Seputar Transplantasi Darah dan Sel Induk Sumsum

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apa itu transplantasi darah dan sel induk sumsum?

Transplantasi darah dan sel induk sumsum dapat menggantikan sel induk abnormal pasien dengan yang sehat melalui donor. Prosedur ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan sel-sel induk baru yang mampu bekerja dengan optimal.

Sel induk yang ditemukan dalam sumsum tulang, jaringan berbentuk spons dalam tulang. Sel induk berkembang menjadi tiga jenis sel darah yang dibutuhkan tubuh:

  • Sel darah merah, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh
  • Sel darah putih, yang melawan infeksi
  • Trombosit, yang membantu proses bekuan darah

Sejumlah kecil sel-sel induk juga ditemukan dalam darah dan tali pusar (tali penghubung janin ke plasenta ibunya).

Tipe lain dari sel induk (disebut embryonic stem cell) dapat berkembang menjadi semua jenis sel dalam tubuh. Sel-sel ini tidak ditemukan dalam sumsum tulang.

Siapa yang membutuhkan transplantasi sel induk?

Dokter menganjurkan transplantasi sel induk untuk mengobati pasien yang memiliki:

  • Kanker tertentu, seperti leukemia. Dosis tinggi dari kemoterapi dan radiasi yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis kanker justru dapat sangat merusak atau menghancurkan sumsum tulang. Transplantasi akan menggantikan sel induk yang hancur selama pengobatan kanker.
  • Penyakit darah berat, seperti thalassemia, anemia aplastik, dan anemia sel sabit. Pada penyakit ini, tubuh tidak membuat sel-sel darah merah yang cukup atau tubuh tidak bekerja dengan baik.
  • Beberapa penyakit defisiensi imun mencegah tubuh untuk memproduksi beberapa jenis sel darah putih. Tanpa sel-sel ini, seseorang rentan terkena infeksi yang dapat mengancam jiwa. Transplantasi sel induk akan menggantikan sel-sel darah putih yang hilang.

Jenis-jenis transplantasi

Dua jenis utama transplantasi sel induk adalah autologus dan alogenik.

Untuk transplantasi autologus, sel-sel induk Anda akan dikumpulkan dan disimpan untuk digunakan di kemudian hari. Hal ini lakukan agar Anda memiliki cukup cadangan sel induk yang sehat, meskipun Anda sedang sakit. Jika Anda memiliki kanker, sel-sel kanker diangkat atau dihancurkan dari sel-sel yang dikumpulkan.

Untuk transplantasi alogenik, Anda akan mendapatkan sel induk dari donor. Donor dapat serasal dari relasi (seperti saudara atau saudari) atau orang yang tidak memiliki hubungan darah. Anda juga bisa mendapatkan sel induk dari darah tali pusar yang disumbangkan oleh orang yang tidak memiliki hubungan darah.

Untuk mencegah masalah komplikasi, sel induk donor harus cocok dengan Anda. Tes untuk menguji kecocokan sel donor dengan pasien disebut dengan HLA tissue typing.

Proses pengumpulan

Sel induk yang digunakan dalam transplantasi dikumpulkan dari donor dalam beberapa cara, misalnya melalui prosedur apheresis.

Pada prosedur ini, jarum dimasukkan ke lengan donor untuk mengambil darah. Kemudian, darah akan dialirkan melalui mesin yang memisahkan sel-sel induk dari darah. Sisa darah dikembalikan ke donor.

Sel induk dapat dikumpulkan langsung dari panggul donor. Saat ini, prosedur tersebut tidak banyak digunakan lagi karena harus dilakukan di rumah sakit dengan menggunakan anestesi lokal atau umum. Dalam prosedur ini, jarum berongga dimasukkan berulang kali ke dalam panggul dan sumsum disedot keluar dari tulang.

Darah yang mengandung sel-sel induk dapat dikumpulkan dari tali pusar dan plasenta setelah bayi lahir. Darah akan dibekukan dan disimpan di bank darah tali pusar untuk digunakan di masa depan.

Amankah transplantasi?

Transplantasi sel induk memiliki risiko serius. Beberapa komplikasi dapat mengancam nyawa pasien. Meskipun demikian, transplantasi sel induk merupakan harapan terbaik untuk menyembuhkan atau memperpanjang masa hidup bagi beberapa orang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

    5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

    Penderita anemia G6PD perlu menghindari beberapa pantangan. Pasalnya, sel-sel darah merah yang kekurangan G6PD sangat rentan mengalami kerusakan.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Salah satu upaya pencegahan anemia yang umum adalah konsumsi zat besi. Namun, tak hanya itu, ada vitamin dan cara lain yang juga dapat mencegah anemia.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Anemia, Health Centers 26 Februari 2020 . Waktu baca 7 menit

    Anemia Gravis

    Anemia gravis adalah jenis anemia berat yang bisa menimbulkan komplikasi berupa kerusakan organ tubuh jika tidak ditangani segera.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16 Januari 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    hemodialisis

    Hemodialisis, Prosedur Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit
    anemia rash

    Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit