backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

11

Tanya Dokter
Simpan

Gatal di Malam Hari, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 13/03/2023

Gatal di Malam Hari, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Rasa gatal tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika muncul di malam hari, hal ini bisa mengganggu kualitas tidur. Lantas, apa penyebab dan bagaimana cara menghilangkan gatal malam hari ini?

Penyebab gatal di malam hari

Kulit gatal di malam hari disebut juga dengan nocturnal pruritus (NP). Berikut penyebab dan cara mengatasinya.

1. Kulit kering

Kulit biasanya akan kehilangan lebih banyak air di malam hari sehingga menjadi cenderung lebih kering. Ini membuat kulit jadi mudah gatal.

Selain itu, suhu tubuh Anda dan aliran darah di kulit meningkat pada malam hari, sehingga menghangatkan kulit. Kenaikan suhu pada kulit ini bisa membuat Anda merasa gatal.

Hal ini dipaparkan dalam tinjauan terbitan International Journal of Women’s Dermatology (2021).

2. Perubahan hormon

Saat malam hari, produksi hormon kortikosteroid akan berkurang dan sitokin meningkat. 

Sitokin merupakan senyawa pemicu peradangan dan bisa menimbulkan gatal, sedangkan kortikosteroid adalah hormon yang mencegah peradangan. 

Perubahan hormon ini bisa menjadi penyebab timbulnya gatal di malam hari.

3. Reaksi alergi

penyebab kulit gatal di malam hari

Tanpa disadari, Anda bisa mengalami reaksi alergi saat tidur. Gatal yang Anda rasakan mungkin merupakan reaksi alergi yang tertunda. 

Reaksi alergi bisa muncul sejak 12 – 72 jam setelah paparan zat pemicu alergi dan mungkin saat Anda tidur. Kondisi ini bisa menyebabkan biduran yang ditandai dengan kulit kering, merah, gatal, dan berbentol.

Reaksi alergi bisa dipicu oleh mengonsumsi makanan atau memakai produk perawatan kulit yang baru pertama kali digunakan.

4. Dermatitis kontak

Kulit gatal hanya malam hari bisa dipicu oleh dermatitis kontak yang menimbulkan ruam dan gatal. 

Ruam dan gatal muncul akibat bersentuhan langsung dengan pemicu iritasi alias iritan, seperti kosmetik, parfum, perhiasan, dan deterjen. 

Beberapa iritan ini akan merusak sawar kulit (skin barrier) Anda, lalu timbul peradangan yang ditandai dengan gatal dan ruam. Keluhan ini akan muncul selama beberapa hari setelah terkena paparan.

5. Eksim

gatal di malam hari akibat eksim

Eksim atau dermatitis atopik adalah peradangan kulit yang menyebabkan kulit kering, gatal, dan kemerahan.

Kondisi ini disebabkan lemahnya sawar kulit sehingga rentan iritasi.

Para ahli menduga bahwa beberapa orang memiliki gen tertentu sehingga memiliki sawar kulit bawaan yang sudah lemah. 

Ada dugaan lain bahwa eksim dipicu oleh terlalu banyaknya bakteri Staphylococcus aureus di kulit sehingga melemahkan sawar kulit.

6. Gigitan atau sengatan serangga

Serangga yang kerap muncul di malam hari adalah nyamuk. Serangga ini lebih aktif menggigit Anda di malam hari karena sinar ultraviolet pada siang hari bisa membuat mereka dehidrasi.

Serangga lain yang bisa membuat Anda gatal di malam hari, yaitu sengatan tomcat. Hewan ini mengeluarkan racun bernama paederin yang menyebabkan dermatitis kontak dengan bentolan bernanah.

7. Kudis

Kudis atau scabies adalah gatal akibat gigitan kutu Sarcoptes scabiei. Penyakit kulit ini bisa menular ke orang lain dengan cepat, terutama bila tinggal seatap. 

Gejala utama kudis yang paling mudah disadari adalah kulit gatal yang memburuk dan intens hanya di malam hari. Selain itu, kulit menjadi bergelombang dan disertai lepuhan atau benjolan di kulit.

Kudis biasanya muncul di sela-sela jari, ketiak, pinggang, pergelangan tangan, dan siku dalam.

8. Infeksi jamur

Ada berbagai infeksi jamur yang bisa menyebabkan gatal di malam hari, di antaranya kurap, kutu air, dan panu.

Selain gatal, gejala infeksi jamur di kulit ditandai dengan lingkaran merah atau putih, bentol kemerahan, dan bersisik.

Kondisi ini umumnya muncul bila Anda mudah berkeringat, berbagi barang pribadi dengan orang yang terinfeksi, mengenakan pakaian atau sepatu yang tidak menyerap keringat, dan beraktivitas di tempat lembap.

9. Efek samping obat-obatan

Ada beberapa obat-obatan yang memicu efek samping berupa gatal di malam hari. Sensasi ini muncul selama beberapa hari hingga minggu setelah konsumsi obat. 

Beberapa obat pemicu kulit gatal, di antaranya:

  • antibiotik,
  • metformin,
  • allopurinol,
  • methyldopa,
  • sertralin,
  • risperidon,
  • tramadol,
  • danazol, dan
  • pil KB.

10. Masalah kesehatan tertentu

Meski jarang terjadi, gatal di malam hari bisa dipicu oleh beberapa kondisi kesehatan tertentu, seperti:

  • anemia,
  • kelainan saraf,
  • depresi,
  • stres,
  • cemas,
  • penyakit tiroid, dan
  • diabetes.
  • Cara mengatasi gatal di malam hari

    cara mengatasi kulit gatal di malam hari

    Ada berbagai cara untuk mengatasi kulit gatal di malam hari. Mulai dari penggunaan obat, produk pelembap kulit, sampai perawatan sederhana di rumah.

    1. Krim anti gatal

    Cara megatasi gatal di malam hari yang paling utama adalah menggunakan produk antigatal.

    Anda bisa menggunakan losion calamine atau zinc oxide. Kedua bahan ini bisa menenangkan dan meredakan rasa gatal dan panas.

    2. Pelembap kulit

    Selain krim anti gatal, mengoleskan pelembap merupakan cara mengatasi gatal di malam hari yang perlu diperhatikan. 

    Pilihlah produk pelembap kulit dengan tekstur pekat dengan kandungan ceramide, jojoba oil, minyak zaitun, dan squalene

    Pelembap pekat memberikan lapisan di permukaan kulit dan mencegah penguapan kadar air. Pelembap juga bisa memperkuat sawar kulit dan meredakan gatal akibat eksim.

    3. Gunakan obat antihistamin

    Antihistamin ini diperlukan untuk mengurangi peradangan yang terjadi akibat reaksi alergi yang memicu timbulnya gatal-gatal di kulit. 

    Pilihlah antihistamin generasi pertama, seperti difenhidramin, hidroksizin, atau prometazin.

    4. Bersihkan tubuh sebelum tidur

    Mandilah menggunakan air dingin atau suam kuku sebelum tidur. Ini merupakan perawatan paling sederhana yang bisa dilakukan di rumah. 

    Gunakan pula sabun yang bebas pewangi, dan pilih sabun yang tidak mudah membuat kulit kering.

    Pilih sabun mandi yang dapat membantu menghidrasi kulit sehingga kelembapan kulit tetap terjaga, misalnya sabun yang mengandung minyak kedelai dan minyak alpukat.

    5. Obati penyakit kulit

    Kulit hanya gatal di malam hari juga perlu diobati, terutama bila akibat infeksi. Dokter bisa memberikan obat antijamur atau antiparasit berupa krim atau salep. 

    Bila sudah parah, dokter bisa memberikan obat minum.

    Kapan harus ke dokter?

    • Rasa gatal datang tiba-tiba tanpa penyebab dan berlangsung selama lebih dari 2 minggu.
    • Tidak kunjung membaik meskipun sudah diberikan obat dan perawatan di rumah.
    • Sangat gatal hingga Anda tidak bisa tidur.
    • Gatal sekujur tubuh.
    • Kulit gatal disertai kering, perubahan warna kulit, demam, keringat berlebih, merasa lelah, dan penurunan berat badan.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Andreas Wilson Setiawan

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 13/03/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan