Profil Biofisik Selama Hamil, Tes untuk Menilai Kondisi Kesehatan Janin

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Selama kehamilan, dokter biasanya akan menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan guna mengetahui kondisi kesehatan janin di dalam kandungan. Jika umumnya Anda lebih sering mendengar mengenai pemeriksaan USG (ultrasonografi), masih ada pilihan pemeriksaan lainnya untuk janin yang disebut dengan tes profil biofisik.

Simak ulasan berikut untuk mendapatkan informasi selengkapnya mengenai pemeriksaan yang satu ini.

Apa itu pemeriksaan profil biofisik janin?

Meminta obat batuk untuk ibu hamil ke dokter

Biophysical profile alias profil biofisik adalah pemeriksaan kesehatan janin di dalam kandungan yang menggabungkan tes USG dan tes non-stres atau nonstress test (NST). Pemeriksaan profil biofisik bukan dilakukan di awal masa kehamilan, melainkan biasanya dianjurkan dokter di akhir kehamilan atau trimester ketiga.

Hanya saja, pemeriksaan profil biofisik janin baru akan dilakukan tergantung dari beberapa kondisi. Misalnya setelah dilakukan suatu tes tertentu, membutuhkan pemeriksaan lanjutan dari profil biofisik ini.

Selain itu, memiliki gejala kehamilan tertentu dan kehamilan yang Anda jalani sekarang berisiko tinggi bagi Anda dan janin, juga dapat menjadi penyebab dilakukannya tes biophysical profile. Intinya, tes kehamilan yang satu ini berguna untuk mengetahui dan melihat kondisi janin pada trimester ketiga kehamilan atau menjelang melahirkan.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa alasan mengapa dokter menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan profil biofisik atau biophysical profile pada janin:

  • Usia kehamilan sudah lebih dari 40 minggu.
  • Sedang hamil bayi kembar dua atau lebih.
  • Pernah mengalami keguguran di kehamilan sebelumnya.
  • Pernah mengalami komplikasi cairan ketuban (polihidramnion atau oligohidramnion) di kehamilan sebelumnya.
  • Mengalami diabetes gestasional saat hamil.
  • Mengalami preeklampsia atau kelainan hipertensi lainnya saat hamil.
  • Janin mengalami pertumbuhan janin terhambat atau intrauterine growth restriction (IUGR).
  • Komplikasi kehamilan lainnya yang perlu diperiksakan lebih lanjut.

Bagaimana proses pemeriksaan profil biofisik janin dilakukan?

usg kehamilan

Ada dua macam tes yang terlibat dalam pemeriksaan profil biofisik janin, yakni tes USG dan non stres. Tes non stres dilakukan dengan memasangkan perangkat (sensor) seperti sabuk, yang nantinya diikat pada perut Anda.

Tujuannya untuk mengukur denyut jantung janin serta menilai kontraksinya. Semua gerakan, detak jantung, dan aktivitas detak jantung terhadap gerakan janin biasanya diukur selama 20-30 menit.

Sementara tes USG yang dilakukan di sini, sebenarnya sama seperti USG selama masa kehamilan. Meliputi penggunaan gel yang dioleskan ke seluruh bagian perut dan transduser yang digerakkan di atas gel tersebut. Kemudian alat ultrasound akan menampilkan gambaran nyata mengenai kondisi janin di dalam kandungan Anda.

Dalam prosesnya, ada 5 poin yang dinilai selama pemeriksaan profil biofisik. Mulai dari laju pernapasan, pergerakan tubuh, tonus otot, detak jantung, dan cairan ketuban.

Masing-masing dari poin yang dinilai dalam pemeriksaan profil biofisik janin memiliki kriteria kapan kondisi janin dikatakan normal dan tidak normal. Selanjutnya, hasil pemeriksaan dapat membantu dokter untuk menentukan apa perlu bayi dilahirkan sesegera mungkin, atau tetap menunggu waktu kelahirannya.

Waktu kelahiran yang dipercepat bisa dilakukan dengan induksi persalinan maupun operasi caesar. Singkatnya, pemeriksaan ini membantu dokter untuk menentukan tindakan yang perlu dilakukan setelahnya sesuai dengan kondisi Anda dan janin.

Adakah risiko dari tes profil biofisik janin?

lupus pada ibu hamil lupus saat hamil

Pemeriksaan biophysical profile alias profil biofisik janin pada dasarnya diyakini tidak berisiko menimbulkan efek samping tertentu, baik bagi ibu maupun janinnya. Itu sebabnya, pemeriksaan kehamilan yang satu ini tergolong sebagai prosedur yang mudah, aman, dan tidak sakit untuk dilakukan.

Namun, pastikan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu apabila Anda memiliki masalah kesehatan tertentu sebelum melakukan tes ini. Sebab risiko lain bisa saja muncul tergantung dari kondisi kesehatan tubuh Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 27, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 24, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca