Laju metabolisme tidak selalu konstan, ada banyak hal yang memengaruhi. Umumnya, metabolisme lambat disebabkan oleh gaya hidup sedenter. Lantas, apa penyebab laju metabolisme yang cepat? Adakah tanda-tanda yang ditunjukkan tubuh?
Laju metabolisme tidak selalu konstan, ada banyak hal yang memengaruhi. Umumnya, metabolisme lambat disebabkan oleh gaya hidup sedenter. Lantas, apa penyebab laju metabolisme yang cepat? Adakah tanda-tanda yang ditunjukkan tubuh?

Sebenarnya, metabolisme merupakan bagian dari proses pencernaan makanan.
Lebih jelasnya, metabolisme mengarah pada proses penyerapan semua zat gizi dari makanan yang sudah diubah menjadi bagian lebih kecil dari proses sebelumnya.
Dari penyerapan ini, zat gizi akan langsung dibagikan ke berbagai bagian tubuh dan digunakan untuk bahan energi.
Istilah metabolisme cepat atau lambat bergantung pada kecepatan laju metabolisme basal seseorang (BMR).
Pada dasarnya, BMR menentukan seberapa cepat seseorang membakar sumber energi yang tersimpan (glikogen atau lemak) untuk melepaskan energi saat istirahat.
Nah, orang yang metabolismenya cepat (fast metabolism) biasanya menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut.
Laju metabolisme dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ukuran tubuh, usia, jenis kelamin, dan genetik.
Orang biasanya memperoleh metabolisme cepat dari orang tua. Namun, faktor lain seperti usia, massa otot, dan aktivitas fisik juga bisa mempengaruhi.
Ambil contoh, massa otot yang lebih tinggi menandakan sel otot membutuhkan lebih banyak energi untuk menopang sel lemak.
Nah, orang yang memiliki lebih banyak otot daripada lemak lebih mungkin memiliki metabolisme yang lebih cepat.
Selain karena penyebab di atas, fast metabolism bisa didasari oleh suatu masalah kesehatan, misalnya hipertiroidisme.
Kondisi ini menyebabkan kelenjar tiroid terlalu aktif sehingga menghasilkan hormon tiroid lebih banyak daripada yang dibutuhkan oleh tubuh.

Katanya, orang yang suka makan banyak, tapi badannya tetap langsing memiliki proses metabolisme tinggi.
Sebaliknya, orang yang makan lebih sedikit tapi badannya gemuk berarti memiliki metabolisme yang lambat. Benarkah demikian?
Sebenarnya memang ada benang merah yang menghubungkan proses metabolisme dalam tubuh dengan perubahan berat badan.
Sederhananya begini, ketika energi yang didapat dari hasil metabolisme bisa Anda gunakan dengan maksimal untuk beraktivitas, berat badan Anda bisa tetap stabil.
Namun sebaliknya, jika jumlah energi yang didapatkan tubuh dari makanan lebih banyak daripada energi yang dikeluarkan untuk beraktivitas, sisa energi yang tidak terpakai tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak.
Nah, orang dengan laju metabolisme cepat membakar kalori lebih cepat daripada mereka yang metabolismenya lebih lambat. Efeknya ini membuat tubuh lebih mudah membakar lemak sehingga mengalami penurunan berat badan.
Selain berat badan, fast metabolism menimbulkan perubahan pada detak jantung, suhu tubuh, dan jumlah keringat.
Dikutip dari situs Harvard Health, pengaruh laju metabolisme dengan berat badan ternyata tidaklah besar,
Berat badan akan lebih jauh terpengaruh dengan gaya hidup, seperti pola makan dan aktivitas fisik.
Sebagai contoh, Anda yang makan dengan porsi yang tepat dengan pilihan makanan yang sehat tentu lebih mudah meraih atau menjaga berat badan yang ideal.
Meskipun Anda memiliki fast metabolism, jika terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak serta malas bergerak, penurunan berat badan tidak akan terjadi.
Ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan metabolisme, seperti pilih olahraga intensitas rendah, cukup tidur, dan selipkan ngemil sehat di antara waktu makan.
Memeriksakan diri ke dokter memungkinkan Anda mengetahui cara mana yang paling tepat untuk dilakukan. Di samping itu juga membantu mendeteksi adanya gangguan metabolisme lebih awal jika memang terjadi.
Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan agar metabolisme tetap sehat dan berjalan ideal.
Jika memang Anda perlu menurunkan laju metabolisme karena masalah kesehatan tertentu, baiknya lakukan konsultasi kepada dokter.
Namun, ingat setiap orang merespons dan menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Dokter bisa membantu mempertimbangkan cara yang paling tepat untuk kondisi Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Dr. Sruthi M., M. B. B. S. (2021, August 31). What are the signs of fast metabolism? faster calorie burning. MedicineNet. Retrieved 25 Feb 2025, from https://www.medicinenet.com/what_are_the_signs_of_fast_metabolism/article.htm
Metabolism: What it is, how it works and disorders. Cleveland Clinic. (n.d.). Retrieved 25 Feb 2025, from https://my.clevelandclinic.org/health/body/21893-metabolism
Does metabolism matter in weight loss? Harvard Health. (2021, October 6). Retrieved 25 Feb 2025, from https://www.health.harvard.edu/diet-and-weight-loss/does-metabolism-matter-in-weight-loss
Mayo Foundation for Medical Education and Research. (2020, November 10). Can you boost your metabolism? Mayo Clinic. Retrieved 25 Feb 2025, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/metabolism/art-20046508
Does Metabolism Matter in Weight Loss? Retrieved 25 Feb 2025, from https://www.health.harvard.edu/diet-and-weight-loss/does-metabolism-matter-in-weight-loss
Metabolism and Weight Loss: How You Burn Calories. Retrieved 25 Feb 2025, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/metabolism/art-20046508
What Is Metabolism? Retrieved 25 Feb 2025, from https://www.verywellfit.com/what-is-metabolism-and-how-do-i-change-it-3495537
Versi Terbaru
03/03/2025
Ditulis oleh Aprinda Puji
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala