Dehidrasi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu dehidrasi?

Dehidrasi adalah kondisi di mana tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada cairan yang masuk dalam tubuh.

Setiap hari, kadar air pada tubuh berkurang dengan napas yang dihembuskan, pada keringat, urin, dan kotoran. Jika tidak memberi asupan air atau cairan yang cukup untuk menggantikan cairan yang hilang, Anda dapat mengalami kekurangan cairan tubuh.

Ketidakseimbangan ini juga mengganggu kadar garam, mineral, dan gula dalam darah. Hal tersebut dapat mengganggu fungsi tubuh dan menyebabkan komplikasi yang berbahaya jika tidak segera ditangani.

Salah satu penyebab utama kondisi ini pada bayi dan anak-anak adalah diare dan muntah. Masalah kesehatan lain, seperti penyakit kronis, juga dapat mengakibatkan kondisi ini terjadi pada orang dewasa.

Seberapa umumkah dehidrasi terjadi?

Kondisi ini sangat umum terjadi. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa saja. Namun, kasus kejadiannya lebih banyak ditemukan pada pasien bayi, anak-anak, serta lansia.

Dehidrasi adalah kondisi kesehatan yang dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dehidrasi?

Tanda-tanda dan gejala dehidrasi umumnya bervariasi pada setiap penderita. Namun, kebanyakan orang mengeluhkan rasa haus yang luar biasa, pusing, serta mulut terasa kering.

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala yang paling umum muncul:

  • Merasa sangat kehausan
  • Mulut terasa kering atau lengket
  • Urin yang dihasilkan lebih sedikit dari biasanya
  • Urin berwarna pekat, cenderung kuning gelap
  • Pusing atau sakit kepala
  • Kram otot di bagian tubuh tertentu

Pada kasus yang lebih parah, penderita akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Urin berwarna lebih gelap
  • Kulit sangat kering
  • Sakit kepala parah
  • Jantung berdebar lebih cepat atau tidak beraturan
  • Pernapasan tidak beraturan
  • Mata terlihat sayu, seperti kurang tidur
  • Tubuh kekurangan tenaga
  • Kebingungan
  • Mudah pingsan

Pada anak-anak dan bayi, tanda-tanda dan gejala yang muncul meliputi:

  • Mulut dan lidah kering
  • Tidak keluar air mata saat menangis
  • Popok tetap kering setelah 3 jam
  • Wajah terlihat pucat, terutama di bagian mata dan pipi
  • Rewel dan mudah menangis
  • Tubuh lemas

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Dehidrasi biasanya dapat diatasi dengan mudah, yaitu dengan minum banyak cairan. Namun, apabila terjadi gejala-gejala berikut ini, segera hubungi dokter atau tim medis:

  • Demam
  • Diare lebih dari 2 hari
  • Produksi urin berkurang drastis, atau bahkan tidak ada sama sekali
  • Kebingungan
  • Tubuh melemah
  • Tidak dapat berkonsentrasi
  • Pingsan
  • Nyeri dada atau perut

Apabila Anda mengalami kondisi yang cukup parah, terutama jika Anda tidak dapat menerima asupan cairan akibat muntah terus menerus, Anda perlu mendapatkan cairan tambahan melalui infus.

Terkadang, dehidrasi merupakan pertanda dari masalah kesehatan yang lebih serius, seperti diabetes. Maka itu, penting untuk memeriksakan diri ke dokter agar penyebab pastinya dapat diketahui.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, periksakan apapun gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab dehidrasi?

Pada kondisi yang normal tubuh Anda akan kehilangan cairan melalui keringat dan buang air kecil. Namun, apabila cairan yang hilang tersebut tidak segera diganti, Anda akan mengalami dehidrasi.

Terkadang, dehidrasi disebabkan oleh alasan yang sederhana, yaitu Anda tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup. Hal ini bisa dikarenakan kesibukan atau Anda sedang sakit.

Selain itu, faktor-faktor lain seperti cuaca, aktivitas fisik, dan diet tertentu juga dapat menyebabkan tubuh Anda kekurangan cairan.

Berikut adalah penyebab-penyebab umum dari kondisi ini:

1. Berkeringat berlebihan

Berkeringat merupakan proses metabolisme tubuh yang normal. Ketika suhu tubuh Anda meningkat, kelenjar keringat akan secara aktif menguapkan air dari tubuh Anda agar lebih dingin.

Ketika keringat menguap dari tubuh, terdapat sedikit panas yang dihasilkan. Semakin banyak keringat yang keluar, semakin besar penguapan yang terjadi, sehingga tubuh Anda menghasilkan lebih banyak panas. Proses berkeringat membantu melembabkan kulit serta menyeimbangkan elektrolit pada tubuh.

Jika cairan yang dikeluarkan ketika tubuh berkeringat terlalu banyak, hal tersebut dapat mengakibatkan dehidrasi. Kondisi berkeringat berlebih ini disebut dengan hiperhidrosis.

2. Diare

Diare adalah kondisi di mana kotoran atau feses yang dikeluarkan memiliki bentuk lebih cair. Kondisi ini dapat terjadi sebanyak lebih dari 3 kali sehari.

Diare biasanya disebabkan oleh kondisi kesehatan yang bersifat sementara, seperti infeksi bakteri, virus, reaksi makanan tertentu, atau adanya penyakit saluran pencernaan.

Kondisi ini dapat mengakibatkan terjadinya dehidrasi karena terlalu banyak cairan tubuh yang terbuang.

3. Penyakit tertentu

Apabila Anda menderita penyakit tertentu, Anda akan muntah atau terkena diare secara terus menerus. Hal ini membuat tubuh mengeluarkan terlalu banyak cairan.

Tubuh Anda juga kemungkinan akan kehilangan banyak elektrolit. Elektrolit adalah mineral yang digunakan oleh tubuh untuk mengontrol otot, zat kimia dalam darah, serta fungsi organ. Elektrolit biasa ditemukan di cairan-cairan tubuh, seperti darah atau urin.

Salah satu penyakit yang akan membuat Anda sering muntah dan diare adalah gastroenteritis. Kondisi ini sangat umum terjadi pada bayi dan anak-anak.

Selain itu, terdapat pula penyakit-penyakit tertentu yang membuat Anda kesulitan makan atau minum, sehingga tubuh Anda kekurangan asupan cairan. Beberapa di antaranya adalah sariawan (stomatitis) dan radang tenggorokan (faringitis).

4. Demam

Ketika Anda mengalami demam, tubuh akan lebih sering berkeringat agar suhu tubuh cepat turun.

Sering kali penderita yang sedang demam tidak sadar tubuhnya kehilangan terlalu banyak cairan, terutama jika tidak segera minum untuk mengganti cairan yang hilang.

5. Buang air kecil terlalu sering

Buang air kecil juga merupakan proses alami tubuh untuk membuang racun. Dalam beberapa kondisi, buang air kecil terlalu banyak dapat mengakibatkan adanya ketidakseimbangan zat kimia di dalam tubuh.

Jika cairan yang hilang tidak segera diganti dengan minum, kemungkinan dehidrasi dapat terjadi.

Salah satu penyakit yang membuat penderitanya buang air kecil berlebihan adalah diabetes insipidus. Penyakit ini disebabkan oleh adanya masalah pada ginjal, sehingga penderita kesulitan menahan keinginan untuk kencing.

Pada orang normal, urin yang dikeluarkan hanya berkisar antara 1-2 liter per hari. Penderita diabetes insipidus bisa mengeluarkan urin sebanyak 3-20 liter dalam sehari.

6. Luka bakar

Pada kasus luka bakar yang parah, pembuluh darah dapat mengalami kerusakan. Hal ini berpotensi mengakibatkan cairan tubuh bocor ke jaringan-jaringan sekitar, sehingga dehidrasi dapat terjadi.

Dalam kasus yang lebih parah, apabila penderita luka bakar tidak segera mendapatkan cairan pengganti, ginjal akan gagal fungsi serta terjadi kondisi syok hipovolemik akibat kehilangan terlalu banyak cairan.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko saya untuk terkena dehidrasi?

Dehidrasi adalah kondisi kesehatan yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok ras penderitanya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan menderita suatu penyakit atau kondisi kesehatan.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat terkena penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu seseorang mengalami dehidrasi:

1. Usia

Kondisi ini lebih banyak terjadi pada bayi dan anak kecil. Bayi memiliki risiko yang lebih tinggi akibat berat badannya yang rendah. Hal tersebut membuat tubuh mereka lebih sensitif terhadap kondisi kehilangan cairan, meskipun hanya sedikit.

Selain itu, bayi dan anak-anak lebih rentan mengalami diare, muntah, dan demam, sehingga tubuh mereka lebih mudah kehilangan banyak cairan.

Tidak hanya bayi dan anak-anak, orang-orang berusia lanjut juga memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami kondisi ini. Seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan tubuh Anda untuk menyimpan cairan akan berkurang dan rasa haus yang Anda rasakan pun menurun.

Hal ini dapat diperburuk dengan adanya penyakit-penyakit kronis, seperti diabetes dan demensia, karena lansia mungkin lupa atau tidak menyadari bahwa mereka perlu minum cairan.

2. Menderita penyakit tertentu

Orang-orang dengan penyakit kronis yang mengakibatkan tubuh kesulitan mengontrol keinginan untuk buang air kecil juga berisiko mengalami kondisi ini. Beberapa penyakit tersebut di antaranya adalah diabetes dan penyakit ginjal.

Selain itu, menderita penyakit ringan seperti demam dan radang tenggorokan juga dapat meningkatkan risiko Anda karena Anda mungkin lebih jarang makan, minum, serta lebih sering muntah dan berkeringat.

3. Orang-orang yang bekerja atau sering beraktivitas di luar ruangan

Jika Anda memiliki pekerjaan atau sering melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama bila Anda tinggal di lingkungan dengan cuaca yang panas, peluang Anda untuk mengalami kondisi ini lebih besar.

Atlet, terutama pada acara yang memerlukan ketahanan seperti maraton, triatlon, dan turnamen dapat terpengaruh akibat jumlah cairan tubuh yang hilang melalui keringat.

Orang-orang dengan profesi yang melakukan pekerjaan berat, seperti pekerja bangunan, terpapar sinar matahari secara rutin, dan kehilangan banyak cairan dari keringat.

4. Minimnya akses terhadap air bersih yang layak diminum

Beberapa daerah masih memiliki akses yang minum terhadap sumber air yang bersih dan aman untuk dikonsumsi. Hal ini dapat meningkatkan risiko tubuh kekurangan asupan cairan yang cukup.

Komplikasi

Apa saja komplikasi kesehatan yang dapat terjadi akibat dehidrasi?

Dehidrasi yang tidak segera diatasi dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan serius, seperti:

1. Heat injury

Apabila Anda melakukan aktivitas yang berat dan Anda tidak segera mengganti cairan tubuh yang hilang, Anda berisiko mengalami heat injury.

Kondisi ini dapat bervariasi mulai dari kram ringan, kepanasan parah (heat exhaustion), hingga heat stroke yang parah.

2. Masalah saluran kencing dan ginjal

Jika dehidrasi terlalu sering terjadi atau berlangsung cukup lama, kemungkinan dapat terjadi infeksi pada saluran kencing, batu ginjal, bahkan gagal ginjal.

3. Volume darah rendah

Apabila tubuh kekurangan cairan, volume darah akan mengalami penurunan yang drastis. Hal tersebut berpotensi mengakibatkan terjadinya syok hipovolemik yang dapat mengancam nyawa.

4, Kejang

Elektrolit, seperti kalium dan natrium, membantu sel dalam bekerja membawa sinyal-sinyal listrik tubuh.

Jika terjadi ketidakseimbangan pada elektrolit tubuh, akan terjadi masalah pada sinyal listrik tubuh, sehingga otot akan mengalami kejang. Dalam kasus yang parah, Anda dapat pingsan.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis dehidrasi?

Dalam mendiagnosis, dokter akan menanyakan terlebih dahulu mengenai tanda-tanda dan gejala yang Anda alami. Setelah itu, dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendapatkan hasil diagnosis yang akurat:

1. Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa beberapa hal penting pada organ vital Anda, seperti detak jantung serta tekanan darah Anda.

Tekanan darah yang rendah atau detak jantung yang tidak beraturan kemungkinan menandakan Anda mengalami dehidrasi. Selain itu, dokter juga akan mengecek adanya tanda lain, seperti demam.

2. Tes darah

Dokter juga akan melakukan tes darah untuk mengetahui kadar elektrolit di dalam darah Anda. Ketidakseimbangan kadar elektrolit dapat menandakan tubuh kekurangan cairan.

Selain elektrolit, dokter juga akan mengecek kadar kreatinin di dalam darah. Mengetahui kadar kreatinin dapat membantu dokter mendeteksi adanya masalah pada fungsi ginjal Anda.

3. Urinalisis

Urinalisis merupakan tes yang dilakukan untuk memeriksa sampel urin Anda. Melalui tes ini, dokter dapat mengetahui adanya bakteri atau ketidakseimbangan elektrolit.

Urin yang berwarna lebih kekuningan dan pekat juga dapat menunjukkan tanda-tanda tubuh kekurangan asupan cairan.

Untuk menentukan dehidrasi pada bayi, dokter biasanya memeriksa bagian yang lunak pada tengkorak, keringat, dan karakteristik otot tertentu.

Bagaimana cara mengobati dehidrasi?

Pengobatan tergantung pada usia penderita, tingkat keparahan, serta penyebab. Namun, cara paling efektif untuk mengatasi dehidrasi adalah dengan menggantikan cairan yang hilang pada tubuh.

Untuk bayi dan anak-anak yang mengalami kondisi ini akibat diare, muntah, atau demam, Anda dapat menggunakan cairan rehidrasi yang dijual bebas tanpa resep dokter. Cairan ini mengandung air dan garam dengan dosis tertentu untuk mengembalikan cairan dan elektrolit pada tubuh.

Anda dapat memberikan 5 ml cairan setiap 5 menit pada bayi atau balita. Pada anak-anak yang sudah sedikit lebih besar, Anda dapat memberikan minuman elektrolit yang dicampur dengan air putih.

Anda juga dapat membuat cairan rehidrasi ini di rumah dengan menggunakan ½ sendok teh garam, 6 sendok teh gula, dan 1 liter air yang dicampur.

Pastikan Anda menghindari air jus dalam kemasan atau minuman bersoda untuk mengatasi kondisi ini karena hanya akan memperparah gejala.

Jika kasus dehidrasi sudah cukup parah dan tubuh tidak dapat menerima cairan melalui mulut, Anda harus dibawa ke rumah sakit dan menerima asupan cairan melalui infus.

Pengobatan di rumah

Apa saja gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi dehidrasi?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi atau mencegah dehidrasi:

  • Apabila Anda sedang demam, pastikan Anda minum banyak cairan, terutama jika Anda mengalami gejala muntah dan diare.
  • Jika Anda mulai kesulitan minum air, segera minta pertolongan medis.
  • Minum air yang banyak sebelum berolahraga atau beraktivitas di luar ruangan.
  • Kenakan pakaian dengan bahan yang tipis dan memiliki sirkulasi udara yang bagus, seperti katun.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber