Hidup Dengan Satu Ginjal, Apakah Masih Bisa Hamil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/03/2020 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Mungkin Anda tidak pernah membayangkan hidup dengan satu ginjal. Tentu saja, ada ketakutan tersendiri ketika Anda harus mengalaminya. Jangan khawatir, sebenarnya banyak orang yang hidup dengan kondisi ini tidak mengalami banyak keluhan dan tetap memiliki angka harapan hidup yang sama dengan orang lain. Meski demikian, Anda yang sedang merencanakan kehamilan mungkin perlu mempertimbangkan persiapan yang lebih matang.

Risiko kehamilan jika hidup dengan satu ginjal yang bermasalah

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum memulai kehamilan adalah berkonsultasi dengan dokter. Anda perlu mendiskusikan berbagai hal terkait kesehatan ginjal yang dapat berpengaruh terhadap kehamilan. Misalnya tingkat keparahan penyakit ginjal, jumlah protein dalam urine, tekanan darah, serta masalah lainnya yang menjadi pertimbangan Anda.

Mengutip laman Kidney, secara umum terdapat tiga kondisi terkait fungsi ginjal yang perlu dipertimbangkan oleh calon ibu hamil. Berikut ulasannya.

1. Tekanan darah tinggi

Meskipun tidak hidup dengan satu ginjal yang bermasalah, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol justru dapat berujung pada preeklampsia-eklampsia yang membahayakan kehamilan. Keduanya dapat mengakibatkan gangguan perkembangan janin, bahkan kelahiran prematur.

2. Penyakit ginjal ringan

Penyakit ginjal yang ringan biasanya tidak akan menimbulkan dampak apa pun pada kehamilan. Begitu pula bila Anda memiliki tekanan darah yang normal serta hanya ada sedikit protein pada urine. Namun, Anda tidak sepenuhnya terbebas dari risiko gangguan kesehatan lain. Jadi, tetaplah berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai kehamilan.

3. Penurunan fungsi ginjal

Bila Anda mengalami penurunan fungsi ginjal kurang dari 50% dengan jumlah kreatinin 150 mikromol per liter, maka kehamilan biasanya dapat berjalan dengan baik. Akan tetapi, Anda perlu lebih berhati-hati bila mengalami fungsi ginjal yang lebih parah. Pasalnya, risiko mengalami tekanan darah tinggi dan kelahiran prematur menjadi lebih tinggi.

Kehamilan sebaiknya dimulai saat penyakit ginjal belum memasuki stadium yang parah. Bila Anda telah mengalami gagal ginjal atau perlu melakukan dialisis (cuci darah), maka kehamilan sebaiknya ditunda hingga Anda mendapatkan donor ginjal.

Apakah wanita yang hidup dengan satu ginjal tetap bisa hamil?

Anda perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum memulai kehamilan dengan satu ginjal. Dibandingkan orang yang memiliki dua ginjal, wanita yang hidup dengan satu ginjal lebih berisiko mengalami masalah kehamilan dan perkembangan janin terkait hipertensi gestasional, preeklampsia, dan eklampsia. Temuan ini dimuat dalam sebuah penelitian mengenai kehamilan pada pasien dengan satu ginjal pada tahun 2017.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa selama kehamilan, aliran darah menuju ginjal dan laju penyaringan darah akan meningkat. Hal ini tidak berdampak pada wanita dengan fungsi ginjal normal. Namun, beban kerja ginjal akan menjadi lebih berat pada wanita yang hanya memiliki satu ginjal sehingga disinyalir dapat menurunkan fungsinya.

Di sisi lain, penelitian lain yang dilakukan pada sejumlah wanita pendonor ginjal menemukan bahwa kehamilan dengan satu ginjal relatif aman kendati risiko preeklampsia tetap ada. Proses persalinan pun dapat berjalan secara normal bila tidak terdapat kondisi yang mengkhawatirkan.

Inilah sebabnya proses konsultasi dan diskusi dengan dokter kandungan amat penting bagi wanita yang hidup dengan satu ginjal. Dengan pengawasan yang menyeluruh terhadap kesehatan calon ibu, kehamilan dapat menjadi proses aman dan menenangkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pedoman Hidup Sehat Jika Anda Hanya Punya Satu Ginjal

Ada beberapa orang yang hanya memiliki satu ginjal karena alasan tertentu. Lalu bagaimana caranya menjaga kualitas hidup dengan satu ginjal saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Fakta Unik 11/10/2017 . 6 menit baca

Mengenal Hipertensi dalam Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Hipertensi bisa terjadi dalam kehamilan, salah satunya hipertensi gestasional. Apa saja jenis hipertensi saat hamil dan apa bahayanya bagi ibu dan bayi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hipertensi, Health Centers 30/11/2016 . 8 menit baca

Preeklampsia

Preeklampsia atau preeklamsia adalah tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Cari tahu apa obat, penyebab, ciri, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 22/09/2016 . 1 menit baca

Penyebab Utama Kematian Ibu Saat Melahirkan

Di Indonesia, tingkat kematian ibu saat melahirkan masih cukup tinggi, dan sebagian besar diakibatkan oleh masalah yang sama. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Melahirkan, Kehamilan 08/09/2016 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mengendalikan tekanan darah ibu hamil

Panduan Mengontrol Tekanan Darah Saat Hamil

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 16/08/2018 . 5 menit baca
darah tinggi setelah melahirkan

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15/02/2018 . 6 menit baca
camilan saat hamil

6 Pilihan Camilan Sehat dan yang Mudah Dibuat untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maggie Nathania
Dipublikasikan tanggal: 19/01/2018 . 5 menit baca
makan cokelat saat hamil

Beragam Manfaat Makan Cokelat untuk Ibu Hamil dan Bayinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 27/10/2017 . 4 menit baca