Bisul

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 November 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi bisul

Bisul atau furunkel adalah benjolan pada kulit yang berisi nanah. Salah satu penyakit kulit menular ini biasanya disebabkan oleh infeksi pada folikel rambut dalam kulit.

Bisul bisa muncul di daerah wajah, belakang leher, ketiak, pantat, dan paha. Bahkan ada pula bisul di selangkangan. Bisul juga mungkin muncul lebih dari 1 benjolan dalam waktu bersamaan. Kondisi ini umumnya tidak serius dan mudah disembuhkan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Bisul adalah salah satu penyakit kulit yang paling yang sering terjadi. Wanita, pria, tua, dan muda bisa saja mengalaminya sewaktu-waktu.

Meski begitu, mereka yang sakit dan sedang minum obat-obatan tertentu yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh akan lebih rentan untuk mengalami bisulan.

Orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang menurunkan sistem imun tubuh juga lebih rentan, seperti diabetes atau gagal ginjal. Jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah misalnya karena usia tua atau karena HIV, Anda juga rentan mengalami bisulan.

Secara umum bisul berhubungan dengan penyebab lain. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala bisul

Kondisi ini biasanya muncul sebagai ruam kulit yang terasa sakit ketika Anda menyentuhnya. Lambat laun, ruam kemerahan ini membentuk benjolan kecil yang keras, terisi penuh oleh nanah, dan terasa nyeri.

Benjolan ini berdiameter kira-kira 1,5 cm yang nantinya bisa membesar sampai 5 cm. Semakin besar diameter bisul, maka akan terasa semakin nyeri jika disentuh.

Beberapa benjolan terdapat di lapisan kulit yang lebih dalam, lalu muncul dan mengeluarkan cairan berisi darah dan cairan putih. Setelah benjolan berisi nanah, rasa nyeri akan berkurang namun bengkak dan kemerahan menetap dalam beberapa hari atau minggu. Kondisi ini juga dapat menyebabkan bengkak.

Jika tidak diobati dengan tepat, kondisi ini dapat meluas memasuki aliran darah dan menginfeksi organ sekitar, menyebabkan infeksi.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Bagaimana membedakan benjolan bisul dan jerawat?

Banyak orang yang sering kebingungan untuk membedakan benjolan tanda bisul dan jerawat. Pasalnya, keduanya bisa terlihat sangat mirip.

Baik bisulan dan jerawatan terkadang dapat membuat kulit Anda memerah dan benjolannya terasa menyakitkan jika disentuh. Padahal, penyebab bisulan dan jerawat berbeda. Begitu pula dengan cara mengobatinya.

Jerawat merupakan kondisi di mana pori-pori kulit tersumbat oleh minyak atau penumpukan sel kulit mati. Memang, jerawat juga bisa memunculkan bintil yang bernanah, tapi ukurannya tidak akan membesar. Bisul juga sering terlihat seperti membengkak, sedangkan jerawat tidak.

Perbedaan lainnya ada pada letak kemunculannya. Jerawat lebih sering muncul di area dengan kelenjar minyak yang sangat aktif seperti wajah, dada, atau punggung. Sementara itu, benjolan bisul biasanya muncul pada area yang sering berkeringat atau bergesekan dengan pakaian, seperti jerawat di pantat, ketiak, dan paha.

Jika Anda masih bingung apakah Anda mengalami bisulan dan jerawat, jangan ragu untuk menanyakan langsung ke dokter spesialis kulit yang akan jelaskan secara rinci sekaligus periksa kondisi Anda guna menentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kondisi ini jarang membutuhkan penanganan medis khusus oleh dokter. Pasalnya, bisulan dapat membaik dengan sendirinya dalam kurun waktu beberapa hari setelah kemunculan.

Meski begitu, Anda harus segera menghubungi dokter jika muncul salah satu atau lebih gejala di bawah ini.

  • Lebih dari 1 muncul benjolan pada saat yang bersamaan (karbunkel).
  • Benjolan muncul di daerah wajah dan mengganggu.
  • Gejalanya memburuk atau terasa sangat nyeri.
  • Mengalami demam hingga menggigil.
  • Diameter benjolan berukuran lebih dari 5 cm.
  • Tidak sembuh dalam dua minggu.
  • Tidak kunjung pecah setelah pengobatan sendiri.
  • Bisulan terus kembali muncul.
  • Timbul garis-garis atau kemerahan di kulit sehat sekitar area yang bisulan.
  • Kelenjar getah bening Anda membengkak.
  • Anda memiliki murmur jantung, diabetes, masalah dengan sistem kekebalan tubuh, atau menggunakan obat-obatan yang melemahkan imun tubuh (misalnya kortikosteroid atau kemoterapi) dan muncul benjolan berisi nanah di kulit.

Tubuh masing-masing orang berbeda. Gejala yang muncul pun bisa jadi berbeda. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter spesialis kulit.

Penyebab dan faktor risiko bisul

Banyak orang menganggap bahwa makan telur terlalu banyak menyebabkan bisul. Kenyataannya, itu mitos belaka.

Bisul adalah kondisi pada kulit yang terjadi saat folikel rambut terinfeksi bakteri penyebabnya. Bakteri penyebab bisul adalah Staphylococcus aureus. Bakteri ini biasa ditemukan di kulit, hidung, dan tenggorokan.

Infeksi dari rambut yang tumbuh ke dalam juga bisa menjadi penyebab kondisi ini. Kulit yang terinfeksi bakteri penyebab bisul mengacaukan kerja sistem kekebalan tubuh, sehingga area yang terinfeksi biasanya jadi bernanah.

Bisul dapat menular melalui kontak langsung antara kulit sehat dengan nanah yang terkandung pada benjolan. Saling meminjang barang pribadi pada orang yang bisulan juga meningkatkan risiko Anda terkena bisul.

Pada beberapa kasus, bisul juga dapat menimbulkan luka pada kulit yang memudahkan masuknya bakteri penyebab bisul melalui garukan atau gigitan serangga.

Penyebab bisul lainnya yaitu:

  • infeksi luka,
  • tingkat kebersihan yang buruk,
  • sering memakai pakaian ketat, serta
  • sering terkena paparan bahan kimia atau kosmetik.

Penyakit ini dapat bertambah parah dan menyebabkan infeksi bakteri yang dapat masuk ke aliran darah. Jika dibiarkan, bisulan dapat menyebabkan infeksi yang lebih berat.

Mungkin ada beberapa penyebab bisulan lainnya yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apa faktor risiko terkena penyakit bisul?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan Anda terkena bisulan antara lain sebagai berikut.

  • Kontak kulit dengan orang yang mengalami bisulan.
  • Memiliki sistem imun yang rendah.
  • Memiliki penyakit yang dapat melemahkan sistem imun Anda seperti diabetes dan HIV. Penyakit tersebut membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi.
  • Kondisi kulit lain seperti jerawat dan eksim (dematitis atopik). Pasalnya, jerawat dan eksim dapat merusak lapisan pelindung kulit yang membuat Anda semakin mudah terkena penyakit ini.

Obat dan pengobatan bisul

Ada berbagai jenis obat bisul. Untuk bisul berukuran kecil, Anda bisa melakukan perawatan sendiri di rumah. Namun, untuk bisul yang lebih besar, Anda mungkin akan membutuhkan perawatan khusus.

Perawatan di rumah cukup dilakukan dengan mengompres bisul menggunakan kain yang telah direndam dalam air hangat selama 10 menit. Langkah ini bisa dilakukan beberapa kali dalam sehari. Tujuannya, kompres akan membantu bisul lebih cepat pecah dan mengeluarkan cairannya.

Langkah di atas juga dapat mengurangi rasa sakit dan memancing agar nanah di dalam benjolan naik ke permukaan. Jangan lupa, selalu cuci tangan sampai bersih sebelum dan setelah Anda menyentuh benjolan berisi nanah ini.

Anda juga bisa mengobati bisul dengan obat yang dijual di apotek. Dokter Anda dapat memberikan resep antibiotik apabila Anda mengalami bisulan yang parah.

Di bawah ini adalah beberapa obat bisul yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan penyakit Anda.

Benzocaine

Obat bisul satu ini dapat membantu meredakan sakit ketika Anda memiliki benjolan berisi nanah di kulit. Hal ini karena kandungan pada salep benzocaine dapat menghalangi sinyal rasa sakit.

Gunakan salep sesuai dengan petunjuk dokter atau yang tertera pada label kemasan. Biasanya, penggunaan salep bisul ini sudah mampu mengurangi rasa sakit.

Jadi, pastikan Anda tidak berlebihan dalam menggunakan salep bisul ini karena mungkin justru dapat menimbulkan efek samping.

Mupirocin

Mupirocin adalah salah satu salep antibiotik untuk mengobati bisul. Jika digunakan sesuai aturan pakai, salep bisul ini sangat efektif dalam melawan dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bisul.

Gunakan obat bisul ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Lanjutkan penggunaan obat ini hingga yang diresepkan habis. Menghentikan penggunaan obat yang terlalu cepat dapat membuat bakteri lanjut berkembang.

Gentamicin

Gentamicin adalah salep bisul yang mengandung antibiotik berspektrum luas yang dapat mengobati bisul pada kulit. Salep ini termasuk golongan antibiotik aminoglikosida yang bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab bisul.

Untuk menggunakannya, Anda cukup mengoleskan salep secara tipis-tipis pada benjolan setidaknya 3 – 4 kali sehari. Antibiotik ini bekerja dengan baik jika Anda menggunakannya secara konsisten pada waktu-waktu yang sama.

Lanjutkan penggunaan obat ini hingga yang diresepkan habis, walaupun gejala menghilang setelah beberapa hari. Menghentikan obat terlalu cepat dapat membuat bakteri lanjut berkembang, yang akhirnya kembali terinfeksi.

Namun, Anda dianjurkan untuk tidak menggunakan salep ini lebih dari dua minggu. Pasalnya, penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko resisten alias kebal antibiotik. Beri tahu dokter jika kondisi Anda menetap atau memburuk.

Anda juga mungkin memerlukan obat ibuprofen atau paracetamol untuk mengatasi rasa nyeri yang muncul.

Jika infeksi telah menyebar ke jaringan yang lebih dalam atau meluas, sampel nanah dapat diambil untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab infeksi lebih akurat.

Hasil sampel nanah dapat membantu dokter untuk menentukan pilihan antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati bisulan. Jika digunakan dengan tepat, kedua obat ini dapat membantu meringankan rasa sakit akibat benjolan berisi nanah yang meradang.

Untuk kasus yang lebih parah, dapat pula dilakukan operasi untuk mengeluarkan nanah dalam benjolan yang besar dan dalam. Setiap kondisi dapat berbeda. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk terapi yang tepat bagi Anda.

Bagaimana mendiagnosis bisul?

Dokter akan memeriksa kulit yang terinfeksi dan mengambil sampel nanah untuk diperiksa. Biasanya sampel nanah diambil untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab infeksi lebih akurat.

Hasil sampel nanah dapat memandu dokter tentang pilihan antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati masalah Anda.

Perawatan di rumah

Berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan untuk membantu penyembuhan bisul.

  • Kurangi aktivitas fisik hingga infeksi sembuh sempurna. Hindari kegiatan berkeringat dan olahraga selama ada Anda bisulan.
  • Lakukan kompres hangat secara rutin. Ini dapat membantu Anda mengeluarkan cairan nanah yang terkandung dalam benjolan.
  • Jangan pernah memencet benjolan yang berisi nanah karena hal tersebut justru dapat menyebarkan infeksi pada area kulit sekitarnya.
  • Ganti pakaian dan sprei setiap hari, cucilah dengan air panas dan deterjen.
  • Hubungi dokter Anda jika gejala dan kondisi Anda tidak kunjung membaik meski telah melakukan perawatan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Mie instan mungkin makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama anak kos di akhir bulan. Namun, tahukah Anda bahaya makan mie instan?

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Meski populer, mi instan sering dicap sebagai makanan tidak sehat. Lantas, apakah diabetesi boleh makan mie instan? Jika boleh, bagaimana tips amannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

10 Tips Mudah untuk Sembuhkan Kaki Bengkak Setelah Melahirkan

Kaki bengkak bisa mulai terjadi selama kehamilan, bahkan terus bertahan sampai setelah melahirkan. Apa penyebabnya? Dan adakah cara untuk memulihkannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 24 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kanker, Kanker Lambung 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab gula darah tinggi

10 Hal yang Dapat Menjadi Penyebab Gula Darah Naik

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
pemeriksaan hba1c adalah

Tes HbA1c (Hemoglobin A1c)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
kadar gula darah tinggi

7 Cara Efektif Menurunkan Gula Darah Tinggi (Hiperglikemia)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit