Sakit Tulang Belakang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sakit tulang belakang?

Sakit tulang belakang atau spinal pain adalah nyeri yang terjadi pada bagian mana pun dari ruas tulang leher (tulang servikal), punggung atas dan tengah (tulang thorakal), punggung bawah (tulang lumbal), dan/atau tulang ekor (tulang sakral).

Tulang belakang rentan terhadap cedera, gangguan, atau regangan karena fungsi utamanya yang menahan postur dan beban tubuh. Tuang belakang juga sangat terlibat dalam pergerakan badan bagian atas, seperti memutar dan membungkuk.

Nyeri dapat terjadi karena cedera tiba-tiba atau karena penggunaan berlebihan secara bertahap.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sakit tulang belakang?

Nyeri bisa terjadi di salah satu area spesifik pada tulang belakang atau di sepanjang ruas punggung. Kebanyakan rasa sakit bersifat sementara. Namun, nyeri bisa juga bersifat kronis dan berulang kembali.

Gejala umum yang bisa dirasakan ketika tulang belakang sakit adalah:

  • Punggung bagian bawah terasa kaku sehingga sulit bergerak
  • Postur menjadi terlihat tidak normal
  • Terjadinya kejang otot saat beraktivitas atau beristirahat
  • Rasa sakit atau nyeri bertahan 10-14 hari
  • Kehilangan fungsi motorik seperti berjinjit
  • Demam sampai terasa menggigil
  • Refleks yang melambat
  • Penambahan atau penurunan berat badan yang tidak biasa

Mungkin ada gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Nyeri tulang belakang adalah gangguan yang umum dengan banyak penyebab dan gejala yang juga bervariasi.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda perlu berkonsultasi ke dokter saat merasakan berbagai gejala yang mengacu pada nyeri di punggung atau tulang belakang.

Sebaiknya konsultasi dengan dokter jika sakitnya tidak juga mereda dalam beberapa hari atau hitungan minggu meski sudah mengonsumsi obat.

Dokter dapat mendiagnosis dan mencarikan penanganan terbaik untuk mencegah sekaligus mengobati sakit yang Anda rasakan.

Penyebab

Apa penyebab sakit tulang belakang?

Tulang belakang terdiri dari 33 ruas tulang belakang, cakram, saraf tulang belakang dan serabut saraf. Tulang belakang juga didukung oleh tiga jenis otot yaitu extensor (otot punggung dan otot gluteal), fleksor (otot perut dan otot iliopsoas), dan oblique atau rotator (otot samping).

Nyeri tulang belakang umum terjadi akibat trauma atau cedera mendadak maupun penggunaan berlebihan dalam jangka waktu panjang. Hal ini membuat serat-serat otot (ligamen) meregang secara abnormal sehingga mungkin kram, menegang, terpelintir, atau sobek.

Otot yang meregang karena cedera atau pemakaian berulang dapat mengakibatkan peradangan jaringan lunak di sekitarnya. Peradangan ini menyebabkan tulang belakang terasa nyeri karena kejang otot.

Nyeri tulang belakang juga dapat diakibatkan oleh masalah saraf, misalnya nyeri sciatica. Saraf terjepit di bagian belakang dapat membuat sakit yang menjalar dari tulang belakang ke ujung-ujung tubuh atau dinding dada.

Penyebab nyeri tulang belakang juga bisa berasal dari beberapa kondisi lain, seperti:

1. Kelainan tulang belakang

Bentuk tulang belakang yang normal adalah sejajar lurus ke bawah dan sedikit melengkung. Lengkungan alami ini membantu menopang postur dan menyeimbangkan tubuh Anda.

Namun ketika lengkungannya sangat ekstrem atau bahkan sampai membuatnya bengkok, ini adalah pertanda adanya kelainan pada tulang belakang. Ada tiga jenis kelainan tulang belakang yang terjadi pada manusia, yaitu lordosis, kifosis, dan skoliosis.

Kelainan pada bentuk tulang belakang akan memberi tekanan yang berlebih pada punggung dan menyebabkan nyeri.

Cakram tulang punggung yang tadinya berdampingan dan kemudian bergeser secara permanen juga dapat menyebabkan nyeri.

2. Patah tulang

Cedera fisik yang menyebabkan patah pada tulang belakang bisa menyebabkan nyeri. Risiko patah tulang juga dapat meningkat akibat kondisi medis terntentu, seperti osteoporosis dan peradangan sendi yang dapat membuat tulang melemah juga rapuh.

3. Degenerasi tulang belakang

Degenerasi adalah suatu perubahan keadaan dalam sel, jaringan, atau organ yang menurunkan fungsinya. Kondisi yang terjadi akibat penuaan serta tulang yang aus.

Hal lain yang dapat mempercepat kondisi ini adalah cedera, penyakit tulang, serta stres yang tidak biasa. Disk pada tulang belakang yang mengalami degenerasi dapat mengiritasi saraf tulang belakang sehingga menjadi tidak stabil.

Ada kemungkinan disk atau piringan yang ada di tulang belakang melemah sehingga terdorong ke arah saraf. Hal ini dapat menyebabkan iritasi saraf.

4. Saraf terjepit (herniated disc)

Herniated disc adalah pergeseran gel bantalan di antara cakram tulang belakang dari posisinya semula. Hal ini dapat menyebabkan penekanan berlebih pada saraf tulang belakang. Orang awam lebih mengenal penyakit ini dengan istilah saraf kejepit

Tekanan berlebih pada area tulang belakang dapat menyebabkan pinggang dan punggung bawah myeri dan mati rasa. Beberapa orang juga mungkin mengalami kelemahan di bagian punggung serta kaki.

5. Stenosis

Stenosis adalah penyempitan tulang belakang yang dapat menekan saraf tulang dan menyebabkan rasa sakit serta gejala lainnya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami nyeri tulang belakang?

Sakit tulang belakang bisa dirasakan apabila Anda merasakan nyeri yang menjalar dari tulang belakang, lengan, kaki, sampai tulang rusuk ke arah dada. Ada pula berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk merasakan penyakit ini, seperti:

Umur

Sakit tulang belakang dapat dipengaruhi oleh proses penuaan usia Anda. Semakin tua usia, semakin besar pula kemungkinan Anda mengalami sakit di sekitar tulang belakang.

Tidak rutin olahraga

Otot dan persendian yang tidak biasa digunakan dan dilatih dapat meningkatkan risiko sakit tulang belakang.

Kelebihan berat badan

Berat badan berlebih dapat memberikan tekanan ekstra pada tulang belakang sehingga menyebabkan sakit.

Melakukan aktivitas berat

Pekerjaan atau aktivitas yang mengharuskan Anda mengangkat, mendorong, atau menarik sesuatu yang berat bisa meningkatkan risiko sakit tulang belakang. Tidak menjaga postur serta terlalu sering duduk pun juga dapat menyebabkan nyeri.

Penyakit lain

Penyakit tulang seperti arthritis dan osteoporosis dapat meningkatkan peluang mengalami sakit tulang belakang.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis nyeri tulang belakang?

Diagnosis pada diperlukan ketika rasa sakit sudah berlangsung selama lebih dari minggu dan tidak kunjung membaik. Apalagi jika rasa sakit menyebar dan melewati tulang belakang.

Pemeriksaan fisik yang biasa dilakukan dokter adalah:

  • Melakukan latihan tertentu untuk melihat seberapa besar kekuatan Anda
  • Melihat fleksibilitas seperti gerakan memutar dan menekuk
  • Menilai area yang sakit dengan menyentuh bagian tubuh tertentu
  • Memeriksa apakah Anda dapat merasakan panas, dingin, atau tusukan.
  • Melakukan tes untuk memeriksa reaksi serta keterampilan motorik.
  • Melihat bentuk posisi tulang belakang serta otot.

Selain itu, dokter juga bisa melakukan tes lebih lanjut yang dibantu dengan alat khusus, seperti:

X-ray

Dokter akan melakukan aplikasi radiasi yang akan menampilkan gambaran bagian tubuh yang dapat memperlihatkan struktur tulang belakang juga sendi.

Hal ini dilakukan untuk mencari tahu penyebab sakit atau nyeri apakah ada infeksi, patah tulang, posisi tulang belakang yang tidak sesuai, dan lain-lainnya.

Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Merupakan tes yang dapat menghasilkan gambar tiga dimensi dari struktur tubuh. Alat ini pun akan menunjukkan kondisi dari sumsum tulang belakang, akar saraf, degenerasi, sampai tumor. Tidak hanya itu saja, dokter juga bisa melihat apabila terjadi infeksi serta peradangan tulang belakang.

Apa saja pilihan pengobatan sakit tulang belakang?

Ada beberapa penyebab yang dapat memicu terjadinya sakit tulang belakang. Oleh karena itu, rejime pengobatan yang direkomendasikan dokter mungkin akan berbeda pada setiap orang.

Pada awalnya dokter mungkin menyarankan Anda untuk lebih dulu mengurangi aktivitas dan beristirahat selama 1-3 hari saat gejalanya baru muncul. Jangka waktu ini dirasa ideal karena durasi istirahat yang terlalu lama justru dapat menambah rasa sakit serta hilangnya kekuatan otot.

Jika dengan istirahat saja erasa nyerinya belum mereda, dokter dapat menyarankan pengobatan dengan:

1. Obat antinyeri

Dikutip dari The National Center of Biotechnology Information, obat antiradang nonsteroid (NSAID) bisa dijadikan pilihan untuk meredakan rasa nyeri ringan sampai sedang.

Apabila gejalanya lebih parah, dokter dapat meresepkan obat antinyeri khusus dengan dosis yang lebih kuat, seperti:

3. Terapi fisik

Dokter juga dapat merekomendasikan terapi fisik jika diperlukan dan apabila obat minum tidak mempan mengurangi nyeri.

Terapi yang akan dilakukan berupa evaluasi mendalam yang dikombinasikan diagnosis sebelumnya sehingga akan menentukan perawatan untuk sakit tulang belakang.

Perawatan atau terapi tersebut melingkupi pijatan, USG, pelvic traction, latihan peregangan, sampai stimulasi menggunakan listrik.

4. Injeksi tulang belakang

Suntikan pada tulang belakang direkomendasikan oleh dokter untuk mengobati peradangan serta mengurangi rasa sakit langsung pada sumbernya. Suntikan yang biasa dilakukan, di antaranya:

  • Suntikan steroid (kortison) epidural di area dekat saraf atau di dalam kanal tulang belakang.
  • Suntikan pada persendian kecil (facet joint) di dalam atau di dekat sendi yang dapat mengobati nyeri sendi artritis.
  • Suntikan sendi sacroiliac (SI) di tulang belakang dan juga panggul.
  • Suntikan titik pemicu (trigger point) untuk membantu otot lebih rileks serta mengurangi rasa sakit.

5. Pembedahan

Apabila sakit tulang belakang tergolong parah, tidak menutup kemungkinan jika Anda memerlukan pendekatan dengan bedah, seperti:

  • Artificial disc surgery
  • Discectomy
  • Laminectomy
  • Laminotomy
  • Spinal fusion
  • vertebroplasty

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi sakit tulang belakang?

Selain perawatan dari dokter, Anda pun bisa melakukan perawatan sendiri di rumah untuk membantu mengatasi sakit tulang belakang.

Setelah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, menggabungkan keduanya mungkin akan membantu mempercepat kesembuhan. Berikut berbagai perawatan rumahan yang bisa Anda coba:

  • Minum obat yang sudah diberikan dokter secara teratur.
  • Mengompres bagian tulang belakang dengan handuk hangat atau dingin.
  • Melakukan peregangan yang diperbolehkan oleh dokter.

Pencegahan

Apa saja pencegahan yang dilakukan untuk sakit tulang belakang?

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tulang belakang sakit, seperti:

  • Melatih otot perut untuk memberikan stabilitas tulang belakang. Latihan yang bisa dilakukan seperti crunch, berenang, yoga, bersepeda, serta aerobik ringan.
  • Gunakan teknik mengangkat serta menggerakkan tubuh dengan benar. Pastikan Anda jangan membungkuk.
  • Menjaga postur tubuh saat duduk juga saat berjalan untuk menghindari nyeri tulang belakang.
  • Berhenti merokok. Merokok adalah faktor risiko yang dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah. Hal ini dapat mengakibatkan nyeri punggung bawah serta gangguan degenerasi pada area disk.
  • Menghindari stres. Lakukan hal yang dapat membuat Anda senang untuk menghindari ketegangan pada otot.
  • Menjaga berat badan sehingga tulang belakang tidak mendapat tekanan yang mengakibatkan nyeri.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Anatomi Tulang Manusia, dari Kepala Hingga Ujung Kaki

Tulang manusia berguna sebagai penyokong tubuh dan melindungi organ vital tubuh. Yuk, kenalan dengan anatomi kerangka tulang manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Fakta Unik 5 Mei 2018 . Waktu baca 10 menit

Tidur Lebih Nyenyak Meski Punya Nyeri Punggung Dengan 5 Posisi Ini

Bagi Anda yang mengalami nyeri punggung, ada kabar baik. Beragam posisi tidur yang baik buat nyeri punggung ini bisa bikin istirahat lebih baik dan nyenyak.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Nyeri Kronis, Health Centers 31 Maret 2018 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Levoscoliosis, Kelainan Tulang Belakang yang Melengkung ke Kiri

Levoscoliosis merupakan bentuk dari skoliosis di mana tulang belakang melengkung ke kiri. Jika tidak segera ditangani, ini bisa membahayakan penderitanya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit

Penyempitan Tulang Leher (Cervical Spinal Stenosis)

Penyempitan tulang leher atau cervical spinal stenosis adalah menyempitnya ruas tulang leher belakang dan mengakibatkan nyeri. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13 Desember 2017 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

spina bifida

Spina Bifida

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 13 menit
kelainan tulang belakang

Kelainan Tulang Belakang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit
nyeri tulang ekor sakit

Penyebab Nyeri Tulang Ekor (Coccydynia) yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 4 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit
nyeri tulang ekor

4 Gerakan Sederhana yang Manjur Atasi Nyeri Tulang Ekor

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2018 . Waktu baca 4 menit