Berbagai Penyebab Terjadinya PCOS yang Membuat Wanita Susah Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Pernahkah Anda mendengar tentang PCOS? Mungkin Anda pernah mendengarkan mitos mengenai penyakit ini sebelumnya. PCOS atau singkatan dari Polycystic Ovary Syndrome adalah sebuah penyakit hormon. Biasanya, kondisi ini terjadi pada wanita di usia subur. Jika kondisi ini Anda alami, salah satu kemungkinan terburuknya adalah Anda menjadi sulit hamil, meski ada wanita yang mengalaminya dan masih bisa hamil. PCOS bisa disebabkan oleh berbagai hal. Simak penjelasan mengenai berbagai penyebab PCOS berikut ini. 

Apa saja kondisi yang bisa menjadi penyebab PCOS?

Sebenarnya, penyebab pasti dari timbulnya PCOS masih belum dapat diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang mungkin memicu kemunculan PCOS pada wanita di usia subur.

1. Keturunan

Salah satu faktor yang paling mungkin menjadi penyebab Anda mengalami polycystic ovary syndrome adalah faktor keturunan. Percaya tidak percaya, jika ibu atau saudara perempuan Anda ada yang memiliki PCOS, Anda memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami penyakit yang sama.

Hal ini juga telah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dimuat di dalam sebuah jurnal berjudul Endocrine. Pada penelitian itu disebutkan bahwa PCOS adalah penyakit yang turun temurun di dalam keluarga. Bahkan, jika saudara perempuan kandung atau ibu Anda yang mengalami PCOS, Anda memiliki hingga 50% kesempatan mengalami kondisi yang sama.

Di samping itu, ada beberapa kondisi kesehatan lain yang juga turun temurun dan dapat terjadi karena PCOS, misalnya diabetes tipe 2. Namun, sejauh ini, tidak ada gen tunggal yang menjadi penyebab terjadinya PCOS, sehingga kemungkinannya adalah kondisi ini disebabkan oleh kombinasi dari berbagai jenis gen.

2.  Resistensi insulin

Selain faktor keturunan, penyebab lain dari PCOS adalah resistensi insulin. Resistensi insulin terjadi sel yang terdapat pada otot, lemak, dan liver tidak memberikan respon yang baik terhadap insulin. Selain itu, saat Anda mengalami kondisi ini, Anda tidak akan bisa menggunakan glukosa dalam darah sebagai energi.

Saat itu, pankreas akan terus memproduksi insulin lebih banyak lagi dan seiring berjalannya waktu, kadar gula darah Anda akan terus naik. Resistensi insulin bisa terjadi pada orang yang memiliki beberapa kondisi kesehatan seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2.

Sebuah penelitian yang dimuat di dalam jurnal Fertility and Sterility juga membuktikan bahwa hampir 70% wanita yang memiliki PCOS akan mengalami resistensi insulin. Artinya, sel-sel di dalam tubuhnya tidak bisa memroses insulin dengan baik.

Kelebihan insulin di dalam tubuh juga akan memicu ovarium atau indung telur untuk meningkatkan hormon pria, androgen. Hormon ini adalah hormon pria yang juga diproduksi oleh wanita. Peningkatan produksi androgen ini dapat mengganggu kemampuan ovarium untuk ovulasi. Itulah sebabnya, resistensi insulin berpotensi menjadi penyebab terjadinya PCOS. 

3. Peradangan

Penyebab lain yang mungkin memicu timbulnya PCOS adalah peradangan. Sebenarnya, kondisi ini masih erat kaitannya dengan resistensi insulin, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Bahkan, sebuah penelitian yang dimuat di dalam jurnal Steroids menyebutkan bahwa peradangan dapat memicu peningkatan produksi hormon androgen di dalam tubuh.

Kelebihan hormon androgen menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan PCOS. Androgen adalah hormon seks laki-laki yang juga diproduksi oleh tubuh perempuan dalam jumlah sedikit. Kelebihan hormon androgen juga dapat memicu timbulnya kondisi kesehatan seperti masalah yang terdapat pada jantung dan pembuluh darah. 

4. Hormon androgen yang terlalu tinggi

Resistensi insulin dan peradangan dalam tubuh memang memicu tubuh memproduksi hormon androgen lebih banyak. Hormon androgen berlebih disebut-sebut dapat mengganggu proses ovulasi. Namun, bagaimana caranya? Ya, kadar hormon androgen yang terlalu banyak memang bisa menjadi penyebab PCOS.

Pasalnya, hormon androgen dapat mencegah rahim untuk melepaskan sel telur atau ovulasi saat siklus menstruasi. Biasanya, jika terdapat hormon androgen yang terlalu tinggi, Anda akan merasakan pertanda seperti pertumbuhan rambut dan jerawat. Dua faktor yang telah disebutkan di atas merupakan pertanda dari PCOS.

5. Berat badan berlebih

Obesitas atau berat badan berlebih juga bisa menjadi penyebab PCOS. Mengapa? Karena saat tubuh memiliki berat badan yang melebihi batas ideal, resistensi terhadap insulin akan semakin parah. Sebenarnya, wanita yang menderita PCOS mungkin juga mengalami resistensi terhadap insulin, namun gejalanya tidak timbul karena berat badan ideal.

Sementara, berat badan yang meningkat justru memicu resistensi insulin yang Anda alami untuk menunjukkan berbagai gejala seperti siklus menstruasi yang tidak teratur, atau pertumbuhan rambut yang cukup berlebihan. Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa menjaga berat badan akan jauh lebih baik agar Anda bisa menghindari resistensi insulin, hingga peningkatan hormon androgen di dalam tubuh.

6. Hormon tidak seimbang

Tidak hanya kadar hormon androgen berlebih yang mungkin menjadi penyebab PCOS. Rupanya, ketidakseimbangan hormon-hormon lain yang terdapat di dalam tubuh mungkin juga memicu kondisi ini. Beberapa hormon yang ketidakseimbangannya mungkin menjadi penyebab PCOS adalah:

  • Testosterone, hormon reproduksi pria yang bisa ditemukan pada wanita. Peningkatan hormon ini di dalam tubuh mampu memicu PCOS.
  • Luteinising hormone (LH), hormon yang menstimulasi terjadinya ovulasi namun mungkin memberikan efek yang kurang baik jika jumlahnya berlebih.
  • Sex hormone-binding globulin (SHBG), yaitu protein dalam darah yang terikat pada testosterone dan dapat mengurangi efek dari hormon tersebut.
  • Prolaktin, yaitu hormon yang menstimulasi kelenjar payudara untuk memproduksi Air Susu Ibu (ASI) pada saat hamil.

Sayangnya, perubahan yang terjadi pada hormon-hormon tersebut masih belum dapat diketahui dengan pasti. Hanya saja, masalah ini mungkin dimulai dari rahim Anda sendiri, atau pada kelenjar yang memproduksi hormon tersebut. Perubahan ini juga mungkin terjadi karena terjadinya resistensi insulin.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca