Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Meski Langka, Tetap Waspada pada 5 Sindrom ini Selama Kehamilan

Meski Langka, Tetap Waspada pada 5 Sindrom ini Selama Kehamilan

Tidak semua kehamilan berjalan dengan lancar. Ada kalanya, beberapa ibu hamil mengalami masalah selama kehamilan yang bisa mengganggu perkembangan janin, bahkan mengancam nyawa. Jika sudah seperti ini, ibu hamil perlu berhati-hati. Apalagi, tidak semua masalah kehamilan umum terjadi sehingga ibu hamil mungkin tidak begitu memahami kondisi medis tersebut. Nah, oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami berbagai sindrom langka yang bisa terjadi pada ibu hamil agar dapat mengantisipasinya.

Berbagai sindrom langka yang bisa terjadi pada ibu hamil

Menjaga kesehatan ibu hamil dan janin sangat penting selama kehamilan.

Pasalnya, beberapa komplikasi kehamilan bisa terjadi akibat kesehatan kehamilan yang tidak terjaga dengan baik.

Adapun beberapa komplikasi kehamilan merupakan kasus yang jarang atau langka terjadi.

Ini bisa berhubungan dengan plasenta, tekanan darah, atau kondisi lainnya pada tubuh ibu hamil.

Untuk lebih memahaminya, berikut adalah beberapa komplikasi atau sindrom langka yang bisa terjadi pada ibu hamil selama masa kehamilannya.

1. Mirror syndrome

Mirror syndrome atau Ballantyne syndrome atau triple edema adalah sindrom yang ditandai dengan pembengkakan pada tubuh ibu hamil dan janin dalam kandungan.

Meski pembengkakan pada ibu hamil tampak biasa, gejala mirror syndrome lebih dari sekadar itu.

Pada sindrom ini, plasenta dalam kandungan juga ikut membesar dan jumlah cairan ketuban pun menjadi berlebihan.

Adapun mirror syndrome merupakan sindrom yang langka, sehingga sering salah didiagnosis sebagai preeklampsia.

Apalagi, mirror syndrome juga ditandai dengan tekanan darah tinggi selama kehamilan dan protein dalam urine ibu hamil.

Sementara penyebab dari sindrom ini tidak diketahui. Namun, sindrom ini sering terjadi pada ibu hamil dengan kondisi tertentu, seperti:

  • infeksi pada kehamilan,
  • isoimunisasi rhesus (rhesus darah yang berbeda dengan janin), atau
  • twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS).

2. HELLP syndrome

stres pada ibu hamil

HELLP syndrome adalah sindrom langka yang terjadi pada 1-2 dari 1.000 ibu hamil.

Sindrom ini biasanya terjadi pada trimester tiga kehamilan.

Namun, kondisi ini juga bisa timbul pada minggu-minggu pertama setelah bayi lahir.

Sindrom HELLP itu sendiri merupakan singkatan dari hemolisis (pecahnya sel darah merah), elevated liver enzymes (meningkatnya kadar enzim hati), serta low platelet count (jumlah trombosit yang rendah).

Bila kondisi tersebut terjadi, ibu hamil bisa merasakan berbagai gejala, seperti:

  • sakit kepala,
  • mual,
  • kelelahan,
  • merasa tidak enak badan,
  • nyeri dada atau sakit di bagian atas atau tengah perut,
  • penglihatan buram,
  • kenaikan berat badan atau pembengkakan secara tiba-tiba,
  • kejang, dan
  • perdarahan selama hamil.

Sementara penyebab dari HELLP syndrome tidak diketahui secara pasti.

Namun, ibu hamil yang mengalami preeklampsia dan eklampsia berisiko lebih tinggi mengalami sindrom langka ini.

3. Twin-to-twin transfusion syndrome

Twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS) adalah sindrom langka yang memengaruhi kehamilan kembar identik.

Melansir Johns Hopkins Medicine, TTTS terjadi pada janin kembar yang berbagi satu plasenta serta jaringan pembuluh darah yang memasok oksigen dan nutrisi selama di dalam rahim.

Sindrom langka ini terjadi ketika sambungan pembuluh darah di dalam plasenta tidak terbagi secara merata sehingga menyebabkan ketidakseimbangan dalam pertukaran darah antara kedua janin.

Kembar pertama (kembar donor) tidak mendapat pasokan darah yang cukup sehingga berisiko mengalami kekurangan gizi dan kegagalan organ.

Sementara kembar kedua (kembar resipien) menerima terlalu banyak darah sehingga kerja jantung menjadi berlebihan dan berisiko mengalami masalah jantung lainnya.

4. Selective intrauterine growth restriction

Cara mendapatkan anak kembar

Selective intrauterine growth restriction (sIUGR) juga terjadi pada kembar identik yang berbagi satu plasenta dan jaringan pembuluh darah (monochorionic).

Kondisi ini terjadi ketika plasenta tidak terbagi rata di antara janin.

Adapun plasenta berfungsi untuk menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam rahim.

Bila terjadi ketidakseimbangan tersebut, nutrisi antara kedua janin pun menjadi tidak seimbang sehingga bisa terjadi malnutrisi pada salah satunya.

Sementara sIUGR juga merupakan salah satu sindrom langka pada ibu hamil. Kondisi ini memengaruhi 10-15% kehamilan kembar monochorionic.

5. Hiperemesis gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi medis langka yang ditandai dengan mual dan muntah yang parah dan terus terjadi selama kehamilan.

Kondisi ini lebih dari sekadar mual dan muntah (morning sickness) selama kehamilan yang umum.

Ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum mungkin memerlukan rawat inap karena rentan mengalami:

Adapun gejala hiperemesis gravidarum biasanya muncul dan berkembang secara cepat atau bertahap dalam beberapa bulan.

Biasanya, gejala mual dan muntah yang parah mulai muncul sebelum minggu ke-20 kehamilan dan tak jarang dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

health-tool-icon

Penambahan Berat Badan Kehamilan

Perhitungan ini dapat digunakan untuk perempuan yang ingin melihat kisaran kenaikan berat badan yang sehat selama kehamilan berdasarkan berat badan mereka sebelum hamil.

28

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fetal tachycardia: an unusual cause of maternal mirror syndrome. Fetalmedicine.org. (2021). Retrieved 25 October 2021, from https://fetalmedicine.org/abstracts/2015/var/pdf/abstracts/0977.pdf

HELLP syndrome. Marchofdimes.org. (2021). Retrieved 25 October 2021, from https://www.marchofdimes.org/complications/hellp-syndrome.aspx

Hyperemesis Gravidarum – NORD (National Organization for Rare Disorders). NORD (National Organization for Rare Disorders). (2021). Retrieved 25 October 2021, from https://rarediseases.org/rare-diseases/hyperemesis-gravidarum/

Rare Pregnancy Complications. (2021). Retrieved 25 October 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/rare-pregnancy-complications

Selective Intrauterine Growth Restriction. (2021). Retrieved 25 October 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/selective-intrauterine-growth-restriction

Twin-to-Twin Transfusion Syndrome (TTTS). (2021). Retrieved 25 October 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/twintotwin-transfusion-syndrome-ttts

Singh, Y., Kathpalia, S. K., & Singh, S. (2010). Ballantyne Syndrome in Rhesus Isoimmunised Pregnancy. Medical journal, Armed Forces India66(3), 283–284. https://doi.org/10.1016/S0377-1237(10)80064-4

Jones, T., & Miesnik, S. R. (2015). Mirror Syndrome: A Rare, Potentially Life‐Threatening Obstetric Complication. Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing. 44(1): S85. https://doi.org/10.1111/1552-6909.12594

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto