home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Bahaya Olahraga Berlebihan Hingga Bisa Mengancam Nyawa

3 Bahaya Olahraga Berlebihan Hingga Bisa Mengancam Nyawa

Olahraga dikenal sebagai salah satu bagian dalam menjalani gaya hidup sehat, termasuk untuk menurunkan berat badan dan menghindari berbagai risiko penyakit. Sayangnya, sebagian orang malah melakukan olahraga secara berlebihan dan sembarangan. Hal tersebut sebenarnya malah bisa membahayakan kesehatan tubuh, lho.

Apa saja bahaya olahraga berlebihan bagi kondisi tubuh? Apa saja tanda-tandanya jika Anda sudah mengalami kondisi ini? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Kenali bahaya olahraga berlebihan bagi tubuh Anda

bahaya olahraga berlebihan

Efek olahraga berlebihan dalam jangka pendek bisa menimbulkan keluhan, seperti kelelahan, nyeri otot, atau sakit punggung. Kondisi ini umumnya bisa mudah Anda atasi dengan beristirahat sebelum memulai aktivitas olahraga kembali.

Namun, beberapa dampak negatif olahraga berlebihan yang perlu Anda waspadai karena bisa berakibat fatal dan mengancam nyawa seperti berikut ini.

1. Kerusakan jantung

Olahraga tiap hari dengan intensitas tinggi berbahaya bagi tubuh karena meningkatkan risiko kardiotoksisitas. Kardiotoksisitas adalah kondisi timbulnya kerusakan pada otot jantung akibat pelepasan senyawa kimia yang menyebabkan jantung Anda tidak lagi dapat memompa darah ke seluruh tubuh.

Selain itu, efek olahraga berlebihan juga menimbulkan aritmia atau gangguan irama jantung. Mengerahkan tenaga dalam jumlah besar dapat memicu tubuh menghasilkan hormon adrenalin dan kortisol yang menaikkan tekanan darah dan membuat denyut jantung lebih cepat.

European Heart Journal pada tahun 2020 menyarankan orang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan irama jantung untuk tidak melakukan aktivitas fisik yang membakar lemak secara berlebihan. Hal ini bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan jantung.

2. Penyakit ginjal

Olahraga berlebihan juga bisa menjadi penyebab penyakit ginjal yang dikenal sebagai rhabdomyolysis. Kondisi ini terjadi saat otot mengalami kerusakan dan melepaskan pigmen mioglobin dari otot ke dalam aliran darah.

Rhabdomyolysis bisa menimbulkan masalah, seperti kelemahan, nyeri otot, dan urine berwarna gelap kecoklatan. Pada kasus parah, kondisi ini juga berisiko menimbulkan gagal ginjal akibat struktur penyaringan ginjal yang terhalangi oleh zat dari kerusakan otot.

Maka dari itu, selalu perhatikan intensitas dan frekuensi olahraga yang Anda lakukan. Sebuah penelitian pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sekali sesi latihan HIIT (high-intensity interval training) saja bisa menimbulkan gejala dini terkait cedera otot dan tubulus ginjal.

3. Kecanduan olahraga

Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik untuk tubuh, begitu juga dengan berolahraga. Perilaku olahraga berlebihan umumnya tidak Anda sadari dan bisa bermula dari ketidakpuasan terhadap proses maupun hasil akhirnya.

Ketidakpuasan ini kemudian membuat Anda meningkatkan durasi, frekuensi, dan intensitas dari olahraga yang lambat laun susah untuk dikontrol. Kecanduan olahraga ini mungkin muncul sebagai gejala gangguan mental tertentu, seperti OCD (obsessive compulsive disorder).

Olahraga kompulsif terutama dilakukan oleh seseorang yang memiliki riwayat gangguan makan (eating disorder) yang bisa disebabkan oleh perilaku rendah diri atau perfeksionisme pada kondisi tertentu.

Tanda-tanda jika Anda sudah olahraga berlebihan

nyeri punggung akibat olahraga

Anda perlu memperhatikan tanda-tanda jika tubuh telah melakukan aktivitas fisik secara berlebihan. Dikutip dari Ace Fitness, beberapa tanda tersebut antara lain seperti di bawah ini.

  • Menurunnya performa dan kinerja olahraga, meskipun Anda mengalami peningkatan pada intensitas dan volume latihan.
  • Membuat latihan yang tampak ringan menjadi sulit Anda lakukan. Hal ini bisa menunjukkan gejala berupa peningkatan detak jantung secara tidak normal selama berolahraga.
  • Kelelahan yang berlebihan, bahkan setelah lama tidak melakukan latihan.
  • Timbul nyeri otot atau persendian yang terus-menerus akibat terlalu sering Anda gunakan selama berolahraga.
  • Ketidakseimbangan metabolisme tubuh yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi yang bisa memicu komplikasi penyakit lain.
  • Perubahan suasana hati, mudah marah, dan sulit fokus karena efek olahraga berlebihan bisa memengaruhi hormon stres, termasuk kortisol dan epinefrin.
  • Mengalami gangguan tidur, seperti insomnia.
  • Menurunnya nafsu makan.

Jika Anda mengalami beberapa tanda tersebut, sebaiknya hentikan latihan dan segera beristirahat. Pastikan Anda sudah merasakan kondisi tubuh mulai membaik, sebelum memulai aktivitas kembali dengan olahraga intensitas ringan.

Namun, jika keadaan tidak menunjukkan pemulihan atau bertambah buruk setelah istirahat, Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tips berolahraga secara aman dan tidak sembarangan

Jangan biarkan risiko olahraga berlebihan menghalangi Anda melakukan aktivitas menyehatkan ini. Bersemangatlah saat berolahraga agar Anda tidak merasa terbebani. Perhatikan pula intensitas latihan jangan sampai melebihi batas kemampuan tubuh Anda.

Sebelum berolahraga, ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Ada beberapa kalangan dengan kondisi medis tertentu yang perlu memperhatikan aktivitas olahraga mereka seperti berikut ini.

  • Orang yang mengidap stenosis aorta, gagal jantung simptomatik, aneurisma, dan dispnea tidak diperbolehkan berolahraga sama sekali karena meningkatkan risiko cedera fatal dan kematian.
  • Lansia, pasien kanker, dan pengidap penyakit kronis tertentu masih diperbolehkan berolahraga asalkan berada dalam pengawasan dokter, tenaga medis, atau personal trainer.

Anda tidak bisa menjalani hidup sehat jika mengandalkan olahraga saja. Anda juga harus memperhatikan asupan makanan sehat dan gizi seimbang. Dr. Steven Blair, peneliti olahraga dari University of South Carolina, mengatakan tidak mudah untuk membakar kalori yang Anda peroleh dari apa yang Anda konsumsi.

Selain dari memperhatikan apa yang Anda makan dan minum, jauhi juga gaya hidup yang kurang baik, seperti merokok, minum alkohol, dan kurang istirahat.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dixon, A. (2018). Absolute Contraindications to Physical Activities in Geriatric Patients. Healthfully. Retrieved 4 May 2021, from https://healthfully.com/absolute-contraindications-to-physical-activities-in-geriatric-patients-6493455.html

Robinson, J. (2017). Overtraining | 9 Signs of Overtraining to Look Out For. Acefitness.org. Retrieved 4 May 2021, from https://www.acefitness.org/education-and-resources/lifestyle/blog/6466/overtraining-9-signs-of-overtraining-to-look-out-for/?pageID=634

Campos, M. (2018). Rhabdo: A rare but serious complication of… exercise. Harvard Health Publishing. Retrieved 4 May 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/rhabdo-a-rare-but-serious-complication-of-exercise-2018011113059

Colianni, A. (2020). Compulsive Exercise or Overtraining? How Much is Too Much?. Eating Recovery Center. Retrieved 4 May 2021, from https://www.eatingrecoverycenter.com/blog/signs-symptoms/compulsive-exercise-overtraining

Spada, T. C., Silva, J., Francisco, L. S., Marçal, L. J., Antonangelo, L., Zanetta, D., Yu, L., & Burdmann, E. A. (2018). High intensity resistance training causes muscle damage and increases biomarkers of acute kidney injury in healthy individuals. PloS one, 13(11), e0205791. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0205791

Sacheck, J., & Mozaffarian, D. (2020). Physical activity in patients with existing atrial fibrillation: time for exercise prescription?. European Heart Journal, 41(15), 1476-1478. https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehaa204

Foto Penulis
Ditulis oleh Andina Dewanty pada 04/10/2017
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x