Kapalan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi kapalan

Kapalan atau callus adalah penyakit kulit berupa penebalan dan pengerasan lapisan terluar kulit. Kondisi ini terjadi ketika kulit Anda sering bergesekan dengan benda lain, terkena tekanan, atau iritasi.

Kapalan biasanya muncul di kulit yang sering tergesek, seperti bagian telapak kaki, jari kaki, jari tangan, siku, atau lutut.

Kapalan pada umumnya tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun, mungkin Anda akan merasakan sakit jika kapalan tumbuh terlalu tebal. Penanganan yang tidak tepat pun dapat menimbulkan iritasi.

Seberapa umumkah kapalan?

Kapalan merupakan kondisi yang sangat umum terjadi pada semua umur.

Kondisi ini juga lebih mudah ditemukan pada orang-orang yang sering mengenakan sepatu hak tinggi, sepatu terlalu ketat atau longgar, sering berjalan tanpa alas kaki, dan tidak memakai kaus kaki.

Kemunculan kapalan dapat diatasi dengan mengetahui apa saja faktor risiko yang ada dan menghindarinya. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala kapalan

Kapalan biasanya muncul pada bagian kulit yang sering tergesek atau tertekan, seperti telapak kaki, telapak tangan, atau permukaan lutut. Ukurannya pun sangat beragam.

Akan tetapi, kapalan umumnya berbentuk melebar, berwarna kuning pucat, dan terasa keras jika disentuh. Kapalan pun mudah untuk dilihat dan disentuh sehingga kita dapat mengenali gejala dengan karakteristik:

  • bagian kulit terasa tebal,
  • permukaan kulit yang menebal terasa kasar,
  • kulit mengeras,
  • apabila ditekan, terasa lembut di bagian dalam kulit,
  • kulit pecah-pecah dan kering, serta
  • terkadang menimbulkan rasa nyeri di bawah kulit.

Rasa sakit yang muncul pada kapalan sangat jarang terjadi. Namun, jika nyeri mulai terasa, sebaiknya Anda segera hubungi dokter terdekat.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Kapalan umumnya tidak berbahaya. Namun, jika Anda merasa kapalan mengganggu penampilan Anda dan tidak sedap dipandang, Anda dapat menghubungi dokter dan menjalani prosedur pengangkatan kulit yang menebal.

Apabila Anda merasakan sakit atau muncul infeksi seperti kutu air di bagian kapalan, Anda juga harus segera periksakan diri ke dokter.

Tubuh setiap orang memiliki cara kerja dan menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apa penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kapalan?

Kemunculan kapalan dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Umumnya, penyebab utama kapalan adalah adanya pergesekan atau tekanan pada kulit bagian tertentu.

Beberapa kebiasaan yang dapat menimbulkan kapalan di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Menggunakan sepatu dengan ukuran yang tidak sesuai

Sepatu yang terlalu sempit dapat menekan daerah kaki Anda, terutama bila Anda melakukan aktivitas fisik yang membuat kulit kaki tertekan.

Ketika tertekan, kulit akan melakukan pertahanan diri dengan bentuk penebalan. Hal inilah yang dapat menyebabkan kapalan di kaki.

Sementara itu, sepatu yang terlalu longgar akan membuat kaki lebih sering mengalami pergesekan. Terlalu sering menggunakan sepatu longgar berpotensi mengakibatkan penebalan sel kulit.

2. Tidak mengenakan kaus kaki

Tidak mengenakan kaus kaki juga dapat membuat kaki bergesekan dengan permukaan alas sepatu yang lebih kasar. Selain itu, kebiasaan ini juga membuat kaki lembap yang nantinya dapat memicu pertumbuhan bakteri.

3. Sering memakai sepatu berhak tinggi

Untuk wanita yang sering mengenakan sepatu hak tinggi sehari-hari, sebaiknya kurangi kebiasaan ini. Hak yang ada pada sepatu dapat memberikan tekanan berlebih pada tumit, sehingga kapalan sangat mungkin muncul di area tersebut.

4. Sering memainkan instrumen dengan tangan

Apabila Anda sering memainkan alat musik seperti gitar atau biola, kapalan di jari tangan Anda mungkin berasal dari tekanan yang berulang.

5. Berjalan tanpa alas kaki terlalu sering

Kulit kaki yang langsung terkena gesekan dan tekanan pada permukaan lantai atau tanah akan lebih cepat mengalami penebalan.

Apa faktor risiko untuk kapalan?

Kapalan adalah kondisi kulit yang dapat terjadi pada siapa saja dan orang dari segala usia. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang memiliki kapalan, mulai dari gaya hidup hingga kondisi kesehatan tubuhnya.

Di bawah ini adalah faktor-faktor risiko terjadi penebalan di kulit Anda.

1. Usia

Usia dapat menjadi salah satu faktor risiko. Umumnya, kondisi ini memang menyerang seluruh usia, namun penebalan pada kulit ternyata lebih banyak diderita oleh lansia di atas 65 tahun.

2. Jenis kelamin

Apabila Anda adalah wanita, maka kemungkinan Anda mengalami penebalan di area kulit tertentu pun lebih besar. Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita lebih mudah memiliki kondisi penebalan kulit dibanding pria.

3. Bunion

Bunion adalah terbentuknya benjolan pada pangkal tulang Anda, seperti jempol kaki. Hal ini biasanya disebabkan oleh pemakaian sepatu yang terlalu ketat.

4. Penyakit tertentu

Jika Anda memiliki riwayat penyakit diabetes atau pembuluh darah arteri, Anda mungkin berpotensi memiliki kapalan.

5. Anatomi kaki yang tidak normal

Bentuk kaki, terutama bagian anatominya, berpengaruh besar pada pembentukan kapalan di kulit kaki.

6. Cara berjalan tidak normal

Memiliki gaya berjalan yang tidak normal mengakibatkan terjadinya lebih banyak gesekan dan tekanan di kaki, sehingga proses penebalan kulit akan lebih mudah terjadi.

7. Memiliki pekerjaan tertentu

Orang-orang yang memiliki beban pekerjaan yang lebih berat seperti petani dan tukang kebun cenderung lebih mudah memiliki kapalan di kaki dan jari tangannya.

Diagnosis dan pengobatan kapalan

Bagaimana dokter mendiagnosis kapalan?

Keadaan kulit pada kapalan sangat mudah untuk dikenali karena penampilan dan karakteristiknya yang sangat jelas. Jadi, umumnya tidak diperlukan adanya tes pemeriksan yang rumit.

Dokter Anda akan memeriksa kaki Anda dan bertanya mengenai gejala-gejala lain yang mungkin Anda rasakan, riwayat penyakit, dan kebiasaan Anda sehari-hari.

Apabila diperlukan diagnosis lebih lanjut, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani tes X-ray (foto rontgen). Dengan cara ini, dokter dapat mengetahui apakah ada kelainan kesehatan yang mungkin dapat menjadi penyebab munculnya kapalan di kulit Anda.

Bagaimana cara mengobati kapalan?

Kondisi ini dapat diobati dengan berbagai jenis pengobatan, tergantung pada seberapa buruk penebalan dan rasa sakit yang muncul.

Biasanya, dokter akan meresepkan obat-obatan kapalan yang dapat membantu mengurangi dan menghilangkan penebalan pada kulit.

1. Obat-obatan

Beberapa obat yang akan diberikan dokter biasanya meliputi sebagai berikut.

Asam salisilat

Pengobatan dengan asam salisilat adalah metode yang paling umum digunakan untuk menghilangkan penebalan pada kulit. Obat ini juga dapat digunakan tanpa resep dari dokter.

Namun, untuk mengetahui dosis penggunaan yang tepat dan sesuai dengan kondisi kulit Anda, sebaiknya periksakan ke dokter dan gunakan resep yang sudah diberikan.

Antibiotik

Apabila terjadi infeksi akibat penebalan kulit yang tidak kunjung membaik, dokter mungkin akan meresepkan penggunaan salep antibiotik untuk mengurangi gejala-gejala infeksi.

Pereda rasa sakit

Infeksi yang muncul biasanya akan disertai rasa sakit. Dokter akan menangani hal ini dengan memberikan obat yang dapat mengurangi rasa nyeri pada bagian kulit yang mengalami penebalan.

2. Operasi

Apabila penanganan dengan obat-obatan tidak menunjukkan adanya perubahan pada kulit yang menebal, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur bedah seperti sebagai berikut.

Pemotongan kulit yang menebal

Doker bedah akan melakukan pemotongan pada kulit yang menebal. Prosedur ini biasanya akan dilakukan berulang kali untuk mencegah penebalan kulit muncul kembali.

Foot orthotics

Apabila Anda pernah memiliki riwayat kaki yang cacat, dokter akan menyarankan Anda untuk menggunakan lapisan khusus alas sepatu (orthotics). Hal ini diharapkan dapat mencegah munculnya kapalan secara berulang.

Perbaikan struktur tulang

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, dokter akan melakukan operasi pada bagian tulang untuk memperbaiki postur berjalan dan mengurangi gesekan pada kulit, sehingga risiko munculnya kapalan dapat dikurangi.

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan rumahan untuk mengatasi kapalan?

Selain mengonsumsi obat-obatan dan menjalankan perawatan medis, Anda juga dapat melakukan pengobatan sendiri di rumah untuk meringankan gejala kapalan.

Pengobatan dengan obat-obatan dan tindakan operasi memang penting, namun dengan melakukan perawatan sendiri di rumah, maka tingkat efektivitasnya pun lebih tinggi. Anda hanya perlu mengganti kebiasaan-kebiasaan lama dengan gaya hidup yang lebih sehat.

Berikut adalah beberapa langkah pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi munculnya penebalan di bagian kulit.

1. Merendam kaki dan tangan

Rendamlah tangan dan kaki yang terkena kapalan di dalam air hangat. Gunakan air yang dicampur dengan sabun antiseptik, lalu rendamlah tangan dan kaki Anda selama 10 – 15 menit.

Hal ini dilakukan untuk mencegah tumbuhnya bakteri pada area yang mengalami penebalan.

2. Gosok kulit menggunakan batu apung

Gosok kulit kapalan menggunakan batu apung guna mengangkat sel kulit mati.

Anda bisa mencelupkan batu ke dalam air hangat terlebih dahulu, lalu gosokan pada kulit dengan gerakan melingkar atau menyamping. Anda juga bisa menggunakan sikat khusus scrubbing

3. Menggunakan pelembap

Setelah direndam, pastikan Anda selalu mengaplikasikan produk pelembap yang gunanya tentu untuk melembapkan bagian kulit yang terjadi penebalan.

Namun, pastikan krim atau lotion yang digunakan memang diformulasikan khusus untuk kulit kaki. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui produk seperti apa yang cocok.

3. Pakai sepatu dengan ukuran yang tepat

Belilah sepatu dengan ukuran yang sesuai dengan kaki Anda. Jangan memilih sepatu yang terlalu besar maupun terlalu sempit.

Selain itu, Anda juga sebaiknya melakukan kegiatan ini di sore hari. Keadaan kaki biasanya lebih besar pada saat-saat tersebut, hal ini akan menghindari Anda dari risiko membeli sepatu yang terlalu sempit.

4. Memakai pad

Gunakan pad untuk melindungi bagian di mana kulit menebal, terlebih jika Anda sering mengenakan sepatu berhak tinggi setiap hari. Anda harus menggunakan produk ini sesuai dengan instruksi dari dokter.

5. Hindari memotong atau menguliti kapalan

Jangan memotong atau mengelupas kulit yang kapalan. Alat yang Anda gunakan untuk memotong belum tentu bersih, dan prosedur pemotongan yang tidak tepat malah akan mengakibatkan timbulnya bakteri, bahkan infeksi.

6. Potong kuku dengan benar

Apabila Anda memotong kuku, lakukan dengan cara memotong lurus, tidak dengan mengikuti bentuk asli kuku. Hal ini bertujuan untuk mencegah munculnya penebalan kulit di area kuku.

7. Kenakan kaus kaki

Saat memakai sepatu, usahakan untuk selalu mengenakan kaus kaki yang bersih dan diganti setiap hari.

8. Memakai bedak

Bedak talcum sangat bermanfaat untuk mencegah kulit dari keadaan terlalu lembab dan berkeringat. Hal ini tentunya berguna untuk menghindari muncul dan berkembangnya bakteri di kulit kaki.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter kulit untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pityriasis Rosea

Pityriasis rosea adalah ruam gatal-gatal yang berbentuk lingkaran atau oval, berukuran sekitar 2,5-5 cm, di dada, perut, atau punggung.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 30 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Luka Bakar

Luka bakar adalah kerusakan di jaringan kulit manusia. Cari tahu gejala, penyebab, derajat luka, serta pengobatan luka bakar di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Lichen Planus

Lichen planus adalah penyakit kulit berupa peradangan kronis yang menyerang kulit, kuku, dan lapisan mulut. Apakah kondisi ini menular?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Tahi Lalat

Tahi lalay adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah tahi lalat di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kuku paronikia paronychia

Paronikia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
impetigo, masalah penyakit dan gangguan kulit

Impetigo

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Pruritus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
heloma

Heloma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit