home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Orang Kurus Perutnya Masih Bisa Buncit?

Kenapa Orang Kurus Perutnya Masih Bisa Buncit?

Berat badan Anda bisa jadi berada pada range normal, tetapi mengapa perut Anda tetap buncit?

Lemak di dalam perut yang menyebabkan buncit ternyata bukan lemak biasa yang tersimpan di bawah kulit saja. Tipe lemak yang tersimpan di perut disebut lemak visceral. Lemak ini berada di sela-sela organ dalam perut Anda dan bersifat aktif secara biologis, menghasilkan komponen-komponen yang berbahaya bagi kesehatan Anda.

Mengapa seseorang yang kurus bisa memiliki perut buncit?

Jika Anda merasa berat badan Anda tidak melebih normal tetapi bagian perut tetap buncit, maka ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal tersebut terjadi.

  • Usia: usia memiliki pengaruh besar dalam kerja tubuh memproses lemak. Wanita khususnya, lebih mudah mengalami penumpukan lemak di perut terutama setelah menopause.
  • Olahraga yang Anda lakukan kurang tepat: latihan kardio saja ternyata belum efektif membakar lemak perut. Anda perlu melakukan kombinasi antara latihan beban dan latihan kardio. Lakukan olahraga yang dapat meningkatkan massa otot Anda, karena semakin banyak massa otot Anda maka akan semakin mudah Anda membakar kalori berlebih yang dapat menjadi lemak di kemudian hari.
  • Terlalu banyak konsumsi makanan olahan: makanan olahan (misalnya keripik, produk mengandung gula seperti minuman ringan, olahan dari tepung terigu seperti roti, pasta, dan lain-lain) meningkatkan risiko inflamasi di dalam tubuh Anda. Lemak perut berhubungan dengan inflamasi, sehingga mengonsumsi jenis makanan tersebut meningkatkan risiko Anda memiliki lemak perut.
  • Jenis lemak yang Anda makan: tubuh Anda bereaksi berbeda tergantung jenis lemak apa yang Anda makan. Lemak jenuh (yang banyak terdapat pada daging dan susu serta produk olahannya) dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya lemak perut. Di sisi lain, lemak tidak jenuh (seperti yang terdapat pada minyak zaitun dan alpukat) bersifat anti inflamasi. Namun Anda tetap disarankan mengonsumsi lemak dalam batas normal sesuai kebutuhan harian Anda.
  • Stress: saat stress, Anda cenderung ingin mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan tinggi lemak sehingga menyebabkan penumpukan lemak berlebih di perut. Selain itu, hormon kortisol (hormon yang bekerja saat stres), meningkatkan jumlah lemak dalam tubuh dan melebarkan ukuran sel lemak. Tingginya kadar kortisol sering dikaitkan dengan meningkatnya lemak perut.
  • Kurang tidur: jika Anda tidur kurang dari 6 jam per hari, maka kemungkinan lingkar pinggang Anda bertambah menjadi lebih besar.
  • Genetik: jika Anda secara genetik memiliki bentuk tubuh bertipe apel, maka lemak akan lebih mudah menumpuk di bagian perut.

Apa yang terjadi jika Anda memiliki banyak lemak perut?

Seperti dijelaskan sebelumnya, lemak perut atau visceral fat bersifat aktif secara biologis dan menghasilkan senyawa yang disebut sitokin. Senyawa ini meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Progress in Cardiovascular Disease pada tahun 2014 mengkonfirmasi bahwa pasien yang mengidap coronary artery disease dan memiliki berat badan normal tetapi juga memiliki lemak perut ternyata mempunyai risiko kematian yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang penyebaran lemaknya merata.

Alasan lain mengapa lemak perut berbahaya adalah karena letaknya dekat dengan pembuluh darah yang membawa darah dari bagian intestinal ke hati. Lemak perut akan melepaskan substansi yang juga mengandung asam lemak bebas dan terbawa oleh aliran darah menuju hati. Seperti dikutip dari Harvard Health Publications, hal tersebut dapat mempengaruhi produksi lemak darah. Lemak perut secara langsung dihubungkan dengan kenaikan kolesterol total dan LDL, menurunnya HDL, serta resistensi insulin. Resistensi insulin menyebabkan otot tubuh dan sel-sel di hati tidak dapat merespon insulin secara adekuat, sehingga meningkatkan kadar gula dalam darah dan meningkatkan risiko diabetes.

Bagaimana menghilangkan lemak perut?

Kabar baiknya adalah lemak perut tergolong responsif terhadap aktivitas fisik. Olahraga teratur dengan intensitas sedang setidaknya 30 menit per hari ditambah latihan beban merupakan cara paling mudah untuk menghilangkan lemak perut. Jika berat badan Anda saat ini sudah berada dalam batas normal, maka tujuan olahraga Anda bukan lagi menurunkan berat badan tetapi menambah massa otot. Sel otot membakar lemak lebih banyak dibanding sel tubuh lainnya, sehingga jika massa otot Anda tinggi maka sehari-hari Anda akan membakar kalori lebih banyak sekaligus mengurangi tumpukan lemak pada perut.

Spot exercising seperti sit-up atau push-up dapat membantu mengencangkan otot perut, tetapi tidak efektif untuk menghilangkan lemak yang terdapat di sekitar organ dalam perut. Kombinasikan olahraga kardio dan beban, termasuk spot exercising, untuk memperoleh perut yang rata dan kencang.

Tidak hanya berolahraga, apa yang Anda makan juga harus Anda perhatikan. Cermati porsi dan jenis makanan yang Anda konsumsi. Perbanyak makanan yang termasuk dalam jenis karbohidrat kompleks serta protein rendah lemak. Mengubah jenis lemak yang biasa Anda konsumsi dari lemak jenuh menjadi lemak tidak jenuh juga dapat mengurangi pembentukan lemak perut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Abdominal Fat and What To Do About It. (2015, October 9). Retrieved from Harvard Health Publications Harvard Medical School: http://www.health.harvard.edu/staying-healthy/abdominal-fat-and-what-to-do-about-it

Cespedes, A. (2015, OCtober 28). I Am Skinny But Have Excess Stomach Weight. Retrieved from Live Strong: http://www.livestrong.com/article/411739-i-am-skinny-but-have-problems-with-a-fat-stomach/

Mayo Clinic Staff. (2016, April 21). Belly fat in women: Taking — and keeping — it off. Retrieved from Mayo Clinic: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/belly-fat/art-20045809?pg=1

Rossi, C. (n.d.). 11 Reasons Why You’re Not Losing Belly Fat. Retrieved from Health: http://www.health.com/health/gallery/0,,20807507,00.html

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Monika Nanda
Tanggal diperbarui 05/01/2017
x