Pruritus

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu pruritus?

Pruritus, atau kulit gatal, adalah kondisi di mana Anda ingin menggaruk kulit karena sensasi tidak nyaman dan iritasi. Hal ini mungkin merupakan hasil dari ruam atau kondisi lain, misalnya psoriasis atau dermatitis. Anda juga bisa terkena pruritus karena Anda mengidap penyakit macam penyakit hati atau gagal ginjal. Penyebab pruritus inilah yang menentukan apakah kulit Anda gatal biasa, atau memerah, atau kasar, atau terdapat benjolan, atau kulit melepuh.

Seberapa umumkah pruritus?

Pruritus tergolong umum. Penyakit ini mengakibatkan kelainan kulit primer seperti xerosis, dermatitis atopik, urticaria, psoriasis, serangan arthropoda, mastocytosis, dermatitis herpetiformis, atau pemphigoid. Pruritus dapat mempengaruhi pasien pada semua umur. Pruritus mampu teratasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala pruritus?

Tanda dan gejala pruritus adalah:

  • Kulit gatal di sekitar area kecil tertentu, misalnya pada lengan atau kaki, atau seluruh tubuh terasa gatal
  • Kulit memerah
  • Bentol, bintik-bintik, atau kulit melepuh
  • Kulit kering dan pecah-pecah
  • Tekstur kulit kasar atau bersisik

Rasa gatal kadang-kadang berlangsung dalam waktu lama dan bisa intens. Ketika Anda menggosok atau menggaruk area, kulit bertambah gatal. Dan semakin kulit gatal, semakin sering Anda menggaruknya. Memutus siklus gatal-garuk bisa menyulitkan, tapi terus menggaruk dapat merusak kulit atau menyebabkan infeksi.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter atau spesialis penyakit kulit (dermatologi) bila rasa gatal:

  • Berlangsung lebih dari dua minggu
  • Tidak kunjung membaik dengan perawatan diri sendiri
  • Gatal-gatal parah dan mengalihkan Anda dari rutinitas harian
  • Mengganggu tidur
  • Gatal-gatal tak ada penyebabnya
  • Mempengaruhi sekujur tubuh
  • Disertai dengan gejala lain, misalnya sangat lelah, penurunan berat badan, perubahan dalam buang air besar atau frekuensi buang air kecil, demam, atau kulit memerah.

Penyebab

Apa penyebab pruritus?

  • Kulit kering. Kalau tidak ditemukan benjolan merah cerah atau perubahan drastis lainnya di area yang gatal, penyebab pruritus mungkin adalah kulit kering. Kulit kering biasanya muncul sebagai respon terhadap faktor lingkungan seperti cuaca panas atau dingin dengan kelembapan rendah, penggunaan AC atau pemanas dalam jangka panjang, dan terlalu sering mandi.
  • Kondisi kulit dan ruam. Banyak kondisi kulit dapat membuat Anda merasa gatal, termasuk eksim (dermatitis), psoriasis, scabies, kutu, cacar air, dan bentol-bentol.
  • Penyakit internal. Terdapat beberapa penyakit yang gejalanya adalah membuat Anda mengalami pruritus. Penyakit tersebut bisa berupa penyakit hati, malabsorpsi gandum, gagal ginjal, anemia karena kekurangan zat besi, gangguan tiroid, dan kanker, termasuk leukemia dan limfoma.
  • Kelainan saraf. Multiple sclerosis, diabetes mellitus, saraf terjepit, dan herpes zoster mampu mempengaruhi sistem saraf dan lalu mengakibatkan pruritus.
  • Iritasi dan reaksi alergi. Anda bisa mengalami pruritus karena iritasi yang berasal dari cuaca dingin, zat kimia, sabun, dan zat-zat lainnya. Alergi makanan mungkin juga menyebabkan kulit gatal.
  • Obat-obatan. Reaksi terhadap obat, misalnya antibiotik, obat anti jamur atau obat narkotik pereda rasa sakit, dapat menyebabkan ruam yang menyebar dan pruritus.
  • Kehamilan. Selama hamil, beberapa wanita dapat mengalami pruritus, terutama pada perut, paha, payudara, dan lengan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk pruritus?

Ada banyak faktor risiko pruritus, yaitu:

  • Alergi musiman, alergi serbuk bunga, asma, dan eksim.
  • Umur. Lansia lebih mudah terkena pruritus.
  • Tinggal di daerah padat biasanya mendorong perkembangan kutu, cacing usus, dan penyakit masa kecil yang menular.
  • Memakai sepatu olahraga tertutup dengan kaos kaki sintetis membuat kaki lembap, yang mendorong perkembangan jamur.
  • Memelihara hewan di rumah.
  • Gigitan serangga.
  • Perawatan dan kebersihan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk pruritus?

Dokter bisa meresepkan krim corticosteroid untuk mengobati pruritus. Anda harus mengoleskan krim obat ini ke area yang terpengaruh, lalu menutupinya dengan bahan katun yang basah yang telah dicelupkan ke dalam air atau larutan lainnya. Dengan kelembapan dari kain basah, kulit mungkin mampu menyerap krim dengan lebih baik.

Obat-obatan tertentu, misalnya tacrolimus dan pimecrolimus, adalah penghambat calcineurin yang mungkin diberikan dalam beberapa kasus, terlebih jika area yang gatal tidak terlalu besar.

Untuk mengurangi pruritus, Anda mungkin juga menerima antihistamine oral dari dokter. Manfaat sejumlah obat dalam kelompok ini adalah tidak membuat Anda mengantuk, seperti cetirizine dan loratadine, sementara obat lainnya dapat membuat Anda mengantuk macam diphenhydramine. Bila Anda tidak bisa tidur di malam hari karena pruritus, kelompok obat ini cocok bagi Anda.

Selain itu, dokter mampu mengobati penyebab pruritus. Setelah ditemukan penyakit internal, dokter akan mengobati penyakitnya sehingga gatal akan hilang. Metode penghilang rasa gatal mungkin juga disarankan.

Terapi cahaya atau fototerapi adalah salah satu metode untuk mengobati pruritus, termasuk memaparkan kulit terhadap sinar ultraviolet dengan panjang gelombang tertentu. Beberapa sesi biasanya dijadwalkan sampai penyakit mampu terkontrol.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk pruritus?

Pruritus dapat terdiagnosis dengan pemeriksaan fisik dan riwayat. Bila dokter menduga bahwa suatu kondisi medis menyebabkan pruritus, sejumlah tes dapat dilakukan, biasanya:

  • Tes darah. Tes ini mampu menyediakan bukti kondisi internal penyebab pruritus, misalnya kekurangan zat besi.
  • Profil kimia. Tes ini dilakukan untuk memeriksa apakah Anda mengidap kelainan hati atau ginjal.
  • Tes fungsi tiroid. Dokter perlu menentukan apakah kelainan tiroid seperti hipertiroid, muncul karena bisa saja merupakan penyebab penyakit Anda.
  • X-ray dada. Radiografi mampu mengindikasikan tanda penyakit yang mungkin terkait dengan penyakit Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pruritus?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi pruritus:

  • Jangan menggaruk. Anda bisa mencegahnya dengan menutupi area yang gatal. Sebelum tidur, Anda bisa memotong kuku dan mengenakan sarung tangan sehingga Anda tidak dapat menggaruk selama tidur.
  • Mengompres dengan kain yang dingin dan basah. Menutupi area yang terkena dengan perban dan kain mampu membantu melindungi kulit dan mencegah goresan.
  • Mandi dengan air hangat. Cara ini baik bagi Anda untuk meredakan pruritus. Anda disarankan menabur air mandi dengan baking soda, oatmeal mentah, atau koloid.
  • Memilih sabun ringan tanpa pewarna atau pewangi. Pewarna atau pewangi hanya memperparah kondisi Anda. Setelah menggunakan sabun, pastikan Anda membersihkan seluruh tubuh dari bekas sabun. Kemudian, oleskan pelembap untuk melindungi kulit.
  • Hindari zat-zat yang mengiritasi kulit atau menyebabkan reaksi alergi, termasuk nikel, perhiasan, parfum atau produk kulit yang mengandung pewangi, produk pembersih, dan kosmetik.
  • Mengurangi stres. Stres dapat memperparah gatal. Konseling, terapi modifikasi kebiasaan, meditasi, dan yoga adalah beberapa cara mengurangi stres.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Obat kudis tradisional dengan bahan-bahan alami dapat melengkapi pengobatan medis yang dilakukan sehingga penyakit kulit ini teratasi lebih cepat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

gatal karena kulit kering

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
obat pemicu psoriasis

Punya Psoriasis? Waspada, 5 Obat Ini Bisa Jadi Pemicu Gejalanya Makin Parah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020