Sudah Makan Banyak Tapi Tidak Gemuk Juga, Kenapa Bisa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda sudah merasa makan banyak tapi timbangan berat badan tidak bertambah? Atau Anda heran dengan teman Anda yang sering makan tapi tidak gemuk? Begini penjelasannya.

Hubungan genetik dengan berat badan

Penelitian yang dilaporkan dalam National Institute Health menyatakan bahwa gen manusia juga mempengaruhi dalam pendistribusian lemak, indeks massa tubuh, dan nafsu makan.  Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 5.000 orang selama 10 tahun dan bermaksud melihat hubungan gen dengan perubahan berat badan. Hasilnya adalah terdapat gen yang disebut MMP2 yang dapat menyebabkan penambahan berat badan dan lemak pada wanita yang memilikinya. Selain itu, pada penelitian yang sama ditemukan juga sebanyak 87% responden wanita mempunyai gen FTO, yaitu gen yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan berat badan.

Metabolisme yang berbeda-beda

Terdapat anggapan bahwa metabolisme lambat menyebabkan pertambahan berat badan lebih mudah dan memiliki metabolisme yang cepat tidak akan membuat berat badan bertambah, apakah itu benar?

Metabolisme memang sangat erat dengan berat badan, namun apa yang disebut dengan metabolisme yang lambat dapat membuat berat badan bertambah sangat jarang terjadi. Metabolisme sendiri adalah proses kimiawi yang dilakukan oleh tubuh untuk mengubah makanan yang telah dimakan menjadi energi dan berbagai zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Ketika Anda beristirahat, metabolisme dalam tubuh tetap terjadi. Hal ini tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tubuh untuk melakukan fungsi dasar tubuh seperti bernapas, memperbaiki sel dan jaringan, dan sebagainya. Oleh karena itu cepat atau tidaknya metabolisme bukanlah alasan mengapa berat badan Anda selalu naik atau turun.

Kadar hormon pertumbuhan

Sebuah studi yang pernah dilakukan oleh Horowitz di University of Michigan, memberikan 2000 kalori per hari kepada respondennya. Kemudian, sebagian peserta mendapatkan terapi hormon pertumbuhan dan sebagian lagi tidak. Beberapa minggu kemudian terlihat peningkatan berat badan pada kelompok yang tidak mendapatkan hormon pertumbuhan, sedangkan kelompok yang mendapatkan terapi hormon pertumbuhan tidak mengalami perubahan berat badan sama sekali. Terdapat juga peserta yang mengalami penurunan berat badan, dan diketahui bahwa kelompok ini memiliki hormon pertumbuhan yang lebih banyak.

Kemudian Horowitz mengambil contoh jaringan otot pada kelompok yang mengalami  penurunan berat badan dan tidak mengalami perubahan berat badan, untuk melihat sintesis protein yang terjadi pada kelompok tersebut. Hasilnya adalah pada jaringan otot yang diambil, terlihat sintesis protein yang terjadi telah membakar banyak energi. Maka dia menyimpulkan bahwa hormon pertumbuhan mungkin membuat orang susah untuk meningkatkan berat badannya dengan cara meningkatkan proses aktivitas yang ada di dalam tubuh, agar tubuh mengeluarkan lebih banyak energi dalam satu hari. Hasil ini juga didukung dengan penelitian yang meneliti tikus sebagai objeknya. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi hormon pertumbuhan yang dimiliki, semakin resisten terhadap kenaikan berat badan.

Horowits juga menyimpulkan bahwa semakin tua usia kita akan semakin mudah berat badannya meningkat, hal ini seiring dengan hormon pertumbuhan yang kadarnya semakin menurun seiring dengan pertambahan usia. Namun, dengan melakukan aktivitas fisik, dapat memicu hormon pertumbuhan untuk bekerja lebih efektif. Oleh karena itu, olahraga merupakan salah satu faktor penentu dari perubahan berat badan seseorang.

Faktor lainnya

Mungkin Anda berpikir telah makan banyak, namun ternyata Anda malah melewatkan waktu makan, dan Anda tidak menyadarinya. Selain itu, jika Anda mengeluarkan atau menghabiskan energi lebih banyak dibandingkan energi yang Anda dapatkan dari makanan, maka Anda akan susah untuk meningkatkan berat badan. Sebaiknya Anda catat apa saja yang sudah Anda konsumsi dalam sehari. Hal itu akan membantu Anda untuk menyeimbangkan energi yang masuk dengan energi yang dikeluarkan. Stress dan kurang tidur juga dapat menyebabkan Anda susah untuk menaikkan berat badan. Kedua hal tersebut dapat menurunkan massa otot, yang dapat mempengaruhi berat badan Anda.

Strategi menaikkan berat badan

Sama halnya dengan program menurunkan berat badan, kunci untuk menaikkan berat badan adalah konsumsi makanan yang sehat, teratur, dan porsi yang tepat dengan kebutuhan. Namun untuk Anda yang ingin menaikkan berat badan, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi protein dan karbohidrat, serta cukup lemak. Selain itu melakukan olahraga juga penting. Anda bisa melakukan olahraga yang menguatkan jantung dan otot tubuh, dengan begitu massa otot akan meningkat. Tidur setidaknya 8 jam per hari. Lalu, catat kalori yang masuk dengan kalori yang keluar. Jika diperlukan, konsultasikan keadaan Anda ke ahli gizi untuk mempermudah dalam mencapai tujuan Anda.

BACA JUGA

 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

    Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

    Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

    Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

    Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    penis bengkok

    Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    memotong kuku

    Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    Mengurangi Bau Badan

    Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit