Jenis-Jenis Opioid, Pereda Nyeri Golongan Narkotika dari yang Legal Sampai Ilegal

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Opioid adalah salah satu obat pereda rasa sakit yang banyak digunakan dalam dunia kedokteran. Namun, sama seperti obat lainnya, opioid tidak bisa digunakan sembarangan. Berikut manfaat, jenis, dan efek samping opioid yang perlu diketahui.

Kegunaan obat opioid dalam dunia kedokteran

operasi pita suara

Opioid adalah obat penghilang rasa sakit yang bekerja dengan reseptor opioid di dalam sel tubuh. Obat ini dibuat dari tanaman opium seperti morfin (Kadian, Ms Contin) atau disintesis di laboratorium seperti fentanil (Actiq, Duragesic).

Ketika opioid masuk dan mengalir di dalam darah, obat yang satu ini akan menempel pada reseptor opioid di sel-sel otak, sumsum tulang belakang, dan organ lain yang terlibat dalam rasa sakit dan senang. Sel kemudian melepaskan sinyal yang meredam rasa sakit dari otak ke tubuh dan melepaskan dopamin dalam jumlah besar ke seluruh tubuh dan menciptakan perasaan senang.

Biasanya golongan obat yang termasuk ke dalam opioid digunakan untuk mengurangi rasa nyeri sedang hingga berat. Misalnya untuk membantu mengendalikan rasa sakit yang Anda alami setelah operasi.

Jenis-jenis opioid

sakit setelah melahirkan

Berikut berbagai jenis opioid dari mulai yang diresepkan hingga ilegal:

Opioid yang diresepkan

Opioid yang diresepkan biasanya digunakan untuk mengobati rasa nyeri sedang hingga berat. Selain itu, obat ini biasanya diresepkan setelah operasi atau cedera dan mengatasi rasa nyeri yang berhubungan dengan penyakit kanker.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir opioid juga banyak diresepkan untuk mengobati rasa nyeri kronis nonkanker seperti nyeri punggung dan juga osteoarthritis.

Jenis obat yang termasuk ke dalam opioid yang diresepkan yaitu kodein, morfin, methadone, oxycodone (seperti OxyContin®), dan hydrocodone (seperti Vicodin®).

Fentanil

Fentanil termasuk obat pereda nyeri buatan yang dipakai untuk mengobati rasa sakit yang cukup hebat seperti kanker dan proses operasi. Jenis opioid yang satu ini memiliki kekuatan 50 hingga 100 kali lipat dibandingkan dengan morfin. Obat ini diresepkan dalam bentuk plester (koyo) yang perlu diganti setiap 72 jam.

Heroin

Heroin adalah jenis obat opioid  yang ilegal dan sangat membuat kecanduan. Obat ini terbuat dari morfin, yaitu zat alami yang diambil dari biji polong dari berbagai tanaman opium yang tumbuh di Asia Tenggara dan Barat Daya, Meksiko, dan Kolombia.

Heroin biasanya digunakan sebagai obat bius yang cukup ampuh dalam prosedur operasi. Saat heroin memasuki otak dan berikatan dengan reseptor opioid pada sel-sel di berbagai area, biasanya Anda tidak akan merasakan sakit sama sekali meski sedang dalam proses pembedahan. Di sisi lain, heroin juga bisa memberikan kesenangan dan memengaruhi detak jantung, proses tidur, serta pernapasan Anda.

Efek samping opioid

penyebab sakit kepala dan mata serta pusing

Opioid adalah obat dengan efek samping yang tidak bisa disepelekan. Pada dosis yang lebih rendah, opioid biasanya menimbulkan berbagai efek samping seperti:

  • Sembelit
  • Mual, muntah, dan mulut kering
  • Mengantuk dan pusing
  • Linglung
  • Depresi
  • Gatal dan berkeringat
  • Menurunkan kadar testosteron

Sementara pada dosis yang lebih tinggi biasanya bisa memperlambat pernapasan dan detak jantung Anda. Jika dibiarkan kondisi sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian.

Selain itu, perasaan senang yang dihasilkan dari opioid biasanya membuat Anda ketagihan. Akibatnya, opioid adalah obat yang sangat bisa membuat Anda kecanduan dan mengalami gejala putus obat jika jika penggunaannya dihentikan.

Untuk mengurangi efek samping yang bisa membahayakan diri Anda, sebaiknya jangan coba-coba menggunakannya tanpa izin dokter. Selalu patuhi aturan minum seperti yang diresepkan. Selain itu, pastikan dokter mengetahui semua obat dan suplemen yang sedang Anda minum bersamaan dengan opioid.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca