Penyakit Kulit

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu penyakit kulit?

Penyakit kulit adalah kondisi saat lapisan luar tubuh mengalami masalah baik iritasi atau meradang. Kondisi ini bisa menyebabkan kulit gatal, bersisik, perih, hingga memerah.

Biasanya infeksi virus, bakteri, jamur, dan parasit menjadi penyebab penyakit kulit yang paling umum. Panu, kurap, dan kudis termasuk penyakit kulit yang banyak menyerang masyarakat Indonesia.

Sebagian penyakit bersifat sementara, sedangkan sebagian lainnya bisa permanen dan terus kambuh.

Seberapa umum penyakit kulit?

Penyakit kulit termasuk masalah yang sangat umum terjadi. Masalah kulit bisa menyerang siapa pun dari berbagai rentang usia. Bayi, anak, orang dewasa, hingga orang tua bisa terkena masalah kesehatan yang satu ini tanpa terkecuali.

Bahkan, penyakit kulit bisa menyerang orang yang sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Anda dapat mengurangi kemungkinan terjangkit penyakit ini dengan mengurangi faktor-faktor yang meningkatkan risikonya.

Selalu konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Jenis penyakit kulit

Apa saja jenis-jenis penyakit kulit?

Penyakit kulit terbagi menjadi dua kategori besar yaitu, menular dan tidak menular. Penyakit kulit ada yang menular dan tidak tergantung pada penyebabnya.

Menular

Penyakit kulit menular adalah masalah kulit yang biasanya disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Oleh karena itu, infeksinya akan sangat mudah menular melalui kontak langsung kulit ke kulit atau dari permukaan benda yang telah terinfeksi.

Jenis-jenis penyakit kulit yang menular, di antaranya meliputi:

  • Kurap: infeksi kulit akibat jamur dengan bercak merah di kulit yang menyebar.
  • Kutu air: infeksi jamur yang biasanya menyerang kaki, terutama sela jari.
  • Impetigo: infeksi kulit yang ditandai dengan ruam berisi air.
  • Kusta: infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae
  • Bisul: infeksi bakteri yang disebabkan bakteri Staphylococcus aureus
  • Cacar air: infeksi kulit akibat virus varicella-zoster
  • Kutil: pertumbuhan kulit berlebih akibat virus
  • Kudis: kulit gatal akibat tungau Sarcoptes scabiei
  • Herpes: infeksi yang disebabkan oleh virus herpes

Tidak menular

Penyakit kulit tidak menular biasanya disebabkan karena gangguan autoimun, paparan alergen, dan berbagai penyebab lainnya.

Berikut beberapa penyakit kulit yang masuk kategori tidak menular, yaitu:

  • Panu: infeksi jamur Malassezia pada permukaan kulit.
  • Psoriasis, kelainan kulit akibat penyakit autoimun
  • Eksim, peradangan pada kulit yang membuatnya merah, kering, dan gatal
  • Vitiligo, kelainan kulit akibat pigmentasi warna yang hilang hingga menyebabkan belang
  • Rosacea, penyakit kulit yang ditandai dengan bintik kemerahan kecil berisi nanah
  • Dermatitis, peradangan kulit yang ditandai dengan bengkak kemerahan gatal

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit kulit?

Tanda dan gejala penyakit kulit mungkin berbeda tergantung dari jenis dan penyebabnya. Namun, gejala yang paling umum adalah:

Benjolan

Munculnya benjolan pada kulit menjadi salah satu tanda masalah. Benjolan bisa berisi nanah dan terasa nyeri, seperti akibat bisul. Benjolan juga bisa muncul sebagai akibat dari tumpukan kulit berlebih akibat virus, seperti kutil.

Lenting

Lenting adalah benjolan kecil yang berisi cairan baik air maupun nanah. Biasanya lenting berukuran sangat kecil. Penyakit kulit yang ditandai dengan lenting yaitu cacar air.

Selain cacar air, herpes juga biasanya memunculkan lenting pada kulit yang berisi air. Tak hanya itu, impetigo juga termasuk salah satu penyakit yang ditandai dengan lenting atau lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah.

Ruam

Pada sebagian besar masalah kulit, ruam atau bercak merah menjadi salah satu tanda yang sangat sering muncul. Ruam bisa dibarengi rasa gatal atau tidak.

Beberapa masalah kulit yang biasanya ditandai dengan ruam yaitu kurap, rosacea, eksim, dan dermatitis.

Kulit kering bersisik

Kulit bersisik merupakan tanda tak biasa pada kulit yang perlu diwaspadai. Eksim dan psoriasis adalah masalah kulit yang biasanya ditandai dengan sisik pada kulit. Sisik umumnya terbentuk akibat kulit yang terlalu kering.

Pada psoriasis, sisik biasanya berwarna keperakan. Sisik yang cukup tebal ini muncul akibat produksi kulit berlebih pada kulit.

Untuk eksim dan psoriasis kulit akan terasa sangat kering dan pecah-pecah. Bahkan, kondisi ini bisa menyebabkan kulit berdarah saking keringnya.

Gatal

Gatal biasanya muncul disertai dengan ruam. Namun, Anda juga bisa saja merasa gatal yang tak tertahankan tanpa mengalami ruam.

Hampir semua penyakit kulit ditandai dengan rasa gatal dari mulai kurap, kutu air, kudis, cacar air, psoriasis, eksim, panu, dan dermatitis.

Perubahan warna kulit

Perubahan warna kulit seperti kemerahan parah atau kehilangan pigmen warna sehingga terlihat belang kerap menandai masalah kulit. Kondisi ini biasa terjadi pada rosacea dan vitiligo.

Rosacea membuat kulit Anda berwarna kemerahan. Kemerahan ini dapat hilang untuk sementara sebelum akhirnya muncul kembali secara permanen. Sementara vitiligo membuat sebagian kulit berwarna cokelat dan sebagian lainnya berwarna pucat.

Kapan saya harus periksa dokter?

Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter jika berbagai gejala yang dirasakan tak kunjung hilang atau semakin parah. Selain itu, konsultasikan ke dokter jika:

  • Kurang tidur akibat masalah kulit yang menganggu
  • Telah mencoba pengobatan rumahan tetapi tidak berhasil
  • Aktivitas sehari-hari terhambat karena penyakitnya melemahkan Anda
  • Menyebar ke seluruh tubuh

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Ini karena respon tubuh masing-masing orang berbeda pada tiap penyakit.

Oleh sebab itu, selalu konsultasikan ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Penyebab

Apa saja penyebab penyakit kulit?

Infeksi virus

Masalah kulit bisa disebabkan oleh virus. Kasusnya bisa ringan bisa juga berat. Adapun berbagai penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi virus yaitu:

  • Herpes zoster
  • Cacar air
  • Kutil
  • Moluskum kontagiosum

Infeksi bakteri

Selain virus, bakteri juga bisa menyebabkan penyakit kulit. Dilansir dari American Family Physician, impetigo dan bisul termasuk masalah kulit yang disebabkan oleh bakteri.

Impetigo dan bisul sama-sama disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Namun selain itu, bisul juga bisa disebabkan oleh Streptococcus pyogenes.

Selain itu, penyakit kulit lainnya yang disebabkan oleh infeksi bakteri yaitu kusta, selulitis, erisipelas, dan folikulitis.

Bakteri biasanya masuk ke tubuh melalui luka di kulit seperti lecet atau luka terbuka. Jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah bakteri biasanya akan lebih mudah menginfeksi tubuh.

Biasanya menurunnya sistem kekebalan tubuh ini disebabkan oleh penyakit tertentu atau efek samping pengobatan.

Infeksi parasit

Sebagian masalah kulit bisa disebabkan oleh parasit. Biasanya jenis infeksi kulit ini bisa menyebar ke luar kulit, termasuk aliran darah dan organ.

Namun tak perlu khawatir, infeksi kulit umumnya tidak mengacam jiwa hanya saja memang membuat pengidapnya tidak nyaman. Adapun jenis infeksi kulit akibat parasit yaitu kutu rambut dan kudis.

Infeksi jamur

Infeksi jamur biasanya menyerang bagian kulit yang cenderung lembap seperti kaki dan ketiak. Namun ternyata, tidak semua infeksi jamur menular.

Biasanya infeksi yang tidak menular ini cenderung ringan. Adapun berbagai masalah kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur, yaitu:

  • Kutu air
  • Kurap
  • Ruam popok

Orang yang sering membiarkan kulitnya dalam keadaan lembap sangat berisiko tinggi terkena infeksi akibat jamur. Apalagi jika ditambah adanya luka yang membuat jamur bisa masuk ke lapisan kulit lebih dalam.

Gangguan autoimun

Gangguan autoimun adalah kondisi saat sistem kekebalan tubuh keliru dan menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Para ahli tidak mengetahui secara pasti mengapa hal ini bisa terjadi.

Biasanya penyakit kulit yang disebabkan oleh autoimun tidak bisa disembuhkan. Namun, berbagai pengobatan akan membantu meringankan dan mengendalikan gejala Anda. Vitiligo dan psoriasis termasuk masalah kulit yang disebabkan oleh gangguan autoimun.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena penyakit kulit?

Biasanya seseorang lebih rentan terkena masalah kulit jika memiliki satu atau lebih faktor yang meningkatkan risikonya. Di antaranya:

  • Paparan sinar matahari berlebih
  • Riwayat keluarga yang memiliki penyakit kulit
  • Tidak menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan
  • Sedang terserang infeksi virus atau bakteri di bagian tubuh yang lain
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat penyakit atau efek samping pengobatan
  • Paparan alergen
  • Makanan pedas
  • Minuman beralkohol
  • Stres
  • Merokok
  • Obesitas

Diagnosis & Obat

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit kulit?

Memeriksa tanda dan gejala

Biasanya memeriksa tanda dan gejala menjadi tes yang paling banyak dilakukan oleh dokter. Hal ini terutama dilakukan untuk memeriksa penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi.

Sering kali dokter bisa melihat jenis infeksi kulit berdasar tampilan dan lokasi terjadinya. Selain itu, dokter juga akan memeriksa infeksi dengan melihat lebih dekat tanda gangguan pada kulit Anda termasuk pada kulit kepala.

Mengambil sampel kulit

Dokter juga akan mengambil sampel kecil dari kulit (biopsi) Anda untuk melihat penyebab penyakit.

Sebelum proses biopsi dilakukan, dokter akan memberikan Anda bius lokal di lokasi sampel kulit diambil.

Kemudian, sampel ini nantinya akan diperiksa di bawah mikroskop untuk menentukan jenis penyakit kulit yang tepat. Biasanya tes ini dilakuan untuk melihat memeriksa keberadaan kanker kulit.

Tes kultur

Tes kultur adalah tes yang dilakukan dengan mengambil sampel dari permukaan kulit, isi benjolan, rambut, atau kuku.

Prosedur ini biasanya dilakukan untuk mengidentifikasi mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus, atau parasit penyebab infeksi.

Apa saja pilihan pengobatan untuk penyakit kulit?

Antibiotik

Antibiotik biasanya diberikan untuk penyakit kulit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Umumnya ada dua jenis antibiotik yang digunakan yaitu oles dan minum.

Namun, jika bakteri ternyata resisten terhadap kedua jenis antibiotik ini, dokter akan memberikannya melalui cairan infus.

Antijamur

Obat ini tentu saja akan diberikan untuk mereka yang mengalami penyakit kulit akibat infeksi jamur. Anda bisa menggunakan semprotan antijamur dan krim yang dijual bebas di pasaran.

Clotrimazole (Lotrimin), ketoconazole (Nizoral), dan terbinafine (Lamisil AT), merupakan beberapa contoh obat antijamur oles. Obat-obatan ini biasanya digunakan untuk mengobati kondisi kulit seperti kurap dan kutu air.

Namun, jika kondisi tak juga membaik, konsultasikan ke dokter untuk meminta obat yang lebih kuat. Biasanya dokter akan meresepkan krim, obat minum, atau salep oles yang disesuaikan dengan kondisi Anda.

Antivirus

Obat antivirus biasanya dibutuhkan untuk membantu mengatasi herpes dan herpes zoster. Pilihan obat yang biasanya digunakan yaitu acyclovir (Zovirax), famciclovir (Famvir), dan valacyclovir (Valtrex).

Asam salisilat

Selain digunakan untuk mengatasi jerawat, obat ini biasanya banyak digunakan untuk membantu mengatasi kutil. Obat biasanya dijual dalam bentuk losion, gel, sabun, sampo, atau patch.

Kortikosteroid

Kortikosteroid oles termasuk salah satu obat yang biasanya diresepkan untuk mengatasi masalah kulit seperti psoriasis dan eksim. Kortikosteroid mampu mengurangi peradangan dan mengurangi rasa gatal yang menganggu.

Biasanya salep kortiosteroid ringan direkomendasikan untuk area-area sensitif seperti wajah atau lipatan kulit.

Sementara untuk dosis yang lebih kuat akan direkomendasikan untuk area yang lebih sulit diobati dan telah menyebar luas.

Imunosupresan

Obat imunosupresan seperti azathioprine (Imuran) dan methotrexate (Trexall), dapat digunakan untuk mengobati kondisi termasuk kasus psoriasis dan eksim yang parah.

Inhibitor enzim

Inhibitor enzim seperti apremilast (Otezla) bekerja dengan mematikan enzim dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan peradangan.

Eucrisa adalah inhibitor enzim yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat untuk dermatitis atau eksim atopik ringan hingga sedang.

Retinoid

Retinoid jenis acetretin (Soriatane) digunakan untuk membantu mengobati semua jenis psoriasis parah. Obat ini mampu mengurangi pertumbuhan sel kulit.

Namun, obat ini tidak bisa digunakan untuk wanita hamil, yang berencana hamil, atau sedang menyusui. Pasalnya, obat ini bisa menyebabkan cacat lahir yang parah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan untuk mengatasi penyakit kulit?

Perawatan di rumah untuk infeksi kulit berfungsi mengurangi dan meringankan gejala. Adapun berbagai perawatan yang bisa dilakukan untuk meringankan berbagai masalah kulit yaitu:

Menggunakan pelembap

Pelembap merupakan salah satu perawatan kulit penting yang perlu digunakan. Jangankan untuk kulit yang bermasalah, untuk kulit yang sehat pun pelembap sangat diperlukan.

Anda bisa membeli pelembap kulit di pasaran dengan bahan dasar yang ringan dan tidak mengiritasi. Jika bingung, tanyakan pada dokter kira-kira adakah produk rekomendasi yang cocok untuk melembapkan kulit Anda.

Melakukan kompres dingin atau hangat

Kompres dingin dan hangat membantu meredakan peradangan dan rasa gatal yang muncul pada kulit. Untuk kompres dingin Anda hanya perlu menyiapkan sebaskom air es atau es batu. Kemudian, rendam handuk kecil ke dalamnya sebelum digunakan.

Sementara untuk kompres hangat, pastikan bahwa suhu air tidak terlalu panas. Suhu yang terlalu panas justru bisa mengeringkan kulit Anda.

Siapkan baskom sebagai wadah air hangat kemudian rendam handuk kecil ke dalamnya. Biasanya kompres air hangat akan sangat membantu meredakan gatal tanpa perlu menggaruknya.

Rajin mandi

Mandi membantu membersihkan tubuh dari kuman dan kotoran yang menempel. Apalagi jika Anda termasuk orang yang sering berkegiatan di luar ruangan sebaiknya mandilah setiap hari.

Selain itu, mandi juga membantu menghilangkan sisik dan menenangkan kulit yang meradang.

Namun ingat, jangan mandi dengan air yang terlalu panas karena justru bisa membuat kulit makin kering. Pilih juga sabun dengan bahan-bahan ringan dan lembut agar tidak memperburuk gejala.

Pencegahan

Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit kulit?

Sebagian penyakit kulit tidak bisa dicegah, terutama yang disebabkan oleh genetik. Namun, sebagian lainnya terutama yang menular bisa dicegah dengan menerapkan berbagai usaha seperti:

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • Tidak berbagi peralatan pribadi dengan orang lain seperti alat makan dan mandi
  • Menghindari kontak langsung dengan kulit orang yang terinfeksi
  • Melakukan vaksinasi terutama untuk penyakit seperti cacar air
  • Menghindari paparan alergen atau bahan iritan seperti produk kimia yang keras
  • Menghindari paparan sinar matahari berlebih langsung ke kulit
  • Tidak menggaruk kulit yang gatal, meradang, atau iritasi
  • Membersihkan terlebih dahulu peralatan umum sebelum digunakan misal sendok di warung makan
  • Menjaga sistem kekebalan tubuh dengan makan makanan bergizi seimbang dan cukup istirahat

Bila ada pertanyaan lebih lanjut, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca