7 Penyebab Lemak Tubuh Anda Berkumpul di Perut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Coba lihat perut Anda, apakah ada timbunan lemak di sana? Setiap orang bisa mempunyai lemak perut, tak terkecuali orang kurus. Tak heran, banyak orang berlomba-lomba untuk menghilangkan lemak perutnya dan mendapatkan perut yang ramping, termasuk orang yang kurus. Segala cara dilakukan, seperti olahraga, untuk mendapatkannya. Namun, tahukah Anda apa yang menyebabkan penimbunan lemak di perut?

Kenapa lemak perut lebih berbahaya dari lemak lain?

Lemak perut atau juga disebut lemak viseral merupakan lemak yang menumpuk di ruang antara organ Anda, seperti lambung, hati, dan usus. Lemak ini berfungsi untuk melindungi organ-organ penting dalam perut Anda. Namun, terlalu banyak penumpukan lemak viseral juga tidak baik bagi kesehatan.

Mengapa? Lemak viseral menghasilkan racun yang dapat memengaruhi cara kerja tubuh, seperti senyawa sitokin. Pelepasan sitokin yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker tertentu (seperti kanker usus besar, esofagus, dan pankreas).

Apa yang menyebabkan tubuh menimbun lemak di perut?

Orang gemuk maupun orang kurus dapat mempunyai lemak viseral berlebih dalam perut mereka. Ini tentu tidak baik bagi kesehatan. Beberapa hal dapat menjadi alasan mengapa Anda mempunyai lemak perut atau viseral yang berlebihan.

1. Berat badan berlebih

Semakin besar berat badan Anda tentu semakin banyak juga penimbunan lemak di perut Anda. Kelebihan berat badan disebabkan oleh kalori yang lebih banyak masuk ke dalam tubuh daripada kalori yang keluar. Makan terlalu banyak dan aktivitas fisik yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kelebihan berat badan.

2. Penuaan (menopause)

Semakin tua usia Anda, maka semakin berkurang massa otot Anda dan semakin banyak lemak dalam tubuh Anda, termasuk lemak perut. Massa otot yang berkurang membuat tubuh Anda lebih sedikit membakar kalori, sehingga lebih sulit untuk Anda mempertahankan berat badan normal. Ini mengapa biasanya orang yang sudah berumur lebih mudah gemuk.

Selain itu, penurunan hormon estrogen saat memasuki usia menopause juga dapat memengaruhi pendistribusian lemak dalam tubuh. Kadar hormon estrogen yang turun drastis saat menopause dapat menyebabkan lemak disimpan di perut, bukan di pinggul atau paha. Beberapa wanita mungkin mempunyai lebih banyak lemak perut pada saat ini. Hal ini bisa disebabkan oleh genetika dan juga usia menopause Anda.

3. Genetik

Bagaimana cara tubuh menyimpan lemak dapat dipengaruhi oleh genetik. Gen yang mengatur kortisol dan leptin, yang mengatur asupan kalori dan berat badan, dapat bertanggung jawab terhadap penyimpanan lemak dalam tubuh.

4. Kurang gerak

Kalori yang masuk harus sama dengan kalori yang keluar jika ingin mempunyai berat badan normal. Jika kalori yang masuk lebih banyak daripada yang keluar, tentu berat badan Anda akan naik. Hal ini dapat terjadi ketika Anda kurang aktif bergerak. Penelitian membuktikan bahwa wanita yang menonton TV lebih dari tiga jam per hari memiliki risiko obesitas pada perut lebih besar (hampir dua kali) dibandingkan wanita yang menonton TV kurang dari satu jam per hari.

5. Stres

Saat stres, tubuh melepaskan hormon stres (seperti hormon kortisol) untuk membantu tubuh dalam mengatasi stres. Namun, hormon kortisol ternyata dapat menyebabkan kenaikan berat badan saat diproduksi berlebihan dalam tubuh. Saat Anda makan berlebihan untuk mengatasi stres, kelebihan kalori ini lebih banyak disimpan di daerah sekitar perut. Hal ini tak lepas dari peran kortisol.

6. Kurang tidur

Kurang tidur dapat membuat Anda lebih berisiko untuk mengalami kenaikan berat badan berlebih, sehingga Anda lebih mungkin mempunyai banyak lemak perut. Selain kurang tidur, gangguan tidur, seperti sleep apnea, juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini mungkin disebabkan karena saat Anda kurang tidur, Anda lebih mungkin untuk makan makanan yang tidak sehat.

7. Kebiasaan makan buruk

Banyak mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak (terutama lemak trans) dapat menyebabkan penumpukan lemak perut berlebihan. Asupan protein dan serat harian yang rendah juga dapat menyebabkan penumpukan lemak dan kenaikan berat badan. Hal ini karena asupan protein dan serat yang cukup dapat membantu Anda mengontrol nafsu makan dan melancarkan pencernaan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Buah Terbaik yang Aman untuk Gula Darah Pengidap Diabetes

Meski sehat, Anda tak bisa sembarangan makan buah jika punya diabetes. Untuk itu, pilih beberapa buat untuk diabetes yang aman berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

5 Jenis Tes untuk Cek Kadar Gula Darah Serta Cara Membaca Hasilnya

Ada berbagai macam jenis cek gula darah untuk pemeriksaan diabetes, seperti gula sewaktu (GDS) atau puasa, dan beberapa lainnya. Bagaimana membaca hasilnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 19 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Diet Pasien Diabetes untuk Menjaga Pola Makan dan Berat Badan Seimbang

Pasien diabetes perlu diet untuk mencapai berat badan seimbang, tapi bukan berarti tidak bisa menikmati setiap makanan. Berikut beberapa tipsnya.

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, hingga tulang. Cari tahu informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gatal karena diabetes

5 Langkah Mudah Mengatasi Kulit Gatal Karena Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Cara Tepat Menyuntik Insulin dan Lokasi Terbaiknya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
penyebab perut buncit pria

8 Penyebab Perut Buncit yang Sering Kali Tidak Disadari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
manfaat yoga untuk diabetes

4 Manfaat Yoga untuk Diabetesi yang Sayang Jika Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit