Kapan Harus Mulai Persiapan Kehamilan Bila Mau Punya Bayi?

Author: Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak

Anda dan pasangan sudah memutuskan ingin punya bayi? Bukan hanya waktu berhubungan intim yang harus diperhatikan, tapi kondisi kesehatan Anda dan pasangan juga harus diperhatikan. Apakah tubuh ibu yang akan menjadi “rumah sementara” calon bayi sudah siap untuk menghidupi bayi? Nah, ini harus dipersiapkan dengan matang. Kapan, sih, harus mulai persiapan kehamilan?

Persiapan kehamilan dari sisi nutrisi

masak makan sayuran

Mungkin masih banyak ibu yang baru memerhatikan kehamilannya setelah tahu bahwa dirinya hamil. Ini mungkin bisa dikatakan terlambat, karena bisa jadi usia kandungan ibu sudah memasuki 4 minggu, 5 minggu, bahkan 8 minggu. Padahal di awal-awal kehamilan, calon bayi dalam kandungan sudah membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mendukung perkembangannya.

Di minggu-minggu pertama kehamilan, Anda mungkin belum bisa merasakan kehamilan. Namun, calon bayi dalam tubuh Anda sudah mulai berkembang. Sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma sedang mengalami banyak pembelahan sel sampai terbentuk embrio yang akan menempel dalam rahim. Ini merupakan proses yang panjang yang membutuhkan dukungan lingkungan rahim dan juga gizi ibu yang baik.

Gizi yang baik sudah sangat diperlukan sebelum hamil sebagai salah satu persiapan kehamilan. Kebutuhan protein ibu sudah harus cukup karena protein merupakan zat gizi penting yang diperlukan dalam pembentukan dan pembelahan sel. Selain itu, kebutuhan asam folat ibu juga sudah harus terpenuhi. Asam folat merupakan zat gizi penting yang dibutuhkan pada awal kehamilan untuk pembentukan otak dan sumsum tulang belakang yang sempurna. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat merekomendasikan agar wanita mengonsumsi 0,4 mg (400 mcg) asam folat per hari setidaknya satu bulan sebelum hamil, untuk mencegah bayi lahir cacat.

Mempersiapkan berat badan yang sehat sebelum hamil

penyakit membuat badan gemuk

Selain kebutuhan asam folat, berat badan juga harus Anda siapkan sebelum hamil. Jika berat badan kurang dari normal, sebaiknya capai berat badan normal dulu sebelum hamil. Hal ini bertujuan agar berat badan selama kehamilan sehat. Sebaliknya, jika berat badan berlebih, sebaiknya turunkan berat badan terlebih dahulu sebelum hamil, agar risiko-risiko yang bisa timbul akibat berat badan berlebih saat kehamilan bisa ditekan. Ibu hamil dengan berat badan berlebih bisa memiliki risiko kesehatan, seperti diabetes gestasional, preeklampsia, infeksi saluran urine, sampai meningkatkan risiko melahirkan sesar.

Jika berat badan masih kurang atau kelebihan, Anda mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan, bahkan mungkin sekitar 3 bulan untuk mencapai berat badan normal sebelum Anda siap hamil. Banyak mengonsumsi makanan sehat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan dapat membantu Anda mendapatkan berat badan normal, selain juga merupakan asupan gizi yang sehat.

Selain sayuran dan buah-buahan, Anda juga harus mengonsumsi makanan sumber protein seperti daging, ayam, ikan, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Ingat, protein sangat dibutuhkan di awal kehamilan untuk pembentukan sel dan perkembangan janin. Pilihan sumber protein yang mengandung lemak sedikit agar berat badan Anda tetap terjaga, seperti ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, susu rendah lemak, dan lainnya.

Jangan lupa, berolahragalah secara teratur supaya kalori yang masuk bisa terbakar dengan optimal. Selain berat badan jadi stabil karena olahraga, tubuh pun jadi lebih bugar dalam mempersiapkan kehamilan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 31, 2018 | Terakhir Diedit: Oktober 25, 2018

Sumber
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan ...
Selengkapnya
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak

Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan buku berjudul "Gizi Anak dan Remaja" bersama dengan kedua dosennya di 2017.

Kecintaannya pada dunia gizi, terutama gizi untuk ibu, bayi, anak, sampai remaja, membuatnya ingin terus menghasilkan karya tulisan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Hal ini karena ia sadar bahwa fase ibu dan anak adalah fondasi awal untuk menciptakan generasi yang hebat.

Selengkapnya
Artikel Terbaru