5 Masalah Sehari-hari yang Mungkin Dihadapi Oleh Ibu Baru Setelah Melahirkan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 11/09/2017
Bagikan sekarang

Menjadi ibu baru merupakan suatu tantangan tersendiri bagi Anda yang baru saja melahirkan. Mempunyai bayi memang menyenangkan, namun Anda harus siap dengan peran baru Anda sebagai ibu setelah bayi lahir agar Anda tidak kaget. Ada banyak hal yang harus Anda lakukan setelah melahirkan dan mungkin beberapa dari Anda akan mengalami kesulitan karena banyak perubahan yang terjadi.  

Beberapa hal tak terduga berikut ini, misalnya, mungkin saja terjadi di minggu-minggu pertama Anda menjadi ibu baru.

1. Tidak bisa langsung menyusui setelah melahirkan

Banyak saran yang mengatakan bahwa susuilah bayi Anda sesegera mungkin setelah lahir. Semakin cepat bayi Anda bisa menyusui, semakin mudah bagi Anda untuk memberikan ASI eksklusif dengan lancar pada bayi. Namun, sepertinya menyusui segera setelah melahirkan tidak mudah dilakukan oleh beberapa ibu. Kadang, masalah seperti ASI belum keluar, puting ibu terlalu besar untuk mulut bayi, puting lecet, dan lainnya membuat ibu sulit untuk menyusui bayi setelah lahir.

Tak hanya itu, beberapa bayi pun ada yang tidak ingin menyusu segera setelah lahir. Sebagian besar bayi biasanya tidak mau makan selama 15-30 menit setelah lahir, seperti yang dikatakan oleh Dr. Michele Hakakha, M. D., FACOG, dikutip dari The Bump. Menyusui memang bukan hal yang mudah, Anda harus sabar dan jangan mudah putus asa untuk tetap memberikan ASI eksklusif pada bayi Anda.

Saat bayi terlihat tidak ingin menyusu, sebaiknya jangan paksa bayi untuk menyusu. Yang harus Anda lakukan sekarang adalah tetap menggendongnya erat. Selama menggendong, kontak kulit antara ibu dan bayi sangat penting untuk meningkatkan ikatan ibu dan bayi.

2. Perut tidak langsung mengecil

Ya, setelah Anda melahirkan, jangan harap badan Anda akan langsung kembali seperti semula. Walaupun setelah bayi lahir beberapa kilogram berat badan Anda akan berkurang karena bayi, ari-ari, dan cairan ketuban sudah keluar, namun perut Anda masih terlihat sedikit besar. Perut Anda mungkin akan mengecil kembali ke ukuran semula setelah 6 minggu sehabis melahirkan.

Namun, diet pada saat ini bukan menjadi solusi, justru bisa menjadi masalah, bukan hanya untuk Anda tapi juga bayi. Setelah melahirkan, Anda masih harus makan banyak dan mencukupi kebutuhan nutrisi Anda. Mengapa? Nutrisi ini diperlukan oleh tubuh untuk membuat ASI, sehingga ASI bisa keluar dengan lancar dan Anda bisa lebih mudah menyusui bayi Anda.

Melakukan olahraga ringan pada saat ini mungkin adalah solusi terbaik agar berat badan Anda tidak bertambah. Mulailah dengan berjalan kaki dan latihan kegel untuk menguatkan otot dasar panggul Anda setelah melahirkan.

3. Kurang tidur

Setelah melahirkan, kehidupan Anda akan disibukkan dengan mengurus bayi Anda yang baru lahir. Ini tentu tidak mudah, dan kadang membuat Anda kurang tidur sehingga cepat merasa lelah. Padahal, Anda butuh stamina yang prima untuk mengurus bayi dan juga mengurus keperluan rumah tangga Anda. 

Agar waktu tidur Anda tidak kurang, sebaiknya Anda tidur saat bayi Anda tidur – bahkan jika hanya sebentar. Ingat, di malam hari mungkin Anda juga harus terbangun untuk menyusui bayi Anda jika ia ingin. Sebenarnya, Anda bisa membiasakan bayi untuk terus tidur di malam hari dengan cara membuat kamar tidur bayi gelap dan sejuk di malam hari. Serta, membiarkan cahaya masuk ke kamar pada siang hari.

4. Perubahan fisik

Setelah melahirkan, banyak perubahan yang terjadi pada tubuh Anda. Hal ini kadang membuat Anda merasa sakit. Mulai dari payudara Anda yang membesar dan terasa sakit beberapa hari setelah melahirkan. Kemudian rasa sakit di sekitar rahim Anda, ini karena rahim akan terus mengalami kontraksi selama beberapa hari setelah melahirkan.

Jika Anda melahirkan normal dan memiliki episiotomi, Anda mungkin akan merasa sakit di bagian ini saat Anda bersin atau batuk. Anda mungkin juga akan kesulitan duduk atau berjalan. Anda juga bisa mengalami sembelit, wasir, inkontinensia urin, dan perdarahan (lokia) setelah melahirkan.

5. Mood naik-turun

Selain perubahan fisik yang dialami ibu setelah melahirkan, perubahan emosional juga kerap dialami ibu. Perasaan Anda bisa campur aduk setelah melahirkan. Ada perasaan bahagia, senang, kesal, ingin marah, sedih, kecewa, cemas, bahkan depresi. Hal ini wajar dialami ibu beberapa hari setelah melahirkan. Biasanya, hal ini dikenal dengan “baby blues”.

Baby blues mungkin terkait dengan perubahan fisik (termasuk perubahan hormonal, kelelahan, dan melahirkan yang tidak direncanakan). Penyesuaian diri Anda ke dalam peran baru sebagai ibu juga dapat menjadi alasan mengapa Anda mengalami baby blues. Namun jangan khawatir, baby blues biasanya akan hilang dalam waktu 1-2 minggu seiring dengan kematangan emosional Anda yang makin berkembang sebagai ibu baru.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sindrom Sheehan dan Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentangnya

Sindrom sheehan termasuk kondisi yang cukup langka. Maka itu, diperlukan pengetahuan yang lebih untuk menghindari komplikasi dari penyakit ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Tips Menyusui yang Baik Sesuai Bentuk Puting Ibu

Tidak semua ibu menyusui dengan mudah. Pada beberapa ibu, ada yang bermasalah dengan putingnya dan membuat menyusui terasa sulit.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Menyusui 23/02/2020

Manfaat Afirmasi Positif Ibu Hamil dan Ibu Melahirkan Bagi Kesehatan Jiwanya

Afirmasi positif dapat melindungi ibu hamil dan melahirkan dari stres, baby blues, hingga depresi. Lantas, apa itu afirmasi positif?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Melahirkan, Kehamilan 30/01/2020

Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhan Optimal

Bayi prematur membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak dari bayi yang lahir secara normal. Sebaiknya Anda mengikuti cara menyusui bayi prematur ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Parenting, Menyusui 06/01/2020

Direkomendasikan untuk Anda

ayah ibu depresi postpartum

5 Peran Ayah dalam Membantu Ibu yang Mengalami Depresi Postpartum

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
tips menyeimbangkan pekerjaan dan bayi

9 Tips Menyeimbangkan Pekerjaan dan Merawat Bayi

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020
frekuensi normal BAB bayi baru lahir

Begini Frekuensi Normal BAB Bayi yang Baru Saja Lahir

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
ibu menyusui positif coronavirus

Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/04/2020