Gejala Depresi Postpartum Bisa Muncul Tahunan Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/04/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Depresi postpartum alias depresi pasca melahirkan dipicu oleh proses persalinan. Ibu yang mengalami depresi biasanya kehilangan nafsu makan, mengalami gangguan tidur, menangis berlebihan, kelelahan berlebihan tanpa sebab, sangat mudah marah dan gelisah, hingga merasa putus asa, nelangsa, dan tidak berharga. Serangkaian gejala depresi postpartum ini dapat dimulai sesaat sebelum kelahiran sampai 6 bulan setelah bayi lahir. Apakah depresi postpartum bisa datang terlambat — bahkan hingga berbulan-bulan setelah melahirkan? Temukan jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Apa saja tanda dan gejala depresi postpartum?

Serupa dengan jenis depresi lainnya, depresi postpartum juga memiliki gejala yang bervariasi antar satu orang dengan yang lainnya. Meski begitu, tanda-tanda utamanya meliputi:

  • Merasa bersalah, putus asa, kesedihan yang mendalam, dan menangis terus-menerus
  • Mood yang berubah drastis dan sangat cepat (dari sangat bahagia sampai menangis marung-raung, atau sebaliknya)
  • Kesulitan terhubung atau tidak merasa memiliki ikatan dengan buah hati Anda
  • Merasa tidak bisa menjadi ibu yang baik
  • Menutup diri dan menghindari interaksi sosial
  • Kehilangan minat dan semangat dalam melakukan hal-hal yang disukai
  • Susah tidur
  • Mengalami kecemasan, kegelisakan dan kepanikan sepanjang waktu
  • Mencoba menyakiti diri sendiri atau bayi Anda
  • Kehilangan nafsu makan dan kelainan makan
  • Menangis berlebihan
  • Kelelahan yang berlebih atau hilangnya tenaga
  • Sangat mudah marah
  • Tidak mampu berpikir dengan jernih, berkonsentrasi, atau membuat keputusan
  • Mencoba bunuh diri

Jika Anda merasa mengalami salah satu atau beberapa gejala depresi postpartum di atas, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Apakah gejala depresi postpartum bisa muncul berbulan-bulan lamanya setelah melahirkan?

Depresi postpartum dialami oleh sekitar 15 persen wanita usai melahirkan. Mula gejalanya sangat mendadak dan langsung berat, biasanya timbul dalam 4-6 minggu pertama setelah melahirkan dan berlangsung hingga 6 bulan setelah persalinan.

Ada sejumlah gagasan yang menyakini bahwa depresi pascamelahirkan akan bisa hilang pada saat bayi Anda berulang tahun ke-1. Meski begitu, “masa berlaku” gejala depresi postpartum di atas bukanlah patokan pukul rata. Anda masih berisiko untuk mengalami depresi bahkan mungkin bertahun-tahun setelah melahirkan, ketika usia si kecil sudah lewat dari satu tahun.

Beberapa penelitian baru menunjukkan bahwa depresi postpartum bahkan mungkin muncul pertama kalinya pada saat anak Anda berusia empat tahun.

Apa penyebabnya?

Meski namanya adalah depresi postpartum, bukan berarti kondisi ini hanya benar-benar bisa dialami oleh ibu yang baru saja melahirkan. Gejala depresi postpartum mungkin saja datang terlambat karena dipicu oleh kombinasi dari faktor hormon dalam tubuh, lingkungan, emosional, serta genetik yang berada di luar kendali Anda.

Dikutip dari laman Very Well Family, gejala depresi postpartum akan bisa lebih parah ketika dipicu oleh kerepotan dan stres berat menyesuaikan diri sebagai orangtua baru, kadar hormon tubuh yang naik-turun setelah melahirkan, hingga perubahan mood drastis serta efek kurang tidur selama mengurus anak.

Terlebih, depresi pada umumnya adalah kondisi yang tidak tampak kasat mata alias terselubung. Seorang ibu yang baru saja melahirkan bisa saja tampak normal dan beraktivitas seperti biasanya tanpa menunjukkan gejala kelainan jiwa, tapi terkadang menunjukkan kecenderungan perilaku yang bersifat depresif.

Gejala depresinya tidak terlalu kentara dan bisa disalahpahami sebagai mood swings atau bad mood pada umumnya, karena menyaru dalam keseluruhan perilaku normalnya di kehidupan sehari-hari.

Apa cara yang tepat untuk menangani depresi postpartum?

Depresi postpartum yang dibiarkan tidak tertangani dapat mengganggu kondisi ibu dan perkembangan bayinya.

Sama seperti penanganan depresi lainnya, gejala depresi postpartum dapat dikelola dengan konsultasi bersama psikolog atau terapis ahli lewat berbagai metode psikoterapi. Dokter juga dapat meresepkan beberapa obat antidepresan jika dirasa perlu untuk membantu mengatasi gejalanya.

Untuk mengetahui pengobatan seperti apa yang cocok untuk Anda, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . 5 menit baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 menit baca

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Psikologi 09/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mengantar istri melahirkan ke rumah sakit

Ayah, Ini Tips Mengantar Ibu Hamil ke Rumah Sakit untuk Kelahiran

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . 4 menit baca
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca