Meski Sama-sama Parah, Begini Cara Membedakan Penyakit Akut dan Kronis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin sering mendengar istilah penyakit akut dan penyakit kronis. Meski kerap kali familiar dengan sebutan tersebut, banyak orang yang tidak tahu apa bedanya, bahkan mengira keduanya adalah hal yang sama. Padahal penyakit akut dan kronis itu jauh berbeda, lho. Lantas, bagaimana cara membedakannya, ya? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Perbedaan penyakit akut dan kronis

penyebab asma

Pada dasarnya, hampir semua penyakit bisa digolongkan sebagai penyakit akut dan kronis. Contohnya penyakit maag akut dan maag kronis, asma akut dan asma kronis, hingga patah tulang akut dan patah tulang kronis.

Hanya saja, ada beberapa perbedaan penyakit akut dan kronis yang harus Anda perhatikan supaya tidak salah penanganan. Berikut cara membedakannya.

1. Lama penyakit

Perbedaan utama penyakit akut dan kronis bisa dilihat dari lama penyakitnya. Suatu penyakit dapat digolongkan sebagai penyakit kronis jika terjadi selama lebih dari 6 bulan. Sedangkan penyakit akut biasanya cepat sembuh dalam waktu kurang dari 6 bulan.

2. Tingkat keparahan

Meskipun sama-sama menunjukkan suatu kondisi yang parah, penyakit akut biasanya terjadi dalam waktu yang relatif singkat atau berupa serangan penyakit dalam waktu yang cepat.

Sementara itu, suatu penyakit dikatakan kronis apabila sudah diderita dalam waktu yang lama atau berkembang secara perlahan-lahan. Karena itulah, penyakit kronis biasanya sulit didiagnosis maupun disembuhkan.

Contohnya begini, penyakit osteoporosis termasuk ke dalam penyakit kronis karena penyakit ini berkembang secara perlahan-lahan. Jika tidak segera diobati, osteoporosis yang sudah parah bisa menyebabkan patah tulang sewaktu-waktu. Nah, patah tulang inilah yang kita sebut sebagai penyakit akut, karena terjadi begitu cepat dan tiba-tiba.

Begitu juga dengan serangan asma. Serangan asma akut bisa terjadi di tengah-tengah penyakit asma yang sudah kronis. Pun sebaliknya, serangan asma yang terjadi secara tiba-tiba bisa berkembang menjadi asma kronis jika tidak segera diobati.

3. Cara penanganan

Penyakit akut dan kronis juga punya perbedaan dari segi penanganan. Dilansir dari Very Well Health, suatu penyakit dikatakan kronis jika peluang kesembuhannya cenderung kecil atau bahkan tidak ada harapan. Akibatnya, perawatan yang diberikan pun hanya sebatas untuk mengurangi rasa sakitnya saja.

Diabetes, misalnya, termasuk penyakit kronis karena tidak bisa disembuhkan total. Penyebabnya pun bermacam-macam, mulai dari faktor keturunan, pola makan yang tidak sehat, kurang olahraga, dan sebagainya.

Banyaknya pemicu diabetes itulah yang membuat penyakit ini sulit disembuhkan hingga tuntas. Namun jangan khawatir, penyakit kronis seperti diabetes masih bisa diobati secara rutin untuk mengurangi rasa nyeri dan mencegahnya semakin memburuk.

Penyakit akut bisa berkembang menjadi penyakit kronis, dan sebaliknya

merawat anak diabetes di sekolah

Faktanya, penyakit akut mungkin saja berkembang menjadi kronis, begitu pun sebaliknya. Seperti yang dicontohkan sebelumnya, serangan asma akut yang terjadi secara mendadak bisa berubah menjadi asma kronis jika tidak segera ditangani. Akibatnya, Anda dapat mengidap asma seumur hidup.

Begitu juga sebaliknya, bagi Anda pengidap asma kronis, Anda juga bisa mengalami serangan asma akut sewaktu-waktu. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi akut dan kronis pada penyakit bisa terjadi secara timbal-balik alias saling berhubungan.

Meski begitu, ini bukan berarti Anda tidak punya harapan kesembuhan lagi jika mengidap penyakit kronis. Ambil contoh pada kasus diabetes tipe 2, Anda dapat mengurangi keparahan gejala diabetes dengan menerapkan pola hidup sehat.

Contohnya dengan mengendalikan berat badan, mengatur pola makan, dan rajin olahraga. Meski tidak benar-benar menyembuhkan diabetes, namun setidaknya semua cara tersebut dapat mengubah kondisi diabetes kronis menjadi lebih ringan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit