Variasi dalam bentuk dan warna feses tidak melulu menandakan kondisi serius. Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa feses berwarna hitam sering kali menimbulkan kekhawatiran.
Variasi dalam bentuk dan warna feses tidak melulu menandakan kondisi serius. Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa feses berwarna hitam sering kali menimbulkan kekhawatiran.

Warna feses yang menghitam bisa terjadi ketika Anda mengonsumsi makanan tertentu, menggunakan obat dalam jumlah banyak, atau mengalami penyakit pencernaan tertentu atau gangguan pembuluh darah.
Normalnya, feses berwarna kuning kecokelatan hingga cokelat tua. Warna feses dipengaruhi oleh makanan dan seberapa banyak empedu yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, bilirubin, yaitu pigmen (zat pemberi warna) yang dihasilkan oleh organ hati, memengaruhi warna feses.
Bilirubin terbentuk dari perombakan sel darah merah yang sudah tua. Pigmen ini kemudian bermuara di dalam usus dan berinteraksi dengan berbagai zat.
Saat bilirubin dalam darah berinteraksi dengan zat besi dalam sistem pencernaan, warnanya pun akan mengalami perubahan menjadi kecokelatan.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya, berikut penyebab feses berwarna hitam yang perlu Anda ketahui.
Feses berwarna hitam tapi BAB tidak sakit dapat terjadi karena Anda mengonsumsi makanan atau obat tertentu dalam jumlah banyak.
Beberapa makanan atau obat yang dapat menyebabkan feses berwarna hitam antara lain:
Selain itu, feses berwarna hitam bisa terjadi karena konsumsi suplemen zat besi. Inilah alasannya mengapa penderita anemia yang rutin minum suplemen zat besi kerap memiliki tinja berwarna hitam.
Dikutip dari Osmosis, feses berwarna hitam bisa menjadi pertanda melena jika feses teksturnya lengket, mengilap, dan berbau busuk.
Salah satu kondisi yang berkontribusi pada melena adalah penyakit tukak lambung, yakni kondisi peradangan pada dinding lambung yang menyebabkan terbentuknya luka.
Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori) dan efek samping obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) bisa menyebabkan luka pada lambung.
Luka inilah yang akhirnya menyebabkan melena dan memicu gejala berupa feses berwarna hitam.
Selain akibat tukak lambung, feses berwarna hitam dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti gastroesophageal reflux disease (GERD)
GERD dapat menyebabkan asam lambung mengalir naik ke kerongkongan. Hal ini bisa menimbulkan peradangan pada kerongkongan (esofagitis), serta berisiko memicu peradangan pada dinding lambung (gastritis).
Selain itu, kondisi seperti sindrom Mallory-Weiss dan perkembangan tumor bisa menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan bagian atas atau melena.
Sirosis hati dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah sehingga aliran darah kembali ke vena portal yang membawa darah dari usus dan limpa ke hati.
Hal inilah yang kemudian dapat menyebabkan peningkatan tekanan pembuluh darah hati yang kondisinya dikenal sebagai hipertensi portal.
Kondisi ini selanjutnya memungkinan adanya pembengkakan pembuluh darah pada saluran pencernaan atas. Jika pembuluh darah pecah, hal ini tentu menyebabkan perdarahan dan feses berubah warna menjadi hitam.
Selain diakibatkan oleh pembengkakan pada pembuluh darah, feses berwarna hitam juga bisa disebabkan karena kelainan darah.
Kondisi ini memiliki gejala berupa pendarahan berlebihan dan sering muncul memar.
Penyakit yang menyebabkan perdarahan berlebih antara lain hemofilia dan trombositopenia.
Perubahan warna feses menjadi hitam pada dasarnya merupakan kondisi darurat sehingga Anda membutuhkan penanganan medis.
Saat mengalami melena, kemungkinan Anda juga akan mengalami gejala-gejala lain akibat tubuh kehilangan darah, seperti:
Melena yang disertai syok juga harus ditangani dengan segera karena ini menandakan bahwa perdarahan masih terjadi.
Apabila Anda mengalami kondisi ini, segera cari bantuan darurat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dokter perlu mendiagnosis penyebab melena untuk dapat menentukan penanganannya.
Proses diagnosis dokter awali dengan mempelajari riwayat medis, termasuk apakah Anda minum obat nyeri nonsteroid yang dapat mengiritasi lambung.
Setelah itu, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan, seperti nasogastric lavage, untuk mengukur banyaknya darah yang hilang.
Prosedur ini juga mempersiapkan pasien menjalani endoskopi saluran cerna atas.
Selain endoskopi, pemeriksaan yang mungkin Anda lakukan yakni tes darah, pemeriksaan sinar-X seperti barium enema, dan kolonoskopi.
Dokter sering kali juga melakukan pemeriksaan feses untuk memastikan diagnosis. Dokter baru dapat menyarankan pilihan pengobatan begitu mengetahui penyebabnya.
Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan yang mungkin dokter lakukan untuk menangani feses berwarna hitam.
Melena dapat berlangsung hingga lima hari setelah perdarahan selesai, tergantung seberapa parah perdarahan dan seberapa cepat gerak saluran pencernaan Anda. Penanganan segera tentu akan membantu pemulihan lebih cepat.
Kesimpulan
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Black or tarry stools. MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 21 October 2024, from https://medlineplus.gov/ency/article/003130.htm
Gastrointestinal (GI) Bleeding. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Retrieved 21 October 2024, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gastrointestinal-bleeding
Versi Terbaru
22/10/2024
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala