Skoliosis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu skoliosis?

Skoliosis adalah suatu kondisi di mana tulang belakang melengkung ke arah samping. Tulang punggung yang normal seharusnya melengkung di bagian atas bahu dan di bagian bawah punggung. Namun, jika tulang belakang Anda melengkung ke samping, atau membentuk huruf ā€œSā€ atau ā€œCā€, Anda mungkin menderita skoliosis.

Semakin besar sudut lengkungan, risiko yang cukup serius semakin meningkat. Penyebab kondisi ini umumnya tidak diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diyakini memiliki kaitan dengan faktor genetik serta kelainan otot dan saraf.

Kebanyakan kasus kondisi ini bersifat ringan. Tetapi, seiring dengan bertambahnya usia, lengkungan tulang punggung berpotensi memburuk. Tulang punggung dengan lengkungan yang cukup parah dapat memengaruhi kinerja paru-paru, sehingga pernapasan pun dapat terganggu.

Anak-anak dengan skoliosis ringan biasanya harus menjalani kontrol rutin dengan X-ray (rontgen) untuk melihat apakah lengkungan tulang punggung semakin memburuk. Beberapa anak mungkin harus mengenakan alat bantu yang mencegah pertambahan lengkungan. Dalam kasus lain, penderita mungkin harus menjalani prosedur operasi.

Seberapa umumkah skoliosis?

Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang dapat terjadi pada hampir semua orang, baik bayi maupun orang dewasa. Namun, kebanyakan kasusnya ditemukan pada penderita berusia 10-15 tahun.

Selain itu, kondisi ini juga lebih banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin perempuan dibanding dengan pasien laki-laki.

Salah satu jenis kelainan tulang belakang, yaitu skoliosis neuromuskular, banyak ditemukan pada pasien anak-anak yang menderita 20%, serta 60% pada pasien anak-anak yang mengidap sindrom mielodisplasia.

Kondisi tulang belakang melengkung dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari skoliosis?

Skoliosis dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut penjelasan mengenai masing-masing jenisnya:

1. Skoliosis kongenital

Jenis ini terjadi pada bayi yang baru lahir dan diakibatkan karena tulang belakang belum terbentuk dengan sempurna saat bayi masih di dalam kandungan. Kondisi ini termasuk jarang terjadi.

2. Skoliosis idiopatik

Jenis ini umumnya terjadi pada masa pertumbuhan anak-anak. Kondisi ini lebih banyak ditemukan pada anak berusia 10-18 tahun. Penyebab pasti dari kondisi ini masih belum diketahui.

3. Skoliosis degeneratif

Kondisi ini lebih banyak ditemukan pada orang dewasa yang pernah mengidap skoliosis sebelumnya. Tulang belakang penderita akan mengalami aus seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi ini menyebabkan tulang belakang pun bengkok.

4. Skoliosis neuromuskular

Jenis neuromuskular disebabkan oleh kelainan pada sistem saraf atau otot. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan penyakit cerebral palsy dan spina bifida.

5. Kifosis Scheuermann

Jenis ini terjadi ketika bagian depan tulang belakang tumbuh lebih lambat dibanding dengan bagian belakang. Hal ini menyebabkan tulang belakang bagian depan menjadi lebih kecil, sehingga tulang belakang pu melengkung.

6. Skoliosis sindromik

Kondisi ini umumnya dikaitkan dengan beberapa sindrom kesehatan, seperti sindrom Marfan dan trisomy 21.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala skoliosis?

Beberapa tanda dan gejala skoliosis adalah sebagai berikut:

  • Kedua bahu memiliki tinggi yang berbeda
  • Salah satu tulang belikat lebih menonjol dibanding dengan bagian yang lainnya
  • Pinggang memiliki tinggi yang berbeda
  • Salah satu panggul lebih tinggi dari panggul lainnya

Beberapa penderita, khususnya anak-anak, tidak akan menunjukkan gejala sama sekali. Namun, banyak pula yang memiliki salah satu bahu atau punggung lebih tinggi, terlebih ketika sedang membungkuk. Selain itu, pinggang penderita mungkin akan terlihat rata atau menonjol ke salah satu sis.

Pada orang dewasa, gejala yang paling sering terjadi pada kondisi yang sudah cukup parah adalah nyeri tulang belakang. Tanda-tanda lainnya adalah:

  • Perubahan ukuran pinggang
  • Iga membusung dan mungkin memiliki posisi yang tidak simetris
  • Panjang kaki tidak rata

Pada bayi, gejala yang muncul mungkin berupa:

  • Tonjolan di salah satu sisi dada
  • Bayi berbaring dengan posisi melengkung ke satu arah
  • Dalam kasus yang parah, bayi mengalami sesak napas dan sakit dada

Saat kondisi tulang belakang Anda semakin serius, Anda akan merasa lemas, nyeri dan sesak. Kondisi ini juga menyebabkan masalah emosional yang cukup serius, khususnya untuk para remaja.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala tulang belakang yang tidak normal, khususnya pada punggung.

Jika tulang belakang melengkung ringan, Anda tidak akan menyadari adanya kelainan dengan jelas, namun orang lain dapat melihatnya. Jadi, apabila Anda melihat tulang belakang teman atau keluarga Anda tidak lurus saat mereka berdiri, sebaiknya disarankan untuk pergi ke dokter.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi.

Untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, periksakan apapun gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab skoliosis?

Umumnya, penyebab skoliosis tidak diketahui secara pasti. Namun, diduga faktor genetik berperan paling banyak dalam kondisi ini.

Berikut adalah kemungkinan penyebab-penyebab tulang belakang melengkung:

1. Kondisi saraf dan otot

Kondisi saraf dan otot (neuromuskular) biasanya ditemukan pada penderita cerebral palsy, poliomielitis, dan distrofi otot.

2. Bawaan lahir

Kondisi ini jarang terjadi dan ditemukan pada bayi yang baru lahir. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan tulang belakang yang tidak sempurnah ketika bayi masih berada di dalam kandungan.

3. Memiliki gen tertentu

Menurut para ahli, diperkirakan terdapat gen tertentu yang dapat memengaruhi kemungkinan seseorang menderita kondisi ini.

4. Panjang kaki tidak sama

Jika seseorang memiliki panjang kaki yang berbeda antara satu sama lain, kemungkinan orang tersebut untuk menderita kondisi tulang belakang melengkung pun besar.

Selain itu, kondisi ini juga dapat berkembang akibat dari masalah kesehatan lain, seperti:

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko saya untuk terkena skoliosis?

Skoliosis adalah kondisi kesehatan yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari berapa saja usianya dan apa kelompok rasnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita kondisi ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terkena suatu penyakit atau kondisi kesehatan.

Dalam beberapa kasus, tidak menutup kemungkinan Anda dapat terserang penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu seseorang untuk terkena skoliosis:

1. Usia

Kondisi ini lebih banyak ditemukan pada pasien berusia anak-anak dan remaja, yaitu 10-15 tahun. Namun, tidak sedikit pula kasus kondisi ini ditemukan pada pasien lansia dan bayi.

2. Jenis kelamin

Meskipun belum diketahui apa penyebab pastinya, kondisi ini lebih banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin perempuan dibanding dengan laki-laki.

3. Faktor keturunan

Apabila Anda memiliki anggota keluarga yang menderita skoliosis, risiko Anda untuk mengidap kondisi yang sama jauh lebih tinggi.

Banyak orang percaya bahwa postur berjalan yang salah dan malnutrisi atau salah berolahraga meningkatkan risiko kelainan tulang belakang, tetapi hal ini tidak benar.

Faktor-faktor tersebut memang dapat memengaruhi kesehatan tulang belakang, namun menyebabkan penyakit-penyakit lain seperti inflamasi atau trauma saraf tulang belakang.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh skoliosis?

Apabila skoliosis tidak segera ditangani, kelengkungan tulang belakang akan semakin parah dan menyebabkan terjadinya beberapa komplikasi kesehatan seperti:

  • Kerusakan jantung dan paru-paru

Pada kasus yang cukup parah, tulang belakang yang melengkung dapat menekan tulang rusuk, sehingga ruang yang dibutuhkan bagi jantung dan paru-paru akan menyempit. Hal ini berisiko mengakibatkan gangguan pernapasan dan masalah pada peredaran darah.

  • Masalah punggung

Hampir seluruh penderita kondisi ini menderita sakit punggung yang bersifat menahun atau kronis.

  • Penampilan

Apabila kondisi penderita semakin memburuk, akan terjadi perubahan-perubahan fisik yang cukup jelas, seperti bahu atau pinggang yang tidak rata, tulang rusuk menonjol, atau pinggang miring ke salah satu sisi.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis skoliosis?

Dalam mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan serangkaian tes untuk melihat apakah tulang belakang Anda mengalami kelainan. Namun, sebelum itu, Anda harus menjalani pemeriksaan fisik terlebih dahulu.

1. Pemeriksaan fisik

Dokter akan mengecek punggung Anda ketika Anda sedang dalam posisi berdiri tegak. Dari posisi berdiri tersebut, dokter dapat mengetahui apakah ada lengkungan pada tulang belakang, serta apakah bahu dan pinggang Anda berada dalam posisi yang simetris atau tidak.

Setelah itu, dokter mungkin akan meminta Anda untuk membungkuk, sehingga dokter dapat mengecek adanya lengkungan di punggung bagian atas dan bawah.

2. Tes pencitraan

Tes pencitraan atau pengambilan gambar akan membantu dokter melihat struktur tulang belakang Anda dengan jelas. Berikut adalah jenis-jenis tes pencitraan yang direkomendasikan:

  • X-ray

Selama tes ini, Anda akan terpapar oleh sedikit sinar radiasi yang dapat menghasilkan gambar tulang belakang Anda.

  • MRI scan

Tes ini menggunakan gelombang radio dan magnet untuk menghasilkan gambar detail mengenai tulang belakang Anda, serta jaringan-jaringan yang berada di sekelilingnya.

  • CT scan

Selama tes ini berlangsung, gambar tulang belakang Anda akan diambil dari berbagai sudut dengan menggunakan teknik X-ray. Dengan CT scan, gambar yang dihasilkan adalah berupa foto 3 dimensi.

  • Scan tulang

Tes scan tulang menggunakan cairan radioaktif yang disuntikkan ke dalam tubuh Anda. Cairan ini kemudian akan dideteksi dengan alat tertentu untuk melihat adanya peningkatan sirkulasi darah, yang menunjukkan kelainan pada tulang belakang.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk skoliosis?

Pengobatan untuk skoliosis tergantung pada beberapa faktor. Pertimbangan utama untuk memilih jenis pengobatan adalah seberapa besar lengkungan tulang belakang Anda. Beberapa faktor lainnya yang perlu dokter pertimbangkan adalah:

  • Usia penderita
  • Apakah tubuh penderita masih dalam masa pertumbuhan atau tidak
  • Jumlah dan jenis lengkungan
  • Jenis skoliosis

Tulang yang secara bertahap melengkung saat masa pertumbuhan tidak menyebabkan nyeri dan tidak membutuhkan terapi. Lengkungan yang menyebabkan rasa nyeri dan deformitas harus segera di terapi.

Walaupun tidak ada prosedur medis atau diet yang dapat menyembuhkan lengkungan tersebut, dokter akan memberikan antinyeri dan obat antiinflamasi jika Anda merasa kesakitan.

Namun, pada dasarnya, pilihan penanganan medis yang utama adalah pemasangan bracing serta operasi.

1. Pemasangan bracing

Penderita kondisi ini sangat disarankan menggunakan brace apabila tubuhnya masih dalam masa pertumbuhan, serta lengkungan tulang belakang melebihi 25 hingga 40 derajat.

Brace tidak akan meluruskan kembali tulang belakang. Namun, alat ini dapat membantu mencegah lengkungan bertambah parah. Semakin cepat kondisi ini terdeteksi, semakin efektif pula metode ini.

Penderita harus mengenakan brace setidaknya 16-23 jam per hari, hingga lengkungan berhenti bertambah. Dokter biasanya menyarankan agar anak mengenakan brace hingga tubuh anak sudah tidak lagi bertumbuh. Sekitar 70% anak dengan skoliosis tidak memerlukan prosedur operasi apabila sudah ditangani dengan pemakaian brace.

Berikut adalah 2 jenis brace

  • Underarm

Brace terbuat dari plastik dan menempel dengan rapat ke tubuh. Jenis ini umumnya digunakan untuk mengatasi lengkungan tulang belakang bagian bawah.

  • Milwaukee

Brace jenis Milwaukee dipasang dari leher dan menutupi seluruh bagian torso, kecuali lengan dan kaki.

2. Operasi

Prosedur operasi dilakukan pada penderita dengan lengkungan tulang belakang melebihi 40 derajat. Namun, apabila Anda merasa skoliosis sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan ketidaknyamanan meskipun lengkungan tulang belum terlalu parah, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter terkait prosedur operasi ini.

Spinal fusion adalah prosedur operasi standar untuk mengatasi kondisi tulang belakang melengkung. Dalam prosedur ini, dokter bedah akan menyatukan tulang belakang Anda dengan cangkok tulang.

Beberapa efek samping dari prosedur operasi spinal fusion adalah pendarahan hebat, tulang belakang tidak dapat sembuh, infeksi, rasa sakit, dan kerusakan saraf.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi skoliosis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi skoliosis:

  • Tetap menggunakan brace penahan tulang punggung sesuai anjuran dokter.
  • Meskipun prosesnya terasa menyakitkan, usahakan untuk tetap menjalani terapi fisik atau fisioterapi.
  • Periksakan anak Anda secara teratur untuk mendeteksi komplikasi skoliosis sejak dini.
  • Meminta bantuan dan dukungan dari anggota keluarga serta teman-teman terdekat.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber