backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Tanda-Tanda Anda Mengidap Binge Eating Disorder

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 28/07/2022

Tanda-Tanda Anda Mengidap Binge Eating Disorder

Binge eating disorder adalah gangguan makan yang membuat pengidapnya makan dalam porsi besar tanpa bisa mengendalikan kapan harus berhenti. Perilaku demikian yang dilakukan secara berulang bisa menjadi gejala dari binge eating disorder.

Agar lebih jelas, simak dan pahami lebih lanjut tanda-tandanya berikut ini.

Gejala binge eating disorder yang harus diwaspadai

risiko makan tengah malam

Hampir semua orang mungkin pernah makan terlalu banyak sampai perut terasa tak nyaman. Namun, hal ini hanya terjadi sesekali pada saat-saat tertentu, misalnya di kala stres (stress eating).

Di sisi lain, bagi orang-orang yang memiliki kondisi binge eating disorder, tindakan makan terlalu banyak telah menjadi suatu kebiasaan yang rutin. Sering kali, mereka tidak menyadari ada yang salah dengan pola makannya.

Padahal, gangguan makan ini dapat menyebabkan berat badan berlebih atau obesitas. Obesitas sendiri berkaitan dengan risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui gejala binge eating disorder agar Anda atau orang terdekat yang mengalaminya bisa segera mendapatkan pertolongan.

1. Sering mengalami episode binge eating

Tanda utama yang dialami oleh pengidap gangguan ini yaitu terjadinya episode binge eating yang berulang.

Ketika episode ini berlangsung, seseorang akan terus makan dalam periode tertentu, misalnya selama dua jam. Banyaknya makanan yang dikonsumsi juga sangat besar dan bisa melebihi porsi untuk satu orang.

Pengidap binge eating disorder seakan kehilangan kendali atas seberapa banyak dan apa saja jenis makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Mereka tidak bisa berhenti makan meski perut sudah terasa kenyang.

Berdasarkan kriteria Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5), seseorang dikatakan memiliki binge eating disorder bila sudah mengalami episode binge eating setidaknya satu kali seminggu selama tiga bulan.

2. Makan dengan cepat

bahaya makan cepat

Orang yang sedang mengalami episode binge eating biasanya makan dengan sangat cepat. Ia tidak lagi memerhatikan rasa, bau, atau tesktur makanan yang dimakan. Mereka hanya fokus pada volume makanan.

Pengidap binge eating disorder terus memasukkan makanan sebanyak mungkin ke dalam tubuhnya dalam waktu yang singkat atau terbatas.

Episode ini bahkan bisa muncul ketika ia sedang tidak lapar atau tidak ingin makan.

3. Memiliki berat badan berlebih

Hubungan antara obesitas dengan binge eating disorder bekerja dalam dua cara, bisa sebagai sebab-akibat atau tanda yang menunjukkan bahwa seseorang memiliki kondisi ini.

Saat episode binge eating berlangsung, seseorang pasti akan makan melebihi kalori yang diperlukannya dalam sehari.

Jika kebiasaan ini tidak dibarengi dengan olahraga, banyaknya makanan yang masuk ke dalam tubuh akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak.

Maka dari itu, kebanyakan pengidap binge eating disorder memiliki berat badan yang berlebih atau mengalami kenaikan berat badan drastis.

4. Tidak melakukan upaya untuk menurunkan berat badan

berat badan naik menopause

Binge eating disorder dan bulimia nervosa sama-sama bisa menimbulkan gejala berupa episode binge eating yang terjadi berkali-kali.

Bedanya, pengidap bulimia menyalurkan perasaan bersalah dengan mengeluarkan makanannya lewat muntah yang disengaja atau menggunakan obat pencahar.

Sementara itu, pengidap binge eating disorder tidak melakukan tindakan tertentu untuk menjaga berat badan.

Walau muncul rasa bersalah dan malu atas kebiasaannya, mereka malah melampiaskannya dengan mengonsumsi makanan kembali untuk mencari rasa nyaman.

Hal tersebut kemudian menjadi sebuah siklus. Pengidap binge eating disorder makan dengan porsi yang banyak karena merasa tertekan, lalu merasa stres karena telah melakukannya.

Setelah itu, mereka pada akhirnya kembali mengonsumsi makanan sebagai pelariannya.

5. Menarik diri dari orang lain

Masih berhubungan dengan rasa bersalahnya tadi, orang-orang yang mengalami binge eating disorder juga kerap menjauh dari interaksi sosial. Ini dilakukan terutama ketika makan.

Mereka akan menolak ajakan makan bersama, atau selalu makan sendirian karena malu dengan porsi makannya yang banyak.

Terkadang, mereka bisa saja makan dengan normal di depan orang lain. Begitu sendirian, mereka kembali pada kebiasaan makan banyak dalam waktu yang cepat.

Mungkin berbagai gejala di atas tidak akan langsung terlihat atau terasa pada awal munculnya gangguan ini. Kendati begitu, ada baiknya Anda selalu sadar akan perubahan pada diri atau orang terdekat.

Sebelum frekuensi episode binge eating semakin meningkat dan memengaruhi kesehatan mental pengidapnya, segera cari bantuan bila kebiasaan ini telah berlangsung selama tiga bulan atau lebih.

Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu menegakkan diagnosis gangguan makan ini. Dengan begitu, pengidapnya bisa mendapatkan penanganan dini yang tepat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 28/07/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan