Perlukah Orang Tua Lanjut Usia Minum Vitamin untuk Tulang? Ini Jawabannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Semakin tua, kepadatang tulang akan menurun sehingga rentan keropos dan patah. Itu sebabnya banyak orang yang sedari muda sudah rajin minum suplemen vitamin D dan kalsium agar tulangnya tetap kuat. Kebiasaan minum suplemen ini pun berlanjut sampai tua nanti. Ada juga lansia yang baru memulai minum suplemen untuk mengurangi risiko osteoporosis. Namun, sebenarnya orang tua lanjut usia perlukah minum vitamin untuk tulang? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Perlukah orang tua lanjut usia minum vitamin untuk tulang?

manfaat konsumsi kalsium

Setiap hari, sel tulang yang rusak akan berganti dengan sel tulang baru yang sehat. Proses penggantian sel tulang ini pada anak-anak hingga orang dewasa berusia di bawahn 30 tahun berjalan dengan cepat.

Namun, setelah memasuki usia 30 tahun ke atas, proses pembentukan sel tulang baru menjadi lebih lambat. Hal ini menyebabkan massa tulang hilang lebih cepat daripada pembuatan tulang baru. Kondisi tersebut membuat risiko osteroporosis (pengeroposan tulang) dan patah tulang menjadi lebih besar.

Awalnya, ahli kesehatan menyarankan para lansia untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang diperlukan tulang orang tua usia lanjut agar risiko masalah pada tulang tidak semakin meningkat.

Salah satunya, dengan cara minum suplemen vitamin D atau kalsium. Alasannya karena tubuh tidak memproduksi nutrisi tersebut secara alami.

Namun, studi terbaru yang diterbitkan Journal of American Medical Association (JAMA) menyangkal anjuran tersebut. Orang dewasa kini tak perlu repot-repot lagi mengonsumsi suplemen tersebut. Pasalnya, suplemen vitamin D dan kalsium dinilai tidak memberikan efek berarti untuk mencegah risiko patah tulang panggul pada lansia.

Penelitian ini melibatkan 51 ribu lansia yang hidup di tengah masyarakat (bukan di panti jompo, rumah sakit, atau institusi lainnya). Hasilnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara risiko patah tulang pada lansia yang rajin minum suplemen kalsium dan vitamin D dengan lansia yang minum pil plasebo (pil kosong).

Apa efeknya jika orang tua minum vitamin untuk tulang?

Vitamin Cegah COVID-19

Selain tidak efektivitas, ada alasan lain yang membuat ahli kesehatan tidak menyarankan orang tua usia lanjut untuk minum suplemen untuk tulang. Orang tua yang minum suplemen tulang menempatkan diri mereka pada risiko keracunan vitamin D yang lebih besar.

Keracunan vitamin D atau Anda kenal juga dengan sebutan hipervitaminosis D, adalah kondisi langka yang serius akibat serius akibat kadar vitamin D yang berlebihan dalam tubuh.

Hipervitaminosis D biasanya terjadi akibat konsumsi suplemen vitamin D dalam jumlah besar, bukan karena makanan atau paparan sinar matahari. Kelebihan dosis vitamin D ini nantinya dapat menyebabkan penumpukan kalsium dalam darah atau hiperkalsemia.

Hiperkalsemia akan menimbulkan gejala seperti mual dan muntah, lemas, dan sering buang air kecil. Tanpa perawatan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan nyeru tulang dan masalah pada ginjal, yakni pembentukan batu kalsium.

Jadi, bagi orang tua lanjut usia yang ingin mengonsumsi vitamin untuk tulang, ada baiknya konsultasi lebih dahulu pada dokter.

Lantas, bagaimana cara menjaga kesehatan tulang lansia?

aktivitas lansia

Konsumsi vitamin yang tidak efektif dan malah berisiko mengancam jiwa, membuat ahli kesehatan lebih merekomendasikan cara berikut ini dalam menjaga kesehatan tulang.

1. Pastikan Anda selalu aktif

Lansia harus tetap aktif meskipun tubuhnya sudah tidak sesehat dulu. Pasalnya, lansia yang mengadopsi gaya hidup sedentari alias malas gerak dapat menyebabkan otot dan tulang kehilangan kekuatannya. Lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk atau berbaring membuat risiko osteoporosis dan patah tulang semakin meningkat.

Oleh karena itu, lansia perlu berolahraga secara rutin, setidaknya 150 menit dalam seminggu. Ada banyak jenis olahraga yang aman untuk lansia, seperti jalan santai, berenang, senam lansia, latihan peregangan, atau bersepeda. Selain olahraga, agar tetap aktif, lansia bisa mencoba untuk berkebun atau berbelanja.

Pada lansia yang memiliki masalah tulang atau sendi, konsultasi lebih dahulu pada dokter dalam memilih jenis olahraga yang tepat untuk lansia.

Selain menjaga kesehatan tulang, olahraga memberikan banyak manfaat untuk lansia, seperti menjaga kesehatan jantung, mengendalikan berat badan, dan membantu lansia berhenti dari kebiasaan merokok.

2. Konsumsi makanan yang menyehatkan tulang

Guna memenuhi kebutuhan vitamin D atau kalsium untuk tulang, selain dari suplemen, orang tua lanjut usia bisa mendapatkannya dari makanan. Ada banyak sumber makanan yang mengandung kalsium tinggi, seperti susu dan produk olahan susu, sayuran hijau, serta ikan sarden.

Sementara makanan yang kaya vitamin D antara lain hati sapi, kuning telur, ikan salmon, ikan tuna, dan yogurt atau produk susu yang diperkaya vitamin D.

Jika kebutuhan vitamin lansia tercukupi, tubuh akan lebih mudah menyerap kalsium. Kedua nutrisi ini akan digunakan untuk memelihara kesehatan otot dan memperkuat tulang sehingga tidak mudah rapuh.

Bagi lansia yang mengonsumsi obat-obatan tertentu, nafsu makan bisa terpengaruh. Oleh karena itu, keluarga atau pengasuh harus bisa membujuk lansia untuk makan dengan baik dan benar agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

3. Berjemur

Selain minum suplemen untuk tulang, vitamin D ternyata bisa didapat orang tua lanjut dengan berjemur. Ini karena sinar matahari adalah sumber vitamin D terbesar —lebih besar dari makanan.

Jadi begini, ketika sinar matahari mengenai kulit, akan ada interaksi antara sinar ultaviolet B dengan protein 7-DHC di kulit. Protein ini mengubah UVB menjadi vitamin D3, yakni bentuk aktif dari vitamin D. Nah, vitamin inilah yang nantinya digunakan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang dan otot.

Waktu yang paling baik untuk berjemur adalah di pagi hari, yakni sebelum masuk ke pukul 10 pagi. Lansia bisa berjemur di pagi hari setidaknya 10 menit setiap hari. Pastikan sinar matahari mengenai langsung ke kulit Anda, bukan dari sinar yang menembus kaca jendela.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Alat atau organ reproduksi wanita berfungsi untuk memungkinkan kehamilan dan melindungi bagian dalam tubuh lain dari infeksi. Apa saja organ yang terlibat?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Jongkok atau Duduk: Mana Posisi BAB yang Lebih Sehat?

Posisi duduk saat buang air besar (BAB) ternyata lebih rentan terkena ambeien, radang usus buntu, hingga serangan jantung. Bagaimana mungkin?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pencernaan 28 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Banyak orang yang tak bisa lepas dari musik dalam hidupnya, bahkan sampai keterusan pakai earphone saat tidur. Tapi awas bahayanya bagi pendengaran Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tato mata

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
produk pembersih rumah

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
minyak daun basil

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
kutu bulu mata

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit