home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Dokter Bisa Mendiagnosis Gangguan Makan?

Bagaimana Dokter Bisa Mendiagnosis Gangguan Makan?

Gangguan makan bisa menyerang siapa saja. Gangguan ini bisa mengalami komplikasi serius dan mengancam jiwa. Jadi, penting untuk mendapatkan bantuan untuk kondisi ini. Namun, sebelum dokter bisa mengobatinya, mereka harus mendiagnosis kondisi tersebut.

Mengenal gangguan makan

Ada empat jenis utama dari gangguan makan, yaitu:

  • Anorexia nervosa adalah gangguan yang ditandai dengan ketakutan berlebih terhadap berat badan. Pasien cenderung membatasi asupan makanan dengan melakukan diet ekstrem yang sangat ketat. Mereka cenderung membiarkan dirinya kelaparan karena terlalu takut berat badan bertambah setelah makan.
  • Bulimia nervosa adalah gangguan yang ditandai dengan episode berulang makan berlebihan yang diikuti dengan “pembersihan diri” alias “purging” dari makanan tersebut. Purging bisa dilakukan dengan cara memuntahkan makanan secara paksa bisa juga dengan minum obat pencahar atau diuretik, dan pil diet.
  • Binge eating adalah gangguan makan yang tidak terkendali, tapi tanpa purging.
  • Gangguan makan lainnya (OSFED) yaitu gangguan yang tidak sesuai dengan tiga jenis lainnya.

Penyebab pasti dari kondisi ini tidak diketahui. Namun, beberapa faktor bisa berperan terhadap gangguan ini.

Gangguan semacam ini bisa dimulai pada masa remaja dan dewasa muda. Pada usia tersebut, banyak orang yang mati-matian berusaha untuk mendapatkan bentuk tubuh seperti model (yang pada kenyataannya belum tentu sehat). Beberapa gangguan mental seperti gangguan obsesif-kompulsif (OCD) dan depresi juga dapat meningkatkan risikonya.

Gangguan makan bisa menjadi masalah yang serius jika tidak diobati dengan benar dan mendapat diagnosis dini. Beberapa orang mungkin menyangkal adanya masalah ini. Namun, gejala tertentu bisa menunjukkan bahwa seseorang memiliki masalah dengan pola makannya.

Dokter menggunakan evaluasi fisik dan psikologis untuk mendiagnosis gangguan perilaku makan. Mereka juga akan memastikan Anda memenuhi kriteria diagnostik. Kriteria ini diuraikan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA).

Cara mendiagnosis gangguan makan

Berikut cara mendiagnosis kondisi tersebut:

1. Evaluasi fisik

Evaluasi fisik terdiri dari:

Pemeriksaan fisik

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa tinggi badan, berat badan, dan tanda vital. Dokter juga akan memeriksa paru-paru dan jantung Anda, karena gangguan makan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau rendah, napas lambat, dan denyut nadi yang lambat.

Dokter mungkin akan memeriksa perut Anda. Mereka juga dapat memeriksa kulit dan rambut Anda untuk melihat kelembapannya, atau mencari kuku yang rapuh.

Selain itu, dokter mungkin bertanya tentang masalah lain yang mungkin terjadi, seperti masalah tenggorokan atau usus. Karena hal ini bisa jadi komplikasi bulimia.

Tes laboratorium

Gangguan makan bisa merusak tubuh dan menimbulkan masalah dengan organ vital. Jadi, dokter mungkin akan menjalani tes laboratorium, termasuk:

  • Memeriksa darah rutin
  • Memeriksa fungsi hati, ginjal, dan tiroid
  • Tes urine

Dokter juga mungkin akan menyarankan melakukan sinar-X untuk mencari tulang yang patah, yang bisa menjadi tanda kehilangan tulang dari anoreksia atau bulimia. Elektrokardiogram (EKG) dapat memeriksa penyimpangan jantung Anda.

Dokter Anda mungkin juga memeriksa gigi Anda untuk melihat tanda-tanda pembusukan. Ini adalah gejala lain dari kondisi ini.

2. Evaluasi psikologis

Dokter tidak mendiagnosis gangguan makan hanya berdasarkan pemeriksaan fisik saja. Evaluasi psikologis oleh dokter spesialis kesehatan jiwa juga diperlukan.

Dokter spesialis kejiwaan akan menanyakan kebiasaan makan Anda. Hal ini bertujuan untuk memahami sifat atau pola perilaku Anda terhadap makanan dan cara Anda makan. Dokter juga perlu mendapat gambaran bagaimana Anda memandang bentuk tubuh Anda.

Kapan seseorang bisa didiagnosis dengan gangguan makan?

Sebelum dokter mendiagnosis Anda dengan gangguan makan, Anda harus memenuhi kriteria tertentu. Gejala kondisi ini pun berbeda-beda, tergantung dari jenisnya.

Anorexia nervosa

  • Tubuh kurus atau sangat kurus
  • Insomnia
  • Merasa sangat lelah
  • Pusing dan pingsan
  • Kuku kebiruan
  • Rambut dan kuku yang rapuh
  • Sembelit
  • Kulit kering
  • Irama jantung tidak teratur

Bulimia nervosa

  • Takut berat badan naik
  • Menggunakan suplemen penurunan berat badan dengan ekstrem
  • Memuntahkan makanan dengan paksa
  • Melakukan olahraga dengan ekstrem
  • Menggunakan obat pencahar, diuretik, atau enema secara teratur

Binge eating

  • Makan berlebihan yang tidak terkendali, meskipun sudah kenyang
  • Makan sembunyi-sembunyi
  • Melakukan diet tapi berat badan tidak turun
  • Depresi dan kecemasan

Setelah mendapatkan diagnosis dari dokter, barulah Anda bisa mulai merencanakan jenis perawatan terbaik untuk mengatasi gangguan. Dokter mungkin merujuk Anda pada psikolog, psikiater, ahli gizi, atau ahli lain yang berkaitan dengan kondisi Anda. Patuhi anjuran dari dokter dan fokuslah pada hidup sehat, bukan untuk menyembuhkan penyakit atau agar tubuh Anda bisa terlihat sempurna.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 23/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x