Nyeri sendi dapat terjadi pada siapa saja dan pada usia berapa pun. Dalam satu survei, sekitar sepertiga dari orang dewasa dilaporkan mengalami nyeri sendi dalam kurun waktu 30 hari terakhir. Nyeri lutut adalah jenis yang paling umum dari nyeri sendi, diikuti oleh nyeri bahu dan pinggul. Nyeri sendi kronis dapat memiliki dampak besar pada hidup pasien. Berikut membahas lebih dalam tentang nyeri sendi.

Apa itu nyeri sendi?

Sendi adalah di mana dua tulang saling terhubung. Sendi terbuat dari tulang rawan, tulang, ligamen, tendon atau otot. Sendi ditemukan di seluruh tubuh kita seperti leher, tangan, pergelangan tangan, siku atau lutut kita. Nyeri sendi terjadi ketika salah satu bagian rusak karena digunakan terlalu lama, cedera atau gangguan inflamasi. Namun, nyeri sendi sering disebabkan oleh arthritis, suatu kondisi yang disebabkan oleh peradangan sendi.

Nyeri sendi dapat disertai dengan nyeri otot atau nyeri tulang. Nyeri sendi bisa menyebabkan ketidaknyamanan ringan, nyeri setelah melakukan kegiatan tertentu, nyeri berat dan membatasi gerakan Anda, terutama ketika mengangkat beban.

Nyeri sendi dapat hilang setelah beberapa minggu (akut), atau berlangsung selama beberapa minggu atau bulan (kronis). Meskipun memiliki efek pada kehidupan Anda, nyeri sendi sering dikaitkan dengan kondisi yang tidak serius. Anda bisa mengobati nyeri sendi dengan obat, terapi fisik, atau pengobatan alternatif.

Apa saja gejala nyeri sendi?

Nyeri sendi terjadi pada sendi. Nyeri sendi yang paling sering dilaporkan adalah nyeri lutut. Gejala nyeri sendi dapat mencakup:

  • Kemerahan pada sendi
  • Sendi bengkak
  • Ngilu pada sendi
  • Sendi terasa panas
  • Pincang
  • Sendi terkunci
  • Kehilangan rentang gerak sendi
  • Kaku
  • Lemah

Apa penyebab nyeri sendi?

Nyeri sendi dapat terjadi di bagian manapun pada tubuh. Pada orang lanjut usia, nyeri sendi biasa terjadi karena tubuh kita lambat memproduksi sel-sel baru. Ketika Anda bertambah usia, nyeri sendi semakin umum terjadi.

Banyak kondisi berbeda yang dapat menyebabkan nyeri sendi, termasuk osteoarthritis, rheumatoid arthritis, bursitis, asam urat, keseleo, dan cedera lainnya. Nyeri sendi sangatlah umum.

Dari semua sendi, sendi lutut adalah sendi yang paling sering terluka. Nyeri lutut merupakan hal yang umum, tetapi mungkin tidak disebabkan oleh nyeri sendi. Penyebab paling umum dari nyeri sendi dijelaskan di bawah ini.

  • Cedera pada sendi
  • Memburuknya osteoarthritis
  • Radang selaput sendi
  • Kerusakan tulang rawan di bagian belakang tempurung lutut
  • Perdarahan di dalam ruang sendi
  • Gout atau pseudogout

Nyeri sendi dapat terjadi di beberapa sendi pada saat yang bersamaan. Karena kita memiliki banyak sendi, kita mungkin mengalami nyeri sendi pada lebih dari satu sendi. Beberapa penyakit dapat menyebabkan nyeri sendi:

  • Osteoarthristis
  • Radang Sendi
  • Psoriatic arthritis
  • Sebuah infeksi virus yang menyebabkan arthritis
  • Penyakit jaringan ikat
  • Kanker

Bagaimana cara mendiagnosis nyeri sendi?

Nyeri sendi jarang termasuk ke dalam keadaan darurat. Sebagian besar kasus nyeri sendi ringan berhasil disembuhkan di rumah. Namun, untuk amannya, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika nyeri sendi Anda disertai dengan:

  • Pembengkakan
  • Kemerahan
  • Ngilu dan panas di sekitar sendi
  • Deformitas sendi
  • Ketidakmampuan untuk menggunakan sendi
  • Rasa sakit yang intens

Dokter Anda akan menemukan penyebab dari nyeri sendi Anda. Anda perlu untuk menjelaskan rasa sakit kepada dokter Anda. Beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan adalah:

  • Di mana Anda merasakan sakit?
  • Kapan nyeri mulai terjadi?
  • Apakah rasa sakit terasa semakin parah?  
  • Apakah Anda memiliki gejala lain yang menyertai nyeri sendi?

Untuk mendapatkan diagnosa terbaik, dokter mungkin melakukan beberapa tes, seperti tes darah, sinar-x untuk meminimalisir kemungkinan patah tulang, CT atau MRI scan, serta berbagai tes pergerakan.

Bagaimana mengobati nyeri sendi?

Nyeri sendi dapat diobati di rumah. Nyeri sendi Jangka pendek dan ringan bisa diobati di rumah. Ini adalah cara yang terkenal untuk mengobati nyeri sendi atau tulang dan nyeri otot:

  • Lindungi sendi dengan penahan atau penutup
  • Istirahatkan sendi, hindari kegiatan yang menyebabkan Anda sakit
  • Dinginkan sendi selama sekitar 15 menit, beberapa kali setiap hari
  • Kompres sendi menggunakan pembalut elastis
  • Naikkan posisi sendi di atas posisi jantung Anda

Anda dapat menerapkan kompres es atau penghangat untuk menenangkan otot di sekitar sendi, yang akan membantu meredakan ketegangan dan mengurangi rasa sakit. Untuk meminimalkan gerakan, dokter dapat merekomendasikan menerapkan belat pada sendi. Namun, Anda harus menghindari sendi tidak bergerak dalam waktu yang lama agar tidak menjadi kaku dan kehilangan fungsi.

Jika Anda mengalami nyeri sedang atau beberapa nyeri sekaligus, Anda dapat meminta perawatan lainnya kepada dokter. Sebelum menentukan pilihan, alangkah baiknya bila Anda membicarakan dengan dokter Anda tentang efek samping dari pengobatan, berapa lama pengobatan akan berlangsung, atau jika pengobatan dapat mengganggu obat atau suplemen yang Anda konsumsi saat ini.

Anda sebaiknya mengetahui bahwa pengobatan kadang-kadang hanya memblokir rasa sakit. Jika Anda tidak mengobati penyebab yang mendasari rasa nyeri, rasa sakit akan datang kembali. Anda bahkan mungkin berisiko melukai sendi lebih jauh karena Anda tidak bisa merasakan sakit. Dengan demikian, sebagian besar dokter pertama kali akan mengobati penyebab yang mendasari rasa nyeri sekaligus membantu Anda mengurangi rasa sakit. Beberapa metode yang digunakan untuk mengontrol rasa sakit adalah:

  • Agen topikal untuk mengurangi nyeri sendi memicu pelepasan endorfin, hormon yang memblok rasa nyeri.
  • Obat-obatan, seperti obat nonstseroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) dan parasetamol dapat membantu. Beberapa antidepresan atau obat antieleptic dapat mengganggu sinyal rasa sakit pada sistem saraf, membuat Anda tidak lagi merasakan sakit, dan relaksan otot digunakan untuk mengurangi kejang dan tegang otot di sekitar sendi.
  • Suntikan steroid ke dalam sendi setiap 3-4 bulan. Metode ini efektif, tetapi merupakan solusi jangka pendek.
  • Membuang cairan yang menyebabkan pembengkakan pada sendi Anda.
  • Penyuntikan Hyaluronan, versi sintetis dari cairan sendi alami. Ini digunakan untuk mengobati osteoarthritis.
  • Terapi fisik dapat efektif untuk mendapatkan kembali fungsi sendi dan meningkatkan rentang gerak. Hal ini juga membantu untuk menstabilkan sendi dan memperkuat otot di sekitarnya.

Apa saja tips untuk mencegah nyeri sendi?

Menaruh banyak tekanan pada sendi, meregangkan sendi dan terlalu banyak bekerja menyebabkan nyeri sendi. Jika Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat badan dapat mengurangi beberapa tekanan pada sendi yang menyakitkan Anda. Di samping diet, Anda harus mencoba olahraga ringan, misalnya berjalan kaki alih-alih dari berlari, untuk memperkuat sendi Anda. Berenang dan bersepeda adalah salah satu olahraga terbaik karena keduanya memungkinkan Anda untuk melatih sendi Anda tanpa memberikan banyak pengaruh padanya.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca