home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perawatan IPL Adalah Terapi Gelombang Cahaya untuk Jerawat, Apakah Ampuh?

Perawatan IPL Adalah Terapi Gelombang Cahaya untuk Jerawat, Apakah Ampuh?

Jerawat sebenarnya mudah untuk diobati. Salah satu cara menghilangkan jerawat yang sering digunakan oleh orang-orang adalah IPL treatment (intense pulsed light). Apa itu perawatan IPL dan bagaimana prosedurnya?

Apa itu IPL treatment?

Source: Biolaser Aesthetics

IPL adalah terapi perawatan kulit yang memanfaatkan cahaya lampu xenon. Cahaya lampu ini digunakan dalam gelombang intensitas tinggi untuk memperbaiki masalah kulit, seperti:

  • noda hitam penuaan,
  • garis wajah dan kerutan,
  • merontokkan bulu,
  • bekas luka, serta
  • masalah jerawat.

Kebanyakan orang menganggap bahwa terapi IPL sama seperti terapi laser. Faktanya tidak demikian karena keduanya memiliki prosedur dan alat yang berbeda.

Terapi laser bekerja dengan satu gelombang cahaya yang hanya berkonsentrasi pada satu sel saja. Cara kerjanya mirip dengan sinar laser pointer yang sering digunakan saat presentasi.

Sementara itu, IPL treatment menggunakan berbagai macam gelombang cahaya yang dipadukan agar dapat menargetkan area yang lebih besar. Bahkan, terapi IPL juga memiliki efek samping lebih sedikit dibandingkan terapi laser.

Manfaat perawatan IPL pada masalah jerawat

perawatan ipl adalah

Beberapa orang mungkin lebih nyaman menggunakan obat penghilang jerawat sebagai cara untuk mengatasi jerawat yang dialami. Namun, tidak sedikit pula yang mencoba berbagai macam terapi untuk mengatasi masalah kulit ini, seperti terapi IPL.

IPL treatment sebenarnya termasuk pengobatan jerawat yang cukup aman dan efektif dengan sedikit efek samping. Pasalnya, IPL treatment dapat mengeringkan jerawat dengan membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengobati peradangan.

Kelebihan lain dari terapi IPL adalah membantu mengurangi kemerahan pada kulit di sekitar jerawat dan bekas jerawat. Hal ini dibuktikan lewat penelitian dari jurnal Dermatology Therapy.

Selain itu, perawatan IPL juga dilaporkan mampu mengecilkan ukuran kelenjar minyak, sehingga produksi minyak (sebum) di kulit pun berkurang. Alhasil, pori-pori pun tidak kembali tersumbat akibat penumpukan sel kulit mati dan minyak berlebih.

Terapi yang menggunakan cahaya ultraviolet dan cahaya lainnya ini dinilai ampuh mengatasi blackheads, whiteheads, dan jenis jerawat ringan lainnya. Namun, IPL treatment tidak dianjurkan untuk mengobati jerawat nodul atau kistik.

Mengenal Struktur Kulit Manusia, Termasuk Jenis dan Fungsinya

Bagaimana prosedur perawatan IPL?

Pada dasarnya prosedur perawatan IPL mirip dengan terapi laser pada umumnya. Terapi IPL akan mengeluarkan energi cahaya agar dapat diserap ke dalam sel target. Energi cahaya diubah menjadi energi panas untuk menyebabkan kerusakan pada area tertentu.

Meski begitu, perawatan kulit berjerawat ini berbeda dengan terapi laser karena IPL mengirimkan lebih banyak gelombang setiap kali mengeluarkan cahaya. Sebagian besar terapi IPL memakai filter untuk memperbaiki keluaran energi.

Hal ini bertujuan agar tingkat penyerapan lebih baik tanpa perlu mengeluarkan energi yang berlebihan. Alhasil, target kromofor tertentu (komponen kulit yang menyerap cahaya) pun tidak meleset.

Hasil dari perawatan IPL

apa itu dokter kulit

IPL adalah perawatan yang biasanya berlangsung antara 20 – 30 menit, tergantung dari besarnya daerah yang bermasalah. Agar mendapatkan hasil yang optimal, Anda dianjurkan untuk melakukan perawatan IPL lebih dari sekali, yakni sekitar 3 – 6 kali.

Jika Anda baru pertama kali melakukan pengobatan ini, mungkin akan melihat perbedaan yang cukup drastis, baik pada kondisi dan warna kulit. Namun, hal tersebut akan disempurnakan dan peremajaan kulit akan terjadi setelah beberapa sesi dilakukan.

Oleh sebab itu, terapi IPL adalah perawatan yang memerlukan ketelatenan agar Anda mendapatkan hasil yang optimal dan kulit terbebas dari jerawat.

Efek samping dari terapi IPL

Meski terbilang aman dan efektif untuk mengatasi muka berjerawat ringan hingga sedang, perawatan IPL tentu memiliki berbagai efek samping yaitu sebagai berikut.

  • Nyeri selama sesi pengobatan.
  • Kulit tampak memerah dan terasa sakit segera setelah terapi.
  • Kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari (fotosensitivitas).
  • Pigmen kulit terlalu banyak energi cahaya dan melepuh, tetapi jarang terjadi.
  • Bercak kulit menjadi lebih gelap atau pucat akibat sel pigmen rusak.
  • Rambut rontok.
  • Memar pada 10% pasien yang menjalani pengobatan ini.

Anda disarankan untuk mencuci muka dengan air dingin selama beberapa hari pertama setelah perawatan bila kulit terasa lebih sensitif dan sakit. Silakan hubungi dokter spesialis kulit untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ngan, V. (n.a). Intense Pulsed Light Therapy. DermNet NZ. Retrieved 30 September 2020, from https://dermnetnz.org/topics/intense-pulsed-light-therapy/ 

Intense Pulse Light. (n.a) . MetroDerm. Retrieved 30 September 2020, from https://metroderm.org/ipl-intense-pulsed-light/ 

Husain, Z., & Alster, T. S. (2016). The role of lasers and intense pulsed light technology in dermatology. Clinical, cosmetic and investigational dermatology, 9, 29–40. https://doi.org/10.2147/CCID.S69106. Retrieved 30 September 2020.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 17/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x