Cara Mengatasi Kifosis Agar Tulang Belakang Kembali Normal

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kifosis adalah kelainan tulang belakang yang menyebabkan tulang melengkung sehingga tubuh menjadi bungkuk dan terasa tidak nyaman. Agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kifosis.

Cara mengatasi kifosis berdasarkan jenisnya

Berikut beberapa olahraga yang dapat dilakukan untuk memperbaiki postur tubuh yang bungkuk.

Tulang belakang terdiri dari tumpukan tulang yang saling tersambung oleh bantalan lentur.

Struktur unik tulang belakang memungkinkan tubuh Anda untuk bergerak secara leluasa. Namun, struktur ini juga rentan mengalami kerusakan.

Kifosis terjadi ketika tulang belakang melengkung melebihi batas normal dan membuat tubuh penderita tampak membungkuk.

Sebelum mengetahaui cara mengatasi, ada baiknya Anda mengetahui jenis-jenis kifosis berikut ini berdasarkan penyebabnya.

1. Kifosis postural

Kifosis postural adalah jenis kifosis yang paling sering terjadi, terutama pada remaja.

Postur tubuh yang salah dapat memengaruhi perkembangan tulang belakang dan otot-otot di sekitarnya. Akhirnya, tulang belakang melengkung sehingga menyebabkan kifosis.

Cara mengatasi kifosis postural biasanya cukup sederhana, yakni dengan memperbaiki postur tubuh penderita. Sebagian besar kasus kifosis postural bahkan dapat sembuh dengan sendirinya.

2. Kifosis Scheuermann

sakit punggung pada anak

Kifosis Scheuermann disebabkan oleh kelainan bentuk tulang belakang. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja.

Biasanya, dampak kifosis jenis ini bisa lebih parah dibandingkan kifosis postural.

Penanganan terhadap jenis kifosis ini perlu disesuaikan dengan beberapa faktor. Di antaranya usia, jenis kelamin, tingkat keparahan lengkungan tulang belakang, dan seberapa lentur lengkungan tersebut.

3. Kifosis kongenital

Kifosis kongenital biasanya telah ada sejak bayi dilahirkan. Penyebabnya adalah perkembangan tulang belakang yang terhambat selama janin berada dalam kandungan.

Seiring bertambahnya usia anak atau bayi, lengkungan pada tulang belakang dapat bertambah parah.

Cara paling efektif untuk mengatasi kifosis kongenital adalah melalui operasi. Prosedur operasi akan memperbaiki struktur tulang sehingga pertumbuhan tubuh anak kembali normal.

Cara mengatasi kifosis berdasarkan tingkat keparahannya

Manfaat Pilates memperbaiki Postur Tubuh

Dokter perlu mengetahui terlebih dulu jenis kifosis yang dialami oleh penderita. Setelah itu, tindakan penanganan baru dapat diterapkan berdasarkan tingkat keparahannya.

Berikut adalah beberapa cara atau metode yang dapat yang dilakukan untuk menangani kifosis:

1. Olahraga disertai konsumsi obat pereda nyeri

Kifosis postural yang bersifat ringan dapat diatasi dengan olahraga, perbaikan postur, dan fisioterapi. Selain memperbaiki bentuk tulang belakang, cara ini juga bermanfaat memperkuat otot-otot punggung.

Lengkungan pada tulang belakang menyebabkan distribusi beban tubuh menjadi tidak merata. Akibatnya, penderita kifosis sering mengalami sakit punggung.

Keluhan ini bisa diatasi dengan obat pereda nyeri, tapi Anda perlu berkonsultasi dulu dengan dokter.

2. Menggunakan penyangga punggung

penyempitan tulang leher

Cara ini efektif untuk mengatasi kifosis Scheuermann pada anak-anak dan remaja. Penyangga punggung memungkinkan tulang belakang untuk tumbuh sambil tetap menjaga bentuknya agar tidak melengkung.

Anak-anak perlu menggunakan penyangga punggung hingga tulang belakang berhenti tumbuh, yakni pada usia 14-15 tahun.

Alat ini mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman saat digunakan pertama kali, tapi anak-anak masih akan bisa menjalani aktivitasnya.

3. Operasi

Tindakan operasi biasanya hanya dilakukan untuk mengatasi kasus kifosis yang amat parah.

Misalnya jika kifosis menyebabkan rasa sakit terus-menerus, mengganggu pernapasan dan sistem saraf, berisiko bertambah parah, atau bersifat bawaan lahir.

Posisi tulang belakang yang melengkung akan diperbaiki menggunakan batang besi, kait, dan sekrup. Akan tetapi, prosedur ini memiliki risiko komplikasi yang tinggi sehingga hanya disarankan pada kasus tertentu.

Kifosis ringan sebenarnya dapat dicegah sedini mungkin dengan menjaga postur tubuh yang benar. Jadikan ini sebagai kebiasaan agar tulang belakang tumbuh dalam posisi yang normal.

Apabila kifosis merupakan bawaan lahir, maka orangtua perlu aktif memantau perkembangan tulang belakang anak. Berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan cara yang paling efektif guna mengatasi kifosis.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca