Sakit Pinggang Belakang (Low Back Pain)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sakit pinggang belakang?

Sakit pinggang belakang adalah rasa nyeri yang muncul di area bawah punggung, tepatnya di atas tulang ekor (garis bokong) dan di bawah dekat tulang rusuk.

Dalam dunia kedokteran, sakit pinggang belakang lebih tepat disebut sebagai sakit punggung bawah alias low back pain.

Bagian belakang tubuh (punggung) tersusun oleh tulang belakang yang didukung oleh cakram, suumsum, serabut saraf, hingga otot dan ligamen. Otot perut membantu mendukung tulang belakang.

Trauma yang terjadi di mana pun di daerah tersebut bisa menyebabkan rasa sakit pada pinggang belakang (punggung bawah).

Sakit pinggang belakang bawah dapat bersifat nyeri akut (muncul tiba-tiba dan cepat hilang) ataupun nyeri kronis (muncul bertahap dan berlarut-larut).

Seberapa umumkah sakit pinggang belakang?

Sakit pinggang belakang bawah termasuk keluhan umum. Hampir semua orang pernah mengalami kondisi ini setidaknya sekali dalam hidupnya.

Anda bisa membatasi risiko mengalami penyakit ini dengan mengurangi faktor pemicunya. Silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sakit pinggang belakang?

Gejala sakit pinggang belakang biasanya muncul ketika punggung bagian bawah Anda cedera atau mengalami trauma. Beberapa tanda khas dari kondisi ini meliputi:

  • Sensasi terbakar atau panas di pinggang bagian belakang
  • Kesemutan
  • Rasa sakit ringan atau bahkan tajam yang menyebabkan Anda tidak bisa bergerak

Tergantung pada penyebabnya, Anda mungkin mengalami rasa sakit di kaki, pinggul, atau telapak kaki. Selain itu, kaki Anda juga mungkin jadi terasa lebih lemah sehingga kesulitan untuk berdiri.

Gejala sakit pinggang belakang biasanya hilang setelah beberapa hari atau minggu pengobatan. Namun, apabila rasa sakit masih terasa lebih dari tiga bulan, bisa dikatakan menjadi sakit tulang belakang yang kronis dan memerlukan penyembuhan lebih lanjut.

Mungkin ada gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang tanda-tandanya, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan atau kekhawatiran silakan konsultasikan ke dokter Anda. Status dan kondisi bisa berbeda bagi setiap orang.

Apabila setelah 48-72 jam rasa sakit pada pinggang belakang tidak juga mereda, sebaiknya Anda pergi ke dokter. Selalu diskusikan dengan dokter untuk metode diagnosis, perawatan, dan pengobatan terbaik bagi Anda.

Penyebab

Apa penyebab sakit pinggang belakang?

Benturan keras di punggung bawah karena trauma atau cedera dapat menyebabkan rasa nyeri yang berlangsung selama 1 sampai 7 hari. Bahkan rasa nyeri ini bisa bersifat kronis dan berlangsung lebih lama, sekitar 3 bulan.

Penyebab sakit pinggang belakang adalah:

  • Gerakan tiba-tiba bisa menyebabkan nyeri pinggang belakang
  • Lemak
  • Postur tubuh yang buruk
  • Lemah otot dan sakit perut
  • Terlalu banyak duduk
  • Mencoba untuk mengambil sesuatu
  • Kondisi ini juga bisa terjadi dengan penyakit lain, seperti:
  • Cedera otot

Saat melakukan aktivitas yang terlalu berlebihan, otot, dan ligamen yang berada di sekitar pinggang dapat meregang bahkan robek. Saat cedera otot, Anda bisa merasakan punggung di bagian menjadi kaku serta terjadi kejang otot sehinggga menyebabkan sakit pinggang belakang bawah.

Berikut faktor-faktor lain yang bisa menyebabkan sakit pinggang belakang:

Saraf kejepit

Perlu diketahui bahwa saraf di bagian belakang lebih rentan mengalami cedera. Sebaiknya, Anda lebih berhati-hati karena risiko untuk terjadi bagian luar saraf yang robek, sakit pinggang belakang pun bertambah seiring bertambahnya usia.

Hal yang lebih parah bisa terjadi saat piringan yang ada di tulang rawan mendorong sumsum tulang belakang sehingga membuat sakit di bagian belakang berlangsung lebih dari 72 jam.

Penyempitan tulang belakang

Spinal stenosis atau bisa juga disebut sebagai penyempitan tulang belakang adalah kondisi ketika tulang belakang menyempit. Tekanan pada sumsum tulang belakang juga saraf di sekitarnya bisa menyebabkan mati rasa, kram, serta sakit pinggang belakang.

Abnormal spine

Abnormal spine atau lekukan tulang belakang yang tidak normal terdiri dari beberapa jenis seperti skoliosis, kifosis, atau lordosis. Lengkungan yang tidak biasa pada tulang belakang ini bisa memberikan tekanan pada otot, tendon, ligamen, serta menyebabkan sakit pinggang belakang.

Radang sendi

Peradangan pada area persendian tulang panggul biasanya diawali dengan robekan kecil. Dari kerusakan tersebut hingga menimbulkan rasa nyeri, butuh proses pergeseran tulang yang terjadi secara berulang kali.

Tekanan berlebihan secara terus-menerus menyebabkan persendian sedikit bergerak dan hal tersebutlah yang akhirnya menimbulkan rasa sakit pinggang belakang dan kaku.

Selain itu, sakit pinggang belakang juga bisa disebabkan oleh fibromyalgia dan beberapa penyakit serius (tapi jarang) seperti kanker, penyakit ginjal, atau penyakit darah.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena sakit pinggang belakang?

Siapa pun bisa mengalami sakit di pinggang belakang. Bahkan anak-anak dan remaja pun bisa mengalaminya.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko sakit punggung bawah, melansir WebMD, adalah:

Berdasarkan statistik, orang-orang dengan masalah psikologis seperti depresi dan kecemasan berisiko tinggi terkena sakit pinggang, meskipun penyebab dan kaitan pastinya belum diketahui.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan sakit pinggang belakang?

Pengobatan sakit punggung bawah tergantung pada penyebab dan berapa lama sakitnya berlangsung. Jika penyakitnya disebabkan oleh cedera, dokter akan menyarankan untuk kompres dingin.

Obat anti-peradangan (NSAID) dapat membantu meringkankan rasa sakit. Nyeri yang lebih parah mungkin perlu diobati menggunakan obat yang lebih kuat yang mengandung opium untuk pemakaian jangka pendek. Untuk gejala otot kejang, dokter akan meresepkan obat pelemas otot.

Namun, memang semua obat berpotensi menimbulkan efek samping. Obat antiradang dapat menyebabkan sakit perut, bisul, ruam, dan masalah hati dan ginjal. Relaksan otot dapat menyebabkan kantuk, pusing, atau ruam.

Selain itu, Anda dapat menggunakan metode fisioterapi untuk membantu mengurangi rasa sakit. Metode ini lebih efektif untuk pasien dengan nyeri lumbar kronis, kondisi pasien dapat diperbaiki berkat latihan untuk punggung bawah dan perut.

Apa tes yang dilakukan untuk sakit pinggang belakang?

Dokter Anda akan melakukan diagnosis dengan mengambil riwayat medis dan pemeriksaan klinis. Rontgen atau MRI dapat dilakukan jika diperlukan hasil gambar tulang, saraf, cakram, atau daerah lain yang lebih jelas.

Selain itu, dokter juga dapat melakukan tes darah untuk mengetahui apakah rasa sakit pinggang belakang adalah karena penyakit lain dengan gejala yang sama.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi sakit pinggang belakang?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah yang dapat membantu Anda mengatasi sakit pinggang belakang adalah:

  • Minum obat teratur, sesuai dengan resep dokter
  • Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan
  • Sebaiknya latihan peregangan untuk memperkuat pinggang setiap hari
  • Jaga postur tubuh yang tepat saat duduk, berjalan, atau mengangkat beban
  • Mengompres pinggang belakang yang sakit dengan handuk dingin atau hangat

Namun, perlu diingat kembali bahwa pengobatan yang Anda lakukan sendiri di rumah perlu diperhatikan kembali.

Jika selama 72 jam setelah rasa sakit pinggang belakang tidak terjadi perubahan, sebaiknya Anda langsung bertemu dan berkonsultasi dengan dokter.

Lalu, Anda juga bisa mencoba posisi tidur yang tepat untuk mengatasi sakit pinggang belakang bawah, seperti:

Posisi telentang dengan bantal mengganjal lutut

Berbaring telentang dengan punggung lurus di atas kasur dianggap sebagai posisi tidur terbaik untuk kesehatan punggung.

Anda bisa menempatkan bantal kecil di bawah lutut sebagai penopang tambahan sehingga posisi tubuh dari kepala hingga kaki sejajar.

Posisi telentang dengan menyandar dan berbaring

Posisi ini dilakukan persis seperti saat Anda duduk pada kursi yang memiliki sandaran.

Tidur dalam posisi berbaring bisa memberi keuntungan pada penderita sakit pinggang belakang, terutama pada orang dengan spondylolisthesis isthmic.

Posisi meringkuk seperti janin

Posisi ini selain bagus untuk orang yang menderita sakit pinggang belakang juga bagus untuk orang yang menderita saraf kejepit. Dengan posisi ini tubuh membuka ruang untuk sendi-sendi di antara tulang belakang.

Posisi menyamping dengan bantal di antara kedua lutut

Bagi penderita sakit pinggang belakang, posisi ini bisa menekan pinggang dan menarik tulang belakang keluar dari posisi.

Namun, Anda tetap bisa menggunakan posisi tidur menyamping dengan cara menyelipkan bantal atau guling di antara kedua lutut.

Bantal akan menjaga pinggul, panggul, dan tulang belakang Anda dalam posisi yang lebih baik.

Posisi telungkup

Tidur dengan posisi telungkup di atas perut pada dasarnya kurang bagus untuk nyeri punggung maupun sakit pinggang belakang. Hal ini dikarenakan tekanan pada leher akan meningkat.

Anda bisa mengakalinya dengan menaruh bantal di perut untuk memperbaiki kesejajaran tulang belakang.

Pencegahan

Apa saja pencegahan yang dilakukan untuk sakit pinggang belakang?

Ada banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya sakit pinggang belakang. Tidak hanya itu saja, jika Anda juga rutin melakukan tindakan pencegahan kemungkinan akan meminimalisir gejala sakit pinggang belakang akut.

Beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Melatih otot di bagian perut serta belakang pinggang
  • Menurunkan berat badan kalau Anda obesitas
  • Berhati-hati saat akan mengangkat barang yang berat
  • Menjaga dan melatih postur tubuh yang benar
  • Tidur di permukaan yang kukuh
  • Menghindari pemakaian sepatu tinggi

Salah satu olahraga yang bagus sebagai bentuk pencegahan terjadinya sakit pinggang belakang adalah yoga.

Dikutip dari Webmd.com, orang yang mengikuti yoga selama 12 minggu lebih sedikit yang terkena gejala sakit pinggang belakang. Lalu, pastikan pula jika instruktur yang mengajar yoga mempunyai pengalaman dalam menangani sakit pinggang belakang.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Skoliosis

    Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang melengkung ke arah samping. Berikut informasi gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Muskuloskeletal, Kelainan Tulang Belakang 4 November 2020 . Waktu baca 12 menit

    Lordosis

    Lordosis adalah kelainan tulang belakang yang menyebabkan bagian bawah melengkung ke dalam berlebihan. Ketahui penyebab, dan cara mengobatinya berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Muskuloskeletal, Kelainan Tulang Belakang 4 November 2020 . Waktu baca 9 menit

    Spondylosis

    Spondylosis adalah degenerasi yang terjadi pada tulang belakang. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatannya berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Muskuloskeletal, Kelainan Tulang Belakang 3 November 2020 . Waktu baca 10 menit

    Spondylolisthesis (Spondilolistesis)

    Spondylolisthesis (spondilolistesis) merupakan salah satu jenis kelainan tulang belakang. Yuk, pelajari lebih dalam penyakit ini pada ulasan berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Muskuloskeletal, Kelainan Tulang Belakang 3 November 2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Konten Bersponsor
    berat badan ideal lansia

    Ini Alasan Lansia Perlu Menjaga Berat Badan Ideal

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Nadhila Erin
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
    septic arthritis

    Septic Arthritis

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
    osteochondritis dissecans

    Osteochondritis Dissecans

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
    Konten Bersponsor
    merawat lansia

    3 Hal yang Harus Anda Perhatikan Saat Merawat Lansia

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 5 November 2020 . Waktu baca 5 menit