Bagaimana Dokter Bisa Mendiagnosis Gangguan Makan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Gangguan makan bisa menyerang siapa saja. Gangguan ini bisa mengalami komplikasi serius dan mengancam jiwa. Jadi, penting untuk mendapatkan bantuan untuk kondisi ini. Namun, sebelum dokter bisa mengobatinya, mereka harus mendiagnosis kondisi tersebut.

Mengenal gangguan makan

Ada empat jenis utama dari gangguan makan, yaitu:

  • Anorexia nervosa adalah gangguan perilaku makan yang ditandai dengan ketakutan berlebih terhadap berat badan. Pasien cenderung membatasi asupan makanan dengan melakukan diet ekstrem yang sangat ketat. Mereka cenderung membiarkan dirinya kelaparan karena terlalu takut berat badan bertambah setelah makan.
  • Bulimia nervosa adalah gangguan perilaku makan yang ditandai dengan episode berulang makan berlebihan yang diikuti dengan “pembersihan diri” alias “purging” dari makanan tersebut. Purging bisa dilakukan dengan cara memuntahkan makanan secara paksa bisa juga dengan minum obat pencahar atau diuretik, dan pil diet.
  • Binge eating adalah gangguan perilaku makan yang tidak terkendali, tapi tanpa purging.
  • Gangguan makan lainnya (OSFED) yaitu gangguan makan yang tidak sesuai dengan tiga jenis gangguan makan lainnya.

Penyebab pasti dari gangguan perilaku makan tidak diketahui. Namun, beberapa faktor bisa berperan terhadap gangguan ini.

Gangguan perilaku makan bisa dimulai pada masa remaja dan dewasa muda. Pada usia tersebut, banyak orang yang mati-matian berusaha untuk mendapatkan bentuk tubuh seperti model (yang pada kenyataannya belum tentu sehat). Beberapa gangguan mental seperti gangguan obsesif-kompulsif (OCD) dan depresi juga dapat meningkatkan risikonya.

Gangguan makan bisa menjadi masalah yang serius jika tidak diobati dengan benar dan mendapat diagnosis dini. Beberapa orang mungkin menyangkal adanya masalah ini. Namun, gejala tertentu bisa menunjukkan bahwa seseorang memiliki masalah dengan pola makannya.

Dokter menggunakan evaluasi fisik dan psikologis untuk mendiagnosis gangguan perilaku makan. Mereka juga akan memastikan Anda memenuhi kriteria diagnostik untuk gangguan makan. Kriteria ini diuraikan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA).

Diagnosis gangguan makan

1. Evaluasi fisik

Pemeriksaan fisik

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa tinggi badan, berat badan, dan tanda vital. Dokter juga akan memeriksa paru-paru dan jantung Anda, karena gangguan makan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau rendah, napas lambat, dan denyut nadi yang lambat.

Dokter mungkin akan memeriksa perut Anda. Mereka juga dapat memeriksa kulit dan rambut Anda untuk melihat kelembapannya, atau mencari kuku yang rapuh.

Selain itu, dokter mungkin bertanya tentang masalah lain yang mungkin terjadi, seperti masalah tenggorokan atau usus. Karena hal ini bisa jadi komplikasi bulimia.

Tes laboratorium

Gangguan makan bisa merusak tubuh dan menimbulkan masalah dengan organ vital. Jadi, dokter mungkin akan menjalani tes laboratorium, termasuk:

  • Memeriksa darah rutin
  • Memeriksa fungsi hati, ginjal, dan tiroid
  • Tes urine

Dokter juga mungkin akan menyarankan melakukan sinar-X untuk mencari tulang yang patah, yang bisa menjadi tanda kehilangan tulang dari anoreksia atau bulimia. Elektrokardiogram (EKG) dapat memeriksa penyimpangan jantung Anda.

Dokter Anda mungkin juga memeriksa gigi Anda untuk melihat tanda-tanda pembusukan. Ini adalah gejala lain dari gangguan makan.

2. Evaluasi psikologis

Dokter tidak mendiagnosis gangguan makan hanya berdasarkan pemeriksaan fisik saja. Evaluasi psikologis oleh dokter spesialis kesehatan jiwa juga diperlukan.

Dokter spesialis kejiwaan akan menanyakan kebiasaan makan Anda. Hal ini bertujuan untuk memahami sifat atau pola perilaku Anda terhadap makanan dan cara Anda makan. Dokter juga perlu mendapat gambaran bagaimana Anda memandang bentuk tubuh Anda.

Kapan seseorang bisa didiagnosis dengan gangguan makan?

Sebelum dokter mendiagnosis Anda dengan gangguan makan, Anda harus memenuhi kriteria untuk jenis gangguan tertentu. Gejala gangguan makan pun berbeda-beda, tergantung dari jenis gangguan makan.

Anorexia nervosa

  • Tubuh kurus atau sangat kurus
  • Insomnia
  • Merasa sangat lelah
  • Pusing dan pingsan
  • Kuku kebiruan
  • Rambut dan kuku yang rapuh
  • Sembelit
  • Kulit kering
  • Irama jantung tidak teratur

Bulimia nervosa

  • Takut berat badan naik
  • Menggunakan suplemen penurunan berat badan dengan ekstrem
  • Memuntahkan makanan dengan paksa
  • Melakukan olahraga dengan ekstrem
  • Menggunakan obat pencahar, diuretik, atau enema secara teratur

Binge eating

  • Makan berlebihan yang tidak terkendali, meskipun sudah kenyang
  • Makan sembunyi-sembunyi
  • Melakukan diet tapi berat badan tidak turun
  • Depresi dan kecemasan

Setelah mendapatkan diagnosis dari dokter, barulah Anda bisa mulai merencanakan jenis perawatan terbaik untuk mengatasi gangguan. Dokter mungkin merujuk Anda pada psikolog, psikiater, ahli gizi, atau ahli lain yang berkaitan dengan kondisi Anda. Patuhi anjuran dari dokter dan fokuslah pada hidup sehat, bukan untuk menyembuhkan penyakit atau agar tubuh Anda bisa terlihat sempurna.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Vagina Anda luka? Jangan digaruk atau dibersihkan dengan sembarang sabun. Apa penyebab lecet dan luka di vagina? Dan bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Yang jelas, bulu alias rambut halus yang lebat ini diakibatkan tingginya hormon testosteron. Tapi apakah ini berarti nafsu seksualnya juga lebih tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Kesehatan Seksual, Tips Seks 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya pakai earphone saat tidur

Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit