi beberapa orang, memakan makanan bukan dipicu oleh rasa lapar, namun melainkan akibat ketagihan makanan manis atau asin serta kebiasaan mengemil, sehingga mengonsumsi kalori berlebih dari yang dibutuhkan.

Meskipun sedikit sulit, namun cara ini juga bermanfaat dalam mengubah kebiasaan mengemil pada seseorang.

Selain itu, Anda juga bisa menyesuaikan kalori yang dikeluarkan untuk beraktivitas. Mekanisme lapar hanya terjadi saattubuh kekurangan energi, sehingga saat lapar merupakan waktu yang tepat untuk kembali mengisi energi.

Konsumsi kalori lebih mungkin diperlukan saat banyak melakukan kegiatan yang melibatkan aktivitas fisik dan kemampuan berpikir dalam sehari. Sehingga, makan di waktu yang tepat adalah metode mengatur pola makan yang tepat. Apalagi jika Anda kurang aktif terutama dalam beraktivitas fisik.

Meskipun demikian, kita juga perlu mengenali rasa lapar dan memastikannya hal tersebut bukanlah sekadar “ngidam” untuk memakan sesuatu.

Hal ini dapat dilakukan dengan tidak langsung memutuskan untuk mengambil makanan, melainkan menunggu sekitar 10 – 15 menit.

Jika tidak ada tanda merasa lapar seperti penurunan konsentrasi dan suara perut, atau jika rasa lapar kemudian hilang, artinya Anda tidak benar-benar merasa lapar.

Manfaat makan sebelum lapar

Di sisi lain, terdapat beberapa alasan mengapa mengonsumsi makanan sebelum tubuh memberikan sinyal lapar itu lebih baik.

Pada kenyataannya, rasa lapar sering kali mempengaruhi keputusan kita dalam memilih makanan. Saat merasa sangat lapar, kita cenderung memilih makanan yang dengan rasa yang kuat. Hal inilah yang bisa memicu ketagihan dan makan dengan porsi berlebih.

Sebaliknya, makan sebelum lapar juga akan mempengaruhi penilaian tentang makanan yang akan dikonsumsi dan membuat kita lebih mudah memilih makanan yang lebih sehat.

Selain itu, makan sebelum rasa lapar melanda akan membuat Anda makan lebih perlahan dan berhenti makan lebih cepat karena kadar hormon ghrelin belum terlalu tinggi.

Mengisi perut sebelum lapar juga baik untuk memperbaiki jadwal makan. Kesibukan dan banyaknya aktivitas sering kali membuat kita melewatkan waktu makan.

Meski bila Anda tidak merasa lapar, kebiasaan tersebut tetap berdampak buruk bagi kesehatan dan mempengaruhi kinerja tubuh.

Hal ini dapat diperbaiki dengan makan sebelum lapar namun sesuai jadwal pada waktu pagi, siang dan sore.

Jadi, mana yang lebih baik?

Masing-masing metode mengatur pola makan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Makan hanya saat lapar kemungkinan akan sulit bagi beberapa orang, termasuk yang mengalami sindrom metabolik sepeti diabetes atau mengalami obesitas, karena tubuhnya lebih “kebal” terhadap hormon rasa kenyang atau leptin.

Selain itu, kualitas nutrisi harus diperhatikan dalam menerapkan keduanya dengan konsumsi makanan berserat dan tinggi protein untuk mempertahankan rasa kenyang dalam waktu yang cukup.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Eating When You’re Hungry versus Eating on Schedule. (n.d.). Dummies. Retrieved 16 June 2021, from https://www.dummies.com/health/nutrition/weight-loss/eating-when-youre-hungry-versus-eating-on-schedule/

Lose weight by eating only when hungry. (2015). Diet Doctor. Retrieved 16 June 2021, from https://www.dietdoctor.com/lose-weight-by-only-eating-when-hungry

Ghrelin. (2018). You and Your Hormones. Retrieved 16 June 2021, from https://www.dietdoctor.com/lose-weight-by-only-eating-when-hungry

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Kemal Al Fajar Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x