Pinggang bagian belakang termasuk salah satu bagian tubuh yang sering kali dikeluhkan sakit atau nyeri oleh banyak orang. Pasalnya, sakit pinggang belakang bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari kondisi yang ringan hingga lebih serius.
Pinggang bagian belakang termasuk salah satu bagian tubuh yang sering kali dikeluhkan sakit atau nyeri oleh banyak orang. Pasalnya, sakit pinggang belakang bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari kondisi yang ringan hingga lebih serius.

Selain rasa sakit, ada juga gejala penyerta yang bisa berbeda-beda, tergantung masing-masing penyebabnya. Ketahui selengkapnya terkait sakit pinggang belakang di bawah ini.

Sakit pinggang belakang adalah rasa nyeri yang muncul di area bawah punggung, tepatnya di atas tulang ekor (garis bokong) dan di bawah dekat tulang rusuk.
Kondisi ini disebut juga nyeri punggung bawah atau low back pain.
Bagian belakang tubuh (punggung) tersusun oleh tulang belakang yang didukung oleh cakram, sumsum, serabut saraf, hingga otot dan ligamen. Otot perut membantu mendukung tulang belakang.
Trauma atau benturan yang terjadi di mana pun di daerah tersebut bisa menyebabkan rasa sakit pada pinggang belakang (punggung bawah).
Kondisi ini dapat bersifat nyeri akut (muncul tiba-tiba dan cepat hilang) ataupun nyeri kronis (muncul bertahap dan berlarut-larut).
Gejala kondisi ini biasanya muncul ketika punggung bagian bawah Anda cedera atau mengalami trauma. Beberapa tanda khas dari low back pain meliputi:
Tergantung pada penyebabnya, Anda mungkin mengalami rasa sakit di kaki, pinggul, atau telapak kaki. Selain itu, kaki Anda mungkin terasa lebih lemah sehingga kesulitan untuk berdiri.
Gejala biasanya hilang setelah beberapa hari atau minggu pengobatan. Namun, apabila rasa sakit masih terasa lebih dari tiga bulan, sakit tulang belakang menjadi kondisi kronis dan perlu penanganan lebih lanjut.
Kondisi setiap orang berbeda-beda. Jika Anda memiliki tanda dan gejala yang disebutkan di atas serta memiliki pertanyaan atau kekhawatiran, konsultasikan ke dokter Anda.
Apabila setelah 48—72 jam rasa sakit tak kunjung reda, periksakan diri Anda ke dokter. Selalu diskusikan dengan dokter untuk metode diagnosis, perawatan, dan pengobatan terbaik bagi Anda.

Benturan keras di punggung bawah karena trauma atau cedera dapat menyebabkan sakit yang berlangsung 1—7 hari.
Bahkan, rasa nyeri ini bisa bersifat kronis dan berlangsung lebih lama hingga sekitar 3 bulan. Penyebab low back pain antara lain sebagai berikut.
Saat melakukan aktivitas yang terlalu berlebihan, otot dan ligamen yang berada di sekitar pinggang dapat meregang bahkan robek.
Saat cedera atau kram otot, Anda bisa merasakan punggung di bagian menjadi kaku serta terjadi kejang otot sehingga menyebabkan sakit pinggang belakang bawah.
Ada berbagai kondisi yang menjadi faktor pemicu low back pain, di antaranya sebagai berikut.
Perlu diketahui bahwa saraf di bagian belakang lebih rentan mengalami cedera.
Sebaiknya, Anda berhati-hati karena bagian luar saraf berisiko robek, yang bisa menimbulkan sakit pinggang belakang. Risiko kondisi ini pun bertambah seiring bertambahnya usia.
Hal yang lebih parah bisa terjadi saat piringan yang ada di tulang rawan mendorong sumsum tulang belakang sehingga membuat sakit di bagian belakang berlangsung lebih dari 72 jam.
Spinal stenosis atau bisa juga disebut sebagai penyempitan tulang belakang merupakan kondisi ketika tulang belakang menyempit.
Tekanan pada sumsum tulang belakang dan saraf di sekitarnya bisa menyebabkan mati rasa, kram, hingga low back pain.
Kelainan pada tulang belakang terdiri dari beberapa jenis yaitu skoliosis, kifosis, dan lordosis.
Lengkungan yang tidak biasa pada tulang belakang ini bisa memberikan tekanan pada otot, tendon, ligamen, serta menyebabkan low back pain.
Radang pada sendi tulang panggul biasanya diawali dengan robekan kecil. Dari kerusakan tersebut hingga menimbulkan rasa nyeri, butuh proses pergeseran tulang yang terjadi secara berulang kali.
Tekanan berlebihan secara terus-menerus menyebabkan persendian sedikit bergerak dan hal tersebutlah yang akhirnya menimbulkan rasa sakit pinggang belakang dan kaku.
Siapa pun bisa mengalami sakit di pinggang belakang. Bahkan anak-anak dan remaja pun bisa mengalaminya.
Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko sakit punggung bawah yaitu:
Orang dengan masalah psikologis seperti depresi dan kecemasan pun berisiko tinggi terkena sakit pinggang, meskipun penyebab dan kaitannya belum diketahui secara pasti.
Selain itu, low back pain bisa disebabkan fibromyalgia dan beberapa penyakit serius (tapi jarang), seperti kanker, penyakit ginjal, atau penyakit darah.

Dokter Anda akan melakukan diagnosis dengan mengambil riwayat medis dan pemeriksaan klinis.
Rontgen atau magnetic resonance imaging (MRI) dapat dilakukan jika diperlukan hasil gambar tulang, saraf, cakram, atau daerah lain yang lebih jelas.
Selain itu, dokter dapat melakukan tes darah untuk mengetahui apakah rasa sakit pinggang belakang timbul karena penyakit lain dengan gejala yang sama.
Pengobatan sakit punggung bawah tergantung pada penyebab dan berapa lama sakitnya berlangsung. Jika disebabkan oleh cedera, dokter akan menyarankan untuk kompres dingin.
Obat antiperadangan (NSAID) dapat membantu meringankan rasa sakit. Nyeri yang lebih parah mungkin perlu diobati menggunakan obat yang lebih kuat.
Untuk gejala otot kejang, dokter akan meresepkan obat pelemas otot.
Memang semua obat berpotensi menimbulkan efek samping. Obat antiradang dapat menyebabkan sakit perut, bisul, ruam, dan masalah hati dan ginjal. Relaksan otot dapat memicu kantuk, pusing, atau ruam.
Anda dapat menggunakan metode fisioterapi yang lebih efektif untuk pasien dengan nyeri lumbar kronis. Kondisinya dapat diperbaiki berkat latihan untuk punggung bawah dan perut.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi ini terjadi. Berikut ragam tindakan pencegahan low back pain yang bisa dilakukan.
Salah satu olahraga yang bagus sebagai bentuk pencegahan terjadinya sakit punggung bawah ialah yoga.
Bila ada pertanyaan lebih lanjut, konsultasikanlah kepada dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Low back pain. (n.d.). Retrieved 20 November 2024, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/low-back-pain
When Should I Worry About Low Back Pain? (2024). Retrieved 20 November 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/7936-lower-back-pain
Overview: Low back pain. (2022). Retrieved 20 November 2024, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK284941/
Articles. (n.d.). Retrieved 20 November 2024, from https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/l/low-back-pain.html
Chhatre, A. (2022). Lower Back Pain: What Could It Be? Retrieved 20 November 2024, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/back-pain/lower-back-pain-what-could-it-be
Low Back Pain. (2024). Retrieved 20 November 2024, from https://www.aans.org/patients/conditions-treatments/low-back-pain/
Low back pain – acute. (n.d.). Retrieved 20 November 2024, from https://www.mountsinai.org/health-library/diseases-conditions/low-back-pain-acute
Low back pain – chronic: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (n.d.). Retrieved 20 November 2024, from https://medlineplus.gov/ency/article/007422.htm
Low Back Pain. (2023). Retrieved 20 November 2024, from https://www.iasp-pain.org/resources/fact-sheets/low-back-pain/
Versi Terbaru
29/11/2024
Ditulis oleh Atifa Adlina
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
Diperbarui oleh: Ihda Fadila