home
close

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Waspada! Gula Tersembunyi, Diam-diam Picu Diabetes

Waspada! Gula Tersembunyi, Diam-diam Picu Diabetes

Mengonsumsi gula secara berlebihan tentu tidak baik bagi kesehatan. Anda mungkin telah berupaya mengurangi gula dengan tidak menambahkannya ke dalam teh atau gula. Namun, terkadang Anda tidak menyadari adanya kandungan gula tersembunyi ddalam makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Oleh karenanya, Anda perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Karena gula yang tersembunyi ini bisa saja menjadi bibit risiko diabetes.

Fakta diabetes dan gula tersembunyi

Diabetes adalah salah satu penyakit yang paling banyak diderita di Indonesia. Menurut data dari International Diabetes Federation di tahun 2020 terdapat 10,7 juta atau sekitar 6,2 persen dari total populasi orang Indonesia yang hidup dengan diabetes.

Berdasarkan Mayo Clinic, diabetes merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah berlebih di atas normal. Penyebabnya adalah ketidakmampuan pankreas memproduksi hormon insulin atau adanya gangguan kerja insulin.

Hormon insulin bertugas membawa gula darah masuk ke dalam sel yang akan diubah menjadi energi. Gula sebenarnya memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk dalam meningkatkan konsentrasi. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan risiko diabetes.

Diabetes dan komplikasinya

tes gula darah

Diabetes umumnya menimbulkan gejala seperti cepat haus, sering buang air kecil, cepat lapar, kelelahan, maupun berat badan turun. Karena tanda-tanda yang tampak seperti gejala umum, sering kali orang menganggap gejala yang muncul hanya kelelahan atau sakit biasa.

Melihat gejala awal yang begitu biasa, Pusdatin Kemenkes RI mengatakan pada 2018 sekitar 25 persen penderita diabetes tidak menyadari dirinya mengidap diabetes. Sehingga ketika melakukan pemeriksaan, gula darah mereka di atas normal. Kondisi ini dikaitkan dengan kebiasaan makan dan minum yang tinggi gula, serta mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung “gula tersembunyi”.

Bila kondisinya tak segera ditangani, sangat besar risiko komplikasi yang ditimbulkan pada kemudian hari. Atlas International Diabetes Federation menyebutkan beberapa komplikasi diabetes yang mungkin terjadi di antaranya:

Penelitian mengenai minuman manis dan risiko diabetes

minuman manis penyebab diabetes

Bila kita menelaah dari mana awalnya diabetes, asupan makanan dan minuman manis menjadi salah satu faktor risikonya. Bukan hanya gula tambahan, tetapi gula yang tersembunyi pada makanan dan minuman cepat saji juga dapat memicu risiko diabetes.

Menurut jurnal Food and Nutrition Research, asupan minuman tinggi gula berhubungan erat terhadap penumpukan lemak pada tubuh, kegemukan, serta diabetes. Sementara ulasan Current Diabetes Report juga melaporkan hal yang mirip, yakni orang yang mengonsumsi minuman manis dengan kandungan gula sebanyak satu sampai dua sajian per hari, memiliki risiko diabetes 26 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak mengonsumsinya.

Melihat kedua penjelasan ilmiah tersebut, Anda semakin perlu waspada terhadap asupan manis risiko penyebab diabetes.

Berhati-hati dengan gula tersembunyi

bubble tea mengandung gula tersembunyi

Anda mungkin saja jarang atau bahkan tidak pernah menambahkan gula ke teh, kopi, atau minuman sehingga rasanya tidak perlu khawatir lagi tentang masalah gula. Apakah Anda yakin?

Sebenarnya apa yang Anda lakukan sudah tepat dengan tidak memberi gula tambahan pada minuman, tetapi kita tetap perlu waspada tentang gula tersembunyi yang ada pada makanan dan minuman lainnya.

Mengapa disebut gula tersembunyi? Karena gula tersembunyi tidak kasatmata, khususnya pada makanan dan minuman kemasan yang dibeli secara bebas. Jenis makanan dan minuman tersebut tidak diketahui berapa takaran gulanya.

Coba simak kandungan gula yang tersembunyi pada daftar makanan dan minuman berikut ini.

  • 1 gelas minuman bubble tea mengandung 24 gram ≈ 3 sdm gula)
  • 2 buah donat coklat mengandung 24 gram ≈ 2 sdm gula
  • 3 sendok makan kecap manis mengandung 13,5 gram ≈ 2 sdm gula
  • 1 sachet kopi instan mengandung 21 gram ≈ 2 sdm gula
  • 2 es krim cone mengandung 22 gram ≈ 2 sdm gula
  • 1 potong martabak mengandung 12 gram ≈ 1 sdm gula
  • 1 gelas frappuccino mengandung 31 gram ≈ 2.5 sdm gula

Melihat daftar di atas, ternyata ada begitu banyak makanan dan minuman tinggi gula yang mungkin saja sering Anda konsumsi tanpa menyadarinya.

Lantas, berapa banyak batasan asupan gula yang dianjurkan? Kementerian Kesehatan RI menyarankan pembatasan asupan gula harian paling banyak 50 gram atau setara 4 sendok makan.

Nah, ketika seseorang mengonsumsi dua potong martabak dan minum satu gelas bubble tea dalam satu hari, tentu sudah melebihi batas yang dianjurkan.

Bijaksana dalam mengonsumsi gula

menghindari diabetes dengan snack sehat

Lalu, apakah Anda harus menghindari makanan atau minuman manis? Tidak kok. Justru dengan melihat daftar di atas, Anda jadi lebih waspada dan berhati-hati dalam mengonsumsi makanan atau minuman dengan gula tersembunyi.

Anda juga bisa memilih alternatif yang lebih sehat, misalnya mengonsumsi camilan sehat bebas gula. Alternatif ini tidak hanya diperuntukkan bagi orang dengan diabetes saja, tetapi Anda yang memang senantiasa menjaga kadar gula darah, atau sedang diet.

Ingat, selalu bijak dalam mengonsumsi makanan dan minuman sebagai langkah awal pencegahan diabetes!

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

IDF Western Pacific members. Retrieved 24 June 2021, from https://idf.org/our-network/regions-members/western-pacific/members/104-indonesia.html

Diabetes – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 24 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/symptoms-causes/syc-20371444

Sonestedt, E., Øverby, N., Laaksonen, D., & Eva Birgisdottir, B. (2012). Does high sugar consumption exacerbate cardiometabolic risk factors and increase the risk of type 2 diabetes and cardiovascular disease?. Food & Nutrition Research56(1), 19104. doi: 10.3402/fnr.v56i0.19104

Malik, V., & Hu, F. (2012). Sweeteners and Risk of Obesity and Type 2 Diabetes: The Role of Sugar-Sweetened Beverages. Current Diabetes Reports12(2), 195-203. doi: 10.1007/s11892-012-0259-6

Tetap Aktif, Cegah, Dan Atasi Diabetes Mellitus. 2020. Retrieved 24 June 2021, from pusdatin.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-diabetes.pdf

IDF. IDF Diabetes Atlas. 2017. Retrrieved 24 June 2021, from diabetesatlas.org/upload/resources/previous/files/8/IDF_DA_8e-EN-final.pdf

Energy and Nutrition Composition of Food. Singapore Nutrition Database. Retrieved 24 June 2021, from hpb.gov.sg/eservices/ENCF/

U.S. Department of Agriculture. (2019). FoodData Central. Usda.gov. Retrieved 24 June 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/

Berapa kandungan gula dalam camilan donat dan martabak ? – Direktorat P2PTM. (2018). Retrieved 24 June 2021, from http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-diabetes-melitus/page/14/berapa-kandungan-gula-dalam-camilan-donat-dan-martabak

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui baru saja
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x