home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bulimia

Definisi bulimia|Tanda & gejala bulimia|Penyebab bulimia|Faktor risiko bulimia|Komplikasi bulimia|Diagnosis & pengobatan bulimia|Pengobatan bulimia di rumah|Pencegahan bulimia
Bulimia

Definisi bulimia

Apa itu bulimia?

Bulimia atau dikenal juga dengan bulimia nervosa adalah gangguan makan yang bisa mengancam jiwa. Penderitanya, sering kali tidak dapat berhenti makan dan selalu melahap sejumlah besar makanan dalam jangka waktu pendek tanpa bisa dikontrol.

Lalu, karena ketakutan berlebih akan kegemukan, mereka akan membuat diri mereka muntah, berpuasa, dan berolahraga sangat keras, tapi tidak teratur untuk menurunkan berat badan. Semua itu adalah cara tidak sehat untuk menurunkan berat badan.

Jika Anda mengidap gangguan ini, Anda mungkin disibukkan dengan berat dan bentuk tubuh Anda.

Seberapa umum kondisi ini?

Bulimia adalah penyakit mental yang memengaruhi perilaku makan yang cukup umum. Biasanya, lebih sering menyerang remaja putri dan wanita usia muda, contohnya model profesional dan atlet profesional yang dituntut menjaga bentuk tubuh.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan jika pria, lansia, atau penderita kanker yang menjalani kemoterapi mengalami gangguan makan ini.

Tanda & gejala bulimia

Tanda dan gejala bulimia yang mungkin terjadi adalah:

  • Terlalu memikirkan berat badan dan bentuk tubuh.
  • Timbul ketakutan dan kecemasan akan kenaikan berat badan.
  • Beberapa kali makan dalam jumlah banyak dalam waktu singkat.
  • Setelah makan, memaksa diri untuk berolahraga keras atau memuntahkan makanan. Kadang menggunakan obat pencahar untuk membantu diet, minum pil diet, menjalani puasa ketat dan menghindari acara makan-makan.
  • Penggunaan suplemen untuk menurunkan berat badan secara berlebihan.
  • Biasanya kebiasaan buang air akan berubah, contohnya satu kali BAB dalam seminggu selama setidaknya tiga bulan.
  • Proses penyembuhan luka cukup lama.
  • Tubuh merasa kedinginan sepanjang hari tapi tangan berkeringat.
  • Kulit kering dan kuku mudah mengelupas.

Kapan harus menghubungi dokter?

Jika Anda atau orang yang Anda sayangi mengalami tanda dan gejala yang disebutkan di atas, segera periksa ke dokter. Terutama jika menunjukkan tanda-tanda berikut ini:

  • Selalu mengeluh bertubuh gendut atau menganggap citra diri negatif.
  • Makan berlebihan tanpa kontrol tapi menjalani diet ketat.
  • Tidak mau makan di tempat umum atau di depan orang lain.
  • Terlalu lama di kamar mandi setelah makan.

Penyebab bulimia

Penyebab bulimia nervosa tidak diketahui secara pasti. Namun, ahli kesehatan menegungkapkan bahwa penyebab dari gangguan makan ini berkaitan dengan genetika, kesehatan emosional, ekspektasi masyarakat, dan masalah lainnya.

Faktor risiko bulimia

Meski penyebab bulimia nervosa tidak diketahui, berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risikonya:

  • Masa remaja atau transisi menuju kedewasaan;
  • Wanita lebih rentan mengalami gangguan makan;
  • Terdapat orangtua atau saudara kandung dengan riwayat gangguan pola makan;
  • Berada di bawah tekanan sosial, misalnya sering menonton tayangan yang menunjukkan badan kurus sebagai standar kecantikan;
  • Gangguan mental seperti ketidakmampuan mengontrol kemarahan, depresi, gangguan kecemasan, juga gangguan obsesif-kompulsif;
  • Dibawah tekanan pekerjaan apabila Anda seorang model, aktris, atau penari;
  • Tertekan untuk memiliki berat badan tertentu apabila Anda seorang atlet.

Selain itu, masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki keluhan yang sama, tolong konsultasikan kepada dokter Anda.

Komplikasi bulimia

Jika bulimia nervosa terjadi dalam jangka panjang bisa menimbulkan komplikasi. Efek bahaya dari bulimia yang umumnya terjadi adalah:

  • Dehidrasi yang bisa menyebabkan gagal ginjal.
  • Masalah pada jantung dan pembuluh darahnya, seperti gagal jantung atau detak jantung tidak teratur.
  • Kerusakan gigi parah, sakit tenggorokan, dan penyakit gusi.
  • Pada wanita, siklus haid menjadi tidak teratur.
  • Masalah pencernaan karena makan berlebihan sekaligus menahan lapar.
  • Gangguan kepribadian, bipolar disorder, atau penyakit mental lainnya.
  • Rendah diri dan hubungan dengan pasangan maupun orang di sekitar memburuk.
  • Kemungkinan untuk melukai diri sendiri atau melakukan percobaan bunuh diri.

Diagnosis & pengobatan bulimia

Informasi di bawah bukan merupakan pengganti saran medis dari dokter; SELALU periksakan diri Anda kepada dokter profesional.

Guna menegakkan diagnosis gangguan makan bulimia nervosa, dokter akan memeriksa rekam medis Anda, melakukan pemeriksaan fisik, khususnya memperhatikan emosi dan pola makan.

Dokter dapat meminta Anda untuk menjalankan tes EKG dan tes darah untuk mengecek gangguan pada potassium, magnesium, dan zat lain dalam tubuh.

Apa saja pengobatan untuk mengatasi bulimia?

Ketika Anda mengidap gangguan ini, Anda mungkin memerlukan beberapa jenis perawatan. Dikutip dari Mayo Clinic, menggabungkan psikoterapi dengan antidepresan mungkin yang paling efektif mengatasi kondisi tersebut.

Perawatan umumnya melibatkan pendekatan tim yang mencakup Anda, keluarga Ada, penyedia perawatan, profesional kesehatan mental, dan ahli gizi. Anda mungkin membutuhkan manajer untuk mengkoordinasikan perawatan Anda.

Berikut ini adalah pilihan pengobatan untuk bulimia:

Psikoterapi

Psikoterapi juga dikenal sebagai terapi bicara atau konseling psikologis. Dilakukan untuk mendiskusikan bulimia Anda dengan profesional kesehatan mental. Jenis-jenis psikoterapi untuk mengatasi bulimia adalah:

  • Terapi perilaku kognitif, yaitu untuk membantu Anda menormalkan pola makan Anda dan mengidentifikasi keyakinan dan perilaku yang tidak sehat, negatif, dan menggantinya dengan yang sehat dan positif.
  • Perawatan berbasis keluarga, yaitu terapi untuk membantu orangtua melakukan upaya untuk menghentikan perilaku makan yang tidak sehat anak remaja mereka, untuk membantu remaja mendapatkan kembali kendali atas makannya, dan untuk membantu keluarga menangani masalah-masalah akibat gangguan makan.
  • Psikoterapi interpersonal, yaitu terapi untuk mengatasi kesulitan dalam hubungan dekat Anda, membantu meningkatkan komunikasi Anda dan keterampilan memecahkan masalah Anda.

Obat-obatan

Antidepresan dapat membantu mengurangi gejala bulimia ketika dikonsumsi bersama dengan tindakan psikoterapi. Antidepresan tersebut adalah fluoxetine (Prozac), sejenis selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), yang dapat membantu bahkan jika Anda tidak mengalami depresi.

Edukasi nutrisi

Ahli diet dapat merancang rencana makan untuk membantu Anda mencapai kebiasaan makan yang sehat, menghindari kelaparan, dan mengidam. Makan secara teratur dan tidak membatasi asupan makanan adalah hal penting dalam mengatasi bulimia.

Perawatan di rumah sakit

Bulimia adalah kondisi yang biasanya dapat dirawat di luar rumah sakit. Namun, jika gejalanya parah, dengan komplikasi serius, Anda mungkin membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Pengobatan bulimia di rumah

Selain pengobatan dari rumah sakit, pasien bulimia nervosa juga perlu menjalani perawatan di rumah, meliputi:

  • Ikuti diet yang diarahkan dokter maupun ahli gizi untuk memperbaiki perilaku makan yang bermasalah dan mengontrol berat badan. Ini meliputi pengaturan porsi dan waktu makan serta penyesuaian aktivitas.
  • Belajar untuk mengatasi stres, seperti dengan berolahraga, meditasi, atau melakukan aktivitas yang disukai.
  • Terbukalah dalam mengekspresikan perasaan Anda kepada keluarga dan terapis. Lakukan konseling ke psikolog secara rutin sesuai jadwal.
  • Batasi penggunaan media sosial yang bisa memberikan pengaruh buruk pada kondisi psikologis pasien.

Pencegahan bulimia

Penyebab bulimia nervosa yang tidak diketahui secara pasti, membuat gangguan makan ini sulit untuk dicegah. Akan tetapi, perlu ditanamkan pada diri sendiri, keluarga, buah hati, atau orang Anda sayangi bahwa mencintai diri sendiri itu sangat perlu.

Anda tidak perlu merasa rendah diri dan menganggap bahwa tipe tubuh ideal adalah bertubuh kurus. Perlu Anda ketahui bahwa memiliki tubuh yang terlalu kurus itu tidak sehat, bahkan mengganggu kesehatan.

Jika Anda memang ingin memiliki berat badan yang ideal dan menjalani diet untuk menurunkan berat badan, ada baiknya konsultasi lebih dahulu dengan dokter maupun ahli gizi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bulimia nervosa – Symptoms and causes. (2018, May 10). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bulimia/symptoms-causes/syc-20353615 [Accessed on January 14th, 2021]

Bulimia nervosa. (2018, February 21). National Eating Disorders Association. https://www.nationaleatingdisorders.org/learn/by-eating-disorder/bulimia [Accessed on January 14th, 2021]

Bulimia nervosa. Johns Hopkins Medicine, based in Baltimore, Maryland. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/eating-disorders/bulimia-nervosa [Accessed on January 14th, 2021]

Bulimia nervosa prevention. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9795-bulimia-nervosa/prevention [Accessed on January 14th, 2021]

Risk factors. (2018, August 3). National Eating Disorders Association. https://www.nationaleatingdisorders.org/risk-factors [Accessed on January 14th, 2021]

 

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 08/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri