Diabetes Melitus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/07/2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu diabetes melitus (kencing manis, penyakit gula)?

Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) di dalam darah. Diabetes melitus juga sering disebut sebagai penyakit gula atau kencing manis.

Penyakit kencing manis dapat disebabkan oleh berberapa kondisi yang berhubungan dengan:

  • Kurangnya produksi insulin oleh pankreas
  • Gangguan respons tubuh terhadap insulin
  • Adanya pengaruh hormon lain yang menghambat kinerja insulin

Ketiga penyebab ini menyebabkan penumpukan gula di dalam darah yang tidak dapat diserap oleh tubuh dengan baik.

Insulin sendiri adalah hormon yang membantu penyerapan glukosa dalam sel-sel tubuh untuk diolah menjadi energi serta menyimpan sebagian glukosa menjadi cadangan energi.

Apabila kadar gula darah yang tinggi tidak dikendalikan, maka penyakit diabetes dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang membahayakan penderitanya.

Jenis-jenis diabetes melitus

Berdasarkan ketiga kondisi penyebabnya tersebut, dijelaskan dalam studi Introduction to Diabetes Melitus terdapat beberapa jenis penyakit diabetes yang umum dialami, yaitu:

Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 adalah gangguan autoimun yang menyebabkan sistem imun tubuh merusak sel-sel yang memproduksi hormon insulin di dalam pankreas. Akibatnya,  tubuh kekurangan insulin. Kurangnya produksi insulin dapat meningkatkan kadar glukosa darah.

Biasanya gejala penyakit gula ini lebih cepat terdeteksi pada usia yang lebih muda, terutama pada masa kanak-kanak atau remaja.

Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah tipe penyakit gula yang paling banyak terjadi. Kondisi lebih sering terjadi pada orang dewasa, terutama yang berumur di atas 30 tahun.

Tidak seperti tipe 1, penderita diabetes melitus tipe 2 tetap memproduksi insulin tapi tidak mencukupi. Selain itu, tubuh juga tidak dapat menggunakan insulin dengan optimal sehingga jumlah glukosa yang menetap di dalam darah berlebih.

Diabetes gestasional

Diabetes gestational adalah penyakit kencing manis yang hanya terjadi pada wanita hamil. Diabetes dapat menyebabkan masalah pada ibu maupun bayinya jika tidak diobati. Jika ditangani cepat dengan baik, penyakit gula ini biasanya sembuh total setelah melahirkan.

Tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala diabetes melitus?

Penyakit kencing manis sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun pada awalnya. Banyak orang yang tidak pernah sadar sudah sakit diabetes melitus sejak lama karena tidak pernah mengalami gejala berarti.

Akan tetapi, gejala diabetes tipe 1 bisa muncul lebih cepat dibandingkan tipe 2 yang cenderung berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun.

Berikut beberapa tanda dan gejala khas penyakit diabetes melitus yang perlu Anda ketahui:

  • Sering merasa haus atau lapar
  • Sering buang air kecil, terkadang terjadi setiap jam dan disebut poliuria
  • Lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Sering mengalami infeksi, misalnya infeksi kulit, vagina, sariawan, atau saluran kemih
  • Luka diabetes sulit sembuh
  • Pandangan kabur
  • Gatal diabetes pada kulit, terutama pada lipatan paha atau daerah vagina
  • Berat bada turun tiba-tiba

Gejala lainnya dari penyakit kencing manis yang harus Anda waspadai adalah:

  • Mual atau muntah
  • Mulut kering
  • Gusi sering bengkak dan luka
  • Kaki sering sakit, kesemutan, dan mati rasa
  • Bercak hitam dan sisik pada kulit
  • Disfungsi seksual seperti gangguan ereksi

Mengetahui gejala diabetes melitus lebih awal akan memudahkan Anda untuk mengendalikan penyakit gula ini dan mencegah terjadinya komplikasi diabetes yang berbahaya.

Kapan saya harus pergi ke dokter?

Kebanyakan orang sering kali tidak menyadari terkena penyakit diabetes melitus sampai gula darahnya sudah terlanjur melonjak naik sehingga menyebabkan berbagai gejala yang parah.

Maka dari itu, jika Anda mengalami berbagai gejala diabetes yang telah disebutkan di atas, atau Anda mencurigai terkena penyakit kencing manis, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Penyebab

Apa saja penyebab diabetes melitus?

Sebelum mengetahui penyebab diabetes, Anda perlu tahu bagaimana glukosa diproses oleh tubuh. Glukosa sangat penting untuk tubuh karena bekerja sebagai sebagai sumber energi bagi sel-sel, jaringan, dan organ tubuh, terutama otak.

Glukosa sebenarnya berasal dari makanan yang Anda makan, sebagian akan digunakan oleh sel-sel tubuh dan sebagian disimpan sebagai cadangan energi di dalam hati (liver). Jenis glukosa yang disimpan di hati disebut dengan glikogen.

Jika Anda belum makan otomatis kadar gula darah akan rendah. Untuk mencegah hal tersebut, liver akan memecah glikogen menjadi glukosa dan menyeimbangkan kadar gula darah tetap normal.

Penyebab pasti diabetes melitus baik tipe 1 atau 2 belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli dari American Diabetes Association menduga bahwa tingginya kadar gula dalam darah yang menyebabkan beberapa jenis penyakit diabetes disebabkan oleh beberapa hal ini:

1. Kondisi autoimun

Kondisi autoimun yang menyebabkan diabetes melitus terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang bertugas untuk menghasilkan hormon insulin.

Hormon insulin berperan penting dalam penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh. Ketika terjadi gangguan pada pankreas, maka produksi insulin bisa berkurang atau bahkan terhenti. Alhasil, kadar gula dalam darah meningkat karena tanpa bantuan insulin glukosa tidak dapat diserap oleh sel-sel tubuh dengan baik.

2. Resistansi insulin

Penyakit kencing manis disebabkan karena lemak, hati, dan sel-sel otot di tubuh Anda tidak merespon insulin dengan benar. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan resistansi insulin.

Resistensi insulin sendiri membuat sel tidak bisa menerima gula darah untuk kemudian diolah menjadi energi. Hal ini membuat tubuh menganggap bahwa ia sedang kekurangan gula sehingga memecah kembali memecah glikogen.

Pada akhirnya, gula akan terus menumpuk di dalam darah dan terjadilah kadar gula darah tinggi yang disebut dengan kondisi hiperglikemia.

Faktor risiko

Apa saja faktor risiko penyakit kencing manis?

Memiliki atau mengalami faktor risiko membuat seseorang lebih berpeluang terjangkit penyakit diabetes melitus ataupun memperparah kondisi penyakit ini.

Mengutip dalam laman Mayo Clinic, berikut berbagai hal yang bisa membuat Anda berisiko tinggi terkena penyakit gula adalah:

  • Riwayat penyakit keluarga
  • Terkena infeksi virus tertentu
  • Adanya kerusakan sel sistem kekebalan tubuh (auto-antibodi)
  • Kekurangan vitamin D
  • Usia di atas 45 tahun
  • Obesitas alias kegemukan
  • Malas gerak
  • Riwayat medis keluarga
  • Prediabetes
  • Memiliki riwayat penyakit PCOS
  • Pernah mengalami diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya
  • Mengidap diabetes sebelum masa hamil
  • Pernah mengalami keguguran atau bayi lahir mati (stillbirth) tanpa diketahui penyebabnya
  • Obesitas sebelum kehamilan
  • Hamil di usia lebih dari 30 tahun

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis penyakit ini?

Beberapa orang mungkin memang mengalami gejala penyakit ini sehingga memeriksakan diri ke dokter. Namun, sebagian penderita bisa tidak mengalami gejala sama sekali sehingga penyakit ini sulit terdeteksi sejak awal.

Oleh karena itu, dalam menegakkan diagnosis untuk penyakit kencing manis, dokter tidak hanya bergantung pada hasil pemeriksaan fisik biasa, tapi perlu juga mengetahui kadar gula atau glukosa dalam darah melalui sejumlah tes.

Tes yang umum dilakukan untuk diagnosis diabetes melitus di antaranya adalah:

  • Tes gula darah sewaktu: tes gula darah yang bisa dilakukan kapan saja. Hasil tes yang mengindikasikan adanya penyakit diabetes ketika kadar gula darah bernilai 200 mg/dL (11. mmo/L).
  • Tes gula darah puasa: tes gula darah yang dilakukan setelah berpuasa selama kurang lebih 8 jam. Nilai gula darah yang dikategorikan sebagai diabetes dari tes ini adalah 126 mg/dL (7 mmol/L) atau lebih.
  • Tes gula darah oral: Anda perlu berpuasa semalaman sebelum melakukan tes ini, selanjutnya tes dilakukan 2 jam setelah Anda makan pertama. Kadar gula yang tetap tinggi setelah makan menunjukkan Anda memiliki diabetes.
  • Tes glikohemoglobin atau HbA1C: tes HbA1C yang dilakukan untuk mengetahui rata-rata nila gula darah selama beberapa bulan terakhir. Tes ini biasanya akan dilakukan secara rutin beberapa kali dalam setahun setelah dinyatakan positif terdiagnosis diabetes.

Pengobatan

Bagaimana cara mengobati kencing manis?

Diabetes melitus adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Namun, bukan berarti Anda jadi merasa putus asa.

Penyakit gula ini masih bisa diatasi dan dikendalikan. Salah satunya, dengan menjalani pengobatan diabetes. Pengobatan tersebut tergantung dengan jenis penyakit kencing manis yang dialami, berikut beberapa pilihan obat penyakit gula.

Suntik insulin

Ketika Anda mengalami diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh akan menyerang sel yang memproduksi insulin sehingga kadar insulin yang dihasilkan tubuh berkurang. Maka dari itu, dokter biasanya akan diberikan obat insulin yang akan disuntikkan pada tubuh pasien setiap hari.

Beberapa jenis insulin tersebut antara lain:

  • Insulin dengan aksi cepat: insulin ini biasanya akan diberikan saat Anda hanya memiliki sedikit waktu untuk menyuntikkan insulin, seperti saat kadar gula melebihi target.
  • Insulin dengan aksi lambat: kebalikan dari insulin dengan aksi cepat, insulin dengan aksi lambat biasa digunakan saat Anda memiliki waktu yang lebih lama dalam menyuntikkan insulin. Tapi dibandingkan dengan insulin aksi cepat, insulin aksi lambat lebih jarang digunakan.
  • Insulin dengan aksi intermediate: meskipun lama waktu penyuntikkan insulin jenis ini relatif panjang, namun insulin aksi intermediate biasanya dikombinasikan dengan aksi yang lebih cepat, sehingga mampu memaksimalkan manfaat dari penyuntikkan.

Obat-obatan

Orang yang mengalami penyakit kencing manis umumnya tidak mampu menggunakan insulin yang ada sebagaimana mestinya.

Tak semua orang dengan penyakit gula memerlukan obat. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin hanya meminta pasien untuk mengubah gaya hidupnya agar menjadi lebih sehat, seperti rutin berolahraga dan menjalani diet khusus. 

Nah, ketika kedua cara tersebut tidak cukup, barulah dokter akan meresepkan sejumlah obat diabetes melitus untuk membantu menurunkan gula darah. Beberapa obat diabetes melitus yang sering diresepkan dokter adalah:

  • Metformin
  • Pioglitazone
  • Sulfonilurea
  • Agonis
  • Repaglinide
  • Acarbose
  • Sitagliptin
  • Nateglinide

Pengobatan rumahan

Selama menjalani pengobatan, dokter biasanya akan meminta Anda untuk lebih banyak mengonsumsi makanan bergizi, rendah lemak dan kalori sehingga bisa mengontrol kadar gula darah.

Begitu pun dengan melakukan olahraga teratur guna mencapai berat badan ideal.

Berikut panduan pola hidup sehat untuk diabetes melitus:

  • Mengonsumsi karbohidrat kompleks dari nasi merah, kentang panggang, oatmeal, biji-bijian utuh, dan makanan lain seperti kacang-kacangan, ikan, dan daging rendah lemak.
  • Mengganti gula Anda dengan pemanis rendah kalori dan mengandung kromium untuk meningkatkan fungsi insulin dalam tubuh.
  • Memperbanyak konsumsi sayur-sayuran hijau, seperti brokoli dan bayam dan buah-buahan yang bisa diolah menjadi jus tanpa gula.
  • Melakukan olahraga ringan yang cocok untuk pasien diabetes, seperti berjalan, berenang, bersepeda di dekat rumah Anda.
  • Berolahraga minimal tiga kali seminggu selama sekitar 30-45 menit atau 5-10 menit di awal untuk kemudian menambah intensitas olahraga secara bertahap.
  • Tes gula darah Anda sebelum, selama, dan sesudah olahraga. Pastikan Anda gula darah tidak lebih rendah dari 70 mg/dL.
  • Melalukan beberapa aktivitas lain agar tetap aktif bergerak, contohnya membersihkan rumah dan berkebun.
  • Rajin cek dan mencatat kadar gula darah Anda setiap hari. Kadar gula darah pasien diabetes melitus harus dipantau secara rutin yaitu sebelum dan setelah makan serta menjelang tidur.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah diabetes melitus?

Penyakit diabetes tipe 1 sangat sulit untuk dihindari karena berhubungan erat dengan faktor genetik dan kondisi autoimun, tapi untungnya penyakit gula tipe 2  masih dapat dicegah dengan memastikan kadar gula darah tetap terjaga normal.

Cara pencegahan penyakit kencing manis bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat seperti:

1. Raih berat badan ideal

Obesitas adalah salah satu faktor risiko utama dari diabetes tipe 2. Diet kalori dan rendah lemak sangat dianjurkan sebagai cara terbaik untuk mencegah diabetes.

2. Banyak makan buah dan sayur

Dengan makan sayur dan buah-buahan segar setiap hari, Anda dapat mengurangi risiko terkjangkit penyakit kencing manis.

3. Mengurangi konsumsi gula

Untuk menjaga kadar gula darah normal, Anda harus membatasi konsumsi gula, tapi bukan berarti Anda jadi antigula. Anda bisa mengganti gula pasir dengan pemanis rendah gula dan mengontrol asupan kalori sehari-hari.

4. Aktif berolahraga

Usahakan berolahraga minimal 30 menit sehari 3-5 kali seminggu untuk memaksimalkan pencapaian target berat badan ideal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Panjang Umur Jika Anda Menderita Diabetes

Diabetes dulu disebut "penyakit orang tua" karena banyak menyerang orang-orang usia senja. Tapi sekarang lebih banyak penderita diabetes yang mati muda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Diabetes, Health Centers 14/11/2019 . Waktu baca 5 menit

10 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

Anda bisa mencegah penyakit diabetes. Namun, apa saja tindakan pencegahan diabetes yang bisa Anda lakukan? Baca lebih jelasnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Diabetes, Health Centers 14/11/2019 . Waktu baca 11 menit

Diabetes Tidak Bisa Disembuhkan, Lalu Bagaimana Cara Mengontrolnya?

Meski cara mengontrol diabetes kedengarannya sulit, sebenarnya ada langkah-langkah sederhana yang bisa Anda ikuti. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Diabetes, Health Centers 13/11/2019 . Waktu baca 5 menit

Panduan Tepat Merawat Anak yang Mengidap Diabetes

Menghadapi diabetes pada anak tentu tidak mudah. Namun, tak berarti mustahil dilakukan. Simak dulu 4 tips cerdas saat mengasuh anak dengan diabetes berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Diabetes, Health Centers 13/11/2019 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kopi filter mengurangi risiko diabetes

Kopi Filter Berpotensi Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
camilan untuk penderita diabetes

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit
merawat orangtua yang sakit diabetes

Panduan Merawat Orangtua yang Sakit Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit