Apa Bedanya Makan Berlebihan dan Binge Eating Disorder?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 Maret 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan makan (overeating) tidak sama dengan binge eating disorder (BED). Meskipun keduanya sama-sama mengenai makan yang berlebihan, tapi ternyata kedua hal ini berbeda. Apa saja perbedaan kebanyakan makan dan binge eating disorder?

Perbedaan kebanyakan makan dan binge eating disorder (BED)

Kebanyakan makan diartikan sebagai makan lebih banyak kalori daripada yang diperlukan untuk menjaga kesehatan dan bisa menjadi sulit untuk mengendalikan keinginan ini. Sementara binge eating disorder adalah gangguan pola makan yang membuat penderitanya sering kali makan tak henti dan tidak terkendali dalam porsi besar. BED dipahami sebagai gangguan kendali impuls dan melibatkan perilaku kompulsif.

Intinya, kebanyakan makan terjadi karena nafsu makan begitu tinggi dan kebiasaan makan yang kurang sehat. Sedangkan BED terjadi akibat gangguan perilaku yang sangat sulit dikendalikan oleh penderitanya.

Orang dengan binge eating akan makan banyak meskipun sedang tidak lapar atau bahkan sudah kenyang. Biasanya, orang dengan BED akan mengalami perasaan bersalah, malu, dan menyesal setelah makan. Sementara orang yang kebanyakan makan tidak mengalami perasaan ini.

Baik kebanyakan makan dan binge eating disorder mungkin bisa terjadi sebagai reaksi terhadap perasaan tertentu, seperti saat sedang emosi (emotional eating).

Meski begitu, tidak semua orang yang hobi makan banyak bisa dikatakan memiliki binge eating atau gangguan pola makan lainnya. Namun, kebanyakan makan merupakan gejala bagi setiap orang yang memiliki BED.

Baik kebanyakan makan dan BED yang tidak terkendali dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas. Obesitas sendiri merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit seperti stroke, diabetes, penyakit jantung, dan lainnya.

Selain itu, BED juga dapat menyebabkan gangguan fisik, mental, dan sosial. Orang dengan kelainan BED cenderung menderita berbagai gangguan mental seperti stres, depresi, kecemasan, dan insomnia.

Mungkin hampir semua orang sering makan banyak-banyak dan kesulitan mengendalikan asupan makanannya, tapi hal ini hanya terjadi pada beberapa waktu saja. Orang yang memiliki BED sering melakukan hal tersebut juga, tapi akhirnya menjadi suatu kebiasaan yang rutin.

BED juga memiliki episode berulang untuk makan. Selain itu, mereka juga makan lebih cepat, menyembunyikan jumlah makanan yang mereka makan karena merasa malu, dan merasa bersalah setelah makan berlebihan. Oleh karena itu, mereka biasanya suka makan diam-diam atau terkesan bersembunyi agar terhindar dari orang lain. Sedangkan orang yang kebanyakan makan tidak menunjukkan kecenderungan ini.

Lalu, apakah saya memiliki binge eating disorder?

Cobalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah Anda tetap ingin makan walaupun tidak lapar?
  • Apakah Anda selalu memikirkan tentang makanan atau apa yang Anda akan makan?
  • Apakah Anda sering makan diam-diam, agar tidak terlihat oleh orang lain?
  • Apakah Anda makan hingga Anda merasakan sakit?
  • Apakah Anda mencari makanan jika sedang sedih, tertekan, dan stres?
  • Apakah Anda merasa malu, bersalah dan sedih setelah makan sesuatu?
  • Bisakah Anda membatasi banyaknya makanan yang Anda makan?

Jika jawaban dari pertanyaan tersebut rata-rata adalah iya, maka kemungkinan Anda mengalami binge eating disorder, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit