Tukak Lambung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu tukak lambung?

Tukak lambung adalah peradangan pada dinding lambung akibat luka. Terkadang gangguan sistem pencernaan ini juga bisa terjadi pada duodenum (bagian pertama usus halus) dan esophagus atau batang tenggorokan yang posisinya terdekat lambung.

Kondisi ini terjadi ketika dinding lambung dan usus halus terkikis lalu terluka, sehingga mengenai jaringan yang lebih dalam. 

Tanpa perawatan yang tepat, tukak pada lambung bisa menyebabkan nyeri yang berkepanjangan atau bahkan kerusakan organ cerna.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Tukak lambung adalah kondisi yang umum. Luka yang terjadi pada lambung lebih banyak 4 kali daripada yang terjadi di usus dua belas jari.

Namun, kondisi ini dicegah dengan mengurangi faktor risikonya. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-­tanda dan gejala tukak lambung?

Gejala tukak lambung yang paling umum adalah rasa sakit atau panas terbakar di daerah pusar dan tulang dada. Gejala yang umum terjadi ketika ada luka pada lambung, antara lain:

  • Perut terasa sakit ketika Anda lapar
  • Perut terasa sakit di malam hari
  • Sakitnya berhenti jika Anda makan atau mengonsumsi antibiotik 
  • Rasa sakit bisa berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam 
  • Rasa sakit timbul pergi (kambuhan) selama beberapa hari, beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan 

Gejala tukak lambung lain yang jarang terjadi, meliputi:

  • Perut kembung 
  • Bersendawa 
  • Tidak nyaman di perut 
  • Nafsu makan turun 
  • Mual 
  • Berat badan turun atau naik

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Tukak lambung adalah kondisi yang bisa bertambah buruk jika tidak segera diobati. Anda harus menghubungi dokter jika Anda memiliki salah satu dari gejala yang mencurigakan berikut: 

  • Gampang merasa kelelahan 
  • Napas berat 
  • Mengalami muntah darah atau muntah yang berwarna gelap
  • Feses buang air besar berwarna kehitaman atau terdapat darah
  • Nyeri mendadak dan terus menerus 

Tanda-tanda ini biasanya baru terjadi ketika kondisi lambung yang terluka semakin bertambah buruk.

Penyebab

Apa penyebab tukak lambung?

Penyebab utama dari tukak lambung adalah asam lambung berlebihan yang mengikis permukaan bagian dalam lambung atau usus kecil.

Dalam jangka panjang, asam lambung berlebih dapat membentuk luka terbuka yang menimbulkan rasa sakit bahkan perdarahan.

Saluran pencernaan Anda dilapisi oleh selaput lendir yang biasanya melindungi organ dari asam. Sayangnya, jumlah asam yang cenderung berlebihan ini bisa menipiskan lapisan lendir.

Berbagai hal yang dapat mengikis lapisan lendir dan akhirnya menyebabkan tukak lambung, antara lain:

1. Infeksi Helicobacter pylori di perut

Bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) adalah penyebab tukak lambung yang paling umum.

Beberapa orang tidak sadar membawa bakteri ini di dalam tubuh mereka. Kebanyakan orang yang terinfeksi H. pylori juga tidak menimbulkan gejala apa pun.

Namun pada yang lain, bakteri tersebut dapat meningkatkan jumlah cairan asam dan menghancurkan lapisan lendir pelindung lambung. Kombinasi ini dapat mengiritasi saluran pencernaan, termasuk lambung dan esophagus. 

Belum diketahui bagaimana infeksi H. pylori menyebar. Namun, beberapa ahli meyakini bakteri ini kemungkinan bisa berpindah dari satu orang ke orang lewat kontak langsung, seperti berciuman, atau dari konsumsi makanan dan air yang terkontaminasi bakteri H. Pylori.

2. Mengonsumsi aspirin atau obat NSAID

Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit seperti aspirin dan ibuprofen dapat menjadi penyebab Anda mengalami tukak lambung.

Obat-obatan tersebut dapat menghalangi tubuh memproduksi bahan kimia alami yang membantu melindungi lapisan dinding perut dan usus kecil dari efek asam lambung.

Biasanya, perut memiliki tiga perlindungan terhadap asam lambung:

  • Lendir yang diproduksi oleh sel-sel foveolar yang melapisi perut
  • Bikarbonat yang diproduksi oleh sel foveolar dan berfungsi membantu menetralkan asam lambung
  • Sirkulasi darah yang membantu memperbaiki dan memperbaharui sel-sel di lapisan mukosa lambung

Obat antiradang memperlambat produksi lendir pelindung dan mengubah strukturnya. Lipid alami yang diproduksi tubuh, disebut prostaglandin, memiliki efek pada reseptor rasa sakit.

Obat NSAID bekerja mengurangi rasa sakit dengan memblokir enzim yang terlibat dalam produksi prostaglandin. Prostaglandin pada dasarnya juga punya efek melindungi lapisan mukosa lambung. Ketika prostaglandin habis, akan ada celah pada lapisan perut. 

Merusak pertahanan alami tubuh yang melindungi dari asam lambung dapat menyebabkan peradangan pada lapisan perut.

Lama kelamaan kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah kapiler pecah, menyebabkan perdarahan, dan timbulnya luka ulseratif terbuka di lapisan mukosa perut.

3. Zollinger-Ellison Syndrome

Faktor penyebab tukak lambung lainnya adalah Sindrom Zollinger-Ellison. Ini adalah kelainan langka yang  terjadi ketika tumor yang disebut gastrinoma berkembang di duodenum.

Gastrinoma mengeluarkan hormon yang dikenal sebagai gastrin, penghasil asam berlebih dalam lambung.

Seseorang yang menderita sindrom Zollinger-Ellison kemungkinan akan mengalami ulkus atau luka pada kerongkongan, lambung, duodenum dan jejunum yang parah.

Kondisi ini juga bisa kambuh dan mengenai atas usus halus. Bisul atau luka pada bagian duodenum terbentuk karena kelebihan asam pada pencernaan Anda. 

4. Penyebab lainnya

Tukak lambung adalah kondisi yang dapat dialami siapa saja. Namun, seiring bertambahnya usia, Anda semakin berisiko mengalami kondisi ini.

Kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol juga bisa membuat Anda lebih rentan mengalami luka pada perut.

Faktor-faktor risiko

Siapa yang berisiko terkena penyakit ini?

Faktor kondisi tukak lambung dapat terjadi pada orang yang mengonsumsi obat antiradang, biasanya untuk mengatasi radang sendi.

Obat-obatan tambahan yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk memiliki tukak lambung meliputi:

  • Perawatan osteoporosis yang menggunakan obat seperti alendronate dan risedronate 
  • Obat antikoagulan, seperti warfarin atau clopidogrel 
  • Obat inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI)
  • Obat kemoterapi tertentu

Faktor risiko lain yang diketahui memperparah dan mempersulit penyembuhan tukak lambung dan duodenum meliputi:

  • Anda suka makan makanan pedas
  • Anda peminum alkohol
  • Anda pernah memiliki riwayat tukak lambung sebelumnya
  • Anda perokok
  • Anda memiliki stres yang belum teratasi 

Komplikasi

Apa saja komplikasi tukak lambung?

Tukak lambung yang tidak diobati akan membuat gejalanya semakin bertambah parah. Selain itu, komplikasi juga bisa terjadi, seperti:

1. Perdarahan dalam

Perdarahan dapat terjadi  ketika tubuh kehilangan banyak darah akibat borok atau luka pada lambun. Lama kelamaan perdarahan ini dapat menyebabkan anemia hingga mungkin Anda perlu diopname untuk transfusi darah.

Kehilangan darah yang parah dapat menyebabkan muntah atau feses Anda hitam warnanya dan juga terdapat darah.

2. Infeksi

Luka atau borok pada duodenum dan lambung bisa menyebabkan risiko infeksi serius rongga perut Anda yang biasa disebut peritonitis.

3. Penyumbatan

Luka di lambung atau bagian awal usus halus dapat menghalangi jalannya makanan yang masuk ke saluran pencernaan.

Kondisi ini dapat menyebabkan Anda mudah kenyang, muntah dan berat badan menurun. Selain itu, penyumbatan juga sering menyebabkan pembengkakan akibat peradangan atau jaringan parut.

Diagnosis

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk tukak lambung?

Untuk diagnosis, umumnya dokter akan mulai menanyakan tentang riwayat kesehatan Anda. Beri tahu dokter kapan dan di mana Anda paling sering mengalami gejala. Tukak lambung dan duodenum dapat menyebabkan rasa sakit di berbagai bagian perut Anda. 

Berbagai tes biasanya akan direkomendasikan karena nyeri perut yang didiuga tukak lambung memiliki banyak penyebab. Jika dokter Anda menganggap H. pylori adalah penyebab tukak lambung, dokter akan memastikan lewat tes berikut ini:

  • Tes darah, untuk melihat apakah ada penangkal infeksi H. Pylori dalam aliran darah 
  • Tes antigen feses akan dilakukan dengan mengirim sampel feses ke laboratorium untuk pengujian. Nantinya akan dicari protein tertentu dalam feses Anda yang berhubungan dengan bakteri H. pylori.
  • Tes napas urea akan dilakukan dengan cara menelan pil yang mengandung formulasi urea. Anda akan diinstruksikan bernapas ke dalam kantong khusus sebelum dan sesudah menelan pil. Kemudian tingkat karbon dioksida dari Anda diukur berdasarkan hasil tertentu pada kantong
  • Tes Esophagogastroduodenoscopy (EGD) akan dilakukan dengan cara memeasukkan alat dengan kamera di ujungnya, yang dikenal sebagai ruang lingkup, Alat tersebut akan memeriksa perut Anda yang masuk melalui mulut Anda dan turun ke kerongkongan, perut, dan usus kecil.
  • Dokter Anda akan dapat mencari borok dan area abnormal lainnya, serta mengambil sampel jaringan (biopsi). 

Untuk dapat memeriksa beberapa kondisi tertentu, dokter juga akan melakukan tes berikut:

  • Tes saluran cerna bagian atas
  • Dokter Anda juga dapat menyarankan tes yang disebut barium swallow atau seri GI (gasatas. Tes ini dilakukan dengan minum larutan dengan sejumlah bahan cair yang mudah muncul ketika dilihat dari sinar-X.
  • Dokter akan mengambil gambar dari skrining sinar-X untuk melihat bagaimana cairan tersebut  bergerak melalui sistem pencernaan Anda. Nantinya akan dilihat apakah ada kondisi luka yang memengaruhi kerongkongan, lambung, dan usus kecil.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk tukak lambung?

Tukak lambung adalah penyakit yang dapat diobati. Namun, pengobatannya harus disesuaikan dengan penyebab terbentuknya luka di lapisan lambung. Berikut berbagai obat yang biasanya digunakan untuk mengobati penyakit ini.

Antibiotik

Tukak lambung yang disebabkan oleh infeksi bakteri, harus diobati dengan antibiotik. Obat ini dapat mengurangi infeksi dengan cara membunuh bakteri.

Jenis antibiotik yang biasanya diresepkan adalah amoxicillin (Amoksil), clarithromycin (Biaxin), metronidazole (Flagyl), tinidazole (Tindamax), tetracycline (Tetrasiklin HCL) dan levofloxacin (Levaquin).

Biasanya Anda perlu meminum antibiotik selama 2 minggu. Anda mungkin juga diresepkan obat tambahan untuk mengurangi produksi asam lambung, seperti obat inhibitor pompa proton (PPI) dan bismuth subsalisilat (Pepto-Bismol).

Obat inhibitor pompa proton (PPI)

Obat ini diminum untuk menekan produksi asam lambung agar tidak berlebihan dengan menghalangi sel-sel di lapisan lambung yang menghasilkan asam.

Contoh obat PPI yang biasanya diresepkan untuk meredakan gejala tukak lambung antara lain omeprazole (Prilosec), lansoprazole (Prevacid), rabeprazole (Aciphex), esomeprazole (Nexium) dan pantoprazole (Protonix).

Namun, penggunaan obat ini perlu diawasi dokter mengingat efek sampingnya yang bisa menyebabkan masalah pada tulang karena kurangnya penyerapan kalsium oleh tubuh.

Obat penetralisir asam lambung

Selain obat PPI, Anda juga bisa menggunakan obat penetralisir asam lambung, yani antasida. Obat ini dapat menghilangkan rasa nyeri di perut dengan cepat. Namun, pada beberapa kasus dapat menyebabkan sembelit atau diare.

Obat h2 blocker

Obat ini sama fungsinya dengan obat PPI, yakni mengurangi produksi asam. Dengan mengurangi asam lambung, gejala tukak lambung akan cepat membaik.

Obat ini tersedia baik dengan atau tanpa resep dokter, seperti ranitidine, famotidine (Pepcid), cimetidine (Tagamet HB), dan nizatidine (Axid AR).

Obat selaput perut

Fungsi dari obat ini adalah melindungi selaput perut dan usus kecil dari infeksi atau peradangan. Beberapa pilihan jenis obat untuk tukak lambung ini adalah sucralfate (Carafate) dan misoprostol (Cytotec). Keduanya hanya bisa didapat dengan resep dokter.

Pengobatan lanjutan

Umumnya obat-obatan di atas berhasil dalam menyembuhkan luka pada lapisan lambung. Namun jika kondisi tidak juga membaik, dokter akan merekomendasikan endoskopi untuk melihat kemungkinan penyebab lain dari gejala yang dirasakan.

Luka pada lambung yang tidak sembuh dengan pengobatan ini disebut dengan ulkus refraktori. Kemungkinan besar kondisi ini terjadi karena berbagai alasan, seperti:

  • Tidak minum obat tukak lambung sesuai dengan petunjuk dokter
  • Bakteri penyebab infeksi sudah resisten terhadap antibiotik
  • Tetap merokok atau menggunakan obat NSAID

Pengobatan dari ulkus refraktor ini berfokus dengan mengurangi berbagai faktor yang mengganggu pemulihan, bersamaan dengan antibiotik lain yang lebih kuat melawan infeksi bakteri.

Jika tidak juga berhasil dan menyebabkan perdarahan, tindakan pembedahan kemungkinan akan dilakukan. Akan tetapi, sekarang ini prosedur pembedahan sangat jarang dilakukan mengingat tersedianya banyak obat yang efektif dalam mengobati tukak lambung.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tukak lambung?

Gaya hidup sehat adalah kunci untuk mencegah tukak lambung muncul. Berikut adalah gaya hidup dan cara rumahan mengobati luka di lambung yang dapat membantu Anda mengatasi gejalanya:

  • Hindari penyebab asam lambung naik dengan cara menjaga tingkat stres, makan teratur, dan makan makanan sehat dan bergizi. 
  • Untuk mencegah bakteri dan infeksi bakteri, cuci tangan secara teratur. Pastikan untuk membersihkan dan memasak makanan sampai matang.
  • Untuk mencegah tukak lambung yang disebabkan oleh obat NSAID, coba batasi penggunaan obat ini. 
  • Jika Anda perlu minum obat NSAID, ikuti dan pakai dosis sesuai yang dianjurkan dokter
  • Hindari minum alkohol dan merokok

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

Mengingat sakit perut cukup sering terjadi, ketahui gejala lain yang menyertainya sebagai tanda bahwa sudah waktunya anak untuk mendapat pertolongan dokter.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 29/05/2020 . 4 menit baca

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020 . 3 menit baca

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 18/04/2020 . 4 menit baca

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD adalah penyakit yang berhubungan dengan asam lambung. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . 1 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
mengusir perut kembung

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 6 menit baca
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca
IBS dan stres

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020 . 3 menit baca