Menurunkan Berat Badan Dengan Cuci Usus, Apakah Aman dan Efektif?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda bahwa terdapat 2,5 kg atau lebih sampah makanan di dalam usus Anda? Tanpa disadari, Anda telah menumpuk semua sampah-sampah makanan tersebut dan membuat usus kotor. Jumlah sisa makanan yang terlalu banyak di dalam usus tentu saja mempengaruhi berat badan Anda. Semakin banyak sampah yang menumpuk, maka angka timbangan Anda akan naik. Lalu apakah benar membersihkan usus yang kotor bisa membuat berat badan turun? Bagaimana cara membersihkan usus dari semua sisa makanan tersebut?

Bagaimana cara membersihkan usus?

Beberapa orang percaya, cuci usus adalah tindakan yang sehat dan dapat membuat berat badan turun dalam waktu yang cukup cepat. Racun memang bisa saja tertumpuk di dalam usus akibat makanan-makanan yang kurang sehat yang selalu Anda konsumsi itu. Apalagi, ketika pencernaan tidak lancar, entah seberapa banyak sisa makanan yang menumpuk di dalam usus.

Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membersihkan usus, yaitu:

  • Menggunakan cairan atau obat pembersih usus, seperti obat laksatif, cairan enema, teh herbal dan sebagainya. Metode ini adalah cara yang paling sederhana karena menggunakan mulut untuk memasukkan obatnya ke dalam tubuh. Tetapi metode ini biasanya akan mengakibatkan Anda mengalami diare.
  • Melakukan hidroterapi usus, yaitu sebuah tindakan medis yang mencuci usus dengan cara memasukkan air ke dalam usus. Selang kecil akan dimasukkan melalui rektum, kemudian mengalirkan air yang cukup banyak ke dalam usus. Setelah air telah berada di dalam usus, terapis atau ahli medis kan memijat bagian perut Anda. Selanjutnya, air akan keluar melalui proses pencernaan biasa. Kotoran akan dikeluarkan seiring dengan pengeluaran air.

Ingin kurus dengan cara cuci usus, apakah aman?

Tentu saja jika Anda menghilangkan sisa-sisa makanan di usus, berat badan akan turun. Tetapi pertanyaan lain muncul, apakah aman melakukan cuci usus demi menurunkan berat badan?

Memang sampai saat ini cara yang paling baik dan aman jika ingin berat badan turun adalah dengan melakukan diet gizi seimbang, berolahraga rutin, serta menerapkan pola hidup sehat. Cuci usus bisa dibilang sebagai cara cepat apabila Anda mau angka timbangan berat badan menurun secara drastis, tidak perlahan.

Tentu saja, semua hal yang terjadi secara drastis dan tiba-tiba akan kurang baik hasilnya. Demikian halnya dengan membersihkan usus, penurunan berat badan yang terjadi hanya sementara. Dan hal ini yang membuatnya semakin berbahaya, karena penurunan yang sementara ini kemudian akan dilanjutkan dengan kenaikan berat badan yang lebih banyak dari sebelumnya.

Cuci usus membuat jumlah bakteri baik berkurang

Tidak hanya itu, cuci usus dengan cara apapun dapat menurunkan jumlah bakteri baik di dalam usus. Bakteri baik yang ada di dalam perut Anda berperan penting dalam proses pencernaan. Bahkan, jumlah dari bakteri baik juga dapat mempengaruhi perubahan berat badan Anda. Dan percaya atau tidak, bakteri baik juga ikut bertanggung jawab atas perubahan suasana hati.

Jadi, jika bakteri baik di dalam usus berkurang, bukan sekadar pencernaan saja yang mengalami gangguan, beberapa fungsi tubuh lain juga akan mengalaminya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit